Archive for Uncategorized

My Book Catalogue

Mengapa Para Pesulap Lebih Sulit Untuk Belajar Tarot?

Tulisan ini gw maksudkan lebih sebagai referensi kepada orang – orang yang berminat belajar tarot namun memiliki latar belakang sebagai pesulap pada awalnya. Dan sesuai judulnya, emang gw menemukan para tarot reader yang backgroundnya pesulap, suka bingung mengapa ada tarot reader yang bacaannya lebih tepat dibandingkan para pesulap. Mengapa ada banyak tarot reader yang dianggap ‘menipu diri sendiri’ oleh para pesulap, justru lebih bisa membuat klien terpukau.

Mungkin ketika kalian membaca tulisan ini, kesannya gw menjadi menggeneralisir. Yes, memang terkesan menggeneralisir,…hanya saja tujuannya lebih untuk memberikan ide atas apa yang terjadi oleh para pesulap yang belajar baca tarot.

Well, kalau diamati, memang ada 1 rahasia yang kalaupun para pesulap tahu, belum tentu akan memperbaikinya. 1 rahasia dimana para tarot reader umumnya memang menguasai itu setelah sekian lama, sementara para pesulap belum tentu bisa menguasai hal tersebut.

Rahasia itu adalah: EMPATI.

Mengapa saya bisa mengatakan pesulap lebih sulit menerapkan empati? Berikut beberapa faktornya.

Pola Pikir Pesulap: semuanya adalah cold reading

Gw sendiri membaca tarot dengan pendekatan psikologi; dimana gw membaca situasi klien, gambaran kedepan, maupun solusi yang ada berdasarkan simbol – simbol yang tertera di kartu tarot sebagai sarana nya. Alhasil, ketika ada informasi yg gw tidak tahu, gw bertanya langsung ke klien dan klien pun dengan santainya, memberitahukan informasi tersebut. Toh, tujuan dari konsultasi tarot adalah bersama – sama mencari dan mendiskusikan solusi.

Hal ini sangat berbeda apabila pesulap yang baru mulai belajar kartu tarot. Orientasi para pesulap umumnya adalah agar menjadi tarot reader seperti di tv ataupun event2 yg menunjukkan kehebatan si tarot reader. Dan di kalangan pesulap, beredar semacam mekanisme manipulasi psikologis yang kita sebut sebagai cold reading dan hot reading.

Dua metode tersebut merupakan metode manipulasi psikologis dengan tujuan mendapatkan informasi yang dibutuhkan tanpa klien sadari. Tujuan dari hot dan cold reading pada awalnya, tentu saja agar kita para tarot reader ataupun psikolog umumnya, mampu memberikan solusi yang efektif dan mendiskusikan berbagai metode terapi yang cocok untuk klien.

Hanya saja, dua metode ini menjadi menyimpang penggunaannya dikalangan pesulap umumnya. Mereka menggunakan metode ini sebagai ajang pamer kehebatan mereka seakan – akan mereka adalah dukun atau orang yang bisa baca pikiran. Alhasil, jadilah para pemakai hot dan cold reading yang amatir itu menjadikan kemampuan (yang baru dipelajari) tersebut sebagai ajang tebak – tebakan antara pembaca dengan kliennya.

Dan tentu saja ketika ini menjadi ajang tebak – tebakan. Ketika tebakannya benar, klien akan kagum dengan bacaan tersebut. Ketika tebakannya salah, klien langsung tidak simpati, menutup diri, dan dengan segala cara mempertahankan pendapatnya. Dan ujung – ujungnya, ya tidak ada solusi yang didapat dan klien pergi dengan muka masam.

Terbiasa cold reading = bacaan menjadi tidak ada empatinya

1 hal lagi point penting yang juga sering dilewatkan adalah, banyak klien mencari tarot reader itu adalah untuk curhat sebenarnya. Kenapa curhat ke tarot reader? Karena tarot reader dianggap sebagai orang yang netral terhadap suatu permasalahan. Selain itu, karena klien menganggap curhat ke tarot reader sebagai curhat ke orang yang tidak dikenal, maka klien merasa tidak perlu khawatir apabila curhatannya bocor ke orang lain. Dengan kata lain, klien memakai jasa tarot reader itu lebih karena ingin waktu menuangkan isi hatinya; sementara bacaan tarot itu adalah prioritas no.2 nya.

Sementara pesulap yang umumnya sudah terlanjur berpola pikir skeptis seperti “Tarot hanyalah permainan kartu yang dibungkus dalam kegiatan ramal – meramal” atau terlanjur menganggap “Tarot nya ga penting, yang penting pembacanya bisa menebak banyak yang bener dengan segala metode.”, maka bisa dipastikan, pembaca seperti ini tidak memiliki empati dalam membacakan klien.

Bagaimana ciri – cirinya: sederhananya, ketika klien mengecap anda sok tahu itulah anda telah mendapat cap sebagai orang yang tidak punya empati.

Bagaimana ciri – ciri yang lain dari tidak ada empati? Ketika klien menjadi merasa ingin buru – buru meninggalkan konsultasi, ketika klien menjadi sangat gelisah dan memalingkan muka. Maka disaat itu juga ada semacam indikasi anda tidak punya empati saat membacakannya.

Dan apa ciri – ciri paling keliatan kalau kebanyakan tarot reader tidak memiliki empati? Adalah ketika image tarot reader menjadi sangat buruk bahkan dianggap menyeramkan itulah yang menjadi tanda bahwa sebagian besar tarot reader di Indonesia sangat kurang empatinya dan hanya sekedar pamer kemampuan saja.

1 Wejangan untuk orang yang terbiasa hot dan cold reading

Ada beberapa pesulap yang bertanya kepada gw, bagaimana cara belajar tarot yang baik? Dan apakah buku – buku yang bagus untuk menjadi tarot reader?

Maka gw selalu mengatakan, ketika mulai belajar tarot, singkirkan dahulu segala konsep hot reading dan cold reading. Singkirkan dulu semua buku yang membahas seputar tarot untuk hiburan dan pertunjukkan (yang biasanya ada di kategori buku sulap).

Dan setelah itu, gw selalu mengatakan untuk mulai belajar kartu tarot sebagai kartu tarot. Mulai dari cara membacanya, berbagai pendekatan yang digunakan, dinamika klien, sampai sejarahnya apabila emang beneran minat.

In short word….kalau mau belajar tarot, belajarlah sebagai tarot reader beneran, dan bukan sebagai magician.

Review Tarot Journey, Cycle 1 Edition 0: The Fool

Akhirnya, setelah sekian lama, ada juga satu dari sekian banyak majalah yang pembahasannya memang menitikberatkan kepada edukasi dalam dunia tarot (dan berbagai dunia pendukungnya). Semoga dengan adanya majalah ini, meskipun dalam bentuk digital dan free, bisa membantu teman – teman baik yang tertarik belajar maupun yang sudah ekspert dalam tarot. Dan juga semoga bisa memancing dan mendorong teman – teman lain untuk berkontribusi juga dalam ranah pengetahuan konsultasi umumnya dan tarot reading khususnya. (jiah….sejak kapan bahasanya jadi formal begini? Wekekekke)

Ok, kali ini gw akan lebih membahas secara singkat bagaimana isi dalam majalah ini. Intinya, meskipun majalah ini membahas mengenai tarot, namun tetap ada 1 – 2 artikel yang nantinya bukanlah mengenai tarot, tapi hal – hal lain yang sedikit banyak bisa dikaitkan juga dalam tarot reading. Untuk edisi kali ini, artikel tersebut diisi oleh penulis tamu, Darkwing Lady dengan artikel astrologinya.

 

Berikut gambaran artikel yang ada dalam majalah ini:

 

Tarot dan Aura oleh Boni Binoba

Seperti biasa, Boni yang memiliki latar belakang pendidikan tehnik, kali ini membahas seputar ‘mengapa pembacaan tarot bisa tepat’ dengan pendekatan yang nyerempet ke ranah ilmu pengetahuan terutama fisika. Disini ia akan menjelaskan bagaimana kinerja aura seseorang bisa mempengaruhi pemilihan kartu tarot dalam sesi konsultasi.

 

The F0Ol oleh NEO

Bagian ini merupakan pembahasan kasus dari seorang klien yang disamarkan, pertanyaan yang sering klien utarakan, kartu yang keluar berikut interpretasinya secara riil di lapangan yang DISAMARKAN dalam bentuk cerita fiksi. Jadi, meskipun nama dan kejadiannya fiksi dalam cerita tersebut, namun inspirasinya memang dari kisah nyata. So, teman – teman secara tidak langsung melihat contoh ‘laporan’ pembacaan tarot dan belajar interpretasi kartu sesuai dengan pertanyaan dan sikon klien.

 

Sebuah Cerita oleh Madam Arra

Untuk artikel ini, simplenya ini merupakan autobiografi dari Madam Arra yang menjadi Guru of Asia 2011. Di bagian ini, dia menceritakan di masa – masa dia masih menjadi seorang pelajar yang menyadari kemampuan psychicnya dan berjuang dalam mengolah kemampuan tersebut sambil menghadapi pandangan – pandangan miring orang awam mengenai kemampuan dirinya dalam waktu yang bersamaan. Ketegaran dan dedikasi dia bisa menjadi inspirasi terutama bagi para tarot reader yang mendapat ‘perlawanan’ dari lingkungan sekitarnya.

 

TAROT: Klenik atau Ilmiah? Oleh Joscev Audivax

Bagian ini, meskipun judulnya merupakan pertanyaan akan ke-ilmiah-an sebuah tarot, Joscev Audivax justru lebih menitik beratkan ke permasalahan, kategori apa yang disebut sebagai ilmiah? Disini pembaca bisa menemukan suatu pelajaran berarti bahwa betapa ignorant atau tidak pedulinya para akademisi secara umum akan ketidakilmiahan metode yang mereka pakai. Dan betapa tidak pedulinya juga para akademisi dalam meninjau kembali apa yang disebut sebagai ilmiah itu.

 

Apa, Kenapa, Bagaimananya Astrologi oleh Darwing Lady

Artikel oleh penulis tamu ini, lebih membahas mengenai konsep dasarnya astrologi, mengapa orang tetap menyukai astrologi lepas dari berbagai kabar miring, dan bagaimana telusuran sejarah singkatnya dalam penggunaan astrologi. Dari sini kita bisa mendapat informasi berharga lagi, kalau astrologi juga merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang dibutuhkan untuk survivalnya manusia di jaman dahulu ketika teknologi belum secanggih sekarang. Bagaimana batasan prediksi astrologi dan salah kaprah yang sering terjadi di masyarakat awam juga dibahas disini.

 

MAGICK: Separating Between Truth and Hollywood Myth oleh Rendy Fudoh (alias gw sendiri)

Di bagian ini, gw lebih fokus ke memberi informasi, apakah sihir itu sebenarnya, dan menunjukkan contoh – contoh sihir yang tanpa sadar kita lakukan sehari – hari. Apa saja konsep umum yang membelakangi sihir, apakah ada batasannya, dan juga mengapa banyak informasi yang keliru dan konotasi yang negatif mengenai sihir, meskipun kita melakukannya setiap hari dalam ‘label’ nama yang berbeda.

 

Dari artikel dalam majalah yang padat informasi ini, kami dari Institut Tarot Indonesia sebenarnya bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai tarot, juga memperbaiki image negatif tarot secara bergerilya dengan mengcounter stigma dan mitos – mitos negatif tersebut dengan ilmu pengetahuan yang bisa dicerna logika. Majalah ini, untuk edisi perdananya bisa di download dari web ini dan web www.instituttarotindonesia.com

Berikut link untuk downloadnya dari website gw dan selamat menikmati.

http://rendyfudoh.com/wp-content/uploads/2012/09/cycle-1-edition-0-FINAL-COMPACT.pdf

 

In Dept With Darkness Aspect Part 1: Konsep dan Simbol

Topik kali ini memang sedikit nyeleneh dan aneh, terutama bagi orang2 awam yang cenderung mendapat informasi dari media2 populer. Yes….kali ini gw akan membahas sisi gelap dari psikis manusia dan hubungannya dengan tarot itu sendiri. Bagian pertama gw akan lebih membahas konsep sisi gelap dan symbol kegelapan itu sendiri. Di bagian kedua, barulah gw akan jelasin penggunaannya dalam Tarot.

Apabila kita mendengar atau melihat kata ‘sisi gelap’ itu sendiri, yang terlintas seringkali adalah segala sesuatu yang tidak menyenangkan, tidak nyaman, cenderung dirasa mengganggung, sampai berhubungan dengan yang disebut ketakutan. Ketakutan disini bisa dalam artian sederhana seperti takut akan masa depan yang tidak pasti, takut akan konsekuensi pilihan yang kita buat, artian yang lebih ke ‘visual’ seperti takut akan hantu, pocong, tuyul, dan entitas2 tidak napak lainnya.

Di satu sisi, ketakutan dan sisi gelap manusia secara psikis merupakan hasil mekanisme perlindungan diri akan sesuatu yang berbahaya atau dianggap mengancam individu itu sendiri. Yes…., manusia umumnya memang takut akan sesuatu yang berbahaya, tidak nyaman, dan segala sesuatu yang bisa merubah dirinya menjadi lebih buruk. Hanya saja disisi lain, manusia juga secara insting ingin ‘menikmati’ rasa takut tersebut karena berbagai sebab terutama karena rasa adrenalin yang keluar dari ketakutan tersebut, merupakan suatu kenikmatan tersendiri. Dari situlah, makanya sesuatu yang berbau menakutkan dan tidak aman memang seringkali dicari oleh manusia; anggaplah seperti menonton film horror yang menakutkan, ada sekelomopk orang tertentu yang sengaja mengunjungi tempat2 yang lama tidak dihuni dengan harapan ketemu mahluk halus, remaja yang menonton film porno diam2 karena takut ketahuan orang tuanya, dan masih banyak contoh lain.

Basically, kenapa manusia di satu sisi takut akan sisi gelap, namun di sisi lain ‘tertarik’ ingin kesana? Berikut akan gw uraikan secara singkat mengenai konsep sisi gelap itu sendiri.

Dalam psikologi, sisi gelap manusia seringkali disebut sebagai alter-ego, id, atau diri sendiri yang lebih rendah (lower self), bahkan Jung menamai hal tersebut sebagai shadow/ bayangan diri. Jung sendiri mengungkapkan personal shadow atau sisi gelap pribadi seorang manusia, merupakan ‘pikiran lain’ diluar kesadaran kita. Bagaimana itu bisa terbentuk/ ada pikiran lain diluar kesadaran kita?

Ternyata sumbernya tidak lain dan tidak bukan adalah segala bakat, potensi, keinginan, hasrat kita sebagai manusia yang DIPENDAM dengan sengaja atau TERPENDAM tanpa kita sadari karena kondisi lingkungan kita. Ini seirngkali terjadi dan bermula disaat diri kita masing2 sebagai anak2 yang dididik oleh orang tua kita. Ada hal – hal dalam keluarga, keluarga besar, norma masyarakat, dan factor lingkungan manusia lainnya yang membuat potensi kita menjadi dipendam dan menjadi sisi bayangan kita sendiri. Sebagai contoh:

  • Apabila di lingkungan keluarga si A sangat menekankan untuk menghormati apa kata orang tua secara absolute (baca: omongan ortu tidak boleh disanggah sediitpun), maka apabila si A sebenarnya tipikal orang yg berpotensi berbicara dan berpendapat secara vocal, maka potensi public speaking tersebut menjadi sisi gelap si A.
  • Apabila di lingkungan si B sangat menekankan untuk tidak membicarakan sex secara terbuka, padahal si B sangat ingin tahu hal tersebut, maka sisi gairah sex si B menjadi sisi gelap si B.
  • Apabila si C berasal dari keluarga karyawan kantoran dan baik keluarga besar maupun lingkungannya lebih memilih sebagai karyawan kantoran saja, maka apabila si C berpotensi menjadi wiraswasta namun dilarang oleh ortu, maka sisi independen dan sisi pengusaha si C menjadi sisi gelapnya.

Dari situ, bisa dilihat bawah sisi gelap dalam artian psikologis bukanlah suatu sisi yang negative; melainkan suatu sisi yang ditutup/ dipendam semata dan lebih dikategorikan sebagai sisi yang buruk oleh lingkungan sekitar. Dan dari contoh diatas, memang kita bisa melihat bahwa adakalanya sisi gelap seseorang memiliki potensi2 yang sebetulnya konstruktif dan bermanfaat untuk perkembangan diri.

Seringkali, dalam kehidupan seseorang….kita selalu mendengar wejangan atau nasehat ‘orang awam’ untuk menerima sisi terang kita (segala yang dianggap oleh lingkungan adalah baik) dan menolak/ mengubur/ mengurangi sisi gelap kita (segala yang dianggap lingkungan tidak baik). Hanya saja, keputusan untuk mengikuti apa yang lingkungan kehendaki dan berpaku kepada sisi terang – gelap tersebut, seringkali membawa individu menjadi sosok yang ‘tidak seimbang’. Akibat dari psikis yang tidak seimbang tersebut bisa bermacam – macam dan gw rasa temen2 sering menemukan di kehidupan sehari – hari seperti:

  • Pribadi yang benar2 labil ….. hanya ingin menuruti apa kemauan orang lain
  • Orang2 yang munafik… didepan semua omongan bagus dan bijak, namun secara emosional masih meledak – ledak
  • Orang yang sangat tertutup dan jaga image
  • Orang yang selalu memposisikan dirinya sebagai korban dari orang lain
  • Orang yang membullying orang lain, dll

Lalu bagaimana untuk menyeimbangkan kehidupan kita? Simplenya memang kita perlu menerima sisi gelap kita layaknya kita menerima sisi terang kita. Dalam hal ini….. membuka, menghadapi, mempelajari, melatih, dan menerima sisi gelap kita secara moderat dan di lingkungan yang relative aman merupakan salah satu solusi yang efektif. Sebagai contoh:

  • Bagi yang takut hantu, ya dianjurkan memang perlu mempelajari apa itu hantu, penjelasan ilmiahnya, berikut nonton filmnya, serta mendapat informasi hantu yang sebenernya itu seperti apa. (which is seringkali hantu versi film jauh lebih seram ketimbang aslinya)
  • Bagi yang takut berbicara didepan public, ya memang perlu mencari teman – teman/ lingkungan yang menerima opini secara terbuka dan melatih kemampuan public speakingnya di lingkungan2 tersebut
  • Bagi yang takut punya usaha , ya bisa dimulai dari sebuah usaha kecil yang modal minim

Disisi lain, sisi gelap manusia secara psikis juga membawa manusia ke hal yang disebut sebagai ketakutan atau fear. Yang perlu diperhatikan, seringkali karena mekanisme pertahanan diri manusia cukup besar, manusia yang belum terlatih menghadapi rasa takut memiliki kecenderungan:

  • Takut akan sesuatu yang belum pasti atau bahkan sebenarnya hal yang ditakutkan itu tidak pernah kejadian a.k.a fantasi yang dibuat – buat saja.
  • Takut akan suatu scenario terburuk….padahal kalaupun memang beneran kejadian, ternyata tidak seburuk yang dikira.
  • Takut bergerak dari zona nyamannya, meskipun sebenernya semua di kehidupan memang akan selalu berubah dan tidak ada yang fix/ sepenuhnya nyaman.

Dan dengan melatih menghadapi rasa takut itu sendiri, sebenernya bisa membuat seorang individu menjadi lebih bijak (karena bisa mengambil sisi positif dari hal yang tampak negative sekalipun), dan mengembangkan keberanian, keteguhan prinsip, dan kerja keras dari individunya.

 

Beberapa symbol yang identik dengan sisi gelap

Seperti yang kita ketahui, sisi gelap di muka umum seringkali disangkal sebagai sesuatu yang jelek. Bahkan symbol – symbol yang secara bawah sadar mewakili sisi gelap tersebut seringkali juga ditolak mentah – mentah oleh public karena dianggap merupakan symbol setan. Berikut beberapa symbol yang dikategorikan oleh public secara umum sebagai symbol sisi gelap:

Vampire dan darah

Vampire dan darah merupakan symbol yang seringkali menjadi kesatuan dalam film2 vampire romantic. Apabila public sering menganggap vampire sebagai sesuatu yang jahat, pemburu darah manusia, dan masih banyak lagi, dalam psikologi symbol, darah seringkali dikonotasikan sebagai energy kehidupan manusia. Proses pertukaran darah antara vampire dengan manusia, secara sastra juga dianggap sebagai bentuk cinta antar pasangan yang mensimbolkan sebagian dari diri/ kehidupan pasangan ada dalam dirinya sendiri.

Salib terbalik

Salib terbalik dalam agama tertentu seringkali dianggap sebagai salib iblis. Padahal awalmula salib ini terbentuk adalah sebagai wujud penghormatan kepada Santo Petrus (murid Yesus/ Nabi Isa) yang mati disalib secara terbalik karena dia merasa belom pantas mati disalib secara tegak. Simbol ini aslinya dianggap sebagai salah satu symbol martir (mati karena membela kepercayaan).

Bunga mawar berduri

Bunga mawar berduri seringkali dianggap sebagai symbol cinta yang menyakitkan (karena ada durinya tersebut). Hanya saja di sisi lain, memang manusia perlu menerima rasa sakit yang merupakan bagian dari konsekuensi menerima cinta. Publik memang kecenderungannya berfantasi/ mengharapkan suatu situasi ideal dimana cinta bisa didapat dengan mulus tanpa adanya konflik atau sakit hati. Padahal proses cinta itu sendiri adalah suatu proses pembelajaran dimana memang kemungkinan besar juga membawa berbagai konflik dan sakit hati yang perlu disikapi secara dewasa.

Ular

Dalam agama tertetu, ular dianggap sebagai symbol kelicikan ataupun kecerdikan berkonotasi negative. Namun dibalik symbol yang sekilas negative itu, kecerdikan individu memang diperlukan untuk survive dalam lingkungan masyarakat asalkan memang tidak merugikan orang lain yang terlibat. Bahkan dalam dunia kedokteran pun, suatu racun akan penyakit tertentu bisa menjadi obat untuk penyakit lain atau dikenal juga prinsip mengatasi racun dengan racun. Dengan demikian, ular disini juga disimbolkan sebagai sarana saja, namun tujuan penggunaannya lah yang lebih penting.

Simbol Pentagram/ Bintang Segi Lima

Simbol ini juga seringkali dianggap publik sebagai simbol penyihir jahat (karena pengaruh film Hollywood). Namun arti aslinya dari sebuah pentagram adalah simbol perlindungan dari segala energi yang negatif, sekaligus melambangkan panca indera manusia.

Sekian dulu tulisan gw…semoga bisa membantu dan menambah pengetahuan pembaca sekalian. :)

Tarot: Next Lesson is LIVE!!!!

Akhirnya buku pertama yang gw tulis sendiri, sudah bisa dibeli di www.nulisbuku.com dengan sistem POD (Print On Demand)

Dimensi buku: 13×19 cm
Banyak halaman: 130 halaman – B/W
Soft Cover, Perfect Bound (jilid lem)

Sebuah buku kecil yang singkat dan padat informasi mengenai cara belajar tarot yang fleksibel dan penggunaan tarot lebih jauh untuk pengembangan diri sendiri.

Berbeda dengan buku kebanyakan di pasar, buku ini bukanlah ‘buku pendamping’ atau companion book suatu deck tarot yang biasanya penuh dengan arti ke 78 kartu. Buku ini terbagi menjadi 2 bagian besar. Dimana di bagian pertama buku ini, saya justru mendorong pembaca untuk mendapat arti sendiri dari masing – masing kartu dan langkah – langkahnya agar pembaca bisa lebih fleksibel dalam membaca kartu tarot baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Sementara di bagian keduanya, saya akan memberikan konsep dan ide penggunaan tarot untuk pengembangan diri sendiri baik melalui pembacaan untuk diri sendiri tiap hari (yes,…..tarot reader BOLEH membacakan kartu untuk diri sendiri) , maupun sebagai sarana untuk meditasi.

Pendekatan yang saya gunakan dalam buku ini murni menggunakan pendekatan psikologis terutama untuk membaca bawah sadar manusia dan pemrograman bawah sadar manusia. Tidak ada tahayul ataupun yang seram – seram ala dukun.

Penjelasan mengenai sistem POD (Print On Demand)

Saya memakai bantuan perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan print on demand ( www.nulisbku.com )untuk menghasilkan buku ini. Ini disebabkan karena kecenderungan percetakan umumnya hanya menerima buku – buku yang ngetrend di pasar saja; sementara saya ingin membagikan ilmu pengetahuan tentang Tarot Reading yang bisa diterima baik untuk pemula (yang baru mencoba belajar tarot) sekaligus menambah ilmu untuk para tarot reader yang sudah berpengalaman.

Sistem print on demand disini mengacu kepada sistem dimana pihak percetakan baru akan mencetak bukunya apabila ada pesanan buku.

Kelebihannya:

  • TANPA QUOTA PESANAN, jadi kalau hanya memesan 1 buku juga tetap akan dicetak.
  • Distribusi yang eksklusif, sesuai pesanan. Anda tidak akan menemukan buku ini dijual ditoko buku.
  • Berbeda dengan sistem penjualan di toko buku, dimana apabila tidak mencapai target penjualan, dalam waktu 3 bulan (atau lebih singkat lagi) stock akan diretur alias ditarik dari toko buku besar itu sendiri, ataupun stock buku di suatu toko buku bisa habis, dengan sistem POD ini, stock buku TIDAK AKAN PERNAH HABIS karena dicetak sesuai dengan pesanan.
  • Isi buku bisa bersifat lebih idealis, yang dalam hal ini saya bisa membagikan pengetahuan saya dalam penggunaan kartu tarot, tanpa kekhawatiran pihak penerbit umum akan isi buku yang ‘diterima pasar’ , mengikuti trend, atau mainstream.

Kekurangan dari sistem POD ini:

  • Tidak ada discount untuk order dalam jumlah banyak. Dengan demikian, permintaan 1 eksemplar maupun 100 eksemplar, harga jual dari percetakan per bukunya TETAP SAMA.
  • Proses pengurusan yang cukup makan waktu. Dimana dari seseorang membayar pesanan sampai itu buku dikirimkan memakan waktu 10 hari kerja (alias 2 minggu)
  • Buku memiliki harga yang variatif karena perbedaan ongkos kirim ke berbagai daerah.

Cara memesannya cukup sederhana:

  1. Masuk ke www.nulisbuku.com
  2. Untuk pengguna baru, silahkan daftar terlebih dahulu. INGAT! Gunakan email yang masih aktif karena segala konfirmasi tranksaksi akan dikirim kesana.
  3. Cari buku yang judulnya Tarot: Next Lesson , atau kalau ga mau ribet, masuk melalui link ini http://www.nulisbuku.com/books/view/tarot-next-lesson
  4. Add to Cart alias BELI!
  5. Setelah pembelian, admin nulis buku akan ngirim konfirmasi total belanjaan berikut ongkirnya via email, dan fee nya bisa di transfer ke BCA ato Mandiri yang mereka kasi tau.
  6. Bayar via transfer, foto bukti transfer, dan reply via email dari nulisbuku tsb. And DONE!

Khusus bagi yang ga mau ribet mesen buku via nulisbuku, kalian bisa nitip ke temen gw,…

AtarotBoy Tarot Reader dengan link FB nya :

http://www.facebook.com/atarotboy?ref=ts

atau telp/sms nya AtarotBoy:

085747138075 , 087832424357 , 02197417205

Waktu pemrosesan antara pembayaran sampai dengan buku diterima di tangan anda akan memakan waktu sekitar 3 minggu dengan rincian:

  • 2 minggu merupakan waktu reseller membayar ke percetakan, percetakan mencetak buku dan mengirim ke reseller.
  • 1 minggu merupakan rentang waktu reseller mengirim buku hingga buku tersebut sampai ke tempat anda.

Untuk teaser dari isi buku ini….kalian bisa download samplenya di sini
ps: hapus tanda %2A di address bar nya

Sekian infonya dan segala kritik, saran, dan komentar atas buku ini akan gw terima dengan tangan terbuka. :)

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: