[CTR] Belajar Bersama Klien

Tulisan ini terinspirasi dari event Tarot Challenge di Mall of Indonesia yang diselenggarakan pada 25 Mei 2014 yang lalu. Ketika itu, saya hanya masuk 8 besar dari sebuah kompetisi tarot tingkat nasional dan disaat tahap 3 besar, kami semua bisa menyaksikan berbagai pertanyaan yang ditanyakan oleh para juri.

Dari pertanyaan tersebut, ada 1 pertanyaan yang cukup unik yang diajukan ke 3 besar kontestan…

 

“Misalnya, dirimu sudah menikah. Kemudian rumah tanggamu juga berada di ambang kehancuran karena 1 dan lain hal. Dan hari ini, ketika dirimu sebagai tarot reader sedang mengkonsultasikan klien dan ternyata klien juga mengalami masalah yang sama saat ini. Apa yang akan kamu lakukan?”

 

Saya sendiri sering berada di situasi yang mirip seperti itu. Meskipun saat artikel ini ditulis, saya masih single, hanya saja setiap kali saya mengalami masalah hidup dalam bidang apapun seperti pekerjaan, keuangan, percintaan, orang tua, dan lain sebagainya, apabila masalahnya cukup pelik, lucunya selalu dibarengi dengan adanya klien yang memiliki situasi masalah yang sama dan bertanya kepada saya solusinya seperti apa.

Dan dari situ, saya mulai bercermin. Ketika diri saya yang dulu menghadapi hal seperti itu, ya saya dipastikan hanya akan membaca tarot, memberikan gambaran situasi yang ada dan berikut solusinya and that’s it. Namun saat ini, saya melihat ada suatu hal yang unik dari pole kejadian seperti itu. Well…, thanks ke Paulo Coelho yang sudah menulis buku The Alchemist dan Witch of Portobelo; karena saya terinspirasi juga dari sana.

Sebuah Becandaan Yang Rese

Saya juga teringat dengan perilaku klien – klien dan teman – teman saya, dimana ketika seseorang sedang dilanda masalah, tentunya hal pertama yang disaranin adalah selalu berdoa meminta petunjuk-Nya. Wah, kalo bagian ini sih, karena berdoa adalah hal yang sangat mudah, kebanyakan orang memang pasti akan melakukannya dengan senang hati.

Jadilah ketika seseorang terkena masalah, dia memanjatkan doa dan minta orang lain disekitarnya juga untuk membantu doanya agar yang Atas, Tuhan, Semesta, Allah, apapun sebutannya membereskan masalah tersebut. Hanya saja, seperti yang kita ketahui bersama, Tuhan sangat jarang sekali membereskan masalah kita. Yang ada palingan Tuhan ngasi tanda atau mengarahkan kita bagaimana caranya menyelesaikan masalah kita.

Dan dalam kasus ini, diri saya sebagai tarot reader, ketika mendapat masalah ya pola nya adalah saya selalu didatangi klien yang juga mengalami masalah yang sama. Dan dalam hati saya selalu bilang, “Wah, yang Atas becanda neh!”. Dan yes, yang Atas suka becanda dan becandanya mayan lebay bahkan sampe menjurus ke becandaan yang rese.

Tarot Reader Yang Belajar Bersama Klien

Dan ketika seorang tarot reader berada disituasi seperti itu, bagaimana sikap seorang tarot reader? Tarot reader umumnya, akan melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan di atas. Bacain, ngasi solusi, and that’s it. Kenapa demikian? Ada semacam tuntutan dalam diri kalau seorang tarot reader harus terlihat ‘lebih baik’ daripada klien atau terlihat ‘lebih hebat’ daripada klien tersebut. Para tarot reader banyak yang beralasan karena kita ini dibayar klien secara professional, maka kita harus memasang ‘pola pikir kita tahu segalanya’.

Hanya saja, terinspirasi dari buku Paulo Coelho diatas, saya melihat itu justru cara Tuhan memberi arahan kepada diri saya dan orang lain mengenai bagaimana mencari solusi yang baik. Kok bisa begitu?

Simplenya adalah ketika klien datang ke kita dengan masalah yang sangat mirip, kita berusaha mencari solusi dan akar masalah dengan saran kartu tarot seobjektif mungkin. Selanjutnya kita pasti akan berdiskusi dengan klien, mendengarkan curhatan klien, dan kita terus bertukar pikiran dengan klien akan berbagai solusi yang ada dan solusi seperti apa yang akan dilakukan oleh klien.  Kita fokus ke klien sampai si klien mengucapkan terima kasih dan membayar kita dan berkata “Sampai ketemu lagi”.

Bedanya adalah, setelah konsultasi tersebut, anda mencari buku catatan, mencatat gambaran situasi klien, dan berikut berbagai tebaran yang keluar dan hasil pembacaan anda tadi. Setelah selesai menulis semua yang diingat, bercerminlah dengan situasi diri sendiri. Bagian mana saja yang mirip dan solusi apa yang anda sarankan ke klien tadi.

And the tricky part is…

 

Solusi yang anda berikan ke klien, anda juga harus melakukannya ke diri sendiri.

 

 

Ya karena seperti yang tertulis di buku Witch of Portobelo, ketika kita menjadi seorang guru, sebenarnya kita bukan menjadi sosok yang diatas muridnya. Kita justru mengajarkan ke murid apa yang tidak kita ketahui dan dengan demikian kita juga belajar bersama sang murid. Dan ketika si murid sudah mendapatkan berbagai ilmu baru, begitu juga sang guru mendapat ilmunya sendiri dari proses mengajar sang murid.

Dan terinspirasi dari The Alchemist, kalau Tuhan memberikan jawabannya dari berbagai tanda alam, maka mungkin…mungkin loh yah, ini adalah cara Tuhan/ Semesta/ Allah, apapun namanya, dalam mendidik kita untuk menyelesaikan masalah diri kita sendiri.

Leave a Reply

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: