Archive for March 14, 2013

Mengenai Penyebaran Promo Tarot Reading di Jaringan Sosial

Tulisan kali ini merupakan hasil riset pribadi dari berbagai masukan klien saya sendiri dan tentunya karena sebagian besar merupakan klien lama atau repeat order, mereka menjadi sangat jujur terhadap saya dan alhasil mereka juga memberikan masukan – masukan membangun yang ternyata memang menjadi sangat krusial bagi tarot reader.

Ok, topik kali ini adalah mengenai memasarkan jasa tarot reading di jaringan sosial. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, memang ada sebagian tarot reader yang memanfaatkan teknologi jaringan sosial tersebut dengan harapan bisa menggaet calon klien lebih banyak tentunya. Hanya saja, seiring dengan waktu, ada berbagai macam gaya para tarot reader dalam menyebarkan pesan masal tersebut. Sebagian diterima dengan baik oleh para klien dan calon kliennya, dan sebagian lagi justru mendapat komplain dari calon klien ataupun klien yang sudah pernah berkonsultasi dengan tarot reader tersebut. Sekali lagi, tulisan ini lebih bertujuan untuk memberi masukan dan bukan untuk menghakimi seorang tarot reader; melainkan untuk menunjukkan apa yang ada dipikiran seorang klien. Well, karena seringkali seorang klien mudah melontarkan pujian, namun kalau ada yang kurang/ perlu diperbaiki, mereka akan cenderung memilih diam dan berpindah ke tarot reader lain itulah yang membuat saya terdorong untuk menulis artikel ini. Tidak lucu apabila seorang klien dari seorang tarot reader berpindah ke tarot reader lain hanya karena cara promonya yang kurang disukai bukan?

 

Promo di Facebook dan Twitter

Pada dasarnya, promo di media sosial seperti Facebook dan Twitter merupakan alternatif sarana promosi yang cukup longgar. Longgar disini dalam artian mau para tarot reader promo seperti apapun, calon klien tetap akan menerima dan tingkat toleransinya juga cukup tinggi. Dengan demikian, bila para tarot reader menginformasikan berbagai kegiatan mereka secara konstan dan wajar, justru memang bisa meningkatkan citra tarot reader itu sendiri di mata klien dan calon klien.

Dari berbagai cerita klien yang saya dengar, mereka justru lebih menghormati seorang tarot reader yang memiliki banyak aktifitas sambil tetap menjaga kerahasiaan klien itu sendiri. Dalam artian, seorang tarot reader boleh saja memberikan informasi dalam bentuk status FB ataupun tweet kalau dia ada sesi privat ataupun event disuatu tempat asalkan dibuat lebih ‘umum’ (contoh: lokasi di Grand Indonesia, namun tidak mencantumkan nama cafe/ restaurantnya) dan tidak menyebutkan nama klien ataupun status klien (baca: posisi jabatan, nama perusahaan, status pernikahan mereka secara mendetail).

Di sisi lain, seorang klien ataupun calon klien akan menjadi kurang menghormati si tarot reader itu sendiri apabila pesan di media sosialnya lebih ke soal pribadi yang terus mengeluh ataupun berkonotasi negatif. Sebutlah misalnya kalo seorang tarot reader setiap kali mengumbar betapa jeleknya dunia ini, betapa jeleknya masyarakat ini, betapa buruknya relasi dia dengan pasangannya, dan hal – hal buruk lainnya secara terus – menerus. Psikologinya adalah, setiap orang tentu memiliki masalahnya sendiri – sendiri; dan mereka tidak mau menjadi semakin sebal ataupun semakin down moodnya karena sering membaca status kita yang berisi masalah. Kita seorang tarot reader sebisa mungkin juga berperan menjadi motivator dalam tahap yang wajar, bukan malah menambah beban psikis ke orang lain apalagi ke klien baik langsung maupun tidak langsung.

 

Promo di sarana chatting dengan basis no telp (cth: Whatsapp)

Untuk promo disarana chatting sebenarnya termasuk cukup baru untuk dilakukan oleh tarot reader. Karena seringkali mereka menggunakan sarana chatting tersebut lebih sebagai sarana konsultasi privat dengan klien dan jarang sekali menyebarkan pesan promo. Saya sendiri belum menerima berbagai masukan dari klien mengenai promosi dari media chatting seperti ini. Hanya saja mereka memang jauh lebih menyukai dengan sarana ini apabila mereka tidak mempunyai Yahoo Messenger ataupun BlackBerry Messenger.

Nilai plusnya adalah, karena ini juga menggunakan no telepon, sebenarnya secara tidak langsung klien sudah memberitahukan no teleponnya sehingga apabila digunakan dengan baik, maka sentuhan personal juga lebih terasa dan lebih mudah di follow-up tentunya.

 

Promo di sarana chatting BBM

Bagian ini merupakan bagian yang agak tricky dimana seiring dengan banyaknya pengguna BBM, banyak bermunculan tanggapan klien akan promo melalui BBM tersebut.

Hal tricky pertama adalah, klien cenderung menghindari masuk ke banyak group. Dengan demikian, apabila pengguna BBM merasa tidak terlalu penting untuk bergabung dalam suatu group, maka dia akan memilih untuk tidak bergabung dengan group tersebut. Selain itu, dalam dunia penjualan baik barang maupun jasa, klien lebih cenderung mau masuk group apabila produk yang ditawarkan merupakan produk yang mereka butuhkan dan boleh diketahui publik. Sementara jasa konsultasi tarot merupakan produk yang sifatnya pribadi alias klien seringkali tidak nyaman apabila dia diketahui publik kalau berkonsultasi. Oleh karena itu, pilihan membuat group konsultasi, merupakan pilihan yang saya rasa bukanlah pilihan yang efektif bagi tarot reader dalam berpromosi.

Hal tricky kedua yang saya dapatkan dari feedback seorang klien, ternyata mereka tidak menyukai broadcast message! Mungkin karena sehari – hari mereka sudah sering menerima broadcast baik yang niatnya serius berpromosi ataupun yang niatnya main2 atau Cuma iseng, sehingga mereka memutuskan untuk menggeneralisir semuanya sehingga mereka tidak menyukai broadcast message. Bahkan klien saya mengakui, ada contact2nya yang sengaja dia kelompokkan antara contact2 yang sering melakukan broadcast message dan yang tidak melakukan broadcast message. Pengelompokan disini baik dalam bentuk group contact yang berbeda bahkan sampai blackberry yang berbeda! Tentu saja group contact ataupun blackberry yang berisi penuh contact2 yg sering broadcast akan menjadi lebih jarang dilihat ketimbang yang jarang ataupun tidak pernah broadcast.

Meskipun begitu, banyak klien ataupun pengguna BBM yang ternyata cukup ‘kepo’ alias ingin tahu status update seseorang. Dengan demikian, saya bisa menyimpulkan sementara bahwa klien cenderung MENCARI INFORMASI dan BUKAN DIBERI INFORMASI.

Dengan demikian, apa implikasinya bagi tarot reader? Ternyata klien jauh lebih menghormati tarot reader yang memasang promonya di status updatenya saja KETIMBANG mereka melakukan broadcast message. Saya sendiri sudah menerima banyak pengakuan dari klien2 saya yang sebelumnya menggunakan jasa seorang tarot reader sebelum saya, sebutlah namanya si A, namun ada akhirnya memutuskan untuk berpindah ke saya hanya karena alasan si A sering broadcast message mengenai promo jasanya ataupun petuah2/ wejangan nya. Sekali lagi, dalam konteks BBM, apabila mereka membutuhkan jasa tarot reader, biarkan mereka yang mencari dan bukan tarot reader yang mendekati dengan cara broadcast message.

Demikian sharing saya kali ini dan semoga bisa membantu teman2 terutama yang menjadi tarot reader professional.

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: