Archive for review

First #FridayTarotTime, I Get: Ideas For Errata Tarot Combo Game Rules

tarot combo game cover

Overview Of The First Event

Ceritanya, karena gw sendiri dari pagi hingga jam 16.00 nya abis jaga stand tarot nya booth LightGivers di event retro bazaar di Grand Indonesia, jadinya gw memutuskan #FridayTarotTime kemarin diadakan di Grand Indonesia saja, tepatnya di cafe Dataran Tinggi agar tempatnya berdekatan dengan bazaar tersebut.

Bagaimana kesannya untuk event pertama? Jujur untuk gw sendiri mengatakan event pertama ini terbilang cukup berhasil. Cukup berhasil karena selain sharing beberapa hal dan membacakan tarot, ternyata gw juga pulang membawa banyak hal.

Apa yang terjadi di event pertama tersebut? Well, dari awal jam 17.00, gw sendiri iseng nongkrong dengan Russell Rich dan minta diajarin soal mainan Waving The Aces. Yes, itu permainan magic termasuk tinggi tingkat kesulitannya dan sampai sekarang pun gw masih agak kesulitan untuk mengingat urutan permainannya seperti apa. But I’ll still try anyway. In case bagi yang belum tau seperti apakah Waving The Aces itu, silahkan tanya Russell Rich langsung dan minta dia menunjukkan permainannya seperti apa. Dan kalaupun anda sempet belajar rahasianya, u’ll know how hard is that to perform. But it’s rewarding experience isn’t it? Karena sangat menghibur audience mainan itu.

Nah, jam 18.00, ada 2 klien yang sudah membuat janji sebelumnya dan memanfaatkan penawaran dari event tersebut. So, dari jam 18.00 – 19.00, gw ijin sebentar dengan Russell, pindah meja, dan melayani klien tersebut. Tanpa membocorkan masalah masing2 klien, topic mereka tidak jauh2 dari karir dan percintaan serta sedikit bacaan kelebihan dan kekurangan masing2. Mereka pada dasarnya cukup puas meskipun klien pertama memiliki kasus yang cukup kompleks dibandingkan klien rata2.

Setelah jam 19.00 ? Gw kembali ke meja Russell dan sudah ada Emily HappyWise disana. Mulailah kita mencoba permainan tarot combo game. Dan untuk yang penasaran seperti apa, rulesnya bisa dilihat di link ini.

http://rendyfudoh.com/tarot-combo-game/

Dan setelah penjelasan dan mencoba permainan, maka Emily dan Russell memberikan masukan yang membangun. Dimana mereka mengatakan belum ada sense kompetitif secara langsung antar player. Ujung2nya, permainan ini membuat player sibuk sendiri mengumpulkan kartu yang diinginkan untuk mengumpulkan point sebanyak – banyaknya, namun interaksi antar player masih minim. Plus permainan ini untuk 3 player terhitung cepat selesai.

Emily juga memberi masukan lebih detail kalau permainan ini lebih cocok diterapkan ke playing card alias kartu remi, karena pemain lebih fokus ke angka/ nilai di kartu dan gambar di kartu tarot menjadi tidak penting dalam permainan ini.

Lesson I’ve Got

Dari sekian banyak masukan tersebut, apakah yang bisa gw rangkum? Point pertama tentunya adalah, di waktu kedepan gw akan membuat rules permainan combo game ini KHUSUS UNTUK PLAYING CARD. Dengan demikian, bermodalkan playing card alias kartu remi saja, anda juga sudah bisa memainkan permainan yg unik ini.

Point kedua yang gw dapatkan dan masih bisa direvisi di waktu kedepannya adalah, berbagai errata (alias pengembangan aturan) untuk tarot combo game. Pengembangan aturan ini, untuk sementara tak sarankan untuk yang sudah mencoba memainkan dengan aturan dasar dahulu agar lebih mengenal alur permainannya.

  1. Ketika di fase lelang/ auction phase: jumlah kartu yang dilelang adalah sebanyak jumlah pemain.
  2. Ketika fase scoring, ketentuan scorenya berubah menjadi…
  • Nilai tiap tumpukan kartu adalah base score x multiplier
  • Base score adalah kartu tertinggi dari tumpukan 4 kartu yang anda buat (tidak termasuk major arcana)

Ketentuan multiplier adalah sebagai berikut:

  1. Apabila combo 4 kartu itu adalah suite yang sama, maka multipliernya adalah 1
  2. Apabila combo 4 kartu itu adalah ANGKA yang SAMA, maka multipliernya adalah 4!

Contoh:

ace of wands – 4 of wands – 5 of wands – 9 of wands.

  • Karena suite nya sama, multiplier adalah 1
  • Kartu tertinggi di tumpukan tersebut adalah 9 of wands, sehingga angka tertinggi ada lah 9
  • Dengan demikian, score di tumpukan ini adalah 9 x 1 = 9

Ace of Cups – Queen of Cups – The World – 3 of Cups

  • Kartu The World disini adalah proxy alias menjadi kartu apapun, oleh karena itu, kartu ini menjadi kartu cups saja.
  • Suitenya sama (suite of cups), multiplier adalah 1
  • Kartu tertinggi adalah Queen of Cups, sehingga angka tertinggi adalah 13 (page angkanya 11, knight 12, queen 13, king 14). The World meskipun kartu no 21, itu adalah Major Arcana sehingga tidak dihitung angkanya dalam scoring phase.
  • Dengan demikian, score di tumpukan ini adalah 13 x 1 =13

5 of wands – 5 of cups – 5 of swords – 5 of pentacles

  • Kartu tertinggi adalah 5 (karena semuanya adalah angka 5)
  • 4 angka sama karena semuanya angka 5, maka multipliernya adalah 4!
  • Scorenya adalah 5 x 4 = 20!

7 of wands – 7 of cups – 7 of swords – The Fool

  • Dalam kasus ini, The Fool menjadi kartu proxy untuk 7 of pentacles
  • Angka tertinggi adalah 7
  • 4 kartu sama2 7 nilainya, sehingga multiplier 4
  • Scorenya adalah 7 x 4 = 28!

Kenapa multiplier untuk 4 kartu angka sama cukup besar? Karena mencari 4 kartu angka sama itu jauh lebih sulit ketimbang suit nya sama.

Demikian revisi aturan yg gw dapatkan dalam test play di event #FridayTarotTime tersebut. Gw akan mencoba test play lagi di waktu mendatang dan akan membuat berbagai perbaikan2 konstruktif agar semua bisa menikmati permainan Tarot Combo Game ini. :)

Mengapa Saya Menulis Tarot Next Lesson 3 ?

Ada beberapa pertanyaan yang disampaikan ke gw dari berbagai group komunitas. Pertanyaan tersebut intinya adalah, mengapa gw mau ‘repot2’ membahas soal sihir di tarot. Menurut gw, mereka yang menanyakan (dengan nada sinis) ini memang wajar kalau mereka heran dengan keputusan gw dalam menulis seputar sihir. Satu hal yang menjadi penyebab utama, memang sihir itu KATANYA dilarang di berbagai agama2 mainstream dan berbagai ahli kitab pun akan dengan sangat percaya dirinya menunjukkan ayat2 yang menentang sihir. Namun ada hal lain lagi yang mereka lupakan atau tidak digubris: mereka sama sekali tidak diberi tahu secara pasti atau spesifik, sihir itu seperti apa dan apa yang termasuk sihir dan apa yg bukan.

Jawaban paling aman ya tentunya semua yg berasal dari Tuhan katanya baik dan semua yang bukan berasal dari Tuhan ya katanya buruk. Namun sekali lagi, kategori apa saja yg ‘berasal dari Tuhan’ pun memang sangat rancu dan kalau ditelaah lebih lanjut lagi, standard tiap aliran agama mengenai apa yang ‘berasal dari Tuhan’ itu pun berbeda – beda dan tidak ada acuan yang sama persis.

Ujung2nya? Kategori atau cap akan sihir atau tidak hanya di pakai sebagai sesuatu yang dicap jelek oleh suatu aliran saja dan dengan sempitnya justru digunakan sebagai intrik – intrik pemimpin agama untuk menyingkirkan seseorang dari suatu masyarakat. Ingin menyingkirkan seseorang karena lawan politiknya terlalu kuat? Silahkan cap dia pengguna sihir atau kuasa gelap dan masyarakat Indonesia yang mayoritas memang fanatik agama akan menjauhi orang itu tanpa bertanya alasannya.

Demikian versi singkat dari mengapa saya menulis Tarot Next Lesson 3: untuk membantu meluruskan sihir itu seperti apa ASLINYA dan bagaimana menggunakannya dengan media kartu tarot.

Dan berikut versi panjangnya….

Awal Pembuatan Tarot Next Lesson 1

Untuk teman2 tahu, motivasi awal gw menulis buku Tarot Next Lesson adalah untuk memberikan nafas yang 100% berbeda dibandingkan buku2 tarot berBAHASA INDONESIA kebanyakan yang beredar di toko buku. Seperti yang kita ketahui, buku2 tarot yang beredar ber BAHASA INDONESIA itu isinya tidak jauh2 dari:

  • Sejarah tarot
  • Teori singkat (atau panjang, tergantung penulis) dari bagaimana mekanisme kartu tarot bekerja.
  • Cara mengocok dan membaca kartu tarot berikut tebaran2nya
  • Arti masing2 kartu dalam bentuk kata kunci

Tantangan gw ke kalian semua adalah, silahkan anda tunjukan BUKU TAROT BERBAHASA INDONESIA MANA YANG TIDAK MENGKUTI POLA DIATAS? Dan gw yakin paling hanya 1-2 buku saja. Sisanya? Ya u know sendiri lah.

Dari situlah gw melihat nyari 80% buku tarot berbahasa Indonesia yang beredar di toko buku adalah buku2 yg sama intinya dan mengulang – ulang lagi pola diatas. Alhasil, orang yang ingin mempelajari tarot pun bisa menjadi sangat bosan karena tidak adanya ilmu baru yang bisa mereka dapat.

Nah, niat untuk membuat buku seputar tarot yg ‘menyimpang’ itu, pertama kali gw tuangkan dalam buku Tarot Next Lesson yang pertama. Dari jumlah halaman memang jauh lebih sedikit dibandingkan buku tarot umumnya. Katakanlah kalau buku lain bisa 300-400an halaman (bahkan ada yg sampai 500 halaman lebih), maka gw cukup sekitar 100 halaman.

Mengapa bisa seringkas itu? Karena di buku pertama itu gw mengajarkan BAGAIMANA BELAJAR KARTU TAROT dan BUKAN bagaimana MENGHAFAL KATA KUNCI. Alhasil? Daftar kata kunci setiap kartu cukup gw buat dalam bentuk tabel dan tidak dibahas panjang. Karena memang sudah terbukti dilapangan untuk orang yang baru belajar tarot TIDAK BUTUH URAIAN PANJANG2 seputar arti 1 kartu.

Setelah pembaca tahu cara belajarnya, mereka cukup gunakan buku gw yg pertama sebagai referensi untuk mulai latihan dan di buku pertamapun gw jg sedikt berbagi akan penggunaan kartu tarot selain untuk membacakan orang lain.

Apakah buku pertama membuat perbedaan significant? Gw berani menjawab iya. Kenapa? Karena orang2 yg membaca buku gw yg pertama saja, entah kenapa bisa berbicara secara lancar dan tanpa nyontek buku mengenai bagaimana cara kerja kartu tarot. Dan lucunya, kata2 yg disampaikan mengenai cara kerja kartu tarot berikut rambu2 dalam membaca tarot SAMA PERSIS dengan kata2 yg gw tulis di buku gw. Which means, orang yg membeli buku gw yg pertama ternyata memang BENAR2 MEMBACA buku gw dan tidak hanya sekedar beli dan dijadikan koleksi karena merasa tidak enak sama penulisnya.

Pembuatan Tarot Next Lesson 2

Kalau buku keduanya, sebenarnya lebih sederhana. Yaitu untuk mengumpulkan artikel2 di web gw, rendyfudoh.com yang –menurut gw pribadi- memang bisa dibaca untuk banyak kalangan. Tentu saja juga ada artikel2 baru yg tidak gw liris di web gw agar menjadi nilai tambah tersendiri bagi buku tersebut dan tidak hanya sekedar memindahkan sebagian isi web kedalam bentuk buku.

Dan khusus buku kedua, gw memang bertujuan lebih untuk berbagi mengenai tips2 yg bisa dilakukan oleh tarot reader apabila menemukan masalah2 yg gw tulis di buku tersebut. Karena gw memperhatikan banyak tarot reader di Indonesia yang menemukan banyak problem saat mencoba membaca orang lain secara professional seperti badan mendadak agak sakit lah, kemudian mulai mencoba memanfaatkan dupa sebagai sarana pembersihan kartu lah, mulai komplain karena sebagai tarot reader kok serasa berat ‘jodoh’ lah, dan sebagainya.

Nah, selain sebagai buku yang berisi berbagai esai2 seputar tarot, gw juga berpikir waktu itu, sebagian tarot reader yg membeli buku kedua, mungkin tidak akan membeli buku pertama sehingga ada kemungkinan mereka akan bingung apabila mereka langsung membaca buku keduanya. Dari situlah gw berpikir untuk membahas cara baca kartu tarot secara LEBIH SINGKAT dan bener2 dikompres agar setidaknya pembaca bisa mengejar ilmu belajar tarot yang sebenarnya gw share di buku pertama. Tentu saja untuk informasi lebih detailnya memang pembaca tetap perlu membeli buku pertama agar benar2 mengerti dasarnya.

Pembuatan Tarot Next Lesson 3

Bagaimana latar belakang dari buku ketiga? Simplenya, gw melihat sehari2 orang melakukan affirmasi dan sugesti kedalam diri sendiri. Dan itu semua adalah praktek sihir juga sebenarnya. Di satu sisi memang label sihir sangat jelek citranya, tapi disisi lain masyarakat MELAKUKAN ITU SETIAP DETIK DAN SETIAP HARINYA.

Well…., sounds little bit denial in this narrow-minded society? You bectha!

Dan karena populernya buku The Secret, gw merasa gw perlu juga berkontribusi di dunia pengetahuan mengenai apa yg sebenernya bisa dikembangkan dari buku Law of Attraction semacam The Secret tersebut. Ini bukan berarti buku The Secret itu isinya ngaco ato salah, melainkan gw melihat buku tersebut adalah pengantar untuk mengendalikan Law of Attraction itu. Masih tetap ada rambu2 dan hal2 lain yang perlu pembaca lakukan apabila ingin menerapkan LoA tersebut.

Dan karena gw sendiri membaca dan mendalami tarot, jadilah gw mengulik berbagai referensi soal tarot dan LoA yang memang LoA juga menjadi dasar dari sihir. Gw menerapkan LoA itu ke diri sendiri dan merubah/ memodifikasi sana sini agar sesuai dengan tingkat penerimaan/ pemahaman orang2 Indonesia, dan muncullah cara menggunakan tarot sebagai sarana untuk mengarahkan LoA tersebut. Lahirlah buku TNL 3 yang bertemakan tarot dan sihir.

Tentu saja buku ini muncul bukan dengan tanpa pertentangan. Minimal orang2 yg berpikiran sempit sangat menentang buku ini muncul karena alasan melawan agama mereka tentunya. Kemudian para pakar tarot juga kebanyakan menentang buku ini karena mereka TIDAK MAU BOCOR RAHASIA mereka. Well, memang kebanyakan tarot reader meskipun katanya sharing dan berbagi, tapi pada prakteknya memang sebagian besar pada pelit ilmu karena takut nanti ‘dagangan mereka’ tidak laku.

Dan tentangan lainnya tentu saja lahir dari orang2 yang sudah pesimis. Banyak yang mengatakan kalau label sihir itu sudah jelek sehingga kalau ingin merubah citra sihir di mata masyarakat ya itu adalah tindakan sia2. Well, sejak awal memag gw tidak ada minat untuk merubah citra sihir yang sudah jelek. Melainkan gw murni mengajak orang2 pintar dan berpikiran terbuka untuk menelaah kembali kemampuan otak kita masing2 dan sama2 mengembangkan diri dengan program yang gw bagikan di buku ke-3 tersebut?

Dan akibatnya? Buku ketiga memang bukanlah buku yang paling laku, setidaknya dari penjualan yg gw liat di mingggu2 pertama. Berbeda dengan 2 buku sebelumnya, buku ketiga memang masih banyak orang yg segan untuk membelinya karena sudah ‘terintimidasi’ dari judul di cover. Well…, setidaknya dari situ bisa kelihatan orang2 mana yg bisa objektif dan punya pendirian dan orang2 mana yg lebih memutuskan untuk ikut arus dan tidak berani punya opini sendiri. Simplenya, seleksi alam sudah berjalan bagi peminat buku ke-3 gw.

Kalau buku ke-3 cenderung kurang laku, kenapa gw berani tetap menulisnya kalau secara finansial jg ga terlalu nguntungin? Karena motivasi gw menulis ketiga buku ini, sekali lagi, adalah untuk berbagi ilmu. Gw benar2 malas untuk melihat untung yg gw dapet dari penjualan ni buku karena toh memang gw bukanlah penulis terkenal yang punya nama saat ini dan penjualan bukunya bisa ratusan juta eksemplar per judulnya. Setidaknya saat ini gw sebagai penulis belum sampai di tahap seterkenal itu dan masih dalam proses menuju kesana.

Harapan gw dari menulis buku ketiga ini yang juga sebagai penutuh dari trilogy Tarot Next Lesson ini, adalah agar orang2 yang memang pintar bisa mendapat tambahan ilmu baru mengenai cara penggunaan tarot dan mulai terpicu untuk belajar lebih dalam lagi soal tarot yg dimana tidak hanya sekedar untuk membaca saja.

Dan memang saat ini orang2 yg minat di tarot tidak hanya sekedar untuk membaca saja memang sangat terbatas dan bahkan bisa dihitung pakai jari.

Namun apabila ada 10 orang saja yang bisa mengeluarkan banyak potensi dari penggunaan kartu tarot, saya rasa itu jumlah yang cukup untuk berkontribusi terhadap pengembangan diri sendiri dan masyarakat dengan caranya masing2. Dan dengan begitu saja gw jg sudah cukup senang. :)

Dan sebagai penutup, ini brosur dan informasi buku Tarot Next Lesson Trilogy nya 😀

 

Review FREE E-Magazine Tarot Journey Cycle 1 Edisi 1

 

Well, kalau diperhatikan baik2, maka majalah perdana kemarin terhitung edisi 0. Kenapa demikian? Sederhananya, kata ‘cycle’ dalam edisi majalah tersebut dimaksudkan menjadi siklus, dan penomoran edisi mengikuti nomor dalam kartu Major Arcana, yang dimana bermula dari angka 0 (the Fool) dan berakhir di The World (21). Apabila suatu hari nanti, majalah ini sudah mencapai angka edisi 21, maka selanjutnya adalah cycle 2 edisi 0, begitu seterusnya.

Agak berbeda dibandingkan edisi perdananya, edisi kali ini sangat kental dengan tips dari para tarot reader yang memiliki jam terbang cukup tinggi. Berhubung tipsnya berasal dari pengalaman masing – masing, wajar saja apabila ada sedikit perbedaan sudut pandang mengenai bagaimana menjadi tarot reader yang benar – benar tarot reader. Meskipun gaya bahasa dan sudut pandang agak berbeda, justru warna inilah yang menunjukkan bahwa tarot reading adalah salah satu seni; dimana tidak ada yg 100% benar ataupun 100% salah.

 

Sebuah Cerita 2 oleh Madam Arra

Kali ini, cerita pribadi Madam Arra kembali berlanjut mengenai bagaimana dia mengikuti suatu event yang ternyata menjadi turning point hidupnya dari seorang karyawan kantoran hingga memutuskan menjadi seorang tarot reader. Dari sini pula gw secara pribadi melihat kejadian Madam Arra sebagai suatu contoh nyata kalau kita memang tidak bisa menghindari apa yang memang benar2 kita inginkan dari dalam hati kita. Sehingga semakin mencoba menghindar, justru semakin ada saja kejadian2 yang mengarahkan diri kita ke hal yang memang kita inginkan tersebut. Di edisi ini, madam juga menceritakan sebagian kisah dimana dia bertemu seorang laki – laki yang pada akhirnya menjadi suaminya sekarang ini. Penuh perjuangan sekaligus inspiratif.

The Mag1cian oleh Neo

Cerita dari Neo yang terinspirasi dari kartu The Magician ini memang lebih singkat dibandingkan edisi sebelumnya. Hanya saja disini pembaca bisa mengetahui arti tersembunyi dari suka duka nya seorang magician. Sebagai entertainer yang berhasil, namun juga memiliki cerita tersendiri dibalik panggungnya yang harus selalu tersenyum.

Pembukaan dan Penutupan Meditasi Dengan Kartu Tarot oleh Rendy Fudoh

Artikel yang gw tulis kali ini, meskipun singkat, namun sangat bermanfaat bagi teman2 yang sering melakukan pembacaan kartu tarot. Dengan melakukan pembersihan secara rutin (tidak harus setiap selesai membaca, namun bisa seminggu sekali atau sesuai selera), seorang tarot reader bisa kembali menetralkan dirinya baik dari sisi energi maupun dari sisi psikisnya. Salah satu cara pembersihan diri adalah dengan menggunakan kartu tarot sebagai sarananya dan dibahas secara singkat padat dan jelas di artikel ini sebagai bagian dari pembukaan dan penutupan meditasi.

Tarot dan Psikologi Simbol oleh Joscev Audivax

Pada bagian ini, Joscev Audivax membahas keterkaitan tarot dengan psikologi simbol, dimana praktek membacakan kartu tarot ternyata bisa menjadi salah satu penerapan psikologi simbol yang juga secara tidak langsung didukung oleh berbagai ranah ilmu dan bidang studi. Selain itu, artikel ini menunjukkan juga bahwa kartu tarot sudah mulai dipelajari secara ilmiah dan dibahas di berbagai temu ilmiah sehingga sudah waktunya image klenik di kartu tarot mulai ditinggalkan.

Tips dan Trik Tidak Serius Dalam Menjalani Kehidupan Sebagai Tarot Reader oleh Hosea Aryo Bimo

Artikel ini memang sengaja dibuat penulisnya  sebagai artikel yang santai, tidak serius, namun sangat bermanfaat terutama bagi tarot reader pemula. Dari artikel ini, tersimpan banyak saran – saran sederhana namun efektif agar sebagai tarot reader bisa memberikan pelayanan ke klien dengan lebih baik.

Tips dan Mitos Dalam Tarot oleh AtarotBoy

Untuk artikel ini, si penulis juga membagikan tips yang lebih sederhana ketimbang Bimo. Hanya saja apabila Bimo lebih memfokuskan ke tips menghadapi klien, maka AtarotBoy lebih menekankan ke tips untuk tarot reader itu sendiri. Di bagian ini juga dibahas mengenai mitos2 yang lucu namun benar – benar terjadi dan penjelasan singkat mengapa itu tidak logis dan tidak perlu dihiraukan.

Tarot dan Intuisi oleh Boni Binoba

Bagian ini, si penulis menekankan akan hubungan penggunaan tarot dengan intuisi masing – masing pembaca.  Bermula dari pembahasan istilah intuisi itu sendiri dari berbagai budaya dan pola pikir, berikut karakteristik intuisi itu sendiri yang ada dalam diri manusia. Apa saja keunggulan dan kekurangan dari intuisi, juga dibahas dalam artikel ini. Ciri khas Boni Binoba : memberlakukan hukum tarik – menarik, tetap dimasukkan sebagai sesuatu yang relevan dalam pembahasannya.

Demikian review gw untuk free digital magazine kali ini. Silahkan download disini untuk mendapatkan majalahnya secara gratis.

PS: Gw sengaja ngepost agak telat untuk edisi2 selanjutnya. Untuk mendapat edisi kedepan tepat waktu, silahkan masuk ke www.instituttarotindonesia.com dan register email anda disana agar kami bisa mengirimkan edisi terbaru ke email anda masing2.

 

 

 

 

 

Review Tarot Journey, Cycle 1 Edition 0: The Fool

Akhirnya, setelah sekian lama, ada juga satu dari sekian banyak majalah yang pembahasannya memang menitikberatkan kepada edukasi dalam dunia tarot (dan berbagai dunia pendukungnya). Semoga dengan adanya majalah ini, meskipun dalam bentuk digital dan free, bisa membantu teman – teman baik yang tertarik belajar maupun yang sudah ekspert dalam tarot. Dan juga semoga bisa memancing dan mendorong teman – teman lain untuk berkontribusi juga dalam ranah pengetahuan konsultasi umumnya dan tarot reading khususnya. (jiah….sejak kapan bahasanya jadi formal begini? Wekekekke)

Ok, kali ini gw akan lebih membahas secara singkat bagaimana isi dalam majalah ini. Intinya, meskipun majalah ini membahas mengenai tarot, namun tetap ada 1 – 2 artikel yang nantinya bukanlah mengenai tarot, tapi hal – hal lain yang sedikit banyak bisa dikaitkan juga dalam tarot reading. Untuk edisi kali ini, artikel tersebut diisi oleh penulis tamu, Darkwing Lady dengan artikel astrologinya.

 

Berikut gambaran artikel yang ada dalam majalah ini:

 

Tarot dan Aura oleh Boni Binoba

Seperti biasa, Boni yang memiliki latar belakang pendidikan tehnik, kali ini membahas seputar ‘mengapa pembacaan tarot bisa tepat’ dengan pendekatan yang nyerempet ke ranah ilmu pengetahuan terutama fisika. Disini ia akan menjelaskan bagaimana kinerja aura seseorang bisa mempengaruhi pemilihan kartu tarot dalam sesi konsultasi.

 

The F0Ol oleh NEO

Bagian ini merupakan pembahasan kasus dari seorang klien yang disamarkan, pertanyaan yang sering klien utarakan, kartu yang keluar berikut interpretasinya secara riil di lapangan yang DISAMARKAN dalam bentuk cerita fiksi. Jadi, meskipun nama dan kejadiannya fiksi dalam cerita tersebut, namun inspirasinya memang dari kisah nyata. So, teman – teman secara tidak langsung melihat contoh ‘laporan’ pembacaan tarot dan belajar interpretasi kartu sesuai dengan pertanyaan dan sikon klien.

 

Sebuah Cerita oleh Madam Arra

Untuk artikel ini, simplenya ini merupakan autobiografi dari Madam Arra yang menjadi Guru of Asia 2011. Di bagian ini, dia menceritakan di masa – masa dia masih menjadi seorang pelajar yang menyadari kemampuan psychicnya dan berjuang dalam mengolah kemampuan tersebut sambil menghadapi pandangan – pandangan miring orang awam mengenai kemampuan dirinya dalam waktu yang bersamaan. Ketegaran dan dedikasi dia bisa menjadi inspirasi terutama bagi para tarot reader yang mendapat ‘perlawanan’ dari lingkungan sekitarnya.

 

TAROT: Klenik atau Ilmiah? Oleh Joscev Audivax

Bagian ini, meskipun judulnya merupakan pertanyaan akan ke-ilmiah-an sebuah tarot, Joscev Audivax justru lebih menitik beratkan ke permasalahan, kategori apa yang disebut sebagai ilmiah? Disini pembaca bisa menemukan suatu pelajaran berarti bahwa betapa ignorant atau tidak pedulinya para akademisi secara umum akan ketidakilmiahan metode yang mereka pakai. Dan betapa tidak pedulinya juga para akademisi dalam meninjau kembali apa yang disebut sebagai ilmiah itu.

 

Apa, Kenapa, Bagaimananya Astrologi oleh Darwing Lady

Artikel oleh penulis tamu ini, lebih membahas mengenai konsep dasarnya astrologi, mengapa orang tetap menyukai astrologi lepas dari berbagai kabar miring, dan bagaimana telusuran sejarah singkatnya dalam penggunaan astrologi. Dari sini kita bisa mendapat informasi berharga lagi, kalau astrologi juga merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang dibutuhkan untuk survivalnya manusia di jaman dahulu ketika teknologi belum secanggih sekarang. Bagaimana batasan prediksi astrologi dan salah kaprah yang sering terjadi di masyarakat awam juga dibahas disini.

 

MAGICK: Separating Between Truth and Hollywood Myth oleh Rendy Fudoh (alias gw sendiri)

Di bagian ini, gw lebih fokus ke memberi informasi, apakah sihir itu sebenarnya, dan menunjukkan contoh – contoh sihir yang tanpa sadar kita lakukan sehari – hari. Apa saja konsep umum yang membelakangi sihir, apakah ada batasannya, dan juga mengapa banyak informasi yang keliru dan konotasi yang negatif mengenai sihir, meskipun kita melakukannya setiap hari dalam ‘label’ nama yang berbeda.

 

Dari artikel dalam majalah yang padat informasi ini, kami dari Institut Tarot Indonesia sebenarnya bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai tarot, juga memperbaiki image negatif tarot secara bergerilya dengan mengcounter stigma dan mitos – mitos negatif tersebut dengan ilmu pengetahuan yang bisa dicerna logika. Majalah ini, untuk edisi perdananya bisa di download dari web ini dan web www.instituttarotindonesia.com

Berikut link untuk downloadnya dari website gw dan selamat menikmati.

http://rendyfudoh.com/wp-content/uploads/2012/09/cycle-1-edition-0-FINAL-COMPACT.pdf

 

Book Review: Tarot for Beginners

Untuk artikel kali ini, gw akan khusus membahas mengenai buku yang gw tulis rame2 dengan temen2 gw; yaitu “Tarot for Beginners: Belajar Mudah Bermain Tarot”. Secara singkat, buku yang diterbitkan oleh interprebook dan didistibusikan oleh Buana Ilmu Populer ini, ketimbang disebut buku yang berisi bagaimana belajar tarot dari A sampai Z, gw melihat buku ini lebih sebagai kumpulan artikel –berbagi pengalaman- masing2 penulis. Oleh karena itu, ketika teman2 membaca 7 topik pembahasan yang ditulis oleh 7 penulis, teman2 akan melihat berbagai pengulangan2 pembahasan di setiap babnya. Ini disebabkan karena memang masing2 penulis dibebaskan untuk menulis sesuai dengan tema umum yang sudah diberikan sebelumnya.

Sisi lain dari diberikannya ‘kebebasan menulis’, meskipun terdapat berbagai pengulangan, tulisan di masing2 artikel tersebut (apabila teman2 jeli), dapat memberikan sedikit gambaran dari karakter masing2 penulis. Dengan demikian, apabila teman2 ingin melihat bagaimana karakter2 penulis disaat mereka menjalankan profesinya sebagai tarot reader, kalian bisa mendapat petunjuk dari tulisannya masing2.

 

Berikut akan gw berikan gambaran dari masing – masing topic:

 

Dasar2 Belajar Tarot Bagi Pemula  oleh Dedy Darmawan

Well….., dilihat dari judulnya memang sudah pasti diketahui kalau topic ini membahas dasar cara belajar tarot dari 0. Kalau dirangkum, bagian ini membahas beberapa hal yang diperlukan untuk belajar tarot, bagaimana cara belajarnya yang umum dilakukan oleh sebagian tarot reader, kata kunci dari arti tiap kartu, dan penjelasan singkat mengenai tebaran kartu. Pada bagian ini, juga dijelaskan contoh – contoh kasus untuk setiap tebaran kartu.

 

Tebaran Kartu oleh Rendy Fudoh

Pada bagian ini, memang gw sendiri yang menulis. Dengan asumsi sudah pasti ada orang lain yang memberikan contoh pembacaan kartu tarot, maka dalam tulisan ini gw berfokus hanya ke tebaran kartu yang sering dipakai para tarot reader. Di bagian ini, gw sendiri membahas di awal tips – tips untuk membuat pertanyaan klien menjadi pertanyaan yang membangun dan nantinya mengarah kepada problem solving ketimbang hanya menebak – nebak layaknya peramal. Selain itu, gw juga membahas manfaat secara spesifik untuk tebaran 1 kartu dan 3 kartu, merancang tebaran sendiri berdasarkan pertanyaan klien, dan sebagai tambahan, gw juga memberikan contoh2 tebaran lainnya yang sering dipakai tarot reader professional. Di bagian ini, ada sedikit pengulangan terutama dalam pembahasan tebaran satu dan tiga kartu.

 

Tarot, Konseling, dan Identitas oleh Madam Arra

Pada bagian ini, Madam Arra, sebagai penulis membagikan pengetahuannya secara singkat mengenai pandangan public tentang tarot, asal – muasalnya , struktur deck tarot (pengulangan kembali dari topic sebelumnya) , serta bagaimana sebuah deck tarot dapat menjadi sarana konseling. Dalam tulisan ini juga terdapat pesan motivasi bagi orang2 yang ingin belajar tarot dan merasa tarot hanyalah untuk orang2 yg ‘berbakat’ saja. Selain itu, dalam tulisan ini, Madam Arra juga menekankan pentingnya membedakan identitas antara sebagai orang sehari – hari dengan menjadi tarot reader dengan alasan dan manfaat yang masuk diakal.

 

Tarot Cur-Hat oleh Boni Binoba

Untuk bagian ini, Boni sedikit CURHAT mengenai awal masa dia menjadi karyawan kantoran, kemudian menceritakan bagaimana dia menemukan metode Cur-Hat sebagai salah satu metode yang dia buat sendiri dan diterapkan dalam konseling dengan tarot sepanjang karirnya. Oleh Karen Tarot Cur-Hat merupakan suatu metode, maka dibeberkan pula fungsi, keunggulan, kekurangan, dan tips2nya. Tak lupa, dia juga memberikan alternative tebaran yang bisa pembaca gunakan apabila anda menggunakan metode cur-hat nya Boni ini.

 

Profesi Tarot Reader Sebagai Pilihan oleh Atarotboy

Pada bagian ini,, Atarotboy membagikan pengalamannya berprofesi sebagai tarot reader. Dia membeberkan sisi bagus (atau sisi enaknya menjadi tarot reader), dan juga berbagai tantangan yang dia dapatkan selama menjalankan profesi tersebut. Karena pada bagian ini sifatnya berbagi pengalaman, maka akan ada (lagi) pengulangan seputar apakah itu tarot berikut manfaat dari tarot reading itu sendiri. Hal yang unik yang gw temuin dari bagian ini adalah hitung2an penghasilan sebagai tarot reader yang apabila memang dijalnkan secara konsisten, it’s unbelievable HUGE!!!!

 

Tarot dan Bisnis oleh Deniya Patricia

Untuk bagian ini, inti pembahasannya tidak jauh dari topic yang ditulis Atarotboy sebelumnya yaitu berbagi pengalaman sebagai tarot reader dimulai dari bawah hingga seperti saat ini. Bedanya dibandingkan topic sebelumnya, topic ini lebih mengangkat dari sisi banyaknya event dan arti2 yang tertarik akan tarot reading. Topik ini merupakan satu2nya topic yang memasang banyak gambar sesuai dengan ‘ciri khas’ penulisnya itu sendiri.

 

Tarot, Simbol dan Pathway oleh Audifax

Dalam topic ini, Audifax membahas penggunaan kartu tarot sebagai proses dalam menemukan pathway setiap individu (klien maupun readernya sendiri), berikut menerangkan bagaimana simbol2 sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari – hari manusia. Dengan mempekakan diri terhadap berbagai symbol2 yang ditemukan sehari – hari, setiap orang dapat lebih mawas diri sekaligus waspada akan tan2 yang menghampiri hidupnya. Bagian ini juga membahas juga singkat contoh penggunaan tarot yang murni dalam kaidah psikologi.

 

Akhir dari review buku ini, gw mnyimpulkan 2-3 bab buku ini berisi pengetahuan singkat, padat, dan jelas bagi teman2 yang mau belajar tarot dari dasar; sementara sisanya berisi sharing pengalaman dari tarot reader yang sudah berkecimpung didunia professional yang sebenarnya berguna untuk memotivasi dan memberi gambaran bagi pembaca yang mempertimbangkan untuk berkecimpung didunia tarot reading professional.

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: