Archive for September 24, 2013

About Love Spell (Atau Pelet) Part 2: Spell Untuk Diri Sendiri

Notes: artikel ini adalah lanjutan dari artikel bagian pertama. Untuk bagian pertama, anda bisa membaca dengan klik disini.

 

Pada bagian ini, saya akan mencoba menerangkan konsep melakukan spell untuk diri sendiri agar lebih dicintai orang banyak dan memunculkan karisma anda. Hanya saja, saya perlu peringatkan diawal, ini BUKANLAH hal yang instant layaknya di film – film Hollywood ataupun seperti yang dijanjikan oleh para dukun – dukun amatir yang hanya mengincar duit anda. Semua ini tetap perlu keseimbangan antara keyakinan dalam diri anda sendiri dengan usaha konkrit di kehidupan anda sehari – hari.

Rahasia Menarik Cinta Ke Diri Sendiri

Apa rahasia utama dari menarik cinta ke diri sendiri? Sederhananya, mulailah dari diri anda sendiri. Mulai dengan mencintai diri anda sendiri, menghargai diri anda sendiri baik tubuh, psikis, maupun jiwa anda. Mulai memberikan yang terbaik untuk diri anda sendiri. Sederhananya, silahkan menjadi narsis dalam taraf yang wajar.

Bagaimana maksudnya narsis dalam taraf yang wajar? Apabila anda suka belanja pakaian, silahkan belanja pakaian terbaik untuk anda sendiri SESUAI dengan BUDGET anda. Silahkan anda berbelanja apapun yang memmanjakan diri anda ataupun ada manfaat bagi diri anda TANPA MEMAKSAKAN DIRI apalagi sampai terlibat hutang. Apabila anda menggemari kosmetik, pakailah kosmetik yang MENUTRISI kulit anda, BUKAN yang MERUSAK kulit anda. Syukuri tubuh yang anda miliki sampai saat ini, dan tidak perlu sampai operasi plastik apapun kecuali kalau memang anda punya cacat ekstrim seperti rahang patah atau tulang pipi bonyok. Anda tidak perlu melakukan operasi plastik layaknya orang – orang korea sana apalagi sampai meninggikan badan. Intinya, syukuri dengan tubuh yang anda miliki saat ini.

Tentu saja anda juga perlu menunjukkan cinta anda ke diri sendiri dengan cara menjaga pola makanan dan olahraga yang wajar. Bukan melakukan diet ekstrim ala model luar yang membuat mereka menjadi anoreksia (gejala psikis membenci makanan) sehingga menjadi sangat kurus. Apabila memang anda dilahirkan dengan tulang besar, terima dengan senang hati dan syukuri itu. Apabila anda terlahir dengan tubuh yang tidak bisa gemuk, terima juga dengan senang hati.

Spell Untuk Diri Sendiri

Apabila anda sudah bisa mencintai diri sendiri seperti diatas, anda bisa melengkapi dengan affirmasi sederhana yang bisa dilakukan setiap pagi ataupun sebelum anda melakukan aktifitas. Berikut beberapa alternatif spellnya:

1. Tutup kamar anda, silahkan anda lihat diri anda di cermin, boleh dengan busana atau tanpa busana, yang penting anda SENDIRIAN di dalam kamar dan tidak ada yang menganggu anda. Katakan affirmasi ini :

Saya adalah pribadi yang sangat berharga

Saya adalah sosok yang dicintai semua orang

Semua orang terutama laki – laki (atau wanita) tertarik kepada saya.

(silahkan pilih gender sesuai orientasi anda)

Saya pun mencintai diri saya

Saya sangat menghargai diri saya

Dan semesta/ Tuhan pun juga sangat mencintai saya

 

Lakukan affirmasi tersebut 3x sebelum memulai aktifitas anda.

2. Foto diri anda dengan busana terbaik anda hari ini dengan kamera HP anda, dan pasang sebagai wallpaper atau profile picture dari program chatting anda. Anda juga bisa menambahkan tulisan “The Beautifull One” atau “The Handsome One”, atau apapun sesuai selera anda.

3. Apabila anda suka bermeditasi, ketika anda bangun dari tidur, ambil posisi meditasi, dan selama kira – kira 5 menit, visualisasikan cahaya warna kuning keemasan atau warna pink menyinari diri anda dari atas ke seluruh tubuh anda. Visualisasikan cahaya tersebut membersihkan segala energi kotor yang tersimpan dalam tubuh anda. Apabila anda merasakan ada sakit di salah satu bagian tubuh anda, visualisasikan cahaya tersebut membersihkan khususnya bagian tubuh yang sakit tersebut. Cukup lakukan sekitar 5 menit, dan anda bisa memulai aktifitas anda.

Sarana Pelengkap Untuk Menarik Cinta

Karena cinta disini mencangkup artian yang cukup luas, maka sarana tambahan berikut ini yang saya masukkan, tidak terbatas sebagai sarana untuk menarik pasangan semata, namun juga sebagai cara untuk menarik calon klien, rekan kerja, ataupun pasangan anda agar semakin tertarik bekerjasama ataupun mengenal anda lebih jauh dalam bidang apapun. Berikut beberapa sarana pelengkapnya:

1. Apabila anda menyukai kristal, silahkan anda mengalungkan di leher anda kristal Rose Quartz. Kristal ini dipercaya menarik kekuatan cinta dan memancarkan karisma ketertarikan akan ada ke orang lain. Bagaimana bentuk kristal rose quartz? Simple, kristalnya warna PINK atau merah muda!

2. Apabila anda sudah memiliki suami/ istri, sex di pagi hari merupakan cara ampuh untuk menaikkan mood anda apabila dilakukan dengan benar dan sama – sama orgasme. Selain itu, dengan sex juga bisa memproduksi hormon rasa nyaman dan sekaligus regenerasi / peremajaan kulit. Itulah sebabnya orang yang secara seksual memang aktif, asumsi dia jarang merokok ataupun seirng mengkonsumi obat, seringkali terlihat awet muda dibandingkan orang – orang seumuran.

3. Cara psikis yang cukup ampuh dalam menarik perhatian orang adalah, jadikan diri anda disukai orang lain. Anda tidak perlu menjadi penjilat ataupun memuji orang lain berlebihan. Cukup anda menjadi pendengar yang baik akan keluh kesah orang lain dan menunjukkan perhatian akan apa yang dilakukan orang lain, SEKECIL atau SEREMEH apapun aktifitas atau profesinya. Pertanyaan sederhana namun efektif dalam menarik simpati orang terutama bagi orang berkarir adalah, “Bagaimana anda bisa menjadi seorang ……(masukkan posisi si rekan bicara) seperti sekarang ini?”

Syarat Mental Yang Penting

Di bagian akhir ini, saya perlu memberitahukan satu syarat yang sangat penting terutama bagi anda yang masih single dan ingin mencari pasangan agar semakin menarik cinta kepada diri anda sendiri. Syaratnya itu adalah sikap mental yang….

Tetap menjaga harga diri anda atau “never sell yourself short.”

Maksudnya harga diri disini bukanlah menjaga keperawanan atau semacamnya. Asumsi misalnya anda adalah seorang wanita, apabila anda ingin mendekati seorang pria ataupun sudah punya pacar, anda tetap perlu berteman dengan banyak pria atau setidaknya bergaul dengan banyak pria. Hal ini juga berlaku untuk para pria, dimana mereka tetap perlu bergaul dengan banyak wanita meskipun sedang pendekatan ataupun sudah punya pacar. Ini bukan berarti anda harus selingkuh, namun anda tetap perlu menjaga relasi pertemanan dengan orang lain dan seimbang tentunya.

Mengapa saya menekankan hal ini? Karena dari berbagai survei yang saya lakukan sendiri dan juga dari berbagai literatur yang membahas manipulasi psikologis, ada sebuah fakta yang tidak nyaman namun benar – benar terjadi. Yaitu….

Di omongan, orang mengharapkan pasangannya setia dan hanya melihat ke dirinya saja. Namun bawah sadarnya seringkali berkata berbeda. Orang lebih suka dengan pasangan yang tetap bisa menjaga rasa penasaran, disukai orang banyak, dan tetap ada suasana kompetitif dalam relasi.

Sederhananya, wanita suka pria yang sedikit player atau bad boy dan pria suka wanita yang sedikit bitchy.

 

Mungkin saya terkesan menggeneralisir, namun dari pengalaman saya dan banyak orang, anda justru dijamin gagal 100% apabila anda mendekati 1 orang dan terlalu fokus ke 1 orang tersebut. Karena ketika orang yang didekati itu tahu kalau anda hanya mendekati dia saja, rasa penasarannya sudah terpenuhi dan suatu relasi menjadi membosankan karena tidak ada tantangan. Kita perlu menerima kalau setiap relasi tetap perlu ada tantangan supaya tidak bosan dan justru dengan adanya tantangan, rasa penasaran, dan kompetisi, membuat suatu relasi menjadi penuh warna dan menjadi bad boy/ bad girl justru menarik banyak cinta kedalam diri anda.

[CTR] Lapangan Pekerjaan Sulit? Omong kosong . :D

Kali ini memang judulnya cukup provokatif yaitu mengenai situasi lapangan pekerjaan di Indonesia. Well, saya sendiri bukanlah seorang pengamat pekerjaan, ataupun pakar HRD (baca: staff sumber daya manusia yang dikenal sangat sadis dan dingin). Hanya saja, apa yang saya share kali ini berkaitan erat dengan hasil curhatan klien saya selama bertahun – tahun saya menjadi seorang tarot reader. Dan tema dari hal yang saya rekap untuk kali ini adalah mengenai melamar kerja.

Well,….mari kita mulai. Sudah menjadi makanan sehari – hari apabila kita mendengar bahwa semakin kesini, orang semakin sulit dalam mencari pekerjaan. Katanya lapangan kerja menjadi sangat terbatas dan banyak pengangguran intelektual (baca: lulusan S1 yang tidak dapat kerja). Dan katanya juga, saking susahnya mencari pekerjaan, setiap karyawan yang sudah memiliki pekerjaan akan menggunakan segala cara agar dirinya bisa tetap bekerja ditempat kerja yang sekarang. Lebih hebatnya lagi, bahkan demi supaya bisa bertahan di suatu tempat kerja, teman rekan kerja sendiri pun bisa difitnah atau dijebak untuk menutupi kesalahan diri sendiri. Well…..terlalu ekstrim mungkin but IT HAPPENDS A LOT!

Tapi, saya akan kembali ke topik awal dan mengesampingkan faktor – faktor lainnya:

“Apakah sesulit itu dalam mencari kerja?”

Jumlah Lamaran Dalam Seminggu

 

Saya bukanlah seorang peneliti sosial, namun saya akan berbagi rekap pengalaman klien saya yang bertanya seputar bagaimana memperoleh pekerjaan. Meskipun ini bukanlah suatu penelitian yang valid, namun saya harap ini bisa menjadi gambaran umum pandangan masyarakat kita terhadap kerja.

Ketika saya bertemu dengan  seorang klien, dan ketika dia menganggur dan mengeluh mengenai sulitnya mencari pekerjaan di masa sekarang, saya selalu bertanya hal yang sama ke klien saya yang seperti itu. Yang saya tanyakan adalah, “Berapa lamaran yang sudah anda kirimkan?”

Dan anda bisa menebak, mereka menjawab mereka sudah melamar kemana – mana dan belum mendapatkan pekerjaan satupun. Ok, saya tanya sekali lagi, berapa JUMLAH lamaran yang sudah anda kirimkan? Dia menjawab sambil menghitung….jumlahnya 20 lamaran. Ok it’s fine. Lalu saya tanya lagi, itu sudah berapa minggu anda mengirim 20 lamaran tersebut? Dan ternyata kebanyakan klien juga menjawab dengan waktu yang cukup lama. Cukup lama disini dalam artian, sudah 10 MINGGU.

Bayangkan 10 minggu baru mengirim total 20 lamaran. Berarti seminggu hanya mengirimkan 2 lamaran. Terasa sangat sedikit? Bahkan ada banyak kasus ekstrim dimana klien menggantungkan ‘nasibnya’ selama sebulan hanya bermodalkan mengirim 2 lamaran! And it happends!

Bayangkan ada berapa banyak lowongan pekerjaan di koran setiap Sabtu dan Minggu nya, dan di Indonesia ada belasan merek koran disetiap daerahnya. Belum lagi kalau anda mencari di internet terutama di situs – situs pencari kerja. Sangat banyak? Pasti! The good news is, itu hanya 20% dari total lapangan kerja yang tersedia. Karena dari berbagai materi yang saya baca terutama dari buku – bukunya Brian Tracy, ternyata 80% lapangan kerja yang tersedia adalah lapangan kerja ‘tersembunyi’. Dalam artian, peluang tersebut tidak dipampang di koran atau dengan sengaja memasang pengumuman. Melainkan lapangan kerja tersembunyi tersebut bersumber dari rekomendasi dan jaringan pertemanan NYATA (bukan pertemanan maya ala Facebook).

Jadi, dengan semangat mengirim berbagai lamaran kerja dan memanfaatkan jaringan pertemanan yang sudah ada, katakanlah dalam sehari minimal mengirim 4 lamaran kerja sehingga seminggu ada 28 lamaran dan sebulan menjadi 112 lamaran, masa tidak ada panggilan interview satupun?

Melamar sesuai ‘latar pendidikan’? Pikirkan lagi.

 

Hal kedua yang menahan seseorang untuk melamar kerja, terutama bagi orang – orang yang baru lulus adalah, mereka seakan – akan dicuci otaknya oleh para akademisi (baca: dosen di kampus) dan orang tua bahwa melamar pekerjaan itu harus sesuai dengan latar belakang pendidikan. Dengan demikian, apabila anda seorang ekonomi ya harus mencari pekerjaan bidang ekonomi, kalau lulusan hukum ya harus bekerja di kantor hukum, dan seterusnya.

Yang saya temukan dari klien – klien saya adalah, mereka cenderung mudah mendapat kerja dari pekerjaan yang memang mereka sukai dari dalam diri mereka. BUKAN karena latar belakang pendidikan mereka. Jadi apabila pada dasarnya latar belakang pendidikan mereka sesuai dengan passionnya, maka mereka cenderung sudah terarah dengan baik untuk karirnya.

Namun kita juga perlu menyadari kenyataannya bahwa sebagian besar dari kita, mengambil pendidikan tinggi dengan bidang yang direkomendasi oleh orang tua, orang lain, atau yang menurut pandangan masyarakat adalah bidang yang menghasilkan duit atau bidang yang aman. Banyak dari kita yang mengambil pendidikan bukan berdasarkan apa yang kita mau! Ya bayangkan saja, dengan menjalani kuliahnya saja setengah hati, ditambah setelah lulus, bagaimana mencari kerjanya tidak seperempat hati?

Padahal diluar sana, ada banyak jalan untuk mendapat kerjaan yang sesuai dengan kemauan kita. Kemampuan belum memadai untuk mendapatkan pekerjaan tersebut? Banyak kursus atau bahkan bisa belajar sendiri. Kekurangan gelar pendidikan yang berkaitan dengan bidang yang anda suka? Bisa magang terlebih dahulu untuk mendapat kepercayaan dan rekomendasi dari bos dan rekan kerja. Intinya, sebagian besar bidang kerja, sebenarnya masih bisa ditempuh TANPA melalui pendidikan formal sekalipun. Yang dibutuhkan adalah kreatifitas dari diri kita sendiri dan usaha terus – menerus tentunya.

Semakin anda tidak menyukai bidang yang anda ajukan lamarannya, sebenarnya semakin anda akan mensabotase diri sendiri agar anda tidak mendapat pekerjaan itu bukan?

Terlalu Mendengar Omongan Tetangga = Ya Menjadi Seperti Mereka

 

Hal yang sangat fatal menurut saya dalam mencari suatu pekerjaan adalah, terlalu mendengarkan saran – saran orang disekitar kita. Entah dari orang tua sekalipun, saudara – saudara, teman, dan tetangga sekalipun. Ya mereka memang ‘katanya’ berusaha memberikan yang terbaik untuk kita semua. Dan hal ini juga sering diungkapkan oleh klien – klien saya apabila mereka ragu untuk mengajukan lamaran ke tempat kerja yang dianggap tidak biasa atau kontroversial karena imagenya terkesan jelek atau semacamnya.

Lalu apa yang saya ucapkan ke mereka? Sederhananya, saya selalu bilang, kalau terlalu menuruti orang tua ya ujung – ujungnya anda tidak akan lebih hebat daripada orang tua anda. Kalau terlalu menuruti saudara atau omongan orang lain, ya anda jadinya tidak akan lebih hebat dari mereka. Masih mending kalau orang yang memberi saran tersebut adalah pengusaha kelas kakap ataupun karyawan kantor dengan posisi yang sangat tinggi (senior manajer keatas). Lucunya adalah, orang – orang yang memberi saran untuk mencari pekerjaan yang ‘aman’ atau ada prospek menghasilkan uang banyak, sebagian besar adalah orang – orang yang dikehidupannya ya posisinya tidak lebih dari manajer atau malah baru sebatas supervisor. Sederhananya, orang yang menyarankan kerja karena ‘aman’ dan ‘menghasilkan uang banyak’, pada kenyataannya hidup mereka sendiri tidak aman dan tidak punya uang banyak.

Dan lucunya lagi, orang – orang yang berposisi sangat tinggi, selalu menyarankan agar anda mencari kerjaan ataupun berkarir di bidang yang memang disukai dan tidak peduli dengan omongan orang lain. Karena toh semuanya sama – sama bermulai dari bawah dan yang menentukan perkembangan karir seseorang adalah motivasi diri sendiri yang didapat dari rasa cintanya terhadap bidang yang dia inginkan. Oh,….dan kebanyakan orang yang sekarang berposisi tinggi, dulunya juga dicemooh oleh orang sekitar.

 

Kesimpulan

 

So…., di artikel ini, saya tutup dengan kesimpulan sederhana, namun cukup menusuk bagi yang keras kepala. Mencari pekerjaan itu GAMPANG! Yang menghalangi itu cuma pikiran diri kita sendiri yang terlalu malas untuk menjadi kreatif.

Tarot Journey : The Lovers is UP!!!

Akhirnya, setelah 2 bulan, edisi 6: The Lovers sudah TERBIT!!!!

Berikut untuk downloadnya bisa disini 

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: