Archive for commercial

First #FridayTarotTime, I Get: Ideas For Errata Tarot Combo Game Rules

tarot combo game cover

Overview Of The First Event

Ceritanya, karena gw sendiri dari pagi hingga jam 16.00 nya abis jaga stand tarot nya booth LightGivers di event retro bazaar di Grand Indonesia, jadinya gw memutuskan #FridayTarotTime kemarin diadakan di Grand Indonesia saja, tepatnya di cafe Dataran Tinggi agar tempatnya berdekatan dengan bazaar tersebut.

Bagaimana kesannya untuk event pertama? Jujur untuk gw sendiri mengatakan event pertama ini terbilang cukup berhasil. Cukup berhasil karena selain sharing beberapa hal dan membacakan tarot, ternyata gw juga pulang membawa banyak hal.

Apa yang terjadi di event pertama tersebut? Well, dari awal jam 17.00, gw sendiri iseng nongkrong dengan Russell Rich dan minta diajarin soal mainan Waving The Aces. Yes, itu permainan magic termasuk tinggi tingkat kesulitannya dan sampai sekarang pun gw masih agak kesulitan untuk mengingat urutan permainannya seperti apa. But I’ll still try anyway. In case bagi yang belum tau seperti apakah Waving The Aces itu, silahkan tanya Russell Rich langsung dan minta dia menunjukkan permainannya seperti apa. Dan kalaupun anda sempet belajar rahasianya, u’ll know how hard is that to perform. But it’s rewarding experience isn’t it? Karena sangat menghibur audience mainan itu.

Nah, jam 18.00, ada 2 klien yang sudah membuat janji sebelumnya dan memanfaatkan penawaran dari event tersebut. So, dari jam 18.00 – 19.00, gw ijin sebentar dengan Russell, pindah meja, dan melayani klien tersebut. Tanpa membocorkan masalah masing2 klien, topic mereka tidak jauh2 dari karir dan percintaan serta sedikit bacaan kelebihan dan kekurangan masing2. Mereka pada dasarnya cukup puas meskipun klien pertama memiliki kasus yang cukup kompleks dibandingkan klien rata2.

Setelah jam 19.00 ? Gw kembali ke meja Russell dan sudah ada Emily HappyWise disana. Mulailah kita mencoba permainan tarot combo game. Dan untuk yang penasaran seperti apa, rulesnya bisa dilihat di link ini.

http://rendyfudoh.com/tarot-combo-game/

Dan setelah penjelasan dan mencoba permainan, maka Emily dan Russell memberikan masukan yang membangun. Dimana mereka mengatakan belum ada sense kompetitif secara langsung antar player. Ujung2nya, permainan ini membuat player sibuk sendiri mengumpulkan kartu yang diinginkan untuk mengumpulkan point sebanyak – banyaknya, namun interaksi antar player masih minim. Plus permainan ini untuk 3 player terhitung cepat selesai.

Emily juga memberi masukan lebih detail kalau permainan ini lebih cocok diterapkan ke playing card alias kartu remi, karena pemain lebih fokus ke angka/ nilai di kartu dan gambar di kartu tarot menjadi tidak penting dalam permainan ini.

Lesson I’ve Got

Dari sekian banyak masukan tersebut, apakah yang bisa gw rangkum? Point pertama tentunya adalah, di waktu kedepan gw akan membuat rules permainan combo game ini KHUSUS UNTUK PLAYING CARD. Dengan demikian, bermodalkan playing card alias kartu remi saja, anda juga sudah bisa memainkan permainan yg unik ini.

Point kedua yang gw dapatkan dan masih bisa direvisi di waktu kedepannya adalah, berbagai errata (alias pengembangan aturan) untuk tarot combo game. Pengembangan aturan ini, untuk sementara tak sarankan untuk yang sudah mencoba memainkan dengan aturan dasar dahulu agar lebih mengenal alur permainannya.

  1. Ketika di fase lelang/ auction phase: jumlah kartu yang dilelang adalah sebanyak jumlah pemain.
  2. Ketika fase scoring, ketentuan scorenya berubah menjadi…
  • Nilai tiap tumpukan kartu adalah base score x multiplier
  • Base score adalah kartu tertinggi dari tumpukan 4 kartu yang anda buat (tidak termasuk major arcana)

Ketentuan multiplier adalah sebagai berikut:

  1. Apabila combo 4 kartu itu adalah suite yang sama, maka multipliernya adalah 1
  2. Apabila combo 4 kartu itu adalah ANGKA yang SAMA, maka multipliernya adalah 4!

Contoh:

ace of wands – 4 of wands – 5 of wands – 9 of wands.

  • Karena suite nya sama, multiplier adalah 1
  • Kartu tertinggi di tumpukan tersebut adalah 9 of wands, sehingga angka tertinggi ada lah 9
  • Dengan demikian, score di tumpukan ini adalah 9 x 1 = 9

Ace of Cups – Queen of Cups – The World – 3 of Cups

  • Kartu The World disini adalah proxy alias menjadi kartu apapun, oleh karena itu, kartu ini menjadi kartu cups saja.
  • Suitenya sama (suite of cups), multiplier adalah 1
  • Kartu tertinggi adalah Queen of Cups, sehingga angka tertinggi adalah 13 (page angkanya 11, knight 12, queen 13, king 14). The World meskipun kartu no 21, itu adalah Major Arcana sehingga tidak dihitung angkanya dalam scoring phase.
  • Dengan demikian, score di tumpukan ini adalah 13 x 1 =13

5 of wands – 5 of cups – 5 of swords – 5 of pentacles

  • Kartu tertinggi adalah 5 (karena semuanya adalah angka 5)
  • 4 angka sama karena semuanya angka 5, maka multipliernya adalah 4!
  • Scorenya adalah 5 x 4 = 20!

7 of wands – 7 of cups – 7 of swords – The Fool

  • Dalam kasus ini, The Fool menjadi kartu proxy untuk 7 of pentacles
  • Angka tertinggi adalah 7
  • 4 kartu sama2 7 nilainya, sehingga multiplier 4
  • Scorenya adalah 7 x 4 = 28!

Kenapa multiplier untuk 4 kartu angka sama cukup besar? Karena mencari 4 kartu angka sama itu jauh lebih sulit ketimbang suit nya sama.

Demikian revisi aturan yg gw dapatkan dalam test play di event #FridayTarotTime tersebut. Gw akan mencoba test play lagi di waktu mendatang dan akan membuat berbagai perbaikan2 konstruktif agar semua bisa menikmati permainan Tarot Combo Game ini. :)

#FridayTarotTime , My Newest Event!

Tanpat panjang2 lagi, ini event pribadi terbaru saya. Silahkan dibaca ketentuannya dan kalau anda teliti membacanya, it’s a ‘steal’ 😀

My Book Catalogue

Download Rendy Fudoh Portfolio

Apabila anda membutuhkan portfolio saya untuk menjadi bahan pertimbangan dalam event2 anda, anda bisa download portfolio saya disini.

Mengapa Saya Menulis Tarot Next Lesson 3 ?

Ada beberapa pertanyaan yang disampaikan ke gw dari berbagai group komunitas. Pertanyaan tersebut intinya adalah, mengapa gw mau ‘repot2’ membahas soal sihir di tarot. Menurut gw, mereka yang menanyakan (dengan nada sinis) ini memang wajar kalau mereka heran dengan keputusan gw dalam menulis seputar sihir. Satu hal yang menjadi penyebab utama, memang sihir itu KATANYA dilarang di berbagai agama2 mainstream dan berbagai ahli kitab pun akan dengan sangat percaya dirinya menunjukkan ayat2 yang menentang sihir. Namun ada hal lain lagi yang mereka lupakan atau tidak digubris: mereka sama sekali tidak diberi tahu secara pasti atau spesifik, sihir itu seperti apa dan apa yang termasuk sihir dan apa yg bukan.

Jawaban paling aman ya tentunya semua yg berasal dari Tuhan katanya baik dan semua yang bukan berasal dari Tuhan ya katanya buruk. Namun sekali lagi, kategori apa saja yg ‘berasal dari Tuhan’ pun memang sangat rancu dan kalau ditelaah lebih lanjut lagi, standard tiap aliran agama mengenai apa yang ‘berasal dari Tuhan’ itu pun berbeda – beda dan tidak ada acuan yang sama persis.

Ujung2nya? Kategori atau cap akan sihir atau tidak hanya di pakai sebagai sesuatu yang dicap jelek oleh suatu aliran saja dan dengan sempitnya justru digunakan sebagai intrik – intrik pemimpin agama untuk menyingkirkan seseorang dari suatu masyarakat. Ingin menyingkirkan seseorang karena lawan politiknya terlalu kuat? Silahkan cap dia pengguna sihir atau kuasa gelap dan masyarakat Indonesia yang mayoritas memang fanatik agama akan menjauhi orang itu tanpa bertanya alasannya.

Demikian versi singkat dari mengapa saya menulis Tarot Next Lesson 3: untuk membantu meluruskan sihir itu seperti apa ASLINYA dan bagaimana menggunakannya dengan media kartu tarot.

Dan berikut versi panjangnya….

Awal Pembuatan Tarot Next Lesson 1

Untuk teman2 tahu, motivasi awal gw menulis buku Tarot Next Lesson adalah untuk memberikan nafas yang 100% berbeda dibandingkan buku2 tarot berBAHASA INDONESIA kebanyakan yang beredar di toko buku. Seperti yang kita ketahui, buku2 tarot yang beredar ber BAHASA INDONESIA itu isinya tidak jauh2 dari:

  • Sejarah tarot
  • Teori singkat (atau panjang, tergantung penulis) dari bagaimana mekanisme kartu tarot bekerja.
  • Cara mengocok dan membaca kartu tarot berikut tebaran2nya
  • Arti masing2 kartu dalam bentuk kata kunci

Tantangan gw ke kalian semua adalah, silahkan anda tunjukan BUKU TAROT BERBAHASA INDONESIA MANA YANG TIDAK MENGKUTI POLA DIATAS? Dan gw yakin paling hanya 1-2 buku saja. Sisanya? Ya u know sendiri lah.

Dari situlah gw melihat nyari 80% buku tarot berbahasa Indonesia yang beredar di toko buku adalah buku2 yg sama intinya dan mengulang – ulang lagi pola diatas. Alhasil, orang yang ingin mempelajari tarot pun bisa menjadi sangat bosan karena tidak adanya ilmu baru yang bisa mereka dapat.

Nah, niat untuk membuat buku seputar tarot yg ‘menyimpang’ itu, pertama kali gw tuangkan dalam buku Tarot Next Lesson yang pertama. Dari jumlah halaman memang jauh lebih sedikit dibandingkan buku tarot umumnya. Katakanlah kalau buku lain bisa 300-400an halaman (bahkan ada yg sampai 500 halaman lebih), maka gw cukup sekitar 100 halaman.

Mengapa bisa seringkas itu? Karena di buku pertama itu gw mengajarkan BAGAIMANA BELAJAR KARTU TAROT dan BUKAN bagaimana MENGHAFAL KATA KUNCI. Alhasil? Daftar kata kunci setiap kartu cukup gw buat dalam bentuk tabel dan tidak dibahas panjang. Karena memang sudah terbukti dilapangan untuk orang yang baru belajar tarot TIDAK BUTUH URAIAN PANJANG2 seputar arti 1 kartu.

Setelah pembaca tahu cara belajarnya, mereka cukup gunakan buku gw yg pertama sebagai referensi untuk mulai latihan dan di buku pertamapun gw jg sedikt berbagi akan penggunaan kartu tarot selain untuk membacakan orang lain.

Apakah buku pertama membuat perbedaan significant? Gw berani menjawab iya. Kenapa? Karena orang2 yg membaca buku gw yg pertama saja, entah kenapa bisa berbicara secara lancar dan tanpa nyontek buku mengenai bagaimana cara kerja kartu tarot. Dan lucunya, kata2 yg disampaikan mengenai cara kerja kartu tarot berikut rambu2 dalam membaca tarot SAMA PERSIS dengan kata2 yg gw tulis di buku gw. Which means, orang yg membeli buku gw yg pertama ternyata memang BENAR2 MEMBACA buku gw dan tidak hanya sekedar beli dan dijadikan koleksi karena merasa tidak enak sama penulisnya.

Pembuatan Tarot Next Lesson 2

Kalau buku keduanya, sebenarnya lebih sederhana. Yaitu untuk mengumpulkan artikel2 di web gw, rendyfudoh.com yang –menurut gw pribadi- memang bisa dibaca untuk banyak kalangan. Tentu saja juga ada artikel2 baru yg tidak gw liris di web gw agar menjadi nilai tambah tersendiri bagi buku tersebut dan tidak hanya sekedar memindahkan sebagian isi web kedalam bentuk buku.

Dan khusus buku kedua, gw memang bertujuan lebih untuk berbagi mengenai tips2 yg bisa dilakukan oleh tarot reader apabila menemukan masalah2 yg gw tulis di buku tersebut. Karena gw memperhatikan banyak tarot reader di Indonesia yang menemukan banyak problem saat mencoba membaca orang lain secara professional seperti badan mendadak agak sakit lah, kemudian mulai mencoba memanfaatkan dupa sebagai sarana pembersihan kartu lah, mulai komplain karena sebagai tarot reader kok serasa berat ‘jodoh’ lah, dan sebagainya.

Nah, selain sebagai buku yang berisi berbagai esai2 seputar tarot, gw juga berpikir waktu itu, sebagian tarot reader yg membeli buku kedua, mungkin tidak akan membeli buku pertama sehingga ada kemungkinan mereka akan bingung apabila mereka langsung membaca buku keduanya. Dari situlah gw berpikir untuk membahas cara baca kartu tarot secara LEBIH SINGKAT dan bener2 dikompres agar setidaknya pembaca bisa mengejar ilmu belajar tarot yang sebenarnya gw share di buku pertama. Tentu saja untuk informasi lebih detailnya memang pembaca tetap perlu membeli buku pertama agar benar2 mengerti dasarnya.

Pembuatan Tarot Next Lesson 3

Bagaimana latar belakang dari buku ketiga? Simplenya, gw melihat sehari2 orang melakukan affirmasi dan sugesti kedalam diri sendiri. Dan itu semua adalah praktek sihir juga sebenarnya. Di satu sisi memang label sihir sangat jelek citranya, tapi disisi lain masyarakat MELAKUKAN ITU SETIAP DETIK DAN SETIAP HARINYA.

Well…., sounds little bit denial in this narrow-minded society? You bectha!

Dan karena populernya buku The Secret, gw merasa gw perlu juga berkontribusi di dunia pengetahuan mengenai apa yg sebenernya bisa dikembangkan dari buku Law of Attraction semacam The Secret tersebut. Ini bukan berarti buku The Secret itu isinya ngaco ato salah, melainkan gw melihat buku tersebut adalah pengantar untuk mengendalikan Law of Attraction itu. Masih tetap ada rambu2 dan hal2 lain yang perlu pembaca lakukan apabila ingin menerapkan LoA tersebut.

Dan karena gw sendiri membaca dan mendalami tarot, jadilah gw mengulik berbagai referensi soal tarot dan LoA yang memang LoA juga menjadi dasar dari sihir. Gw menerapkan LoA itu ke diri sendiri dan merubah/ memodifikasi sana sini agar sesuai dengan tingkat penerimaan/ pemahaman orang2 Indonesia, dan muncullah cara menggunakan tarot sebagai sarana untuk mengarahkan LoA tersebut. Lahirlah buku TNL 3 yang bertemakan tarot dan sihir.

Tentu saja buku ini muncul bukan dengan tanpa pertentangan. Minimal orang2 yg berpikiran sempit sangat menentang buku ini muncul karena alasan melawan agama mereka tentunya. Kemudian para pakar tarot juga kebanyakan menentang buku ini karena mereka TIDAK MAU BOCOR RAHASIA mereka. Well, memang kebanyakan tarot reader meskipun katanya sharing dan berbagi, tapi pada prakteknya memang sebagian besar pada pelit ilmu karena takut nanti ‘dagangan mereka’ tidak laku.

Dan tentangan lainnya tentu saja lahir dari orang2 yang sudah pesimis. Banyak yang mengatakan kalau label sihir itu sudah jelek sehingga kalau ingin merubah citra sihir di mata masyarakat ya itu adalah tindakan sia2. Well, sejak awal memag gw tidak ada minat untuk merubah citra sihir yang sudah jelek. Melainkan gw murni mengajak orang2 pintar dan berpikiran terbuka untuk menelaah kembali kemampuan otak kita masing2 dan sama2 mengembangkan diri dengan program yang gw bagikan di buku ke-3 tersebut?

Dan akibatnya? Buku ketiga memang bukanlah buku yang paling laku, setidaknya dari penjualan yg gw liat di mingggu2 pertama. Berbeda dengan 2 buku sebelumnya, buku ketiga memang masih banyak orang yg segan untuk membelinya karena sudah ‘terintimidasi’ dari judul di cover. Well…, setidaknya dari situ bisa kelihatan orang2 mana yg bisa objektif dan punya pendirian dan orang2 mana yg lebih memutuskan untuk ikut arus dan tidak berani punya opini sendiri. Simplenya, seleksi alam sudah berjalan bagi peminat buku ke-3 gw.

Kalau buku ke-3 cenderung kurang laku, kenapa gw berani tetap menulisnya kalau secara finansial jg ga terlalu nguntungin? Karena motivasi gw menulis ketiga buku ini, sekali lagi, adalah untuk berbagi ilmu. Gw benar2 malas untuk melihat untung yg gw dapet dari penjualan ni buku karena toh memang gw bukanlah penulis terkenal yang punya nama saat ini dan penjualan bukunya bisa ratusan juta eksemplar per judulnya. Setidaknya saat ini gw sebagai penulis belum sampai di tahap seterkenal itu dan masih dalam proses menuju kesana.

Harapan gw dari menulis buku ketiga ini yang juga sebagai penutuh dari trilogy Tarot Next Lesson ini, adalah agar orang2 yang memang pintar bisa mendapat tambahan ilmu baru mengenai cara penggunaan tarot dan mulai terpicu untuk belajar lebih dalam lagi soal tarot yg dimana tidak hanya sekedar untuk membaca saja.

Dan memang saat ini orang2 yg minat di tarot tidak hanya sekedar untuk membaca saja memang sangat terbatas dan bahkan bisa dihitung pakai jari.

Namun apabila ada 10 orang saja yang bisa mengeluarkan banyak potensi dari penggunaan kartu tarot, saya rasa itu jumlah yang cukup untuk berkontribusi terhadap pengembangan diri sendiri dan masyarakat dengan caranya masing2. Dan dengan begitu saja gw jg sudah cukup senang. :)

Dan sebagai penutup, ini brosur dan informasi buku Tarot Next Lesson Trilogy nya 😀

 

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: