Apakah Tujuan Anda Bermain Sulap?

Tulisan ini merupakan sebuah tanggapan atas politik yang terjadi didunia sulap dan gw rasa juga berguna untuk orang awam yg berkarir di bidangnya masing2. Tidak dimaksudkan untuk menyinggung siapapun; hanya saja apabila yg membaca ini merasa tersinggung, silahkan anda lihat kembali tujuan anda main sulap.

Mulai dari jaman reality show The Master dan The Next Mentalist beberapa waktu lalu, gw menemukan fenomena unik. Dimana ketika reality show tersebut muncul, mulailah berbagai suara sumbang dan komplain akan dunia sulap Indonesia bermunculan. Entah mengatakan dunia sulap di Indonesia sudah hancur, sudah sekarat, tidak tertolong, dan lain sebagainya. Lucunya lagi, ketika reality show tersebut berakhir, semua suara sumbang pun juga berkurang. Well…., gw rasa suara sumbang juga ujung2nya cuma ikut trend.

Tidak hanya itu, didunia sulap pun gw melihat perpolitikan yang cukup sadis gw rasa. Misalnya A yang awalnya sahabat sama si B, kemudian berkumpul dengan teman2 lain yang 1 hobi dan membentuk suatu komunitas dan berkembang. Seiring dengan perkembangannya, A mengalami konflik dengan si B dan mulailah saling mencari kubu atau memihak sehingga komunitas tersebut terpecah.

Atau misalnya A dan B ini adalah seorang pria yang bersahabat. Mereka juga mengumpulkan teman2nya dan membentuk suatu komunitas. Karena suatu hal, A dan B menyukai wanita yang sama dan terjadilah konflik yang berujung kepada komunitas professional tersebut bubar dan seluruh anggotanya terkena imbasnya. It happends hampir di seluruh kota di Indonesia, suatu komunitas sulap bisa bubar karena mencampur adukkan masalah pribadi ke ranah kelompok dan professional.

Atau misalnya lagi, si A merasa senior sementara si B  lebih junior. B bekerja dengan kerasnya dan si A karena egonya, tidak mau menerima perkembangan si B. Jadilah A menggunakan segala cara untuk merusak karir si B.

Dan masih ada banyak lagi contoh lainnya yang dimana gw melihat ‘politik’ didunia sulap juga sama kejamnya dengan politik bidang lain seperti negarawan, hukum, kedokteran, dll. Apa yang hari ini menjadi teman, beberapa tahun kemudian bisa dianggap musuh bebuyutan dan begitu juga sebaliknya.

Dan disaat itu pula, para magician2 baru juga ada yang bertanya kepada gw yg intinya,

“Kok para pesulap2 senior pada setajam itu komentarnya yah?”

“Kok para pesulap2 yg katanya senior tapi selalu komplain dan mengeluh soal dunia sulap Indonesia yah? Jadi capek dengernya lama2.”

“Kok para pesulap di grup itu kerjaannya debat mulu yah?”

Dan masih banyak lagi…

Dan ketika gw dihadapi dengan pertanyaan itu…., gw menanyakan 2 hal….

Hal pertama adalah, “Apa tujuan anda main sulap?”

Hal kedua adalah, “Apa lawannya dari kata –cinta-?”

Apa Tujuan Anda Main Sulap?

Ketika saya menanyakan pertanyaan diatas, sebagian besar pesulap2 yg baru belajar rata2 menjawab 1 dari beberapa kemungkinan jawaban dibawah ini:

  1. Menghibur orang lain
  2. Menggaet lawan jenis
  3. Suka aja dengan sulap

Dan setelah itu, gw selalu menyarankan, apapun tujuan awalnya, tetap konsisten di tujuan tersebut sampai benar – benar terwujud. Dalam artian, apabila memang tujuannya main sulap adalah menghibur orang lain, ya konsentrasilah dengan banyak menghibur. Ketika tujuannya untuk gebet orang, fokuslah sampai gebetan bisa anda dapatkan karena permainan sulap anda. Dan ketika merasa ga jelas dan murni suka aja main sulap, ya lakukan karena anda suka dengan sulap.

Percaya atau tidak, tujuan awal kita main sulap ya ga jauh2 awalnya dari 3 hal diatas. Nah…, seiring dengan kita mulai belajar banyak soal sulap, barulah kita melihat kalau seorang pesulap itu keliatan keren didepan mata orang awam (yg dimana hanya 10% pesulap yg beneran keliatan keren, dan sisanya keliatan SOK KEREN TAPI MENTAL KERE). Setelah kita berlatih dan memperagakan berbagai permainan sulap kita ke orang awam, barulah kita merasa seakan – akan kita lebih baik dibandingkan orang awam tersebut (yang dimana sebagian besar itu hanya ilusi ego semata).

Lucunya, seiring dengan naiknya ego kita sebagai pesulap, tanpa sadar kita mulai menginginkan lebih. Pesulap mulai ada keinginan untuk masuk TV, mulai ada keinginan untuk masuk media, mulai ada keinginan untuk dikenal khalayak ramai, mulai ada keinginan untuk mapan secara finansial, dan lain sebagainya. Which is, it’s a good thing.

Hanya saja, para pesulap itu menjadi lupa, kalau tujuan awalnya adalah menghibur orang ataupun ya memang karena suka main sulap. Mereka sering lupa kalau media seperti TV, media cetak, internet, dan lain sebagainya adalah SARANA untuk meningkatkan karir mereka didunia sulap. Saking tingginya ego seorang pesulap, mereka lupa dan menjadikan semula yang merupakan saran, kini menjadi tujuan dari karir mereka.

Dengan demikian, tujuan mereka dari yang semula bermain sulap adalah untuk menghibur, kini bergeser tujuannya agar bisa masuk TV, agar terkenal, agar menjadi selebriti, dan lain sebagainya. Dan ketika SUATU SARANA BERGESER MENJADI TUJUAN, mulailah terjadi iri, sirik, dengki, dan berbagai keluhan2 seperti “Turut berduka atas hancurnya dunia sulap Indonesia.”; meskipun kata hati yang jujur adalah “Turut berduka karena saya ga masuk TV Indonesia”. Dan ketika itu semua bergeser, lucunya ada saja karir pesulap tersebut menjadi mandeg alias stagnan.

That’s why gw selalu bilang ke teman2 yg baru belajar sulap, “Apa tujuan dirimu main sulap?” Kalau sudah ketemu, sebisa mungkin konsisten dengan tujuan itu. TV, dan media lainnya adalah sarana dan bonus, termasuk dalam hal finansial. Kalau anda rajin main dan menghibur orang lain dan menggunakan media2 yg tersedia didepan anda sebagai sarana promo anda, talent2 scout pasti menemukan anda kok. Minimal untuk show offair, sepanjang anda terus mempromosikan diri anda dengan segala media yg tersedia didepan anda, anda pasti mendapat banyak job kok untuk mencukupi kebutuhan anda. Apa saja media yg tersedia didepan anda? Internet, komputer untuk buat portfolio, kamera untuk dokumentasi, kartu nama, dll….semua bisa didapat dan tinggal kreatifitas dan kerajinan anda yg diuji.

Politik di dunia sulap? Anggap itu sebagai dinamika alias konsekuensi dari karir sulap anda saja. Ingat, tujuan awal dari anda main sulap itu apa? Bukan untuk menjadi raja di perpolitikan sulap bukan? Politik terasa benar2 kejam karena anda dengan sadar dan sengaja melibatkan diri dalam perpolitikan tersebut. Dan politik hanya akan menjadi sekedar dinamika dunia sulap belaka ketika anda tetap fokus di tujuan anda main sulap.

Apa Lawan Dari Kata –Cinta- ?

Pertanyaan kedua ini gw ajukan karena gw sering mendapat curhat dari pesulap2 yang merasa masih junior yg mengeluh kenapa banyak pesulap2 senior yg suka debat kusir. Dan jawabannya, bisa kita tebak, 100% orang akan menjawab lawannya cinta adalah benci.

Well…., secara bahasa Indonesia itu memang benar.

Tapi ditinjau dari sudut pandang psikologis, cinta dan benci adalah hal yang sama. Anda membenci seseorang lawan jenis, anda mengata2in si dia, anda menggosipin si dia di belakang, bahkan anda sering memarahi dia, dll, JUSTRU PADA AKHIRNYA MALAH ANDA MERID SAMA DIA. Atau minimal mala macarin tu orang bukan? Sebagian besar orang bilang cinta dan benci emang setipis kertas bedanya,…. Well for me love or hate is the same thing.

Jadi secara psikologis, apa lawannya cinta?

The opposite of love is indifferent.

Artinya adalah, lawan dari cinta adalah TIDAK PEDULI alias CUEK alias BODO AMAT.

Dari situlah, gw menyarankan ke temen2 gw yg jenuh sama debat kusir para pesulap itu, lebih baik cuekin aja dan ga usa dipeduliin. Kalau suatu grup sulap menganggu karena banyak debat kusirnya, lebih baik keluar saja dari tu grup dan anda fokus ke menghibur orang lain dengan sulap.

Mereka suka berdebat kusir karena secara kejiwaan memang mereka CINTA DEBAT KUSIR. Jadi apabila anda mengambil sikap ga suka / benci debat kusir, percaya deh…ujung2nya anda malah ikut2an debat kusir dan juga kepancing. Best course is, biarkan si tukang debat berada didunia debat kusirnya dan anda berada didunia anda sendiri: menghibur orang lain dengan sulap.

Is it easy to be indifferent? no it’s not. Tapi percaya deh, kalau uda bisa menjadi cuek akan debat kusir, hidup lebih nyaman dan bahagia, kejiwaan lebih stabil dan anda bisa fokus di karir sulap anda. Banyak yang sudah melakukan sikap diatas (sikap cuek tersebut) dan terbukti menghasilkan berbagai karya sulap yang sangat menghibur penontonnya sekaligus mengundang iri para pesulap2 senior yang ga mampu menandingi reputasi orang tersebut.

Leave a Reply

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: