Archive for March 19, 2012

Question & Answer Part 3: About Client

Untuk postingan kali ini, gw akan merangkum pertanyaan yang sering ditanyakan oleh teman2 maupun oleh klien sendiri dengan tema umum “seputar klien”. Semoga pembaca baik sesame tarot reader maupun penikmat tarot, bisa mengambil pelajaran dari artikel ini.

 

Q:

Rend, kalo dari pengalaman kamu sendiri, rata2 klien mencari kamu untuk apa aja yah?

A:

Dari pengalaman gw sendiri, kebanyakan mereka nyari gw untuk salah satu factor dari bawah ini:

–          Mencari solusi atas problem mereka 

Yang ini termasuk tipikal klien yang memang dating keg w, utarain problemnya, dang w membantu dia mencari inspirasi dan solusi atas problem mereka. Pada dasarnya, klien yang seperti ini sudah tahu kalau gw hanya bisa membantu via saran. Keputusan akhir tetap di tangan mereka sendiri. Dan klien seperti ini yang ketika teman2 memberi saran yang berguna dan klien juga melaksanakan saran kalian dan BERHASIL, maka mereka dengan tulus akan kembali ke tarot reader tersebut sekaligus mereferensikan tarot reader ke teman – teman lainnya.

–          Curhat

Tipikal klien yang ini sebenarnya ketimbang mencari solusi, seringkali mereka cenderung hanya ingin didengar curhatannya mereka. Apakah klien ini termasuk yang efektif? Gw sendiri melihat ini taraf 50 : 50 . Ada klien yang setelah curhat memang mengerjakan solusi yang gw berikan ataupun mereka mengerjakan solusi yang mereka dapatkan sendiri. Apapun solusi yang mereka ambil, selama tarot readernya tetap menjaga attitude positif  dan membimbing klien dengan tulus, klien seperti ini juga bisa repeat order dalam jangka panjang dan mereferensikan ke teman2nya.

–          Mencari pembenaran

Tipikal yang ini bisa dikatakan pintar2nya teman2 buat menghadapinya. Klien yang seperti ini seringkali punya masalah, dan dia uda tau solusinya/ cara menyelesaikannya. Hanya saja karena solusinya tidak nyaman/ tidak enak untuk dilakukan, maka klien seperti ini akan mencari reader untuk meminta solusi dari mereka. Ketika solusi yang diberikan reader tersebut ternyata SAMA dengan yang dia pikirkan, maka dia akan mencari reader lain terus – menerus SAMPAI dia menemukan reader yang solusinya berbeda dari yang dia pikirkan.

Sebagai contoh, misalkan klien menanyakan pacarnya bernama A. Ni klien tahu kalo si A sudah ga setia dan memang salah satu solusinya adalah putusin si A dan mencari pasangan yang lain. Namun karena perasaan dari klien sendiri yang belom berani/ belom tega untuk mutusin A, jadilah si klien bertanya kepada tarot reader mengenai solusi untuk si A ini. Apabila dari seorang tarot reader, klien menemukan solusi untuk – putusin si A- (dimana jawabannya dia juga sudah tahu), maka klien ini akan mencari reader yang lain terus – menerus SAMPAI ketemu reader yang memberi solusi –pertahankan si A karena A akan menjadi setia-.

–          Klien yang berpikir pesimis/ negative

Klien yang seperti ini yang bagi gw pribadi cukup merepotkan. Karena klien seperti ini, mau kita jelaskan seperti apa situasinya, dan mau kita berikan solusi sebagus dan semudah apapun, tetap saja mereka memiliki mental block yang cukup serius. Melayani klien seperti ini, bukanlah dalam kapasitas seorang tarot reader, melainkan seringkali seorang pakar hipnoterapis yang bisa melakukannya. Bagi reader yang juga bisa hinoterapi, silahkan anda follow-up dengan metode anda masing2. Namun apabila teman2 adalah tarot reader only, lebih baik anda rekomendasikan teman anda yang seorang hipnoteraphy. Bila tidak punya kenalan orang yang berkompeten, satu2nya jalan adalah dengan menetapkan batas waktu konsultasi seperti “Maaf mas, jam XX nanti saya mesti pergi karena ada klien lagi ditempat lain.” . Dengan demikian, setidaknya anda sudah menetapkan waktu anda sampai kapan anda akan debat kusir dengan klien. Untuk masalah repeat order, teman2 tidak perlu memusingkan klien tipe seperti ini karena lepas dari apakah dia akan konsultasi kembali atau tidak, klien seperti ini hanya cenderung menguras emosi anda tanpa menghasilkan solusi yang digunakan klien tersebut.

 

Q:

Biasanya klien2 menanyakan seputar apa aja?

A:

Seringkali kalo kliennya orang awam (alias tidak belajar metode spiritual/ divinasi apapun), pertanyaan yang seringkali diajukan ga jauh dari percintaan, karir/ kerjaan, rejeki dan keluarga sebagai prioritas terakhir pertanyaannya. Yang lucunya, apabila kliennya pria, topic pertanyaan yang pertama kali ditanyakan selalu mengenai karir dahulu, baru percintaan, kemudian rejeki. Sementara kalau kliennya wanita, topic pertama yang ditanyakan adalah percintaan, baru kemudian karir dan rejeki/ keuangan.

Sementara bila kliennya memiliki pengetahuan soal divinasi ataupun spiritual, selain menanyakan tentang topic diatas, seringkali mereka menanyakan mengenai tarot itu sendiri secara spesifik seperti bagaimana cara belajarnya, dimana beli decknya, dsb2nya.

 

Q:

Apakah ada klien yang ngomongin tarot dari sudut pandang agama, dan konteks2 lainnya dimana tarot itu dilarang?

A:

Kalau dalam konteks komersil, sampai saat ini gw sendiri belum menemukan klien seperti itu. Mungkin karena namanya juga klien ingin konsultasi secara serius, ya mereka akan mengesampingkan pertanyaan mengenai boleh / tidaknya membaca tarot dari perspektif agama. Namun ada beberapa klien yang memang secara halus menanyakan hal tersebut seperti “Bagaimana cara kerja tarot reading?” , atau “Bagaimana cara belajarnya?” . Karena gw sendiri selalu mengatakan gw cara kerja tarot reading menggunakan pendekatan psikologi dan intuisi, maka gw sama sekali tidak mendapat sanggahan dari klien.

 

Q:

Setelah selesai membaca klien, apakah ada yang relasinya berlanjut?

A:

Yes, dari sekian banyak klien yang gw udah bacakan. Memang ada sebagian kecil yang berlanjut menjadi teman dekat. Lagipula salah satu manfaat yang didapat dari menjadikan tarot reading sebagai profesi adalah untuk networking dan mengenal orang2 dari berbagai lapisan, kalangan, dan profesi bukan?

Bahkan temen gw sendiri yang juga seorang tarot reader professional, ada 1 –mantan klien- yang akhirnya menjadi istri temen gw sendiri. Wekekekekekekeke.

Question and Answer Part 2 : Tarot Deck

Untuk Q & A bagian ini, gw lebih menegaskan ke topic utamanya adalah deck tarot itu sendiri. Dan seperti biasa, pertanyaan2 disini gw sarikan dari berbagai pertanyaan yg klien/ teman tanyakan ke gw.

 

Q :

Sebenernya yang mana yang duluan muncul? Deck tarot atau playing card (kartu remi) ?

A:

Selama ini, banyak yang percaya sampai sekitar tahun 2006 , bahwa deck tarot dululah yang muncul pertama, baru pengembangannya kemudian disederhanakan menjadi playing card untuk berbagai permainan kartu yang kita kenal saat ini. Hanya saja, penelitian terbaru saat ini, meskipun belum diketahui secara luas, ternyata playing card muncul lebih dahulu , baru kemudian dikembangkan menjadi deck tarot. Hanya saja peneliti tetap sepakat, baik playing card maupun tarot deck, memiliki tujuan awal yg sama, yaitu sebagai kartu untuk bermain.

 

Q:

Ada berapa macam deck tarot yang sudah beredar sekarang ini?

A:

Kalo dicatat satu per satu, sebenarnya sudah ada ribuan jenis dan judul deck tarot. Karena memang banyak artist2 dan tarot reader yang sudah membuat deck tarotnya sendiri – sendiri. Untuk yang dicetak masal saja sudah ada ribuan jenis deck dan belom dihitung untuk deck yang diproduksi sendiri secara terbatas.

Banyaknya macam deck tarot disebabkan karena inisiatif tarot reader dan para artist untuk membuat deck yang memiliki arti / filosofi yang sama, namun dengan symbol2 yang lebih dekat dengan kehidupan pembuat deck tersebut. Jadi misalkan si A sangat dekat/ suka dengan kucing, si A cenderung membuat deck tarot dengan menggunakan banyak gambar kucing, misalkan si B sangat dekat dengan ajaran Sufism, maka si B juga bisa berinisiatif buat deck tarot yang dekat dengan ajaran sufi.

 

Q:

Kalau sudah ada banyak macam deck tarot, kalau cukup banyak orang membuat deck tersebut, apakah membuat deck tarot itu termasuk aktifitas yang menguntungkan dari sisi bisnis?

A:

Gw sendiri pada awalnya bertanya demikian. Hanya saja dari berbagai sumber, justru menunjukkan sebaliknya. Hal yang perlu teman2 ketahui, penjualan buku2 spiritual dan buku2 yang berhubungan dengan pengetahuan alternative dan occult merupakan buku yang secara persentase penjualan termasuk sangat kecil. Bahkan terjual sampai ratusan ribu copy saja sudah sangat bagus (Bayangkan dengan buku Harry Potter yangs etiap edisinya bisa terjual jutaan copy).

Ini juga termasuk dalam penjualan deck tarot. Deck tarot sendiri memang penjualannya cukup lumayan setidaknya untuk penghasilan tambahan bagi artist pembuatnya. Hanya saja bila DIBANDINGKAN dengan waktu yang dibutuhkan untuk buat deck tarot itu sendiri (sekitar 1-2 tahunan kalo benar2 serius), usahanya tidak sebanding ketimbang penghasilan yang didapat dari penjualan deck tersebut. Oleh karena itu, pembuatan deck tarot seringkali dilihat sebagai kontribusi ‘sosial’ si tarot reader/ artistnya agar dunia tarot menjadi semakin kaya.

 

Q:

Apa nama deck Tarot yang pertama kali digunakan untuk membaca/ divinasi?

A:

Dalam konteks deck tarot yang DICETAK MASAL, deck pertama kali yang beredar dan digunakan adalah Raider Waite Smith (sering disingkat RWS), kemudian barulah THOTH Tarot. Dalam konteks deck tarot yang benar – benar digunakan untuk membaca, well….blom ada yang tahu. Karena pertama kali praktik membaca/ divinasi menggunakan kartu tarot , dari berbagai sumber, justru mengatakan pada awalnya menjadi praktik eksklusif yang dilakukan oleh anggota HOGD (Hermetic Order of Golden Dawn) dimana mereka menggunakan deck yang diciptakan oleh pemimpin HOGD. Setelah Arthur Edward Waite , anggota HOGD tersebut, membocorkan ‘sebagian’ pengetahuan mengenai alam ini ke public melalui kartu tarot RWS ciptaannya, barulah praktik divinasi menggunakan tarot dikenal luas di masyarakat.

 

Q:

Apakah symbol – symbol yang ada di deck RWS termasuk symbol universal dan pasti valid?

A:

Untuk pertanyaan ini, gw akan jawab sejujurnya. Symbol di deck RWS TIDAK 100% valid. Kenapa demikian? Dalam bukunya Arthur Edward Waite yang membahas interpretasi deck ciptaannya sendiri, dia sudah menuliskan kalau tidak semua ‘kebenaran’ tertuang dalam deck nya. Ada beberapa symbol yang memang sengaja dirubah dari yang aslinya dan sengaja dipelesetkan dari aslinya dengan tujuan untuk menghindari penyalah gunaan dan salah kaprah atas pengetahuan yang didapat dari deck tarot RWS tersebut. Mengingat karena deck RWS memang dicetak untuk penggunaan oleh orang2 awam (baca: bukan member HOGD) , merubah dan mempelesetkan symbol dari yang aslinya memang diperlukan karena memang ada simbol2 dan pesan yang baru bisa dipahami sepenuhnya apabila orang awam tersebut (waktu itu) masuk dalam HOGD. Penginterpretasian yang setengah2 dan tidak dilandaskan pengetahuan yang cukup , dikhawatirkan justru akan menimbulkan kontroversi dalam masyarakat pada jaman itu.

Hanya saja, seiring dengan waktu, simbol2 yang ‘salah’ tersebut, karena sering digunakan oleh orang awam, lama2 memang menjadi kebenaran tersendiri (kebenaran dikalangan public). Dan akhirnya, simbol2 yg ‘salah’ tersebut menjadi symbol universal juga. Bahkan HOGD selaku instansi sumber ilmu dari deck tarot tersebut pada akhirnya meliris berbagai tulisan yang menggunakan simbol2 deck RWS tersebut.

Hanya saja, apabila pada jaman itu, informasi akan HOGD banyak yg ditutup – tutupi, dibandingkan dengan era informasi sekarang ini, dimana internet sudah menjadi sesuatu yang lumrah, berbagai informasi mengenai HOGD, simbol2 asli yang digunakan pun sudah mulai tersebar didunia maya. Meskipun butuh usaha ekstra untuk menggali informasi tersebut, apabila teman2 memang ada yang tertarik akan informasi HOGD dan filosofi2 dibaliknya (which is sangat berbeda jauh dibandingkan dengan anggapan miring kebanyakan orang), sudah banyak tulisan dan buku2 yang membahas ajaran HOGD dan simbol2nya yang tersebar di internet.

 

 

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: