In Dept With Darkness Aspect Part 2: Penerapannya Dalam Tarot dan Kehidupan Sehari – Hari

Setelah kita membahas mengenak konsep sisi gelap/ bayangan manusia secara psikis di bagian beselumnya, kali ini gw akan menjelaskan mengenai konsep ‘sisi gelap’ tersebut dalam tarot terutama tarot reading.

Dalam penggunaan kartu tarot untuk membacakan klien, sebenarnya tanpa disadari kita sudah menerapkan konsep tersebut tanpa kita sadari. Contohnya:

  • Penggunaan reverse card

Meskipun gw sendiri bukanlah pengguna kartu terbalik dalam pembacaan tarot, namun banyak tarot reader yang memberlakukan kartu terbalik tersebut agar pembacaannya lebih detail. Salah satu versi interpretasi dari kartu reverse adalah untuk menandakan potensi klien/ solusi yang sebenarnya efektif untuk dilakukan, namun terpendam atau kurang optimal karena satu dan lain hal seperti mental block klien, tuntutan lingkungan, dan sebagainya. Dengan demikian, bagi yang membaca menggunakan kartu reverse, sebenernya mereka juga membacakan sisi gelap dari masalah si klien.

  • Pembacaan umum potensi klien

Gw sendiri untuk membacakan potensi klien secara umum, cukup dengan 6 buah kartu yang dikocok dan diambil secara acak oleh kliennya. Dimana 3 kartu pertama yang diambil adalah sisi potensi klien yang sudah terlihat/ muncul di permukaan, dan 3 kartu kedua adalah sisi potensi klien yang perlu dikembangkan lebih jauh karena masih terpendam. Dengan kata lain, 3 kartu pertama adalah sisi terang klien, dan 3 kartu kedua adalah sisi gelap dari potensi klien.

  • Penggunaan deck tarot yang bertema ‘gelap’

Tidak sedikit juga kartu tarot yang bertemakan sisi gelap dibuat dan beredar diseluruh dunia. Katakanlah deck tarot bertemakan cithulhu mythos/ necronomicon, vampire, gothic, zombie, macabre, dan masih banyak lagi. Sekilah gambar dari deck yang bertema tersebut memang kesannya jelek atau tidak nyaman. Namun disisi lain pembaca menjadi belajar untuk mengambil sisi positif ataupun manfaatnya dari situasi yang terkesan negative/ jelek sekalipun. Dengan demikian, tanpa disadari, apabila pembaca tarotnya bisa melakukan hal tersebut, dia sudah menerapkan metode ‘shadow reading’ dalam pembacaannya.

 

How to overcome and receive our ‘darkness’ ? 

 

So,….kalau temen2 sudah mengerti konsep dari ‘sisi gelap’, sebenarnya masih ada 1 tantangan lagi, yaitu menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari. Well,….easier said than done, memang penerapannya memiliki tantangan tersendiri. Afterall, tidak semua orang mau menerima sisi gelap orang lain maupun diri sendiri. Meskipun begitu, ada beberapa saran yg gw kasih dan bisa untuk dicoba diterapkan, serta memiliki efek psikis yang sebenernya cukup bagus (kalau dilakukan dalam frekuensi moderat) dan menyiapkan mental untuk menerima sisi gelap itu sendiri:

 

  • Learn…learn….and learn

Dari pengalaman pribadi, dan rekomendasi para ahli psikis, ternyata salah satu cara untuk menerima sisi gelap adalah ‘mempelajari’ sisi gelap itu dalam lingkungan yg relative aman. Sebagai contoh:

  • Apabila anda takut akan sesuatu yg menyinggung gay, lesbian, bisex, maka anda perlu mempelajari secara psikologis mengapa hal itu bisa terjadi. Apabila anda sudah mempelajari dan mengerti bahwa hal demikian memang ada (dan bukan penyakit seperti yg sering diberitakan oleh instansi agama tertentu), justru malah kalian bisa memiliki empati disitu. Gw berani jamin anda yg straight tetap akan straight setelah mempelajarinya. Yang membedakan lebih ke pandangan anda saja akan hal tersebut.
  • Apabila anda takut akan orang tua yg terlalu otoriter, anda perlu pelajari kenapa mereka bisa demikian. Ketika anda memiliki cukup ilmu dan pengetahuan psikologi sosialnya, justru anda lebih berani menghadapi hal seperti itu.
  • Apabila anda takut akan hantu atau mahluk halus lainnya, pelajarilah mengenai mahluk halus tersebut dari sumber yang objektif dan terpercaya. Berhubung karena hal seperti ini banyak sekali bumbu2 fiksinya, memang disarankan pelajari dari sumber yang objektif dan bisa diterima logis. Dampaknya, anda justru makin mengerti kalau hantu2 di film2 jauh lebih menakutkan ketimbang yang aslinya, which is itu juga berujung kepada suatu pepatah FEAR = False Evidence Appears Real (bukti2 palsu yang terlihat nyata).

 

  • Lakukan apa yang tidak anda sukai/ tidak nyaman dengan bimbingan orang lain

Obat mujarab untuk menghadapi potensi gelap seseorang memang perlu dilakukan secara langsung dan nyata. Sebagai contoh, apabila anda takut air, maka mintalah teman anda untuk memaksa anda ceburin ke kolam dangkal. Setelah itu, minta dia memaksa anda untuk ceburin ke kolam setinggi dada. Belajarlah berenang, dan coba masuk ke kolam lebih dalam.

Apabila anda ternyata takut berbicara didepan umum, silahkan anda cari peluang dimana anda bisa bicara didepan umum, dan lakukan itu didampingi oleh teman anda saat berdiri di podium. Apabila sudah dapat feelnya (yang dimana adakalanya perlu beberapa kali mencoba terlebih dahulu), silahkan anda beranikan berbicara sendiri tanpa teman.

  • Tenaga terapis profesional

Apabila kasus ‘sisi gelap’ merupakan kasus yang cukup unik atau anda merasa teman2 anda tidak bisa membantu, maka memang dianjurkan anda konsultasi ke professional terapis. Ini disebabkan karena memang ada cara2 untuk menghilangkan ketakutan/ menerima bayangan kita dalam ilmu therapy, dan memang tenaga ahlinya dididik untuk itu. Apabila anda konsul ke seorang therapist, mungkin kesannya memang anda sedang stress atau sakit jiwa. Hanya saja, apalah artinya image negative yg sementara tersebut dibandingkan dengan peluang anda bisa menerima seluruh diri anda? Image is still image, dan itu bisa berubah – rubah.

 

Segini dulu tulisan gw. Semoga bisa membantu. :)

Leave a Reply

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: