About Love Spell (Atau Pelet) Part 1

Gw sendiri sudah menulis berbagai artikel mengenai spell, cara kerjanya, dan berikut rambu2 yang perlu diperhatikan sebelum melakukan spell. Silahkan liat di list article gw bagi yang belum mengetahui konsep spell itu sendiri. Nah, kali ini gw akan lebih membahas mengenai love spell dimana di Indonesia lebih sering dianggap sebagai pelet.

Konsep Dasar Dari Love Spell

Pada dasarnya, orang melakukan love spell atau attract love spell untuk mendekatkan cinta ke dirinya sendiri. Secara umum, membuat orang lain sekeliling kita merasa ada perbedaan yang mencolok namun bukan dari sisi fisik. Efektifitas dari love spell sebenarnya bisa terlihat ketika orang lain melihat kita memiliki aura atau nuansa yang menyenangkan dan selalu merasa dekat meskipun secara fisik kita dinilai biasa2. Lagipula, kecantikan atau ketampanan atau karisma seseorang memang tidak bisa dinilai dari luarnya saja bukan? Love spell sendiri lebih berfungsi untuk meningkatkan kecantikan/ ketampanan/ karisma dari dalam diri tersebut.

Karena seperti yang gw bahas di artikel2 sebelumnya, spell itu sendiri adalah proses penanaman pikiran ke diri kita sendiri agar semesta atau universe bisa mewujudkan apa yang kita kehendaki, tentu saja spell ini juga perlu dilakukan dengan keyakinan yang kuat. Keyakinan yang kuat tersebut pada ujungnya akan menimbulkan rasa percaya diri yang pada akhirnya secara perlahan – perlahan menimbulkan  karisma tersendiri pada diri kita.

Kontroversi Dalam Love Spell

Setelah kita membahas secara singkat konsep awal dari love spell tersebut, kali ini gw membahas kontroversi yang terjadi dalam love spell. Karena orang2 yang melakukan spell tersebut sudah mengerti konsep dasar lovespell, seringkali mereka ‘tergoda’ untuk menanamkan pikiran mereka ke orang lain. Kita memang bisa memprogram pikiran kita untuk merubah situasi disekitar, namun godaan untuk menanamkan pikiran kita ke orang lain justru memberikan ilusi seakan – akan kita bisa mengontrol orang lain.

Dalam bagian inilah, love spell ataupun pelet menjadi bahan perbincangan yang serius. Mengapa demikian, karena banyak org yg mengerti spell, mencoba untuk membuat orang lain jatuh cinta kepadanya melalui spell tersebut. Dengan kata lain, banyak org yang tergoda untuk melakukan pelet ke orang lain agar bisa saling mencintai.

Dari sini jugalah, gw melihat spell mulai disalahgunakan. Ketika kita mencoba menanamkan pikiran kita ke orang lain TANPA SEIJIN target (karena memang tidak ada orang yg melakukan pelet dengan sepengetahuan target bukan?) itu sama saja dengan kita masuk ke ranah pribadi si target itu sendiri. Lepas dari apakah pada dasarnya si target mencintai anda atau tidak, ketika anda melakukan pelet, anda baru saja melanggar Hak Asasi Manusia yaitu hak untuk menentukan nasibnya sendiri dan kebebasan berpikir dan itu semua disebabkan murni karena egoisme anda saja yang takut target tidak mencintai anda.

Jadi apakah dengan melakukan love spell agar si target mencintai anda itu merupakan suatu pantangan? Sekali lagi, balik ke moral masing – masing. Hanya saja apabila anda berani melakukan itu ke calon pasangan anda, sama saja dengan anda mengakui anda lemah dan menerima kalau target tidak mencintai anda. Ketika bawah sadar anda bilang target membenci anda, sama saja anda mengirim energi pikiran tersebut ke semesta dan berujung kepada target yang semakin menjauhi anda cepat atau lambat. Dan apapun yang didapat dengan cara ‘memaksakan kehendak’ baik langsung maupun tidak langsung memang 100% berakhir buruk.

Dengan demikian, apabila love spell bisa disalahgunakan dengan membuat target menjadi jatuh cinta kepada anda, apakah ada saat2 dimana lovespell bisa diijinkan secara moral? Meskipun memang lebih banyak dampak buruknya, namun love spell yg membuat target jatuh cinta kepada anda tetap bisa dilakukan (meskipun masih dalam perdebatan).

Sebagai contoh, love spell yang lebih ke pelet ini bisa digunakan untuk menyegarkan hubungan suami istri yang sudah lama menikah dan menemukan hubungan mereka mulai terasa hambar. Karena memang hubungan tersebut sudah terikat dengan komitmen dan bercerai juga merupakan pilihan yang ada konsekuensinya (seperti konsekuensi terhadap anak dan keluarga yg bersangkutan), maka pelet bisa menjadi alternatif ‘damai’ agar suami istri bisa menjadi lebih segar dan hangat kembali hubungannya. Tentu saja ini juga perlu dibarengi dengan niat mencintai pasangannya.

Contoh kedua, pelet juga bisa digunakan untuk menciptakan rasa cinta kepada pasangan yang pada awalnya menjadi suami istri tanpa adanya ikatan emosional. Ini bisa terjadi apabila pasangan suami istri tersebut ternyata dijodohkan karena satu dan lain hal dan kedua pihak menerima perjodohan tersebut. Meskipun praktek perjodohan sudah mulai berkurang dengan semakin terbukanya pikiran masyarakat, ini bisa menjadi alternatif yang realistis apabila pasangan yang dijodohkan tersebut sudah menikah dan setelah sekian tahun tidak ada perasaan cinta yang tumbuh.

Mengapa Ada Love Spell Yang Berhasil Dan Yang Gagal?

Ketika banyak orang yang bertanya, mengapa love spell ada yang berhasil dan yang gagal, ini semakin menunjukkan bahwa memang efektifitas dari spell benar – benar tergantung dari banyak faktor. Namun dari berbagai basic spell yang sudah dipelajari, kita tahu bahwa sebagian besar faktor yang menentukan keberhasilan spell tersebut adalah pikiran kita sendiri bukan?

Jadi, bila love spell tidak berhasil itu disebabkan lebih ke sisi orang yang melakukan spell nya sendiri tidak yakin akan keberhasilannya. Tanda2 ketidak berhasilan tersebut bisa terlihat apabila orang yang melakukan spellnya terus memikirkan apakah spell nya akan berhasil. Sementara untuk love spell yang menyebabkan target menyukai anda, apabila tidak berhasil, anda perlu menyadari kenyataannya bahwa memang target pada dasarnya memang tidak ada perasaan kepada anda karena satu dan lain hal.

Dengan demikian, apa yang membuat love spell itu bisa berhasil? Simplenya ya karena yang melakukan spell tersebut yakin bahwa ia akan dicintai oleh banyak orang dan spell nya sudah yakin pasti berhasil. Namun, khusus untuk love spell yang membuat seseorang jatuh cinta kepada anda, itu juga memerlukan 1 faktor lagi, yaitu memang dari pihak target juga ada perasaan dengan anda.

Implikasinya adalah, apabila anda menyaksikan bahwa teman anda merasa dipelet oleh orang lain yang sebenarnya dia juga (ngakunya) tidak suka, sudah sangat jelas kalau teman anda juga punya perasaan dengan orang yang memeletnya tersebut. Bahkan sejumlah kasus yang gw temui, situasi A merasa kena pelet lebih sebagai alasan bahwa target jatuh cinta dengan B tersebut meskipun si B tidak sesuai dengan kriteria A alias lebih ke denial semata. Bahkan ada kasus dimana si A mengaku kena pelet oleh si B, padahal si B sendiri tidak jatuh cinta kepada si A. Perbedaan antara merasa terkena pelet dengan murni obsesi memang sangat tipis.

 

Pada bagian kedua nanti, saya akan membahas contoh love spellnya. So…stay tune 😀

 

Leave a Reply

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: