Archive for October 30, 2012

Pure Magick With Tarot Card

Ini adalah naskah yang dulu pernah gw share di forum kaskus, yang dimana sudah tidak tersedia lagi disana. Ketika gw ubek2 file di laptop gw, ternyata file naskahnya masih tersimpan dengan sangat rapi dan tersembunyi. So, kali ini gw akan membagikannya ke pembaca web gw.

Naskah ini berisi alah satu cara / metode kombinasi yang gw lakukan untuk mengirimkan energi ke semesta melalui kartu tarot sebagai medianya. Saran gw, baca dulu sampai habis dan silahkan diskusikan materi ini secara terbuka dan sehat. Fanatics tidak diterima disini.

Anda bisa dl filenya di link dibawah ini

http://rendyfudoh.com/wp-content/uploads/2012/10/Pure-Magick.pdf

 

Semoga membantu :)

 

– Rendy Fudoh, Adept Magus –

 

THE FOOL’S VISUALIZATION

Tulisan ini merupakan semacam ‘follow-up’ dari tulisan saya di buku TAROT: Next Lesson, khususnya untuk bagian meditasi dengan kartu tarot. Seperti yang kita ketahui, kita bisa menggunakan kartu tarot sebagai alat bantu untuk mempermudah visualisasi. Visualisasi dalam meditasi sendiri secara umum terbagi menjadi 2 macam. Yaitu visualisasi yang tidak terarah, dan visualisasi yang terarah ( guided- visualization). Kali ini gw akan memberi contoh naskah untuk guided visualization dengan menggunakan kartu tarot Major Arcana, dan yang kali ini digunakan adalah The Fool.

Seperti biasa, sebagai pembuka maupun penutup meditasi, kalian bisa menggunakan berbagai alternatif yang anda ketahui, atau bisa juga menggunakan cara yang telah saya tulis sebelumnya ( diantaranya ada di Tarot Journey cycle 1 edition 1 The Magician yang terbit November 2012 , atau juga bia menggunakannya materi yang saya bagikan di buku Tarot Next Lesson). Dengan demikian, apa yang gw tulis disini langsung ke point isi visualisasinya. Tentu saja kalian tidak perlu menghafal buta isi visualisasi disini, cukup memvisual/ membayangkan di pikiran kalian selama kalian membaca naskah dibawah ini, dan dengan sendirinya kalian bisa mengerti dan mengingat2nya kembali ketika anda benar2 melakukan meditasi dengan kartu The Fool.

Berikut script visualisasi untuk The Fool

 

Amati kartu the Fool didepan anda. Amati dengan teliti perawakannya, pakaiannya, dan apabila dia memiliki teman atau pendamping (seperti anjing misalnya), amati juga bentuknya secara detail.

Tutup mata anda, dan visualisasikan sebuah pintu didepan anda. Pintu tersebut tampak kokoh dan besar. Namun ketika anda hendak menyentuh pintu tersebut, pintu itu terbuka dengan sendirinya. Anda melihat pemandangan rumput yang hijau dan sangat lapang dibalik pintu tersebut. Anda melangkah masuk dan melihat pemandangan yang sangat indah. Pohon yang rimbun, langit biru yang cerah, pegunungan yang asri, tiupan angin yang sepoi – sepoi, semua keindahan yang dapat diberikan alam mengelilingi diri anda.

Anda berjalan sambil menikmati pemandangan tersebut. Setelah anda berjalan agak jauh, sebuah sosok yang sangat anda kenal dekat, mendekati diri anda dengan langkah yang ringan, nyaris bagaikan melompat disetiap langkahnya. Sosok itu ternyata sama dengan sosok yang anda pandangi di kartu The Fool. Sosok The Fool tersebut membungkuk memberi hormat dan menarik tangan anda. Ia mengajak anda bermain sipadang rumput tersebut; berlari…..melompat…..tertawa…..mengumpulkan buah……melihat serangga……bahkan layaknya seorang anak kecil yang memiliki keinginan untuk terbang, sosok The Fool mengajak anda untuk terbang, dan anda benar – benar TERBANG BERSAMANYA!

Nikmatilah suasana permainan anda dengan The Fool. Amati dan nikmati pemandangan yang ada didepan anda ketika anda terbang bersamanya. Tertawalah dan gembiralah dengan segala keindahan yang anda saksikan. Karena keindahan itu sendiri, ternyata masih ada didunia, setidaknya di sebagian dunia yang kita hidup sekarang ini.

Ketika anda puas bermain dengan The Fool, anda merasakan sudah waktunya anda untuk kembali ke kesadaran anda. Dari sini, anda bisa menanyakan sesuatu kepada The Fool kalau anda mau. Apapun itu, tanyakanlah kepadanya. Mungkin dia akan menjawab pertanyaan anda dengan jelas, mungkin dia justru akan membalas pertanyaan dengan pertanyaan, atau mungkin dia tidak menjawabnya sama sekali dan hanya tertawa layaknya anak kecil yang menikmati dunianya. Apapun responnya, ucapkan terima kasih …. terima kasih….terima kasih….., dan kembalilah ke kesadaran anda melalui pintu besar yang terpampang didepan anda.

 

Buka kembali mata anda, rapikan kartu tarotnya, dan catatlah apa yang anda rasakan dan alami di jurnal pribadi anda sedetail mungkin. Segala nasehat yang anda dapatkan dari The Fool akan berguna dikemudian hari.

Melogiskan Law of Attraction

 

Kali ini gw mengangkat topik yang gw yakin banget, jarang dibahas oleh orang lain. Kenapa? Karena topik gw kali ini lebih menekankan orang lain yang tidak percaya dengan Law of Attraction alias hukum tarik – menarik, tidak suka dengernya karena satu dan lain hal, ataupun pesimis melihat teori tersebut agar justru mencoba MENERAPKAN teori tersebut. Caranya? Gw akan menunjukkan sisi logika dari huku, tarik – menarik tersebut sehingga meskipun hukum ini bagi sebagian orang akan terdengar aneh, nyeleneh, dan tidak bisa dipercaya, namun tetap masih bisa diterapkan dalam kehidupan sehari – hari.

 

Konsep Law of Attraction

Ada berbagai versi dan berbagai nama/ istilah dari hukum tarik – menarik tersebut. Inti dari kesemua konsep dan istilah2 yang berlaku adalah, bahwa kita menarik apa yang kita pikirkan. Jadi, apabila kita sehari – harinya berpikir tentang kemalangan, kesialan, apes, dan hal2 yang destruktif, justru kita akan semakin menarik berbagai peluang kemalangan, kesialan, apes, dan peluang tersebut akan semakin berlipat – lipat tertarik dalam kehidupan kita dengan kejadian yang tidak disangka – sangka. Sebaliknya, apabila kita sehari – harinya berpikir tentang kebahagiaan, keberuntungan, dan rasa bersyukur atas apa yang kita terima sampai sekarang ini, justru kita akan semakin menari berbagai keberuntungan tersebut berkali – kali lipat ke kehidupan kita sendiri dengan cara yang tidak disangka – sangka juga.

Dari konsep tersebut, ada yang mencoba menerapkannya dengan berbagai metode yang tersebar di berbagai literatur, sebutlah The Secret, Law of Attraction, the Power, The Magic, dan berbagai buku pendahulu maupun setelahnya. Sebagian lagi ada yang pesimis dan tidak percaya dengan berbagai alasan. Lepas dari alasan yang dikemukakan oleh pihak yang pesimis akan teori tersebut, kali ini gw akan menjelaskan sisi relasi antara law of attraction tersebut dengan kehidupan kita sehari – hari.

 

Mood Kita Tergambar Di Wajah Kita

Berdasarkan buku psikologi berjudul ‘How To Tell Anybody’s Personality By The Way They Laugh and Speak’ karangan Ken Ring dan Paul Romhany, disebutkan bahwa kita bisa mengidentifikasi mindset seseorang dari raut wajahnya. Kenapa demikian? Karena otot2 di wajah kita akan terlatih membentuk raut muka tertentu seiring dengan ekspresi yang PALING SERING kita tunjukkan di wajah kita. Sebagai contoh, kalau dahi kita memiliki kerutan, berarti kita sering mengerenyitkan dahi kita yang dimana bisa menunjukkan kita pemikir, kritis, atau sebaliknya mudah curigaan. Contoh lainnya, kalau kita sering tertawa lepas, maka akan ada semacam kerutan di sisi kanan kiri bibir kita. Kalau kita sering tersenyum, maka bagian pangkal bibir kita akan cenderung keatas ketimbang kebawah.

So, pada dasarnya…kalau kita sering badmood, sering pesimis, sering manyun, atau sering berpikir jelek, maka itu akan tergambarkan dimuka kita sendiri. Sebaliknya, kalau kita sering bahagia, optimis, ceria, maka senyuman juga terganmbar di muka kita. Senyum atau cemberut disini bukanlah yang dibuat – buat, melainkan merupakan bentuk bibir secara default atau secara netral bila kita tidak menunjukkan ekspresi apapun saat itu.

Hal yang perlu diketahui adalah, ekspresi wajah yang secara overall tampak cerah atau tampak suram tersebut TIDAK bisa dirubah DALAM SEMALAM, melainkan merupakan hasil dari proses berbulan – bulan (bahkan bertahun – tahun ) atas ekspresi wajah yang seperti apa yang kita sering munculkan dalam kehidupan sehari – hari kita. Eskpresi wajah disini tidak hanya pada saat kita berbicara dengan orang lain saja, melainkan ekspresi yang kita buat setiap saat seperti saat kita membaca berita/ koran, mengerjakan suatu kerjaan (entah dengan senang ataupun menggerutu), saat jalan2 melihat harga pakaian di mall, dalam segala situasi.

 

Wajah Kita Dinilai Oleh Bawah Sadar Orang Lain

Hal yang perlu kita tahu berikutnya adalah, wajah kita…sadar tidak sadar selalu dinilai oleh lawan bicara kita. Ini bukan bermaksud bahwa lawan bicara selalu ‘menghakimi’ wajah kita entah jelek atau cakepnya, melainkan BAWAH SADAR lawan bicara kita selalu memproses dan menginterpretasikan wajah lawan bicaranya. Bahasa lainnya, kita selalu melihat kesan pertama dari wajah dan penampilan orang tersebut. Oke lah di satu sisi kita memang diajarkan untuk tidak mudah menilai orang begitu saja hanya dari kesan pertama, the problem is,……bawah sadar kita yang menilai itu semua.

Apa implikasinya dari bahwa sadar kita yang menilai wajah pembicara kita? Lepas dari ganteng, cantik, rupawan, menawan, atau apapun itu, bawah sadar kita sudah bisa menangkap kalau lawan bicara kita sedang mengalami masalah, menyembunyikan sesuatu, atau sebaliknya bawah sadar kita bisa juga menangkap sinyal kalau lawan bicara kita memang sedang happy, sedang bagus moodnya, dan masih banyak lagi. Implikasinya adalah, ketika  kita menemukan lawan bicara kita sedang happy, semangat, atau apapun itu, kita cenderung membuka pikiran kita terhadap masukan – masukan dari lawan bicara kita alias kita menurunkan pertahanan psikologis kita. Berbeda dengan ketika bawah sadar kita melihat lawan bicaranya sedang stress atau menyembunyikan amarah, kita cenderung lebih defensif dan menaikkan pertahanan psikologis kita.

Dan apa implikasi/ akibatnya kalau seseorang meningkatkan atau menurunkan pertahanan psikologisnya? Sederhananya gw akan kasih contoh. Misalnya, apabila dalam lingkungan kantor, dalam suatu presentasi proyek yang katanya sangat menjanjikan, namun pembicaranya adalah orang yang kita nilai adalah orang yang stress (dari wajahnya), apakah kita benar2 yakin akan ucapan dan janji2 proyeknya? Justru kita akan semakin mengkritisi proyek itu bukan? Contoh lainnya, anda melihat seorang  pemberi kotbah atau wejangan atau apalah namanya……, kemudian dia memberikan wejangan yang tampak bersemangat (sekali lagi, TAMPAK bersemangat) dan menunjukkan jalan keselamatan atau jalan menuju kebahagiaan versi dirinya sendiri. Pertanyaannya adalah, meskipun anda mengangguk setuju dan tersenyum dengan wejangan tersebut, dalam pikiran anda, apakah anda PERCAYA? Apakah anda yakin kalau dia melakukan apa yang dia ucapkan kalau raut mukanya menunjukkan kelelahan dan pesimis? Jangan2 pembicara tersebut hanya omong doang tanpa melakukannya bukan?

Resenya lagi, raut wajah kita TIDAK BISA disembunyikan baik dengan make up maupun operasi. Jadi apabila anda seorang wanita dan terbiasa menyembunyikan wajah kusut anda dengan makeup, maaf2 saja, itu tetap akan terlihat karena memang sudah terprogram dalam masyarakat umumnya bahwa makeup tebal = wajah dibalik itu buruk rupa. Makeup tipis atau seadanya = dia yakin akan dirinya sendiri. Even anda seorang model pun tetap tidak bisa menyembunyikan mindset anda ketika difoto, mengapa? Karena dari pose badan, dan sorot mata juga bisa terlihat.

Tingkat Keberhasilan Seseorang Bergantung Dari Raut Muka Orang Itu, Yang Terbentuk Dari Mindsetnya

Berikutnya adalah, anggap saja ketika kita bertemu orang lain, calon klien, calon teman, calon sahabat adalah kebetulan belaka yang benar – benar kebetulan. Dan bayangkan apabila mindset atau pola pikir teman – teman adalah pola pikir destruktif dan tercermin dari raut wajah teman – teman. Apabila teman2 adalah seorang marketing, apakah klien anda sebegitu mudahnya yakin dengan alternatif produk yang anda berikan kalau raut wajah kalian kusut? Lebih mudah mana antara kalian menjual dengan raut wajah yang kusut dan bandingkan dengan teman – teman yang menjual dengan raut wajah ceria? Dan apabila dengan produk yang sama, sales script yang sama, bahkan sama2 tersenyum, manakah yang akan klien pilih? Produk yang dijual dengan raut muka yang –aslinya- pesimis atau yang natural optimis?

Mungkin ada pembaca beralasan kalau itu baru berlaku apabila kalian adalah seorang marketer, sales, bos, atau pengusaha yang memang perlu menjajakan produknya. So, bagaimana implikasinya dengan orang2 backoffice ataupun mahasiswa ataupun pengurus rumah tangga? Apakah ada dampaknya juga? Mungkin terdengar remeh, Cuma raut muka yang secara umum bahagia atau sedih, itu sangat menentukan dari seberapa besar lingkungan (baca: masyarakat/ orang sekitar) MAU BERTEMAN dengan anda. Raut wajah yang bahagia tentu mengundang orang2 penasaran dan suka berteman dengan anda. Beda dengan raut wajah yg selalu sedih, paling2 hanya mengundang orang yang sama2 sedih dengan tujuan untuk berbagi cerita sedih.

 

Akhir Kata

Bagi yang tidak memegang hukum tarik – menarik tersebut dalam hidupnya, anda cukup mengetahui kenyataan logis diatas. Pola pikir anda menentukan ekspresi yang sering anda wujudkan diwajah anda sehari – hari. Ekspresi yang sering dimunculkan di wajah anda membentuk otot2, kerutan, dan elastisitas kulit di wajah pada saat netral alias belum menunjukkan ekspresi apapun. Raut di wajah anda dinilai oleh bawah sadar lawan bicara, dan itulah yang menentukan apakah akan ada banyak peluang2 yang datang atau tidaknya kepada anda ketika anda bertemu dengan orang lain.

Dari situ jugalah, gw rasa ini sangat pararel dengan konsep hukum tarik – menarik dimana kalau kita happy, ya kita akan menarik peluang2 happy lainnya ke diri kita dan sebaliknya.

Pembukaan dan Penutupan Meditasi Dengan Tarot [teaser article]

note:

Artikel ini adalah teaser untuk artikel gw untuk majalah Tarout Journey edisi November 2012. Dengan demikian, artikel yang di web ini baru sebagian tulisan  saja. Untuk tulisan lengkapnya, silahkan baca di Tarot Journey edisi November yang akan terbit di awal November 2012. 

 

Kita semua tahu, seringkali tarot digunakan hanyalah untuk sekedar membacakan orang lain terutama di Indonesia. Informasi yang beredar mengenai penggunaan tarot selain untuk membacakan orang lain dan diri sendiri pun baru sebatas penggunaan kartu tarot dengan kombinasi pendekatan psikologi. Topik yang akan saya bawa dalam artikel saya kali ini adalah penggunaan tarot untuk hal selain membacakan orang lain: sebagai alat bantu untuk meditasi.

Dari berbagai tulisan yang saya buat terutama di website saya sendiri ( rendyfudoh.com ) dan buku saya (Tarot Next Lesson terbitan Karala Media Nusa), saya sudah menjelaskan secara singkat penggunaan kartu tarot untuk meditasi. Kenapa saya masih membahas lagi seputar meditasi dengan kartu tarot? Karena kali ini saya akan membahas khusus mengenai alternatif membuka dan menutup meditasi dengan kartu tarot.

Element Dasar Dalam Kartu Tarot

Saya akan sedikit mereview mengenai element yang ada dalam kartu tarot. Element yang dimaksud disini lebih sebagai karakteristik simbol dan energi yang mewakilinya. Untuk klasifikasi element, dimulai dari Minor Arcana, kartu Wands melambangkan element api, kartu Cups melambangkan element air, kartu Swords melambangkan elemen udara, dan kartu Pentacles melambangkan element tanah. Sementara untuk kartu Major Arcana sendiri mewakili element spirit atau ether.

Manfaat Membuka Meditasi Dengan Kartu Tarot

Apa manfaat element di kartu tarot selama meditasi? Sederhananya, bagi tarot reader yang sudah fasih memakai kartu tarotnya, secara bawah sadar, dia sudah memprogram otaknya terhadap simbol – simbol dalam kartu tersebut yang berujung kepada energi dalam dirinya(atau sejumlah pengamat lebih suka menyebutnya sebagai aura) bereaksi atau menyesuaikan diri dengan simbol – simbol dalam kartu yang reader lihat. Membuka meditasi dengan kartu tarot bisa digunakan sebagai alat bantu untuk sarana menyeimbangkan aura yang ada dalam tubuh manusia agar benar – benar netral dan disimbolkan dengan adanya MINIMAL 4 element dasar tersebut.

Mengapa sebelum meditasi energi dalam diri kita perlu diseimbangkan? Sederhananya agar selama meditasi, kita dapat benar – benar fokus sesuai dengan program meditasinya masing – masing. Sejumlah praktisi meditasi berpendapat, apabila kita meditasi saat kita sedang emosi, justru emosi kita semakin meninggi, apabila kita meditasi saat kita sedang sedih, justru kita semakin menangis. Oleh karena itu, banyak praktisi yang menyarankan untuk grounding atau menetralkan energi diri dahulu sebelum memulai meditasi. Membuka meditasi dengan kartu tarot disini bermanfaat sebagai alternatif grounding tersebut.

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: