Archive for August 19, 2012

In Dept With Darkness Aspect Part 2: Penerapannya Dalam Tarot dan Kehidupan Sehari – Hari

Setelah kita membahas mengenak konsep sisi gelap/ bayangan manusia secara psikis di bagian beselumnya, kali ini gw akan menjelaskan mengenai konsep ‘sisi gelap’ tersebut dalam tarot terutama tarot reading.

Dalam penggunaan kartu tarot untuk membacakan klien, sebenarnya tanpa disadari kita sudah menerapkan konsep tersebut tanpa kita sadari. Contohnya:

  • Penggunaan reverse card

Meskipun gw sendiri bukanlah pengguna kartu terbalik dalam pembacaan tarot, namun banyak tarot reader yang memberlakukan kartu terbalik tersebut agar pembacaannya lebih detail. Salah satu versi interpretasi dari kartu reverse adalah untuk menandakan potensi klien/ solusi yang sebenarnya efektif untuk dilakukan, namun terpendam atau kurang optimal karena satu dan lain hal seperti mental block klien, tuntutan lingkungan, dan sebagainya. Dengan demikian, bagi yang membaca menggunakan kartu reverse, sebenernya mereka juga membacakan sisi gelap dari masalah si klien.

  • Pembacaan umum potensi klien

Gw sendiri untuk membacakan potensi klien secara umum, cukup dengan 6 buah kartu yang dikocok dan diambil secara acak oleh kliennya. Dimana 3 kartu pertama yang diambil adalah sisi potensi klien yang sudah terlihat/ muncul di permukaan, dan 3 kartu kedua adalah sisi potensi klien yang perlu dikembangkan lebih jauh karena masih terpendam. Dengan kata lain, 3 kartu pertama adalah sisi terang klien, dan 3 kartu kedua adalah sisi gelap dari potensi klien.

  • Penggunaan deck tarot yang bertema ‘gelap’

Tidak sedikit juga kartu tarot yang bertemakan sisi gelap dibuat dan beredar diseluruh dunia. Katakanlah deck tarot bertemakan cithulhu mythos/ necronomicon, vampire, gothic, zombie, macabre, dan masih banyak lagi. Sekilah gambar dari deck yang bertema tersebut memang kesannya jelek atau tidak nyaman. Namun disisi lain pembaca menjadi belajar untuk mengambil sisi positif ataupun manfaatnya dari situasi yang terkesan negative/ jelek sekalipun. Dengan demikian, tanpa disadari, apabila pembaca tarotnya bisa melakukan hal tersebut, dia sudah menerapkan metode ‘shadow reading’ dalam pembacaannya.

 

How to overcome and receive our ‘darkness’ ? 

 

So,….kalau temen2 sudah mengerti konsep dari ‘sisi gelap’, sebenarnya masih ada 1 tantangan lagi, yaitu menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari. Well,….easier said than done, memang penerapannya memiliki tantangan tersendiri. Afterall, tidak semua orang mau menerima sisi gelap orang lain maupun diri sendiri. Meskipun begitu, ada beberapa saran yg gw kasih dan bisa untuk dicoba diterapkan, serta memiliki efek psikis yang sebenernya cukup bagus (kalau dilakukan dalam frekuensi moderat) dan menyiapkan mental untuk menerima sisi gelap itu sendiri:

 

  • Learn…learn….and learn

Dari pengalaman pribadi, dan rekomendasi para ahli psikis, ternyata salah satu cara untuk menerima sisi gelap adalah ‘mempelajari’ sisi gelap itu dalam lingkungan yg relative aman. Sebagai contoh:

  • Apabila anda takut akan sesuatu yg menyinggung gay, lesbian, bisex, maka anda perlu mempelajari secara psikologis mengapa hal itu bisa terjadi. Apabila anda sudah mempelajari dan mengerti bahwa hal demikian memang ada (dan bukan penyakit seperti yg sering diberitakan oleh instansi agama tertentu), justru malah kalian bisa memiliki empati disitu. Gw berani jamin anda yg straight tetap akan straight setelah mempelajarinya. Yang membedakan lebih ke pandangan anda saja akan hal tersebut.
  • Apabila anda takut akan orang tua yg terlalu otoriter, anda perlu pelajari kenapa mereka bisa demikian. Ketika anda memiliki cukup ilmu dan pengetahuan psikologi sosialnya, justru anda lebih berani menghadapi hal seperti itu.
  • Apabila anda takut akan hantu atau mahluk halus lainnya, pelajarilah mengenai mahluk halus tersebut dari sumber yang objektif dan terpercaya. Berhubung karena hal seperti ini banyak sekali bumbu2 fiksinya, memang disarankan pelajari dari sumber yang objektif dan bisa diterima logis. Dampaknya, anda justru makin mengerti kalau hantu2 di film2 jauh lebih menakutkan ketimbang yang aslinya, which is itu juga berujung kepada suatu pepatah FEAR = False Evidence Appears Real (bukti2 palsu yang terlihat nyata).

 

  • Lakukan apa yang tidak anda sukai/ tidak nyaman dengan bimbingan orang lain

Obat mujarab untuk menghadapi potensi gelap seseorang memang perlu dilakukan secara langsung dan nyata. Sebagai contoh, apabila anda takut air, maka mintalah teman anda untuk memaksa anda ceburin ke kolam dangkal. Setelah itu, minta dia memaksa anda untuk ceburin ke kolam setinggi dada. Belajarlah berenang, dan coba masuk ke kolam lebih dalam.

Apabila anda ternyata takut berbicara didepan umum, silahkan anda cari peluang dimana anda bisa bicara didepan umum, dan lakukan itu didampingi oleh teman anda saat berdiri di podium. Apabila sudah dapat feelnya (yang dimana adakalanya perlu beberapa kali mencoba terlebih dahulu), silahkan anda beranikan berbicara sendiri tanpa teman.

  • Tenaga terapis profesional

Apabila kasus ‘sisi gelap’ merupakan kasus yang cukup unik atau anda merasa teman2 anda tidak bisa membantu, maka memang dianjurkan anda konsultasi ke professional terapis. Ini disebabkan karena memang ada cara2 untuk menghilangkan ketakutan/ menerima bayangan kita dalam ilmu therapy, dan memang tenaga ahlinya dididik untuk itu. Apabila anda konsul ke seorang therapist, mungkin kesannya memang anda sedang stress atau sakit jiwa. Hanya saja, apalah artinya image negative yg sementara tersebut dibandingkan dengan peluang anda bisa menerima seluruh diri anda? Image is still image, dan itu bisa berubah – rubah.

 

Segini dulu tulisan gw. Semoga bisa membantu. :)

In Dept With Darkness Aspect Part 1: Konsep dan Simbol

Topik kali ini memang sedikit nyeleneh dan aneh, terutama bagi orang2 awam yang cenderung mendapat informasi dari media2 populer. Yes….kali ini gw akan membahas sisi gelap dari psikis manusia dan hubungannya dengan tarot itu sendiri. Bagian pertama gw akan lebih membahas konsep sisi gelap dan symbol kegelapan itu sendiri. Di bagian kedua, barulah gw akan jelasin penggunaannya dalam Tarot.

Apabila kita mendengar atau melihat kata ‘sisi gelap’ itu sendiri, yang terlintas seringkali adalah segala sesuatu yang tidak menyenangkan, tidak nyaman, cenderung dirasa mengganggung, sampai berhubungan dengan yang disebut ketakutan. Ketakutan disini bisa dalam artian sederhana seperti takut akan masa depan yang tidak pasti, takut akan konsekuensi pilihan yang kita buat, artian yang lebih ke ‘visual’ seperti takut akan hantu, pocong, tuyul, dan entitas2 tidak napak lainnya.

Di satu sisi, ketakutan dan sisi gelap manusia secara psikis merupakan hasil mekanisme perlindungan diri akan sesuatu yang berbahaya atau dianggap mengancam individu itu sendiri. Yes…., manusia umumnya memang takut akan sesuatu yang berbahaya, tidak nyaman, dan segala sesuatu yang bisa merubah dirinya menjadi lebih buruk. Hanya saja disisi lain, manusia juga secara insting ingin ‘menikmati’ rasa takut tersebut karena berbagai sebab terutama karena rasa adrenalin yang keluar dari ketakutan tersebut, merupakan suatu kenikmatan tersendiri. Dari situlah, makanya sesuatu yang berbau menakutkan dan tidak aman memang seringkali dicari oleh manusia; anggaplah seperti menonton film horror yang menakutkan, ada sekelomopk orang tertentu yang sengaja mengunjungi tempat2 yang lama tidak dihuni dengan harapan ketemu mahluk halus, remaja yang menonton film porno diam2 karena takut ketahuan orang tuanya, dan masih banyak contoh lain.

Basically, kenapa manusia di satu sisi takut akan sisi gelap, namun di sisi lain ‘tertarik’ ingin kesana? Berikut akan gw uraikan secara singkat mengenai konsep sisi gelap itu sendiri.

Dalam psikologi, sisi gelap manusia seringkali disebut sebagai alter-ego, id, atau diri sendiri yang lebih rendah (lower self), bahkan Jung menamai hal tersebut sebagai shadow/ bayangan diri. Jung sendiri mengungkapkan personal shadow atau sisi gelap pribadi seorang manusia, merupakan ‘pikiran lain’ diluar kesadaran kita. Bagaimana itu bisa terbentuk/ ada pikiran lain diluar kesadaran kita?

Ternyata sumbernya tidak lain dan tidak bukan adalah segala bakat, potensi, keinginan, hasrat kita sebagai manusia yang DIPENDAM dengan sengaja atau TERPENDAM tanpa kita sadari karena kondisi lingkungan kita. Ini seirngkali terjadi dan bermula disaat diri kita masing2 sebagai anak2 yang dididik oleh orang tua kita. Ada hal – hal dalam keluarga, keluarga besar, norma masyarakat, dan factor lingkungan manusia lainnya yang membuat potensi kita menjadi dipendam dan menjadi sisi bayangan kita sendiri. Sebagai contoh:

  • Apabila di lingkungan keluarga si A sangat menekankan untuk menghormati apa kata orang tua secara absolute (baca: omongan ortu tidak boleh disanggah sediitpun), maka apabila si A sebenarnya tipikal orang yg berpotensi berbicara dan berpendapat secara vocal, maka potensi public speaking tersebut menjadi sisi gelap si A.
  • Apabila di lingkungan si B sangat menekankan untuk tidak membicarakan sex secara terbuka, padahal si B sangat ingin tahu hal tersebut, maka sisi gairah sex si B menjadi sisi gelap si B.
  • Apabila si C berasal dari keluarga karyawan kantoran dan baik keluarga besar maupun lingkungannya lebih memilih sebagai karyawan kantoran saja, maka apabila si C berpotensi menjadi wiraswasta namun dilarang oleh ortu, maka sisi independen dan sisi pengusaha si C menjadi sisi gelapnya.

Dari situ, bisa dilihat bawah sisi gelap dalam artian psikologis bukanlah suatu sisi yang negative; melainkan suatu sisi yang ditutup/ dipendam semata dan lebih dikategorikan sebagai sisi yang buruk oleh lingkungan sekitar. Dan dari contoh diatas, memang kita bisa melihat bahwa adakalanya sisi gelap seseorang memiliki potensi2 yang sebetulnya konstruktif dan bermanfaat untuk perkembangan diri.

Seringkali, dalam kehidupan seseorang….kita selalu mendengar wejangan atau nasehat ‘orang awam’ untuk menerima sisi terang kita (segala yang dianggap oleh lingkungan adalah baik) dan menolak/ mengubur/ mengurangi sisi gelap kita (segala yang dianggap lingkungan tidak baik). Hanya saja, keputusan untuk mengikuti apa yang lingkungan kehendaki dan berpaku kepada sisi terang – gelap tersebut, seringkali membawa individu menjadi sosok yang ‘tidak seimbang’. Akibat dari psikis yang tidak seimbang tersebut bisa bermacam – macam dan gw rasa temen2 sering menemukan di kehidupan sehari – hari seperti:

  • Pribadi yang benar2 labil ….. hanya ingin menuruti apa kemauan orang lain
  • Orang2 yang munafik… didepan semua omongan bagus dan bijak, namun secara emosional masih meledak – ledak
  • Orang yang sangat tertutup dan jaga image
  • Orang yang selalu memposisikan dirinya sebagai korban dari orang lain
  • Orang yang membullying orang lain, dll

Lalu bagaimana untuk menyeimbangkan kehidupan kita? Simplenya memang kita perlu menerima sisi gelap kita layaknya kita menerima sisi terang kita. Dalam hal ini….. membuka, menghadapi, mempelajari, melatih, dan menerima sisi gelap kita secara moderat dan di lingkungan yang relative aman merupakan salah satu solusi yang efektif. Sebagai contoh:

  • Bagi yang takut hantu, ya dianjurkan memang perlu mempelajari apa itu hantu, penjelasan ilmiahnya, berikut nonton filmnya, serta mendapat informasi hantu yang sebenernya itu seperti apa. (which is seringkali hantu versi film jauh lebih seram ketimbang aslinya)
  • Bagi yang takut berbicara didepan public, ya memang perlu mencari teman – teman/ lingkungan yang menerima opini secara terbuka dan melatih kemampuan public speakingnya di lingkungan2 tersebut
  • Bagi yang takut punya usaha , ya bisa dimulai dari sebuah usaha kecil yang modal minim

Disisi lain, sisi gelap manusia secara psikis juga membawa manusia ke hal yang disebut sebagai ketakutan atau fear. Yang perlu diperhatikan, seringkali karena mekanisme pertahanan diri manusia cukup besar, manusia yang belum terlatih menghadapi rasa takut memiliki kecenderungan:

  • Takut akan sesuatu yang belum pasti atau bahkan sebenarnya hal yang ditakutkan itu tidak pernah kejadian a.k.a fantasi yang dibuat – buat saja.
  • Takut akan suatu scenario terburuk….padahal kalaupun memang beneran kejadian, ternyata tidak seburuk yang dikira.
  • Takut bergerak dari zona nyamannya, meskipun sebenernya semua di kehidupan memang akan selalu berubah dan tidak ada yang fix/ sepenuhnya nyaman.

Dan dengan melatih menghadapi rasa takut itu sendiri, sebenernya bisa membuat seorang individu menjadi lebih bijak (karena bisa mengambil sisi positif dari hal yang tampak negative sekalipun), dan mengembangkan keberanian, keteguhan prinsip, dan kerja keras dari individunya.

 

Beberapa symbol yang identik dengan sisi gelap

Seperti yang kita ketahui, sisi gelap di muka umum seringkali disangkal sebagai sesuatu yang jelek. Bahkan symbol – symbol yang secara bawah sadar mewakili sisi gelap tersebut seringkali juga ditolak mentah – mentah oleh public karena dianggap merupakan symbol setan. Berikut beberapa symbol yang dikategorikan oleh public secara umum sebagai symbol sisi gelap:

Vampire dan darah

Vampire dan darah merupakan symbol yang seringkali menjadi kesatuan dalam film2 vampire romantic. Apabila public sering menganggap vampire sebagai sesuatu yang jahat, pemburu darah manusia, dan masih banyak lagi, dalam psikologi symbol, darah seringkali dikonotasikan sebagai energy kehidupan manusia. Proses pertukaran darah antara vampire dengan manusia, secara sastra juga dianggap sebagai bentuk cinta antar pasangan yang mensimbolkan sebagian dari diri/ kehidupan pasangan ada dalam dirinya sendiri.

Salib terbalik

Salib terbalik dalam agama tertentu seringkali dianggap sebagai salib iblis. Padahal awalmula salib ini terbentuk adalah sebagai wujud penghormatan kepada Santo Petrus (murid Yesus/ Nabi Isa) yang mati disalib secara terbalik karena dia merasa belom pantas mati disalib secara tegak. Simbol ini aslinya dianggap sebagai salah satu symbol martir (mati karena membela kepercayaan).

Bunga mawar berduri

Bunga mawar berduri seringkali dianggap sebagai symbol cinta yang menyakitkan (karena ada durinya tersebut). Hanya saja di sisi lain, memang manusia perlu menerima rasa sakit yang merupakan bagian dari konsekuensi menerima cinta. Publik memang kecenderungannya berfantasi/ mengharapkan suatu situasi ideal dimana cinta bisa didapat dengan mulus tanpa adanya konflik atau sakit hati. Padahal proses cinta itu sendiri adalah suatu proses pembelajaran dimana memang kemungkinan besar juga membawa berbagai konflik dan sakit hati yang perlu disikapi secara dewasa.

Ular

Dalam agama tertetu, ular dianggap sebagai symbol kelicikan ataupun kecerdikan berkonotasi negative. Namun dibalik symbol yang sekilas negative itu, kecerdikan individu memang diperlukan untuk survive dalam lingkungan masyarakat asalkan memang tidak merugikan orang lain yang terlibat. Bahkan dalam dunia kedokteran pun, suatu racun akan penyakit tertentu bisa menjadi obat untuk penyakit lain atau dikenal juga prinsip mengatasi racun dengan racun. Dengan demikian, ular disini juga disimbolkan sebagai sarana saja, namun tujuan penggunaannya lah yang lebih penting.

Simbol Pentagram/ Bintang Segi Lima

Simbol ini juga seringkali dianggap publik sebagai simbol penyihir jahat (karena pengaruh film Hollywood). Namun arti aslinya dari sebuah pentagram adalah simbol perlindungan dari segala energi yang negatif, sekaligus melambangkan panca indera manusia.

Sekian dulu tulisan gw…semoga bisa membantu dan menambah pengetahuan pembaca sekalian. :)

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: