Featured Posts

<< >>

UPDATE Harga Untuk Konsultasi Tarot

Dengan perkembangan konsultasi tarot sekarang ini di Indonesia, maka saya memutuskan untuk memberlakukan harga baru. Untuk konsultasi ketemu langsung (apabila di Jakarta), fee nya Rp 450.000 per jam. Dan akan lebih baik bila atur janji untuk konsultasinya maksimal 1 hari sebelumnya. Sementara untuk konsultasi via online ( WhatsApp, BBM, email, telp), saya tetap berlakukan tarif

My Book Catalogue

Download Rendy Fudoh Portfolio

Apabila anda membutuhkan portfolio saya untuk menjadi bahan pertimbangan dalam event2 anda, anda bisa download portfolio saya disini.

[CTR] Mengapa ‘Cerita’ Prestasi Karena Kerja Keras itu ‘Tidak Laku’

  Sesuatu Yang (Sengaja) Dilupakan Berkaca dari pengalaman saya sendiri sebagai tarot reader, ketika ada klien yang datang untuk meminta konsultasi, 99% beranggapan bahwa kemampuan saya dalam membaca kartu tarot adalah sebuah kelebihan yang saya miliki sejak kecil. Mereka memuji saya dan berharap memiliki kelebihan yang saya miliki. Hal lucunya adalah, setiap kali saya menceritakan

[CTR] Apakah Hal Tersulit Yang Dihadapi Seorang Tarot Reader? (part 2)

Contoh kasus kedua, soal kelahiran anak. Sebut saja misalnya nama kliennya Wanti, bukan nama sebenarnya, dia merupakan pasangan yang baru saja menikah dan berharap untuk segera punya anak. Uniknya, sudah hampir 6 bulan pun mereka belum memiliki anak dengan segala macam program yang sudah mereka jalani. Wanti pun konsul ke saya soal kemungkinan dia punya

[CTR] Apakah Hal Tersulit Yang Dihadapi Seorang Tarot Reader? (part 1)

Ada beberapa teman yang baru mulai belajar tarot, bertanya kepada saya, “Apakah hal tersulit yang dihadapi oleh seorang tarot reader yang sudah berpengalaman seperti kamu?”. Well…, mungkin kalau dulu banget, saya akan bilang kalo hal tersulit yang dihadapi oleh seorang tarot reader, adalah masalah – masalah yang pelik, yang rumit, dan semacamnya. Katakanlah misalnya kalau

[Minor Arcana] Three : Energi dan Ekspresi , Part II

3 of swords Diantara 4 kartu dengan angka 3, kartu 3 of swords merupakan kartu yang sering dianggap jelek meskipun kenyataannya belum tentu seperti itu. Banyak orang yang memaknai kartu ini sebagai patah hati, dikhianati pasangan, sakit hati karena 1 dan lain hal. Namun menurut saya, makna dalam kartu ini tidak melulu soal patah hati.

[Minor Arcana] Two: Yang Melambangkan Dualitas (Part 2)

Two Of Swords

Dualitas dalam kartu ini lebih menunjukkan dualitas dalam sisi komunikasi ataupun rasionalitas. Gambar seorang wanita yang ditutup matanya dan memegang dua bilah pedang dengan sikut terlipat dan kedua pedang disandarkan ke bahu, menunjukkan bahwa pilihan yang dihadapi memang sama – sama memiliki konsekuensi yang tidak kecil. Bisa dikatakan apapun keputusan yang dibuat, memang tidak dapat menyenangkan semua pihak.

Namun gambar mata yang ditutup dengan kain dan adanya bulan sabit di latar belakang justru memberikan suatu pesan penting. Mata yang ditutup menunjukkan agar si penanya dapat memilih ataupun menimbang keputusan tanpa melibatkan emosional sama sekali; yang dimana sisi emosional itu sering terstimulai apabila seseorang ‘melihat’ alternative yang harus dia pilih.

Sementara bulan sabit (dan kombinasi dengan pantai) menunjukkan akan pentingnya menggunakan intuisi (bulan sabit) dalam mengambil keputusan. Toh lagipula, sehebat – hebatnya kita mencari informasi seputar pilihan tersebut, tetap saja aka nada aspek yang tidak akan kita ketahui (dilambangkan dengan pantai dan air laut yang dalam). In short word, ambil keputusan dengan kombinasi intuisi, rasionalitas, dan netral.

Dalam beberapa kasus, tergantung topik dan juga kombinasi kartu yang ada dalam tebaran, ini bias menunjukkan untuk menjaga 2 kepentingan yang berbeda dengan menggunakan intuisi dan rasional, serta tidak melibatkan emosi dalam menjaga berbagai kepentingan tersebut. Bedanya dibandingkan 2 of wands, apabila di wands lebih menekankan 2 kepentingan pekerjaan, maka 2 of swords lebih ke sisi komunikasi. Simplenya, menjaga tata Bahasa agar bias senetral mungkin dalam berbicara terhadap 2 atau lebih pihak yang berbeda.

Aspek negative dari 2 of swords juga mirip dengan uraian sebelumnya, yaitu stagnasi dan tidak mau memilih. Bisa disebabkan karena si penanya takut akan konsekuensi dari masing – masing pilihan, dan bisa juga lebih ke penanya memang minim pengalaman dalam mengambil keputusan sulit.

Di kartu ini, seorang wanita yang memegang kedua pedang tersebut, menyenderkan ke bahunya karena memang pedang tersebut tampak berat sehingga kekuatan 1 tangan saja tidak akan bisa bertahan mengangkat 1 pedang. Itulah sebabnya dia menyenderkan pedang tersebut di bahunya. Ini bisa diinterpretasikan bahwa sekuat – kuatnya seseorang bertahan untuk tidak mengambil keputusan sulit, akan ada waktunya beban situasi itulah yang akan ‘membuat keputusan’ untuk si penanya. In short word, ia harus memilih atau situasilah yang akan menentukan pilihan untuk anda.

 

Two Of Pentacles

Kartu ini lebih menunjukkan seseorang yang sedang melakukan akrobatik dengan pentacles di kedua tangannya. Makna sekilasnya sederhana: menjaga keseimbangan antara 2 atau lebih sumber pendapatan ataupun pengeluaran material. Jadi apabila kartu ini keluar, dan topik pertanyaannya seputar keuangan, maka hampir bisa dipastikan kalau si penanya perlu menjaga keseimbangan antar berbagai sumber pemasukan dan pengeluarannya agar semuanya dapat seimbang. Ini disebabkan karena apabila salah satu saja jebol, situasi keuangan si penanya menjadi sangat tidak stabil.

Makna lainnya, tergantung topik bacaan dan kombinasi kartu yang ada dalam tebaran, juga bisa menunjukkan seseorang mulai memutar alur materi yang dimilikinya. Sebagai contoh, si A mulai memutar uang yang dia dapat dari suatu bisnis yang dimlikinya agar dapat digunakan untuk ekspansi ataupun investasi ke bisnisnya yang lain.

Aspek negative dari kartu ini, tergantung dari kombinasi kartu lainnya juga, bisa menunjukkan ketidakmampuan si penanya dalam mengelola materi yang dia miliki. Sederhananya, dia boros. Atau bisa juga si penanya terlalu banyak berspekulasi dalam memutar materi yang dia miliki.

[Minor Arcana] Two: Yang Melambangkan Dualitas (Part 1)

Angka dua dalam tarot (dan numerology) melambangkan dualitas, keseimbangan antara dua pilihan. Tergantung pembacaannya juga, angka dua dalam minor arcana dapat berarti si klien harus menjaga keseimbangan antara pilihan yang ada, atau justru berada dalam situasi stagnan karena terlalu takut untuk memilih.

Two Of Wands

Kartu 2 of wands lebih menekankan akan situasi dimana seseorang berada dalam pilihan karirnya. Dimana pilihan karirnya itu sendiri menjadi sangat penting dalam menentukan masa depannya. Masa depan itu sendiri dilambangkan dengan seseorang yang memegang bola dunia dalam tarot versi Raider Waite Smith. Bola dunia tersebut melambangkan dunia pribadi si pembuat keputusan. Apapun pilihannya, pilihan tersebut akan membentuk dunia pribadinya. Sementara pemandangan diatas balkon benteng/ istana dapat mewakili visi si pemegang bola dunia tersebut.

Pesan utama dalam kartu ini lebih menunjukkan ke apakah orang dalam kartu tersebut berani untuk membuat pilihan yang pada akhirnya merubah dunianya?

Kartu ini juga bisa saja berarti orang yang menjaga keseimbangan antar 2 karir atau lebih. Dalam hal ini, apabila seseorang memiliki lebih dari 1 pekerjaan atau aktifitas, sangat ditekankan agar dia bisa menjaga keseimbangan waktu untuk mengerjakan aktifitas tersebut. Dalam kasus tertentu, bagi orang yang bekerja kantoran atau bekerja dibawah kepentingan tertentu, kartu ini juga bisa menunjukkan bahwa si klien perlu untuk menjaga agar kepentingan antar 2 pihak atau lebih harus dijaga keseimbangannya, dipenuhi, ataupun dicari jalan tengahnya.

Aspek negatif dari 2 of wands sebenernya lebih ke sisi kebalikan dari uraian diatas. Jadi, apabila seseorang punya 2 pekerjaan atau lebih, kartu ini juga bisa menunjukkan ketidakseimbangan perhatian yang diberikan kesetiap pekerjaan tersebut. Bisa juga berarti keberpihakan ke 1 karir dibandingkan karir yang lainnya yang juga sedang dipegang.

 

Two Of Cups

Kartu two of cups merupakan salah satu dari beberapa kartu yang sering ‘diharapkan’. Ini disebabkan karena kartu ini sering diartikan sebagai akan adanya peluang si klien untuk bertemu pasangan hidup ataupun pasangan pilihan si klien adalah ‘jodoh’ (baca: bisa menikah) dari si klien tersebut.

Dan memang kartu ini secara umum memang menunjukkan akan adanya suatu relasi antar 2 pihak. Relasi yang seimbang dan saling membangun dikonotasikan sebagai calon pasangan hidup. Hanya saja, makna 2 of cups disini tidak melulu berarti pasangan hidup; tergantung dari topiknya, kartu ini bisa juga bermakna bertemu rekan bisnis, rekan yang bisa diajak kerja sama, atau sekedar sahabat yang bisa dekat dengan si penanya.

Arti yang lebih luas tersebut dapat dilihat dari element 2 ular yang saling meliuk – liuk yang melambangkan keseimbangan antara 2 kepentingan, berikut juga singa yang bersayap. Yang dimana singa sendiri menguasai daratan dan sayap adalah simbol untuk udara. Dalam hal ini, hubungan kerjasama atau apapun jenis hubungannya, lebih menekankan ke unsur saling melengkapi kelebihan dan kekurangan masing – masing pihak.

[Minor Arcana] Angka 1 Yang Melambangkan Peluang (Part 2)

Ace of Swords

Seperti yang sudah diketahui, swords sendiri memiliki element udara atau element angin. Element udara sendiri mensimbolkan rasionalitas atau logika. Udara yang juga berfungsi sebagai media penghantar suara juga membuat element ini identik dengan komunikasi. Sifat udara yang mengalir dan bisa menyesuaikan diri dengan wadah apapun sepanjang ada ruang, membuat element udara adalah element yang paling tricky atau paling sulit dibaca karakteristiknya.

Jadi, ace of swords sendiri secara umum menunjukkan peluang di bidang komunikasi atau hal – hal berunsur rasionalitas atau logika. Apakah ini juga bisa dikaitkan dengan rejeki? Dari literatur tulisan Frater U.D , kartu ini juga bisa menunjukkan akan adanya rejeki. Namun rejeki disini bukanlah rejeki yang didapat dengan kerja keras dan kuantitatif seperti pentacles (yang akan dibahas nanti). Justru kartu ini lebih bisa menunjukkan peluang rejeki yang didapat secara kualitatif dimana waktu kerja cenderung lebih sedikit, namun memiliki beban psikis yang relatif lebih besar dan potensi penghasilan yang lebih besar juga.

Seperti yang disebutkan diatas, maka peluang tricky tersebut bisa mencangkup beberapa hal seperti spekulasi dalam dunia saham, analisis atau konsultan, jual beli property, atau peluang untuk mengisi posisi dan tanggung jawab tinggi. Short word, rejeki di ace of swords adalah rejeki yang bisa dikerjakan sesuai dengan kemampuan anda, namun sumber asal kerjaan tersebut justru diluar perkiraan.

Selain peluang rejeki, ace of swords juga bisa menunjukkan akan peluang menjalin komunikasi/ negosiasi dengan pihak tertentu, tergantung dari sikon bacaannya.

Apakah ada aspek negatif dari ace of swords? Bisa saja. Apabila ace of swords berada di aspek kekurangan seseorang atau hal yang perlu dibenahi, itu bisa menunjukkan kemampuan negosiasinya yang sangat kurang atau komunikasinya yang buruk. Komunikasi yang buruk dalam menjaga relasi ataupun dunia kerja, bisa berujung ke banyaknya misskomunikasi bukan?

Bisa juga menunjukkan kemampuan spekulasi, analisa, atau menjaring peluang yang buruk. Kemampuan spekulasi yang buruk bisa disebabkan oleh banyak hal seperti mudah tergoda dengan uang besar dengan syarat yang terlihat sangat mudah, kemampuan mengendalikan emosi yang buruk, dan masih banyak lagi. Kemampuan analisa yang buruk bisa berakibat penilaian situasi penting yang tidak objektif karena lebih berlandaskan emosi belaka ketimbang keseimbangan logika dan emosi, yang berujung kepada terciptanya keputusan yang buruk.

 

Ace of Pentacles

Pentacles sendiri memiliki element tanah atau element bumi. Karena tanah bumi yang terikat erat dengan image kesuburan dan menjadi media tanaman untuk tumbuh perlahan – lahan, membuat pentacles sendiri mewakili rejeki, berkat, ataupun hasil dalam bentuk berwujud/ materi yang didapatkan dengan kerja keras.

Karena kuncinya lebih ke rejeki materi yang didapat dengan kerja keras, seringkali hasil kerjanya tumbuh perlahan tapi pasti dengan fondasi yang kuat, layaknya tanaman yang tumbuh di lahan yang subur.

Dengan demikian, ace of pentacles lebih menunjukkan akan peluang –rejeki berwujud- yang apabila digarap dengan kerja keras, disiplin, ataupun konsistensi, membuat peluang tersebut perlahan – lahan memberi hasil yang stabil juga. Peluang disini, berbeda dengan ace of swords, lebih bersifat kuantitatif atau lebih menitik beratkan kedalam jumlah ketimbang kualitas. Sebagai contoh, peluang bisnis online yang dimana si penjual hanya menjual barang dengan margin keuntungan yang kecil dan dijual dengan jumlah yang masif. Atau peluang menterjemahkan dari 1 bahasa ke bahasa lain yang dimana bayarannya adalah per lembar.

Aspek negatif dari ace of pentacles lebih ke apakah si penanya ataupun objek yang ditanyakan itu kekurangan peluang rejeki (karena sering melewatkan peluang tersebut karena malas misalnya);  ATAU sebaliknya, justru terlalu banyak mengambil peluang rejeki kuantitatif tersebut sehingga dia kekurangan waktu untuk dirinya sendiri ataupun untuk mengurus hal lainnya yang sama pentingnya. Unsur kerja berlebih alias gila kerja memang menjadi unsur negatif yang populer untuk kartu pentacles.

Apabila ace of pentacles berada dalam bacaan yang sekilas memang tidak ada hubungannya dengan topic, itu bisa menunjukkan bahwa topic yang ditanyakan memiliki sudut pandang yang diluar dugaan si penanya.

Sebagai contoh, apabila yang ditanya adalah seputar percintaan, maka apabila ada ace of pentacles disana, ada semacam indikasi kalau percintaan tersebut lebih didominasi karena salah satu pasangan lebih ke melihat sisi materi ketimbang relasi itu sendiri. Atau bisa juga berarti ada peluang untuk pasangan tersebut bekerja sama menghasilkan rejeki (bisnis bareng misalnya?).

Apabila topik yang ditanya adalah seputar orangtua misalnya, bisa saja ace of pentacles mengindikasikan pola didik orang tua yang memang mementingkan pekerjaan yang sekilas terlihat aman dan memiliki prospek masa depan yang berkembang. Tapi apakah pekerjaan tersebut sesuai dengan keinginan si anak?

Sekali lagi, semuanya tergantung dari kartu lainnya dalam tebaran tersebut.

[Minor Arcana] Angka 1 Yang Melambangkan Peluang (Part 1)

Angka 1 dalam tarot seringkali melambangkan awal mula atau semacam peluang awal. Tergantung dengan bacaan lainnya juga, angka 1 dalam tarot minor arcana bisa berarti bagus dan bisa juga berarti situasi yang kurang menguntungkan.

Ace of Wands

Wands sendiri yang dilambangkan dengan element api, mensimbolkan energi kreatifitas, karir, dan sebuah project yang dapat siap untuk diwujudkan.

Jadi, ace of wands sendiri menunjukkan akan peluang awal dari sebuah karir ataupun sebuah peluang yang bisa dikerjakan. Oleh karena itu, apabila ada klien yang menanyakan seputar pekerjaan yang sudah di apply, apabila keluar ace of wands, itu menandakan kemungkinan besar dia mendapatkan pekerjaan baru. Meskipun pekerjaan baru disini bisa berarti dia diterima di tempat dia melamar itu, ATAU dia mendapat peluang pekerjaan lain.

Kartu ini juga bisa diinterpretasikan sebagai mendapat posisi baru dalam pekerjaan saat ini. Meskipun memang apakah posisi tersebut lebih baik atau sebaliknya, masih harus dibaca lebih lanjut.

Apakah Ace of Wands ada semacam aspek negatifnya dalam bacaan? Yes, memang ada, tergantung posisinya dalam tebaran juga.

Apabila Ace of Wands berada dalam aspek negatif dalam suatu tebaran, seringkali menunjukkan peluang yang disia-siakan oleh klien. Jadi bisa dikatakan sudah cukup banyak peluang karir yang datang ke si klien, namun dia sia-siakan karena 1 dan lain hal. Misalnya, kurang follow-up yang punya pekerjaan, malas/ kurang disiplin akan waktu, dan masih banyak faktor lagi tergantung si kliennya.

Ini juga bisa menunjukkan si klien juga TERLALU CEPAT untuk berpindah – pindah karir. Dalam artian, sebelum si klien menguasai ilmu di pekerjaan dia, dia merasa tidak kuat dan dengan terburu-buru pindah pekerjaan.

Apabila kartu seperti ini muncul dalam bacaan lain yang sekilas tidak nyambung topiknya (seperti percintaan), maka ini bisa mengindikasikan hal – hal yang berhubungan dengan kreatifitas meliputi topik pertanyaan tersebut.

Misalnya, apabila topik pertanyaannya seputar percintaan, maka ace of wands bisa menunjukkan entah klien atau calon pasangannya masih memprioritaskan karir ketimbang percintaan karena 1 dan lain hal. Atau apabila topik berhubungan dengan rejeki, ya bisa berarti rejeki tersebut ada di pekerjaan baru atau si klien harus pindah pekerjaan/ mencari peluang bisnis atau sampingan baru misalnya.

 

Ace of Cups

Cups yang diwakili oleh element air, melambagkan segala aspek emosional. Seringkali cups disini memang lebih mengacu ke hubungan atau relasi; meskipun tidak melulu soal pacaran yah.

Jadi, ace of cups bisa menunjukkan permulaan baru dalam hal relasi atau hubungan.

Dalam aspek positif, memang kartu ini menunjukkan akan adanya relasi baru yang bisa digarap. Mulai dari relasi, gebetan, keluarga, rekan bisnis, rekan kerja, dan masih banyak lagi tergantung dari topik pertanyaannya. Hanya saja, namanya juga sebuah peluang, ya tetap harus inisiatif digarap atau diwujudkan bukan? Peluang tetap hanya akan menjadi peluang belaka apabila tidak diikuti dengan aksi nyata untuk mengembangkan lebih jauh. Dalam sejumlah kasus, juga ini bisa menunjukkan untuk lebih baik move on dari ‘rekan lama’ ke ‘rekan baru’.

Aspek negatifnya? Tergantung dari tebaran kartu, ini juga bisa berarti ada kecenderungan untuk mudah berganti – ganti peluang atau banyak peluang yang terlewatkan dalam hal relasi. Contohnya, gonta – ganti gebetan karena kurangnya inisiatif untuk dikembangkan menjadi lebih dekat, berganti – ganti rekan kerja/ rekan bisnis karena 1 dan lain hal.

Kalau kartu cups berada dalam bacaan yang topiknya sekilas tidak berkaitan dengan relasi/ emosi, bisa saja ada semacam faktor lain yang ikut mempengaruhi topik/ pertanyaan tersebut.

Misalnya, apabila si klien menanyakan topik soal keuangan, tapi yang keluar adalah kartu ace of cups, itu bisa menunjukkan kalau keuangan si klien sangat bergantung kepada banyaknya relasi/ rekan yang bisa dia rubah menjadi suatu peluang untuk mendapatkan rejeki. Jualan snack ke teman – teman sekitar misalnya? Dagang pernak – pernik ke teman kantor misalnya? Semakin banyak rekan – rekan yang dia kenal, semakin tinggi kemungkinan penjualannya bukan?

Atau kalau misalnya, ada klien yang bertanya soal kenapa dia tidak kunjung naik posisi/ jabatan?

Ace of cups bisa menunjukkan waktunya untuk berganti bos atau mencari kantor/ divisi baru dengan bos lebih supportif.

Atau bila dalam tebaran 3 kartu, kartu pertama yang muncul adalah The Hermit, diikuti dengan Ace of Cups dan diakhiri dengan 10 of Cups, maka Ace of Cups disini bisa juga menunjukkan kecenderungan klien sebenarnya bisa saja naik pangkat, namun kemampuan dia untuk dekat dengan orang baru ataupun dekat dengan rekan – rekan kerja masih perlu ditingkatkan. Sekali lagi, tergantung kartu yang keluar dalam tebarannya.

 

(bersambung ke part 2)

[CTR] Kenapa Banyak Pengusaha Yang ‘Ketus’ Gaya Bicaranya?

Saya teringat akan suatu acara workshop seputar dunia usaha, dimana pembicaranya adalah seorang pengusaha yang bisa dikatakan sudah berhasil menjalankan usahanya. Dalam suatu sesi tanya jawab, ada seorang penanya yang sejauh ingatan saya, pertanyaannya seperti ini…

“Namanya Ani, pak.” (bukan nama sebenarnya karena saya juga sudah lupa namanya)

 

“Gini…, saya saat ini sudah punya usaha dagang aksesoris gadget, pak. Awal usaha sih, respon minat pembeli bagus banget. Cuma belakangan ini, pedagang lain banyak yang berani banting harga jauh lebih rendah daripada dagangan saya. Padahal saya ambil barang juga dengan harga pemasok kok. Alhasil penjualan dagangan saya turun drastis karena tidak mampu bersaing. Apakah ada solusinya?”

Nah, si nara sumber workshop ini menjawab…

“Ya evaluasi ulang semua alur daganganmu. Apakah memang anda mengambil untungnya terlalu banyak, ataukah bisa saja anda mendapat harga dari pemasok yang sebenarnya lebih mahal dari harga pemasok lainnya? Ya kalau ternyata harga dari pemasok sudah terlalu mahal ya dirimu cari lagi pemasok lain yang bisa memberi harga lebih murah.”

“Kalau misalnya tidak ketemu pak? Carinya gimana yah?”
“Ya cari sendiri, usaha sendiri. Kalau tidak bisa ya maaf – maaf saja, berarti anda tidak bakat menjadi pengusaha. Bukannya kenapa – kenapa, tapi kalau begitu saja tidak bisa, saya rasa anda kembali bekerja kantoran pun lebih menjamin ketimbang anda dagang seperti sekarang ini.”

Dan seketika itu juga, peserta workshop banyak yang terdiam dan menjadi segan untuk bertanya.

 

Seperti itulah cerita singkat yang pernah saya alami; namun banyak juga para pengusaha yang menjadi klien saya, gaya bicaranya memang gaya biacara yang apa adanya, terang – terangan sehingga terkesan ketus dan kasar.

Pertanyaannya, kenapa bisa sampai seperti itu?

Dan dari klien – klien saya yang seorang pengusaha, ternyata mereka menjadi seperti itu karena mentalnya yang terbentuk dari perjuangan mereka ketika mereka berusaha menjalankan usahanya dari 0.

Persisnya kalau saya rangkum…

  1. Ketika mereka sedang berusaha dari 0, banyak yang mengaku dijauhi teman dan bahkan oleh keluarganya sendiri karena dianggap keputusan yang cukup gila.
  2. Selama proses berkembangnya usahanya itu, hidup mereka terbilang cukup sulit. Semua serba berhemat dan hidupnya pun sangat tidak nyaman. Tapi usahanya tetap dijalankan.
  3. Akhirnya, setelah proses perjuangan yang sulit, mereka bisa mengembangkan usahanya dan mulai ada tanda – tanda peningkatan.
  4. Nah, ketika usahanya mulai meningkat, orang – orang yang dulunya adalah teman, termasuk saudara, justru kembali mendekat.
  5. Mereka yang semula mencaci dan menghakimi, justru berbalik memuji kepandaian dan kelihaian si pengusaha ini.
  6. Dari sinilah, si pengusaha mulai kesal dengan teman atau saudaranya itu. Yang semula meninggalkan dia kini berbalik ‘menjilat’ dia.
  7. Dan untuk -menutupi ketidakmampuan- teman dan saudara yang kembali memuji si pengusaha itu, mereka berkesimpulan bahwa si pengusaha sukses karena BERUNTUNG.

Dari melewati proses seperti itulah, si pengusaha banyak yang sikapnya berubah dari yang semula cukup rendah hati, menjadi terkesan sombong, angkuh, bahkan menjadi ketus. Dan hal itu menjadi semacam byproduct atau resiko dari mental seorang pengusaha yang tertempa di tengah situasi lingkungan sekitarnya yang penuh kepalsuan dan kurang menghargai kerja keras.

Pada akhirnya, kita mudah sekali menilai negatif seseorang dari perilaku luar seseorang saja. Namun ketika kita mengetahui detail proses kenapa seseorang bisa sampai seperti itu, saya rasa, yang akan muncul hanyalah rasa simpati. Sebuah rasa dimana kita memang belum tentu setuju dengan keputusannya, namun kita menghormati dan memahami keputusan yang diambil tersebut.

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: