[CTR] Berbagai Mitos Kehidupan Manusia Dan Realitanya Part 1

Tulisan kali ini terinspirasi dari berbagai klien saya yang dari sisi finansial maupun sisi kehidupan secara umum sudah cukup berhasil untuk ukuran orang awam kebanyakan. Saya menekankan untuk ‘ukuran orang awam kebanyakan’ karena dari sisi pribadi si kliennya sendiri masih memiliki berbagai goal hidup yang masih ingin dia capai, namun di mata orang awam, orang yang sama sudah tidak perlu ngapa – ngapain lagi alias tinggal leha – leha. Suatu ironi bukan?

Sekali lagi, tulisan ini juga bukanlah tulisan motivasi, namun sengaja saya tulis untuk mematahkan berbagai anggapan semu dalam formula sukses kehidupan. Oleh karena itu, kesannya saya akan membahas hal yang terkesan random, namun seperti yang saya tuliskan di judul, itulah benang merahnya. Dan tulisan ini akan saya bagi menjadi beberapa bagian yang akan saya update secara rutin.

Well…, tidak perlu berlama – lama, inilah berbagai mitos kehidupan manusia.

Menjadi PNS adalah suatu pekerjaan dengan jenjang karir jaminan yang sangat bagus

Banyak klien saya juga yang menjadi PNS dan memang mendapat jaminan yang cukup menarik. Mulai dari berbagai tunjangan maupun berbagai manfaat pensiun. Lucunya klien saya yang sama juga mengatakan, itu semua tergantung dari dimana anda ditempatkan dan hingga saat tulisan ini saya masukkan ke web saya, penempatan setiap karyawan, 70% masih sangat random atau terkesan acak. Sisanya ya memang sudah ada path karirnya karena sebelumnya memang mengikuti pendidikan yang ditujukan untuk bekerja di departemen tertentu di institusi pemerintahan.

Bagi yang ditempatkan di departemen yang cukup strategis, maka PNS tersebut memang menikmati pekerjaan yang bagus dengan jaminan yang menggiurkan. Hanya saja, apabila PNS tersebut ditempatkan di departemen yang kurang strategis, yang dimana itu terjadi dalam 70% kasus, ya alhasil sebagian besar mindsetnya akan ter-rekondisi menjadi makan gaji namun kerjaan minim.

Apakah itu baik untuk anda? Saya serahkan sepenuhnya kepada motivasi asli anda dalam melamar menjadi PNS, karena saya sudah berkali – kali menemukan kasus seorang PNS kembali melamar kerja di suatu job fair, dimana mereka mau bekerja di tempat lain BERSAMAAN dengan tetap bekerja di institusi negara yang ditempati saat ini. Kok bisa seperti itu? Ternyata banyak kasus dimana PNS tinggal ceklok absend, kemudian keluar jalan – jalan, sehingga pelamar kerja itu merasa ia bisa mengisi waktu dengan bekerja ditempat lain sambil menambah rejeki. Oh, dan yang melamar seperti itu sebagian besar adalah orang paruh baya.

So, mungkin jaminannya tetap menggiurkan apabila menjadi PNS, namun jenjang karir…, sekali lagi jenjang karir, masih dipertanyakan yah.

Pengusaha itu bisa sukses karena bakat bisnisnya.

Well…, sudah banyak artikel dan tulisan berbau motivasi kalau suatu bisnis bisa dicapai dengan kerja keras dan insting bisnis yang bagus. Namun lucunya, para penikmat motivasi bisnis itu secara psikis selalu mengesampingkan suatu fakta kalau pebisnis juga sering menemukan banyak kegagalan bisnis atau bankrut sebelum menemukan bisnis yang berhasil. Dan bentuk denial atas fakta tersebut tercermin dalam anggapan bahwa pengusaha itu sukses karena bakat dan bisa menemukan pasar yang bagus.

Well…, ga usa jauh – jauh dengan contoh Mc Donald ataupun pendiri KFC. Bahkan di Indonesia pun, kasus bisnis yang belum berhasil dan berganti – ganti haluan, juga sering dialami oleh pengusaha Indonesia. Nah, kalau di lingkungan sekitar saya sendiri, itu dialami oleh teman saya seperti:

  • Bapak Habibie Ade yang sekarang berhasil dengan GPS Super Springnya (kalau anda sering membaca berita pencurian kendaraan bermotor bisa ditemukan polisi berkat bantuan GPS, itu dari GPS Super Springnya bapak Habibie). Untuk menemukan GPS, dia perlu gagal 2x dalam bisnis.
  • Chandra Liang dengan kopi instant premiumnya bermerk Esprecielo. Yang sekarang sudah ada di Indomaret, Family Mart, Circle K, Ace Hardware, dan beberapa minimarket lainnya dan bisa juga dipesan online. Untuk anda ketahui, ia harus gagal 9x dulu sebelum menemukan Esprecielo.

Sementara itu, bagaimana pola pikir karyawan yang ingin memulai usaha? Sebagian besar kasus malah menunjukkan, mereka menginginkan ada usaha yang menurut mereka pasti menghasilkan, dengan tujuan ada pasive income yang menarik dikala bisnisnya sudah jalan, dan yang lebih mencengangkan lagi, mereka menginginkan bisnis itu dijamin pasti berhasil (baca: kemungkinan gagal kecil).

Untuk wanita: ingin mendapat pasangan ‘ideal dan berpengaruh’? Carilah seorang polisi, tentara, hakim, dokter, ataupun profesi lain yang punya kekuatan besar.

Saya juga sering mendapatkan klien seorang wanita yang menggebet pria yang memiliki profesi diatas. Dan ini sering terjadi terutama wanita yang bukan dari ras Chinese / Tiongkok dan terutama justru yang menganut agama mayoritas di Indonesia.

Tanpa bermaksud SARA, yang perlu para pembaca ketahui adalah, pria yang memiliki profesi ‘berpengaruh’ diatas juga sadar akan keunggulannya dibandingkan pria – pria lainnya dari sisi karir. Alhasil, pria tersebut juga akan sangat ‘menjual mahal’ kepada wanita – wanita yang mengejarnya. Oleh karena itu, image si pria memiliki pasangan di setiap kota atau memiliki lebih dari 1 pasangan, menjadi pemandangan yang sangat wajar bagi mereka yang memiliki profesi berpengaruh tersebut.

Dengan demikian, untuk para wanita, yang ingin saya tekankan adalah, apabila anda mengejar seseorang yang berpengaruh dan memiliki power dalam profesinya, maka anda juga harus siap dengan konsekuensi anda memiliki sangat banyak saingan dan kompetisinya akan sangat messy, twisted, berantakan, sinting, psycho, dan segala kemungkinan buruk lainnya. Well…, high risk high return bukan?

Untuk pria: wanita dengan karir lebih tinggi dari anda = tidak layak dijadikan pasangan?

Sementara untuk para pria, banyak kasus dimana para pria begitu mengetahui orang yang dia gebet memiliki posisi karir yang lebih tinggi dibandingkan dirinya, justru malah menjadi minder dan mundur perlahan – lahan. Lucunya, dari sisi wanitanya yang notabene juga menjadi klien saya juga, seringkali mengungkapkan mereka sama sekali tidak mempermasalahkan karir si prianya.

Banyak kasus dari klien saya seorang wanita karir, ternyata sebagian besar dari mereka lebih menekankan pria yang bekerja jujur dan berusaha semampunya tanpa memandang posisi mereka. Dan cukup kontrast dengan pandangan umumnya, wanita karir tinggi bisa mengatur diri sendiri yang justru menepis image ‘high maintenance’ yang disematkan oleh para pria minder tersebut. Justru dari yang saya lihat, wanita high maintenance berlaku kepada wanita sosialita yang notabene memang tidak bekerja sama sekali. Sementara wanita berkarir tinggi justru banyak yang tidak masalah apabila mereka makan di warteg atau di pinggir jalan lainnya.

Yang membedakan dibandingkan wanita umumnya, wanita berkarir justru lebih tegas, bisa membuat keputusan dan cukup jarang bergosip serta bisa membagi waktu antara sosialisasi dengan pekerjaan. Suatu kriteria wanita yang sebenarnya cukup ideal untuk dijadikan pasangan, namun seringkali dilewatkan karena -image palsu high maintenance- tersebut.

Leave a Reply

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: