Archive for February 15, 2012

Question and Answer: Part 1

Post kali ini merupakan intisari dari berbagai pertanyaan baik yang ditanyakan oleh sesame tarot reader maupun yang pernah ditanyakan oleh klien yang juga tertarik dengan tarot setelah mereka dibacakan. Jawaban yang saya berikan berdasarkan pengetahuan yg saya pelajari dari buku2 teori dan juga yang didapat dari pengalaman gw sebagai reader professional.

Kenapa akan dipecah2 menjadi beberapa part? Karena pertanyaan reader dank lien tentu tidak aka nada habis2nya. Sehingga seiring dengan semakin banyaknya pertanyaan yang muncul, saya akan kumpulkan dan post kembali intisari pertanyaan dan jawaban tersebut kedepannya. So, here goes….

 

Q:

Rend, ketika kita bacain tarot untuk orang lain, apakah orang lain boleh memegang kartu kita? Siapa yg ngocok yah? Klien atau kita aja yang ngocok? Siapa yang ngambil kartunya? Kita ato klien? Siapa…bagaimana….. terus kalau begini begitu gimana????? (Sengaja diperpendek karena ni pertanyaan ga ada habisnya juga.)

A:

Inti jawaban dari gw Cuma 1, lakukan prosedur/ tata cara baca klien yang buat anda nyaman. Jadi kalo anda tidak suka deck anda dijamah-jamah oleh klien, ya silahkan. Kalau anda tidak masalah deck anda dikocok klien ya silahkan juga. Tetapkan aturan untuk diri anda sendiri dimana anda nyaman untuk melakukannya. Karena itu semua bisa dilakukan dan pembacaan tetep akurat. Tinggal masalah kenyamanan anda nya saja yang menentukan disini. Hanya saja, apabila anda memilih agar deck anda tidak disentuh oleh klien dengan alasan2 tersendiri, gw saranin anda beritahukan berbagai rules yang anda berlakukan sebelum sesi pembacaan dimulai, sehingga klien juga sudah tahu apa yang boleh dan tidak boleh dia lakukan terhadap anda.

 

Q:

Apakah ada aturan2 khusus yang berlaku di semua tarot reader dalam membacakan klien?

A:

Untuk aturan resminya, sampai sekarang di Indonesia sendiri blom ada. Namun berbagai aturan tidak tertulis yang umumnya diketahui oleh reader2 yang bijak dalam melayani klien meliputi:

  • Hindari menentukan/ memberitahukan kapan si klien/ orang yg ditanyakan klien itu meninggal karena memang itu sebaiknya tetap menjadi ‘rahasia’ yang Atas.
  • Apabila pertanyaannya bersifat pilihan ( piih A atau B), beritahukan terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan dan dampaknya di masing2 pilihan. Sehingga klien bisa menentukan sendiri pilihan mana yang dia ambil. Reader hanya sebatas member saran, bukan menentukan pilihan klien.
  • Hindari member ‘janji surga’ seperti “Bulan sekian anda akan mendapat banyak rejeki.” Atau “Dalam beberapa minggu, ada cowok yang dating dan suka kepada anda.” . Kalaupun memang reader bisa memperkirakan kapan suatu hal akan terjadi, sedapat mungkin berikan catatan2 apa yang harus dilakukan klien agar prediksi/ gambaran tersebut tercapai. Ini untuk menghindari klien percaya buta dan tidak melakukan apapun agar hal tersebut terjadi.
  • Selama sesi pembacaan, reader benar2 harus professional dan tidak melibatkan emosi pribadi dalam pembacaan.
  • Apabila hasil bacaannya bagus, beritahukan cara mempertahankannya, dan apabila hasil bacaan kurang bagus, beritahukan cara / solusi memperbaiki/ menghindarinya agar klien bisa menentukan solusi dan langkah yang bisa dia ambil.

 

Q:

Disaat klien sedang mengocok kartu, adakalanya 1-2 kartu terjatuh. Apakah kartuyang terjatuh tersebut signifikan untuk dibaca?

A:

For me, yes. Itu singifikan untuk dibaca. Ya memang klien tetap perlu memasukkan kartu yang terjatuh tersebut dan mengocok ulang dan  mengeluarkan kartu sesuai tebaran yang telah ditentukan sebelumnya. Hanya saja kartu yang terjatuh tadi bisa menjadi petunjuk bagi reader mengenai apa yang sebenernya ada dibawah sadar klien. Inget, adakalanya apa yang ditanyakan klien merupakan puncak es nya saja dari akar masalah klien yang sebenernya.

 

Q:

Disaat klien memilih kartu, misalkan pertanyaan yang ditanyakan adalah seputar percintaan, namun kartu yang keluar adalah pentacles yang mengacu ke materi. Menurut Rendy, gimana cara membacanya?

A:

Sejauh pengalaman gw, apabila pertanyaan klien adalah seputar percintaan (biasanya diwakili oleh cups), namun ketika kartu yang keluar adalah pentacles (materi, kerja, dan semua yg duniawi), itu menunjukkan bahwa apa yang ditanyakan klien bukanlah masalah utama yang ada dibenak klien. Atau adakalanya memang blom waktunya klien untuk mengurusi masalah percintaan karena memang ada masalah lain yang lebih penting (kerjaan, atau ada materi yang dia inginkan misalnya). Contoh lain adalah misalnya klien menanyakan soal pekerjaan / karir (biasanya kartu wands atau pentacles), namun yang keluar mayoritas adalah kartu cups (percintaan, emosi) , itu bisa jadi petunjuk kalau klien sendiri kurang focus di pekerjaan / karir karena masalah percintaan/ relasinya sangat dominan ATAU klien focus ke karir hanya sebagai bentuk pelarian dari masalah relasi yang membelenggunya selama ini.

 

Q:

Ada banyak reader di Indonesia yang bangga akan deck nya entah karena punya spirit ini atau betapa hebatnya spirit deck2 si B. Ada juga yang sengaja minjem deck orang lain untuk diadu spiritnya. Gimana tanggapa Rendy?

A:

Pertama – tama, asalnya spirit/ energy yang masuk ke suatu deck itu bukan berasal dari decknya sendiri. Melainkan dari gambar dari deck yang memacu bawah sadar kita untuk memanggil kumpulan energy tertentu / spirit. Jadi meskipun ada 2 orang atau lebih yang punya deck sama, spirit didalamnya bisa berbeda TERGANTUNG dari persepsi masing2 pemilik deck tersebut. Untuk reader yg nyentrik dan suka ngadu2 spirit dan nunjukin betapa hebat dirinya, gw rasa temen2 cukup tau aja mengenai sikap dan kelakukan reader tersebut. Next time ga perlu dipinjemin dan orang2 seperti itu cenderung egonya berlebih dan bukanlah tipikal reader yang bisa saling membantu dan saling belajar.

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: