Archive for August 26, 2014

Meditasi Dengan Simbol Dewa – Dewi?

Ada beberapa teman dan klien yang bertanya ke gw, apakah memang bisa kita melakukan meditasi, berdoa, ataupun menghormati dewa – dewi tertentu? Dan apakah mafaatnya dari berdoa ke mereka? Dari yang gw pelajari baik dari literatur, survei, dan berbagai pengalaman pribadi baik diri sendiri maupun teman – teman sekeliling gw, gw menemukan memang berdoa dengan simbol dewa – dewi cukup berguna dan ampuh banget. Tapi bagaimana penjelasannya?

Notes: sebelum menjelaskan lebih lanjut, gw perlu menegaskan kalau gw berada di posisi netral dan melihat dewa – dewi sebagai simbol dan bukan sesuatu yang disembah. Jadi bagi pembaca yang fanatik, tidak perlu repot – repot untuk mencoba mendebat gw karena pasti ga gw gubris jg.

Manusia Berdoa Dengan Tujuan

Gw yakin, sebagian besar manusia dalam berdoa, 90% memiliki tujuan spesifik. Tidak perlu munafik lah, sangat jarang kita berdoa untuk hal – hal yang skala besar seperti ‘perdamaian dunia’, supaya ‘perusahaan sektor A bisa stabil’, atau pun hal skala besarnya. Dan kita sering sekali berdoa untuk tujuan yang memang untuk diri kita sendiri ataupun orang yang dekat dengan kita secara spesifik.

Nah, ketika kita berdoa, sebenarnya dalam proses berdoa itulah kita menanam tujuan/ goal tersebut ke pikiran kita sekaligus melempar keinginan kita ke semesta, Tuhan, atau apapun sebutannya.

Tujuan Yang Bisa Tertanam Di Otak Manusia Sangat Terbatas

Masalahnya, seringkali kita berdoa dengan banyak kehendak alias banyak maunya. Padahal seperti yang kita ketahui, makin banyak intensi doa kita, maka otomatis bawah sadar kita menjadi tidak fokus akan tujuan/ goal kita. Sama seperti dengan kemungkinan doa kita terkabul lebih besar apabila kita berdoa hanya untuk 1 hal saja ketimbang berdoa untuk 10 hal sekaligus.

Selain itu, untuk sebagian besar dari kita saat berdoa ke semesta ataupun Tuhan, sejujurnya, konsep Tuhan itu sendiri terlalu luas bagi pikiran kita sehingga kita perlu dengan sengaja ‘mempersempit’ konsep Tuhan tersebut menjadi konsep – konsep yang lebih riil dan lebih spesifik. Jadilah kita menggunakan simbol dewa – dewi, ataupun simbol planet sebagai perwujudan dari salah satu faset Tuhan itu sendiri. Sekali lagi, sebagai salah satu faset/ wujud dari Tuhan itu sendiri.

Manfaatnya? Supaya otak kita lebih fokus dalam berdoa. Sesederhana itu.

Analogi Dewa = Paket Makanan

Nah, apabila pembaca sudah paham kalau adakalanya kita perlu menyederhanakan dengan sengaja konsep ke-Tuhan-an tersebut agar kita bisa lebih fokus dalam berdoa ataupun menanam goal ke bawah sadar kita, maka berikutnya gw akan jelaskan soal analogi menggunakan simbol dewa – dewi.

Nah, seringkali untuk berdoa dengan tujuan tertentu, kita perlu menarik energi yang bermanfaat untuk goal kita. Misalkan untuk mendapat peluang kerja di tempat baru, maka kita perlu menarik energi keberuntungan secara umum, energi optimisme, energi tempat kerja baru, energi karisma untuk diri kita sendiri, energi fokus ke 1 tujuan, dan lain sebagainya. Ya kalau kita tarik energi tersebut dalam pikiran kita 1 per 1, kan tentunya akan menjadi ribet, butuh waktu dan sangat melelahkan konsentrasi kita.

Apabila dianalogikan dengan makanan di KFC atau Kentucky Fried Chicken, maka apabila kita memesan 1 buah pepsi, 1 buah nasi, 1 buah ayam paha, dan 1 buah ayam dada, tentunya harganya menjadi jauh lebih mahal.

Nah, sekarang bayangkan kalau anda ingin mendapatkan peluang kerja baru, ketimbang menarik banyak macam energi, cukup dengan 1 simbol yaitu simbol dari Dewa Romawi: Dewa Merkuri! Di satu sisi, anda sudah menyederhanakan proses penanaman bawah sadar anda sendiri dan sekaligus membuah pikiran anda lebih terfokus ke tujuan mendapat peluang kerja di tempat baru.

Dan kalau di analogikan dengan KFC, ketimbang memesan 1 per 1, ya kita pesan saja pake PANAS 2! Cukup sekali ngomong ke penjaga kasir, “PANAS 2 nya satu yah.”

Atau kalau misalnya ketika anda sedang melakukan PDKT dan anda hendak berdoa ke semesta / Tuhan agar anda menjadi semakin percaya diri dan anda bisa menarik hati si calon pasangan tersebut. Anda akan berusaha menarik energi keunggulan persaingan, karisma ke diri anda sendiri, proteksi ke diri anda sendiri agar tidak mudah terintimidasi, kemudian anda menarik energi agresifitas agar anda bisa lebih agresif dalam PDKT nya. Ketimbang menarik energi tersebut 1 per 1, tarik/ program saja otak anda dengan simbol energi energi Dewa Mars!

Dan tentunya disini masih banyak simbol dewa – dewi yang masih bisa digunakan, baik yang berdasarkan mitologi Romawi, Yunani, China, dan Indonesia pun juga bisa. Energi planet dan astrologi pun juga bisa digunakan. Yang penting disini adalah, gunakan simbol yang memang anda mengenal dekat atau anda nyaman untuk menggunakannya sesuai budaya ataupun kepercayaan anda.

Latihan Sederhana Pemrograman Energi Dengan Simbol

Berikut langkah demi langkah latihan sederhananya.

Persiapan

  1. Tentukan tujuan anda dan juga simbol energi planet/ dewa – dewi yang mewakili tujuan tersebut. Apabila menggunakan contoh sebelumnya, maka simbol untuk mendapat peluang pekerjaan yang baru bisa menggunakan simbol Merkuri. Bisa juga memakai simbol Saturnus dimana bedanya Merkuri untuk kerjaan baru yang rejekinya lebih besar sementara Saturnus lebih untuk ke perubahan lingkungan kerja. Ingat, peningkatan rejeki belum tentu diikuti dengan semakin kondusifnya lingkungan kerja. Untuk contoh kali ini, kita pakai simbol Merkuri saja.

  2. Pelajari mitologi dewa Merkuri entah dari internet atau sumber lainnya, dan temukan berikut hafalkan simbol Merkuri tersebut.

Meditasi

1. Buka dengan doa sesuai dengan tata cara senyamannya anda.

2. Setelah itu, duduk dengan posisi meditasi yang biasa anda lakukan. Kemudian anda bisa merapalkan doa dibawah ini….

Wahai kekuatan Merkuri yang tunduk kepada Tuhan, selamat datang didalam diriku.

Kali ini saya memerlukan bantuanmu, saya ingin mencari tempat kerja baru yang … (isi sesuai tujuan anda). Bimbinglah saya dengan kekuatanmu agar bisa menemukan tempat tersebut dan diterima disana.

Terima kasih … terima kasih … terima kasih …

Merkuri … Merkuri … Merkuri …

3. Sementara itu, anda masih bisa terus merapal nama Merkuri sambil memvisualisasikan simbol Merkuri tersebut di posisi mata ke-3 anda. Posisi mata ke-3 tersebut berada di antara 2 alis anda. Bayangkan simbol Merkuri tersebut menempel erat di cakra mata ke-3 anda. Dan pertahankan simbol tersebut selama yang anda bisa.

4. Apabila sudah dirasa cukup, anda bisa mengucapkan “Dengan demikian, doa hari ini selesai. Segala energi yang ada disini, pergilah dengan damai dan laksanakan tugasnya masing – masing. Terima kasih … Terima kasih … Terima kasih.”

5. Setelah ini, anda bisa menutup dengan doa penutup senyamannya anda.

Baru Belajar Sulap? Some Tips For You

Notes, tulisan yg gw tulis disini akan mengandung spoiler dari berbagai alat yg dipakai dalam sulap sehari – hari. Dan alat yg gw spoiler adalah alat umum yang ada di berbagai toko sulap. Toh yg baca jg sebagian besar adalah para pesulap sehingga mereka juga sudah tahu alatnya. Dan apabila yg baca adalah org awam, 99% mereka akan lupa nama alat yg gw tulis dalam waktu maksimal 2 hari.

Gw memang agak jarang untuk mengpost artikel seputar sulap di web gw. Hanya saja gw yakin ketika gw post suatu artikel, itu adalah artikel yg benar2 gw pikirkan masak – masak lepas dari apakah artikel tersebut kontroversi atau tidaknya. Dan kali ini, tulisan gw menyasar ke orang yang baru saja belajar sulap dan belum sampai 1 tahun dalam belajarnya. Oleh karena itu, dalam menulis artikel ini, gw akan menuliskan terlebih dahulu berbagai perilaku orang2 yg baru belajar sulap -secara garis besar- dan baru kemudian gw menuliskan berbagai tips untuk teman2 yg baru belajar tersebut.

Nah, kalian yang baru memulai belajar sulap, setidaknya akan sangat2 antusias akan dunia sulap itu sendiri. Kalian berusaha untuk belajar sebanyak mungkin dan bertemu dengan para pakar2nya sesering mungkin dan kalian akan end up berada di beberapa point situasi dibawah ini:

Kalian akan ditawari banyak produk oleh toko sulap

Yes, beberapa toko sulap akan menawari anda berbagai alternatif produk dengan efek yg hebat2 dan mendemonstrasikan permainan yg bisa dibawakan melalui tehnik/ gimmick sulap tersebut. Ya, namanya juga toko sulap ya memang perlu mencari untung dengan menjual sebanyak2nya bukan? Sangat wajar apabila kalian akan ditawari banyak alternatif sehingga kalian menjadi bingung.

Sebagian dari kalian akan membawa tas anda dengan 50% isinya gimmick sulap ketimbang perlengkapan lainnya.

Gw sendiri pernah di situasi tersebut dimana ketika gw masih kuliah, 50% berat tas gw adalah karena gimmick sulap ketimbang buku kuliah. Pada waktu itu, gw berpikiran bahwa gw harus bisa bermain sulap sebanyak mungkin dan karena aturan dunia sulap: hindari mengulang trik terhadap orang yg sama, maka gw selalu parno apabila orang yg sama meminta gw main sulap setiap harinya. Alhasil, karena ke parno an gw sendiri, gw end up membawa tas berisi lebih dari 30 trik setiap harinya.

Oh, belum lagi karena waktu itu masi ada celana baggy yg ada 2 kantong masing2 di kiri kanan kaki dan di pantan, maka total 6 kantong itu, selain dmpet gw isi dengan berbagai gimmick cadangan. Benar2 toko sulap berjalan bkn? “P

Kalian akan selalu ada keinginan untuk melakukan pertunjukan sulap kapanpun dan dimanapun.

Nah, namanya juga masi baru, ya kecenderungan orang yg suka akan sulap, cenderung ingin banyak perform dan melakukan pertunjukkan baik panggung maupun kecil – kecilan. Dan untuk soal motivasi, tentu ada beberapa motivasi; diantaranya supaya bisa siap mental dikala diliput oleh media. Lagian siapa yg tidak mau kalau tiba2 ada wartawan atau media yang ‘nyasar di jalan’ dan end up menawarkan anda untuk diliput? Motivasi lainnya? Supaya menunjukkan anda bisa menghibur orang lain dengan keajaiban anda, supaya ada lawan jenis yang tertarik dengan anda, dan masih banyak lagi dimana hanya anda yg tahu.

Kalian akan mendengarkan banyak wejangan dari senior yang mengklaim bahwa saran mereka adalah yg paling akurat.

Ketika masih baru 1 – 2 tahun, kalian aka ada kecenderungan untuk bergaul dengan sesama pesulap dengan tujuan menggali ilmu dan berbagi permainan. Itu adalah hal yang sangat bagus apabila anda pintar membawa diri dan bersedia mendengarkan berbagai saran mereka. Lucunya adalah, kalian akan mendengarkan berbagai klaim bahwa saran dan masukan mereka adalah yg paling baik untuk kalian. Bagaimana cara menyikapinya, sebentar lagi akan gw bahas.

 

Ok, kira2 seperti itulah situasi yg gw rangkum apabila seseorang baru belajar sulap dan gw pun tidak terkecuali masuk dalam 2 – 3 situasi diatas sampai sekarang. Karena gw sendiri sudah mengalami situasi2 diatas, gw menemukan ada hal2 unik dan menarik yg ternyata bisa diterapkan untuk para pemula atau orang2 yg baru belajar sulap. Berikut beberapa hal tersebut untuk memudahkan kalian agar bisa semakin menambah jam terbang kalian:

 

Pelajari lebih banyak permainan yang TIDAK MEMAKAI MEJA

Banyak berbagai toko sulap dan teman2 yg akan menawarkan berbagai alternatif permainan sulap untuk dipelajari. Saran gw adalah, prioritaskan untuk mempelajari permainan yang bisa dilakukan TANPA MEJA atau bisa dilakukan berdiri.

Kok bisa? Begini, untuk pesulap yg baru belajar, mendapatkan sebanyak2nya jam terbang adalah hal yang sangat penting. Nah, jam terbang ini bisa didapat ketika anda bermain dengan teman sekitar, saudara, bahkan sampai orang2 di pinggir jalan. Nah, sebagian situasi tersebut memang mengharuskan anda untuk bermain berdiri. Atau kalaupun sampai main di tempat yg ada meja, ya kemungkinan besar itu di restauran dan tentunya meja restaurant sebagian besar sudah penuh dengan sisa makanan bukan?

Tujuan agar lebih memprioritaskan mainan yang tidak memakai meja adalah supaya kita tetap bisa fleksibel dalam bermain secara spontan diantara audience serta menghindari ngomong “Maaf, saya blom siap mainnya.”

 

Less Gimmick is Powerfull

Gw perna berada di situasi dimana tas gw 50% isinya gimmick dan tentu saja jadinya gw kayak toko sulap berjalan. Justru bukannya kesan bagus yg gw dapatkan, malahan kesannya gw adalah seorang pesulap jalanan yg sekalian jualan alat.

Bayangkan kalau kalian berada disituasi dimana kalian diminta untuk memainkan 1-2 permainan dan tiba2 kalian benar tidak punya gimmick dan terpaksa berkata “Maaf, gw ga siap main.”. Sakitnya dimana? Yup, di HATI cui! Dan lebih sakit lagi terutama harga diri. Oleh karena itu, sebelum belajar berbagai mainan2 aneh2, pastikan kalian menguasai dasar2 sulap dan tehnik2 sulapnya.

Nah, dari berbagai pengalaman, ada beberapa mainan yg memang bisa kita bawa sehari – hari tanpa terlalu banyak bawa gimmick yg aneh2.

Modal 1 note pad alias buku catatan kecil plus alat tulis (atau kalau mau lebih bagus lagi, memakai kartu nama sendiri) :

  • Magician force
  • One ahead
  • Berbagai tehnik peaking

Modal 1 pak kartu: berbagai mainan yang menggunakan skill seperti ambitious card, nyari kartu, prediksi, produksi As, dan lain sebagainya

Tanpa modal sama sekali: berbagai mainan dual reality dimana sebagian besar memakai barang sehari2, dan juga termasuk spoon bending.

Dan kalau emang niat banget bawa gimmick, berbagai mainan yg cukup practical tanpa memakan banyak tempat di kantong: LOOPS, Thumb Tip, dan Sponge Ball. Itu saja sudah kebayang berapa jumlah mainan yg bisa dimainkan bukan?

 

Hanya saja, seiring dengan waktu, gw sendiri hanya bawa kartu nama, note pad, alat tulis, dan 1 pak kartu. Dan bisa ditebak, alat yg sekilas ‘out of place’ dari barang sehari – hari hanyalah 1 pak kartu.

 

Keep Self-Working Trick and (especially) MATH TRICK at minimum to moderate

Para pesulap pemula juga seringkali demi mendapat efek permainan yang sempurna, namun mudah dilakukan, mereka lari ke self-working trick ataupun trik yg berjalan dengan sendirinya. Saran gw, pelajari 1-2 mainan self working saja yang memang benar2 menghibur audience dan akan sering anda mainkan.

Kenapa demikian? Self-working trick punya 1 kelemahan mendasar: harus dilatih dan dimainkan secara terus – menerus dan teratur. Jika tidak? Anda akan lupa caranya!

Kok bisa? Ya karena kebanyakan mainan self-working berkaitan erat dengan hitung2an bukan? Otomatis anda mesti menghapal kartu ke berapa dari atas, kemudian berapa kartu perlu diletakkan dibawah, setelah itu prosedurnya audience mesti memilih angka sekian sampai sekian dan berbagai macam prosedur yg kaku lainnya. Alhasil ketika anda memainkannya selama 1-2 bulan penuh, anda akan bisa mengingat berbagai prosedur tersebut. Tapi percaya deh, ketika 1 bulan uda ga dimainin aja itu trick self -working, kemungkinan besar anda akan lupa sebagian kecil dari prosedur tersebut. Dan ketika anda lupa sebagian kecil saja, kemungkinan besar trik itu tidak bisa dimainkan bukan?

Begitu juga dengan trik matematika atau math magic. Simplenya, audience, apalagi audience Indonesia, sangat suka dihibur tapi malas untuk berpikir rumit2. Dan angka mengsimbolkan kerumitan! Kalau anda bermain sulap yang didominasi oleh tebak2an angka didepan audience, itu akan menjadi permainan yang biasa2 saja karena image ‘sudah ada hitung2annya’. Percaya deh, efek memukaunya masih lebih baik menebak kartu ataupun main prediksi ketimbang menebak angka.

Tentu saja tetap ada permainan sulap yg melibatkan angka yg menghibur audience. Hanya saja, sulap2 menghibur yg melibatkan angka seringkali lebih cocok dibawakan di atas panggung ataupun dalam pembicaraan telepon ketimbang bermain langsung ala street magic/ table hopping.

 

Magician yang baik, tidak akan terus memaksakan opini mereka ataupun keluhan mereka kepada anda!

Banyak pesulap yang baru belajar, dengan semangatnya meminta masukan kepada para pesulap yg lebih berpengalaman. Problemnya adalah, pesulap ‘senior’ yang benar – benar bagus selama ini hanya bisa dihitung dengan jari. Bagaimana membedakannya dan apa konsekuensinya?

Cara membedakannya cukup sederhana: niat para pesulap ‘senior’ itu adalah membimbing anda agar anda bisa menjadi pesulap terbaik SESUAI dengan potensi dan kemampuan anda saat itu. BIMBING atau COACHING adalah menjadi kata kuncinya!

Bagaimana mereka membimbing? Sederhananya, mereka akan memberikan berbagai masukan mengenai apa yang bisa anda lakukan SESUAI KAPASITAS anda saat ini. Mereka akan memberikan masukan2 yg sudah terbukti berhasil karena mereka telah melakukannya sendiri dan kalaupun apa yg menjadi problem anda adalah sesuatu yg diluar scope mereka, mereka tidak akan ragu2 untuk merekomendasikan pesulap yg lebih ahli dibidang yang anda ingin tanyakan.

Dan point terpenting adalah, mereka tidak akan memaksakan opini mereka untuk anda turuti. Jadi ya kalau anda tidak menuruti saran mereka ataupun tidak setuju dengan opini mereka, ya anda tetap bisa berteman dengan mereka.

Dengan demikian, ketika anda menemukan seorang pesulap ‘senior’ yg selalu menekankan kalau cara mereka adalah yg paling benar, selalu menawarkan (cenderung memaksa) berbagai mainan2 baru untuk anda beli, atau selalu mengeluhkan akan situasi dunia persulapan Indonesia termasuk situasi karir sulap di Indonesia, saran gw…, TINGGALKAN ORANG SEPERTI ITU.

Ini ada hubungannya dengan psikologi dimana kita cenderung terpengaruh dengan lingkungan sekitar kita. Jadi, apabila anda mengelilingi diri anda dengan pesulap2 tukang komplain dan mengeluh, maka otomatis tinggal menunggu waktu, anda sebagai pesulap, untuk selevel dengan mereka. Percaya deh, ketika anda selevel dengan mereka, hidup di sulap itu sangat membosankan. Dan apabila anda menemukan lingkungan sulap sekitar anda memang tukang mengeluh, saran gw ada 2:

  1. cari lingkungan yg lebih supportif atau…
  2. Lebih baik anda ‘autis belajar sulap sendiri’ dan bergaul dengan lingkungan supportif yg ga ada hubungannya sama sulap.

Dan sebagai petunjuk, sebagian besar pesulap yg berhasil baik off air maupun on air, cenderung dibenci atau di-sirik-in sama pesulap2 tukang mengeluh.

 

Demikian tips yg bisa gw share untuk pembaca2 yg baru saja belajar sulap. Dan gw memegang kata2 gw diata, silahkan ini dijadikan referensi dan jalani kalau memang nyaman. I’m Rendy Fudoh, and this is one of my contribution for Indonesian’s Magic.

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: