Archive for Mentalism

Simpan Saat Ini, Dipakai Kemudian (Magic Article)

Artikel kali ini lebih menceritakan pengalaman gw di dunia magic (baca: persulapan dan terutama mentalism) dimana gw menemukan berbagai pelajaran hidup juga dalam berbagai pengalaman tersebut. Dan topik kali ini adalah membahas barang – barang yang tidak terpakai.

Awal2, gw ceritakan dulu kebiasaan gw dalam membeli barang yang berhubungan dengan magic. Gw sendiri termasuk orang yang sangat membatasi dalam membeli barang2 tersebut. Karena kalau mengikuti trend barang2 magic yang diliris di pasar, jangankan mengikuti semua cabang magic, mengikuti 1 bidang magic saja, sebenarnya investasinya sangat besar. Mengikuti perkembangan sulap kartu/ cardician? Entah ada berapa dvd yg diliris baik dalam bentuk fisik dan digital download yang diliris per hari nya, entah ada berapa buku yang mulai diterbitkan dan saat ini juga sudah mulai berkembang pesulap2 dari Asia juga mulai meliris buku2nya sendiri. Dan lebih hebatnya lage, kalau kalian seorang maniak main kartu, entah ada berapa deck kartu yang keluar setiap minggunya. Blom lagi deck2 yg edisi terbatas yg kalau untuk membelinya, perlu berlomba – lomba memesan di internet, mantengin laptop sampai subuh agar ketika waktu pre-order dibuka, para penyuka kartu bisa menyerbu server pesanan agar bisa mendapatkan kartu terbatas tersebut. Dan yes, server seringkali akan down karena banyaknya permintaan. Apakah hal2 seperti itu menyenangkan? Yes bagi orang yang menyukai kartu dan mengoleksinya, ada kebanggaan dan tantangan tersendiri untuk mendapatkan kartu terbatas tersebut. Tapi sekali lagi, it’s not me.

Masalahnya dalam belanja barang2 magic di diri gw sendiri adalah, meskipun gw sudah melakukan pertimbangan sematang mungkin sebelum membeli, tetap saja ketika barang datang ke tempat gw dan mencobanya, ada sebagian barang yang saat itu, dirasa belom berguna bagi gw. Sebagai catatan, pertimbangan  yg gw lakukan sebelum membeli adalah memasang mindset belanja barang yang memang, menurut gw sendiri, mendukung performance gw. Kemudian meliat dulu berbagai review di forum magic café untuk meyakinkan diri, melihat video demo nya di murphysmagic.com ataupun di youtube, sampai gw survei ke temen2 sesama magician disekitar gw.

Ketika gw menemukan kalau barang tersebut belum bermanfaat untuk gw saat itu, yg gw lakukan justru malah menyimpannya terdahulu. Ya bagi gw sayang aja kalau harus dilepas atau dijual kembali. Di satu sisi karena harganya pasti jatuh, barang2 yg gw beli sebagian besar (90%) memang barang2 magic ori yang dimana minat para magician2 di Indonesia untuk membeli barang ori masih minim. Dan karena gw sendiri belajar mentalist, maka sebagian besar barang yg gw beli adalah buku2 yg notabene berbahasa inggris. Dan para magician di Indonesia, sebagian besar, masih buta bahasa inggris (atau memang tidak mau capek2 membaca buku berbahasa inggris?).

Dan setelah gw membeli barang2 dengan ‘sensor’ yg seketat itu, bahkan 80% dari barang yg gw beli itu belum berguna dan masuk ke dalam tempat penyimpanan barang2 magic gw dengan label “belum terpakai”.

Namun lucunya adalah, seiring dengan waktu, dengan semakin banyaknya permintaan dari teman2 dan klien2 gw (yg sebagian besar adalah klien tarot) untuk bermain mentalist didepan mereka dan juga di panggung, semakin lama gw sendiri ingin mencoba pelan2 untuk memasukkan materi2 baru dalam permainan gw. Dan ketika ada tuntutan untuk permainan baru karena permintaan klien atau kasus2 khusus lainnya, disaat itulah dus dengan label “belum terpakai’ itu kembali gw buka. Gw keluarkan semua peralatan dan buku2 yg gw beli, meneliti segala kemungkinan permainan yang bisa untuk menjawab kebutuhan klien dalam menyampaikan suatu pesan, kemudian brainstorming sendirian untuk memodifikasi mainan2 yg sudah ada dalam kotak tersebut agar seusai dengan tujuan yg klien mau, dan masih banyak lagi.

The point is, kotak yg berlabel “belum terpakai” itu menjadi senjata penyelamat gw disaat permainan2 rutin gw sendiri belum bisa menjawab kebutuhan permintaan klien atau temen gw sendiri.

Sebagai contoh, ada suatu script permainan yg berkaitan dengan membuat orang lupa akan kartu yg dipilih audience dan orang yg ‘amnesia’ tersebut bisa dibuat ingat kembali akan kartu pilihannya. Script itu gw beli disekitar tahun 2011 dan langsung masuk box “belum terpakai” ketika gw membaca alur presentasi dan cara melakukan dibalik itu. Namun 1 tahun kemudian, di tahun 2012, ada klien yang membutuhkan gw untuk menunjukkan permainan mentalist dimana hanya dengan waktu 3 menit dan tidak melulu soal prediksi, bengkokin sendok, ataupun menggerakkan benda serta sedikit ada nuansa hipnotisnya. Dan disaat itulah gw mencoba kembali mengorek kotak tersebut dan melihat script yang gw beli itu. Lantas gw melatih script tersebut, melakukan modifikasi sana – sini, melakukan percobaan permainannya, dan hingga di hari H, semua berjalan lancar. Bagi yg penasaran, script tersebut ditulis oleh Patrick Redford.

Contoh lainnya, saat gw masi bingung bagaimana gw memainkan permainan mentalism dengan menggunakan kartu tarot, karena orang Indonesia pada umumnya belum mengerti seputar kartu tarot, gw kembali mengorek kotak tersebut. Dan gw menemukan 1 video dari Banacheck yang menunjukkan efek uang yg dimasukkan ke salah satu dari 4 amplop, diacak2 audience dan mentalist menemukan amplop yang berisi uang tersebut. Hebatnya lagi, Banacheck meminta participant yg mengacak – acak amplop tsb untuk memegang amplop yg berisi duit tersebut, mengeluarkan duitnya, sambil berkonsentrasi terhadap nomor seri duit tsb, dan Banacheck berhasil membaca nomor seri uang tsb tanpa melihat ke uang kertas itu ataupun participantnya.

Lucunya, dari situ gw justru mendapat ide kalau permainan tersebut bisa dimodifikasi menjadi permainan dengan kartu tarot dengan ending yg agak2 menyeramkan. Cerita dalam permainannya tentu saja juga berubah. Dari yg semula membaca keberadaan uang kertas dan ‘membaca’ nomor seri, kini menjadi cerita memanggil arwah anak kecil yg membantu gw dalam membacakan kartu tarot yg dipilih oleh participant dan diakhiri dengan munculnya tulisan menyeramkan yg ditulis oleh arwah anak kecil tersebut di kartu tarot pilihan participant.

Dari sharing ini, gw sendiri mendapatkan pelajaran yg mungkin teman2 bisa mempertimbangkan. Yaitu apabila ada barang2 yg berhubungan dengan karir anda (dalam kasus ini, dalam karir magic) ternyata belum terpakai atau belum berguna, simpan saja dulu dan tahan diri keinginan untuk membuang ataupun menjual barang itu. Kita ga akan tahu kapan waktunya barang itu menjadi berguna dan justru malah menjadi kunci keberhasilan karir kita sendiri.

Refleksi: When People Know –The Secret-

Tulisan ini bukanlah membahas mengenai buku The Secret atau semacamnya. Melainkan lebih membahas sikap atau mentalitas orang apabila orang tersebut sudah mengetahui suatu rahasia. Gw sendiri menjadi teringat akan salah satu aturan wajib dalam dunia persulapan, yaitu agar selalu menjaga rahasia sulapnya dari orang awam, sebagaimanapun menggodanya untuk membongkar rahasia sulap. Ini disebabkan karena sekali orang sudah tahu rahasianya, berbagai keajaiban yang ditawarkan seorang pesulap pun akan hilang seketika.

Aturan diatas memang terkesan hanya dianjurkan ke orang pesulap saja. Namun sebenarnya aturan -sederhana namun wajib- tersebut memberikan petunjuk akan sikap orang awal umumnya dalam mengetahui suatu rahasia….. apapun rahasia tersebut.

Sikap pertama ketika seseorang mengetahui suatu rahasia, maka dia akan menghargainya dan apabila dia cukup ingin menjadi seperti kalian, dia akan mempelajarinya. Sebagai contoh, misalkan kalau seseorang ingin mengetahui rahasia sulap, dia akan menghargai rahasia tersebut, menghargai atas berbagai usaha yang sudah dilakukan oleh seorang pesulap, bahkan kalau orang tersebut ingin menjadi seperti pesulap tersebut, dia akan mulai mempelajarinya dan mempraktekkannya sendiri.

Contoh berikutnya adalah, sebutlah si A tahu rahasia meditasi, menenangkan diri, bahkan berbagai ritual agama dimana bisa saja meditasi itu disebut sebagai latihan menenangkan diri dan membuat sisi ego menjadi padam meskipun cuma sementara, atau misalnya ternyata ritual agama itu kalau dirangkum adalah salah satu bentuk hipnosis massal yang dilakukan dengan nama agama. Atau misalnya si A tahu bahwa Tuhan, malaikat, dewa – dewi, dan banyak wujud2 lainnya adalah simbol. Apabila si A menghargai rahasia tersebut, maka si A akan menghargai si pemberi tahu rahasianya, bahkan kalau ternyata informasi rahasia yang dia ketahui ternyata bisa diaplikasikan ke dirinya sendiri untuk perkembangan dirinya, maka dia akan menerapkan informasi tersebut untuk dirinya sendiri. Dengan kata lain, dia akan semakin rajin bermeditasi, si A mulai lebih mengapresiasi segala ritual keagamaan yang dia anut, simbol2nya, nilai2nya, dan sekaligus menghormati agama2 lainnya.

Apabila orang mempunyai sikap diatas, karena dia bersikap netral dan memiliki mentalitas yg positif, berbagai rahasia tersebut justru dipakai untuk bahan perkembangan dirinya sendiri dan semakin mensyukuri berbagai informasi yang telah dia dapatkan tersebut.

Sikap kedua yang bisa kita temui adalah, sikap menjadi sinis atau berpandangan negatif sehingga kurang menghargai rahasia tersebut. Sebagai contoh juga dalam kasus sulap, orang yg tahu rahasianya, cenderung langsung mencibir rahasianya, melihat sosok pesulap tidak ajaib lagi, bahkan juga menceritakan ke orang2 bahwa pesulap adalah penipu yang tidak boleh dicontoh.

Contoh lainnya dengan berkaitan dengan meditasi dan ritual agama, sebutlah si B, apabila si B tahu rahasianya, maka si B cenderung mencibir meditasi tersebut, menghina atau merendahkan berbagai ritual agama karena dia merasa itu semua hanyalah permainan pikiran belaka. Dia tahu kalau semua itu adalah untuk perkembangan diri masing2, namun karena tahu rahasianya, maka dia merasa lebih tinggi ketimbang rahasia tersebut dan sudah menjadi pribadi yg lebih baik. Ya bisa dikatakan dia sudah tahu rahasia pesulap namun dia merasa dia lebih tinggi ketimbang pesulap tersebut meskipun dia sebenarnya TIDAK BISA BERMAIN SULAP. Yes, mengetahui satu hal adakalnya memberi ilusi bahwa kita sudah menguasai hal tersebut. Knowing something sometimes lead us to believe that we’ve already mastered that thing.

Ada sikap ketiga yang juga adakalanya kita temui apabila seseorang mendapat suatu informasi rahasia. Sikap ketiga ini adalah sikap tidak mau tahu atau sikap ignorant. Sikap ini bisa dikatakan lahir dari 2 hal: antara orang tersebut memang tidak mau tahu karena saking fanatiknya (misalnya orang yg fanatik dengan agama tertentu, fanatik ngefans dengan seseorang, mempelajari secara fanatik ilmu pengetahuan tertentu, dsb) atau orang tersebut tidak mau tahu karena merasa terhibur dengan berbagai misteri yang dia lihat. Apakah sikap ini berdampak bagus atau buruk minimal untuk diri sendiri juga tergantung dengan penyebabnya. Apabila penyebabnya lebih karena sikap fanatik, memang itu menjadi buruk dampaknya minimal bagi diri sendiri karena sikap tersebut berdampak membatasi diri dari berbagai pengetahuan lainnya. Sementara penyebabnya lebih karena merasa terhibur dengan berbagai misteri didepan matanya, maka ini sebenernya berdampak netral bagi diri sendiri namun berdampak baik bagi pemberi misteri. Bisa dikatakan orang yg ignorant karena ingin merasa tetap terhibur adalah orang yang menghargai rahasia tersebut.

Sebagai penutup, mungkin ada yg bingung kenapa gw menulis ini artikel? Artikel ini lebih sebagai artikel esensial mengenai sikap seseorang terhadap informasi yang sifatnya rahasia, apapun bidangnya. Dan memang dari berbagai observasi, ternyata memang tidak hanya didunia persulapan belaka, namun di semua bidang termasuk spiritual, agama, meditasi, segala bentuk perkembangan diri, termasuk skill2 seperti public speaking, pengacara, motivator, konsultan keuangan, konsultan bisnis, dan bisa diaktakan 99% sikap orang terhadap suatu informasi rahasia memang terpola seperti tulisan diatas. So, lebih berhati-hati apabila anda ingin membocorkan rahasia keberhasilan ataupun rahasia kemampuan anda, apapun itu.

About Psychic Attack: Part 1

Kali ini, gw akan mencoba membahas mengenai topic yang sebenarnya sering diutarakan oleh banyak klien gw sendiri, tarot reader, dan orang – orang awam yg berkecimpung di praktek supranatural. Yaitu mengenai serangan gaib, serangan psikis, atau serangan apapun yang bentuknya tidak kelihatan. Untuk pembukaannya, gw akan memberikan 1 statement yang mungkin teman2 akan kaget membacanya:

“Dari 100 kasus orang terkena serangan supranatural, yang bener2 kena serangan tersebut HANYA SEKITAR 5 KASUS saja. Sisanya murni ketakutan dari pikiran.”

Itu kalimat saya ambil inspirasinya dari buku karangan Michael Donald Kraig yg judulnya Modern Magick. Untuk itu, gw akan menjelaskan lebih konkrit terlebih dahulu berbagai factor yang terlibat dalam kinerja pikiran kita.

 

Pikiran dan tubuh manusia seringkali tidak bisa membedakan mana nyata dan mana yang –program dari pikiran- semata.

Konteks hal yang nyata ini akan saya persempit menjadi apa yang kita rasakan saat ini secara fisik. Bukan konteks filosofis yang luas sehingga bisa memperpanjang debat kusir nantinya. Dalam kehidupan sehari – hari, sebenarnya kita sendiri sudah dipengaruhi oleh berbagai factor tidak terlihat seperti:

  • Pesan – pesan iklan akan bentuk tubuh yang ideal, kesehatan yang ‘sehat’
  • Pesan – pesan dari agama masing2 anut seperti halal dan haram suatu makanan, pandangan terhadap gay dan lesbian.
  • Intimidasi ataupun kata2 rayuan dari para salesman, ataupun teman2 kita sendiri.

Hal diatas meskipun tampaknya remeh, namun bisa membentuk pola piker masing2 individu dan tubuh individu juga bereaksi terhadap pola piker tersebut. Sebagai contoh:

  • Wanita cantik itu harus berkulit putih layaknya orang Korea / Jepang di film2 drama (padahal aslinya orang korea coklat kulitnya.)
  • Sebagian kecil orang yang terlalu serius dalam soal halal dan haram makanannya, menjadikan tubuhnya punya mekanisme sendiri untuk memuntahkan makanan yang haram tersebut. Dari yang semula enak dan puas, hanya dalam hitungan detik, semuanya bisa berbalik menjadi mual – mual bahkan sampai sakit, hanya karena vonis itu makanan haram setelahnya (padahal hanya karena –dibilang haram- saja dan dari sisi makanan sendiri BELUM TENTU haram.)
  • Sebagian besar orang lebih percaya akan kualitas barang dengan merk yang bukan Cina (padahal barang bermerk bukan Cina tersebut, dibuatnya juga di Cina).
  • Dan tentunya juga ada banyak kasus dimana saking percayanya pasien akan dokter tertentu, ketika pasian sedang batuk parah dan dokter hanya member tablet gula, pasien tersebut benar-benar sembuh dari batuknya. ( ini sering disebut placebo effect)

Berbagai penyakit yang kita dapat, disamping disebabkan karena factor kebersihan lingkungan, seringkali lebih disebabkan karena tekanan pikiran/ stress saja.

Mungkin banyak teman – teman yang bingung, kenapa orang yang seringkali makan di restaurant mahal, bahkan gaya hidupnya lebih tinggi kelasnya, bahkan ada yang sampai benar2 menjaga pola makannya, ternyata TIDAK LEBIH SEHAT ketimbang orang2 yang makan sehari – harinya di warteg dan jajanan pasar lainnya. Well…. Tubuh kita selain bereaksi terhadap apa yang kita makan dan bagaimana lingkungan sekitar kita sendiri, ternyata juga bereaksi terhadap keadaan pikiran kita sendiri. Lucunya, orang yang menjaga pola makan dan bahkan makan – makanan yang dipercaya sangat bersih dan terjaga kualitasnya, belum tentu bisa menjaga ‘kebersihan’ pikirannya. Kebersihan disini bukanlah dalam arti berpikir bersih (baca: menjadi suci), melainkan tahu waktunya kapan memikirkan masalah, kapan mengesampingkan masalah dan menikmati hidup, kapan waktunya untuk rileks, dan kapan waktunya untuk serius.

Orang yang tidak menjaga pikirannya seringkali memikirkan masalah yang sedang dihadapi terus – menerus tanpa member kesempatan pikiran untuk rileks ataupun istirahat. Banyak orang baik usia remaja maupun yang sudah dewasa sekalipun sangat suka membuat situasi relasi mereka dengan pasangan menjadi sangat kompleks (Baca: sengaja membuat galau). Selain itu, dalam dunia kerja, ada kebiasaan untuk –sengaja menjadi sibuk- dengan cara menunda – nunda pekerjaan sampai mendekati deadline untuk memberikan ilusi bahwa mereka berada dalam situasi pekerjaan yang penting.Sikap – sikap yang sengaja memacu adrenalin secara berlebih inilah yang menjadi sumber penyakit utama tubuh kita.

Jadi, apabila banyak teman2 yang merasa sudah menjaga kesehatan, namun masih saja sering mendapat penyakit2 yang tidak jelas asal – usulnya, maka kemungkinan besar sumber penyakit itu adalah pikiran anda sendiri.

So, dari uraian factor diatas, apa hubungannya dengan psychic attack?

Seperti yang gw tulis sebelumnya, kejadian yang benar2 psychic attack (santet, dan dikerjain jarak jauh lainnya secara supranatural), paling hanya sekitar 5% dari sekian banyak kasus. Dan sisanya? Itu semua PALSU dan bersumber dari pikiran diri sendiri. Bagaimana bisa terjadi banyak kasus orang kena serangan supranatural sementara yg benar2 real adalah 5%? Simplenya gini, sebagian besar kasus orang yang terkena serangan supranatural penyebab aslinya bisa mencakup satu atau lebih dari beberapa factor penyebab dibawah ini:

  • Si korban sedang berselisih/ iri/ dengki dengan seseorang sehingga si korban sendiri takut orang yang dia benci itu akan memakai segala cara untuk menjatuhkan dirinya; termasuk dengan memakai dukun untuk menyerang dirinya. Rasa ketakutan itulah yang membuat fisiknya rentan terkena penyakit.
  • Si korban menganggap dirinya memiliki tingkat sensitifitas yang tinggi terhadap fenomena2 supranatural. Dan dia merasa dirinya mudah terpengaruh oleh kondisi mood orang2 sekitarnya termasuk orang yang menurutnya membenci si korban. Sudah sangat banyak kasus dimana orang yang memiliki tingkat sensitifitas yang tinggi NAMUN tidak memperdalam kemampuannya (alias amatir), mudah terkena sugesti diri kalo dirinya sedang diserang oleh pihak lain.
  • Si korban merasa tahu banyak tentang dunia supranatural, namun karena yang diketahui masih setengah2 dan tidak diimbangi antara logika dengan intuisinya, maka si korban mudah percaya akan keberadaan dan sensasi2 serangan supranatural; padahal belum tentu dia benar2 diserang.
  • Kalimat sederhana namun menohok: rekayasa/ sandiwara si korban belaka agar dirinya lebih diperhatikan orang banyak. Semula hanyalah sandiwara/ dirasa – rasakan saja sensasinya, namun lama – kelamaan menjadi terasa sungguhan (ingat pikiran juga menentukan kondisi tubuh).

 

Kalau demikian, bagaimana bisa membedakan antara yang real dengan imajinasi belaka? Dan Apabila memang benar – benar kena serangan supranatural, bagaiman menghalaunya? Untuk bagian itu, akan gw bahas lebih lanjut di post selanjutnya.

Information About Me

Pertama-tama, saya adalah Rendy Fudoh. Seorang pria yang memiliki passion di dalam Tarot Reading dan juga Mentalist. Karena kedua hal tersebut membuat saya bisa melihat dan mengamati manusia dan berbagai dinamikanya. Sekaligus saya juga melakukan kedua hal tersebut secara profesional.

Rendy Fudoh

Dalam blog ini, saya akan membagikan berbagai artikel mengenai Tarot yang ditujukan lebih untuk para Tarot Reader yang sudah mengerti dasar-dasarnya Tarot. Tentu saja adakalanya saya juga akan membagikan informasi yang juga cocok untuk dikonsumsi oleh pemula.

Blog ini sendiri akan saya kembangkan perlahan-lahan dengan berbagai artikel yang membangun dan memenuhi khasanah pengetahuan mengenai Tarot. Sedangkan untuk mentalism, saya akan membagikan beberapa ide yang bisa teman-teman manfaatkan apabila ada diantara kalian yang juga berminat kepada magic. Tentu saja saya tidak membocorkan rahasia magic, melainkan lebih ke dalam ide-ide mengenai pertunjukan dalam panggung.

Tak lupa bagi pengunjung yang berminat dengan jasa saya untuk konsultasi tarot secara pribadi maupun lingkup lebih luas, ataupun sebagai entertainer dalam hal mentalism, silahkan contact saya dibawah ini:

  • Yahoo Messenger: AnihikaFudoh@yahoo.com
  • Mobile: 081 8080 34 145
  • Twitter: @RendyFudoh
  • Facebook: Rendy Fudoh

Enjoy your stay in this blog, and hope this blog will be useful especially for tarot reader and mentalist.

Untung yang penasaran bagaimana performance saya, berikut ada beberapa video yang saya dokumentasikan:

Untuk video mengenai tarot, anda bisa melihat ke halaman ini

Sedangkan untuk video mengenai mentalist, anda bisa melihat ke halaman ini

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: