Mengapa Lebih Memilih Tarot Ketimbang Psikolog?

Tulisan ini saya buat bukan untuk mengesampingkan para konsultan psikologi; melainkan untuk membeberkan sebagian besar interpretasi masyarakat akan tarot dan psikolog. Manfaatnya, supaya para tarot reader juga bisa membantu orang sebaik2nya, dan psikolog juga bisa mengoptimalkan kemampuan mereka lebih baik lagi.

Ok, let’s begin.

Sampai saat ini, memang belum ada penelitian resmi yang mengatakan berapa persentase orang yang memiliki masalah akan datang ke psikolog dan berapa persentase yang memilih ke tarot reader. Namun dari observasi saya dan beberapa literatur, untuk yang lebih memilih konsultasi ke tarot, ternyata memiliki berbagai latar belakang alasan ketimbang ke psikolog. Beberapa latar belakang itu adalah….

1. Biaya
Secara umum….biaya konsul untuk ke psikolog itu terkesan lebih besar ketimbang konsul ke tarot reader. Meskipun ini tidak sepenuhnya benar. Namun karena tersebarnya Tarot Reader dengan tarif murah, juga menjadi faktor akan rendahnya biaya untuk berkonsultasi via Tarot. Selain itu, karena psikolog juga memiliki semacam sistem follow-up klien yang membuat klien datang kembali secara langsung untuk melihat perkembangan dari masalah mereka, dibandingkan dengan konsul ke tarot reader dimana klien tidak merasa wajib kembali ke tarot reader tersebut, maka total biaya untuk ke psikolog memang lebih besar.

2. Interpretasi
Sama dengan tarot reader, psikolog juga memiliki metode sendiri dalam menginterpretasikan pribadi dan masalah kliennya. Sebutkanlah warteg test, ink blot test, roshach test, dsb dsb (koreksi kalo tulisannya salah). Menariknya adalah, akurasi dari test psikologi itu juga tidak 100% akurat karena banyak faktor. Ini disebabkan karena manusia memang tidak stabil sifatnya. Manusia yang pemalu pun bisa menjadi semangat dan percaya diri di situasi tertentu. Manusia yg jujur pun juga bisa berbohong. Manusia yang bersemangat mengejar target pun suatu saat juga bisa tidak berambisi. Sedangkan tarot itu sendiri interpretasinya mengikuti keadaan manusia saat itu dan bisa berubah-ubah sesuai dengan perkembangan klien itu sendiri. Beda dengan psikologi (terutama psikologi perusahaan) yang cenderung mengecap karyawan dari test psikologi awal, namun tidak dipantau perkembangannya.

3. Nasehat
Nasehat dari tarot reader, umumnya secara bawah sadar lebih diterima oleh klien. Kenapa? Karena mayoritas klien melihat orang yang menjadi tarot reader itu memiliki kemampuan khusus yang bisa menggali hati si klien itu sendiri (meskipun itu juga tidak semua tarot reader bisa). Jadinya…klien lebih percaya ama kata2 reader itu (meskipun di mulut cuma ngakunya “iseng2 saja”). Beda dengan psikolog yang memang terkesan berlandaskan ilmiah dan penelitian. Selain itu, meskipun masih bisa diperdebatkan, klien yang puas dengan tarot reader banyak yg menilai kalau reader lebih bisa berempati ketimbang psikolog. Meskipun kenyataannya memang balik ke individu masing2.

4. Image
Yang dimaksud dengan image disini adalah image dari klien kalau berkonsultasi. Kalau klien datang ke TR, maka kesannya klien mencari solusi alternatif dan diluar kebiasaan umum. Alhasil, klien juga bisa jujur ke TR. Bagusnya, karena klien menjadi lebih jujur, TR bisa mengidentifikasi hal2 apa yg menjadi bahaya tersembunyi dalam diri klien. Beda dengan psikolog yang apabila klien konsul ke mereka…image yg didapat adalah klien datang ke rumah sakit. Image ke rumah sakit itulah yang membuat klien mengurungkan niatnya karena gengsi kalo dianggap sakit oleh orang lain.

Tentu saja kesannya akan beda apabila klien ngomong ke orang lain…
“Hi guys, saya tadi abis ke Tarot Reader ini loh. Wuah…hasilnya tepat banget.” <—alhasil TR jadi untung karena ada promosi gratis

bandingkan dengan…
“Hi guys, saya tadi abis ke psikolog ini loh. Wah….hasilnya bagus.” <—alhasil….klien dianggap sedang ada masalah dalam dirinya oleh orang lain.

Demikian tulisan saya, saya tutup dengan 1 kalimat….

“Kalau ingin memeras duit orang, lakukan dengan tarot reading; kalau ingin membantu orang, lakukan dengan tarot reading.”

Dan untuk psikolog yang kebetulan baca ni artikel, ane cuma kasi saran untuk mempertimbangkan tarot dari pendekatan psikologi sebagai alat untuk lebih berempati ama klien. Percuma juga kalo banyak teori ini itu dan kesimpulan2 tapi ga diterapkan di lapangan.

Leave a Reply

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: