Refleksi: Mengapa Banyak Spell Kekayaan Yang GAGAL?

Di kehidupan sehari – hari, sebenarnya kita sudah menemukan berbagai pelatihan penanaman program bawah sadar untuk ‘menarik’ hal yang sesuai dengan keinginan kita agar bisa terwujud. Katakanlah ada banyak pelatihan bagaimana menarik pekerjaan yang ideal, pasangan yang ideal, kebahagiaan hidup, dan berbagai pelatihan lainnya. Dan dalam konteks ini, dalam dunia sihir – menyihir memang disebut sebagai spell atau sihir itu sendiri. Demi kesederhanaan kosakata, gw akan memakai istilah spell ketimbang ‘program bawah sadar’.

Dari yg gw amati, berbagai program tersebut sebenarnya berlandaskan kepada Law of Attraction atau hukum tarik – menarik. Dan memang LoA tersebut sudah berhasil membahagiakan banyak orang. Lucunya adalah, ketika peserta menginginkan suatu hal secara spesifik, ya mereka mendapatkan apa yg mereka inginkan seperti berwisata, mengingkan suatu barang, atau menginginkan pasangan, dsb2nya. Namun apabila ketika menginginkan uang dalam jumlah tertentu, lucunya, kemungkinan berhasil justru sangat kecil. In short word, spell menarik duit seringkali lebih banyak yg gagal ketimbang berhasilnya dan berujung kepada kekecewaan orang yg melakukan spell tersebut.

Pertanyaannya, mengapa untuk keuangan, lebih banyak yg gagal ketimbang berhasil?

 

Miskonsepsi mengenai kekayaan

 

Semua gw yakin sudah tahu konsepnya Law of Attraction atau hukum tarik – menarik atau LOA. Intinya adalah kita menarik apa yg kita pikirkan dari dalam hati kita yg terdalam atau pikiran kita yg paling mendasar. Dengan demikian, apabila kita menginginkan sesuatu dengan kondisi mental bahagia, maka kita akan menarik hal2 yg bahagia. Hal ini juga berlaku sebaliknya, dimana bila kondisi mental kita serba kekurangan atau sedih, maka kita juga menarik kekurangan dan kesedihan itu dalam kehidupan kita.

Yang menjadi masalah dalam segala bentuk spell kekayaan disini adalah, anggapan umum yang beredar di masyarakat umumnya bahwa kekayaan = harta benda. Dari sisi pola pikir masyarakat umumnya, justru melihat seseorang dianggap kaya apabila orang itu memiliki rumah yg besar diperumahan elit, uang di rekening bank yang mencapai ratusan juta, milyaran, bahkan lebih, atau mobil mewah yang dipakai sehari – hari. Dengan demikian, masyarakat umumnya juga apabila melakukan spell kekayaan, mereka memvisualisasikan uang banyak dan segudang harta benda tersebut dalam pikirannya.

Satu hal yang perlu pembaca ketahui, sebagai referensi…., kita semua tahu kalau didunia ini, orang yang kaya baik materi maupun mentalnya menjadi semakin kaya. Oleh karena itu, kita perlu berpikir layaknya orang kaya agar dalam prosesnya nanti kita menjadi orang kaya juga. The thing is, orang kaya melihat uang, rumah, dan segala macam materi itu sebagai sarana dan bukan tujuan akhir.

Justru pikiran uang, rumah, mobil, dan materi2 lainnya sebagai tujuan akhir adalah pikiran dari orang2 yg kekurangan.

Dengan demikian, ketika kita menciptakan goal dalam spell kekayaan kita dan meletakkan materi itu sebagai tujuan akhir dan bukan sarana, kita menanamkan dalam pikiran kita bahwa kita adalah orang yg berkekurangan. Dan apabila kita menanam dalam pikiran kita kalau kita adalah orang yg berkekurangan, maka kita akan menarik segala kekurangan dalam diri kita bukan?

Lebih sederhananya lagi, apabila kita melakukan spell dengan memvisualisasikan uang sejumlah 100 juta tanpa tujuan yg pasti, maka pada akhirnya ada saja pengeluaran besar yang mengikuti dibelakang itu sehingga ujung2nya mungkin bukannya menikmati 100 juta itu, tapi malah menjadi lebih melarat.

 

Bagaimana semestinya spell kekayaan tersebut?

 

Sederhananya, ada beberapa faktor yang menentukan dalam keberhasilan spell kekayaan.

Faktor pertama adalah, kita melakukan spell tersebut dengan situasi mental yang bahagia dan mensyukuri segala hal yang kita miliki saat ini, sekecil apapun itu. Dengan demikian, kita bisa melakukan spell dan merasakan bahwa kekayaan sudah ada dalam diri kita sendiri.

Faktor kedua adalah tujuan kekayaan tersebut. Misalkan, apabila kita menginginkan uang dalam jumlah 1 milyar misalnya, untuk apa uang tersebut? Misalkan ternyata untuk membeli rumah, kita perlu menanyakan lagi kedalam diri kita sendiri, untuk apa rumah itu? Misalkan jawabannya adalah agar sekeluarga bisa memiliki tempat tinggal dan hidup bahagia, maka lebih baik melakukan spell yang tujuannya adalah mendapat tempat tinggal dan kebahagian keluarga; BUKAN spell uang 1 milyar. Mengapa demikian? Karena alam/ semesta/ Tuhan, apapun namanya, memiliki jalannya sendiri dalam mewujudkan yang kita minta; hindari ‘membatasi pikiran’ kita sendiri kalau kebahagiaan dan tempat tinggal itu hanya bisa diperoleh apabila kita memiliki uang 1 milyar. Dengan demikian, alam bisa mencari alternatif yang terbaik sesuai dengan kondisi kita. Contohnya:

– Bisa saja anda mengenal seorang developer yang ternyata menghadiahkan anda tempat tinggal.

– Bisa saja anda mendapatkan rumah yg anda inginkan dengan harga lebih murah, tidak harus 1 milyar karena satu dan lain hal.

– Bisa saja anda mendapat pekerjaan baru dan rumah adalah kompensasi atas posisi pekerjaan anda

– Bisa saja pasangan anda, dalam karirnya ternyata mendapat kompensasi atas proyek yang besar dan bisa beli tempat tinggal.

– Bisa saja harga saham yang anda invest melambung tinggi dalam waktu singkat sehingga anda bisa beli tempat tinggal

Dan masih banyak kemungkinan lagi yg sekali lagi, tidak akan bisa kita duga sehingga justru dengan fokus ke uang 1 milyar tersebut malah membatasi alam untuk mencari jalan terbaik bagi kita. Ingat, kita membatasi pikiran kita sendiri = membatasi alternatif yang disediakan oleh alam/semesta/Tuhan.

Faktor ketiga yang juga menentukan keberhasilan adalah justru di sikap kehidupan kita sehari – hari: hindari berlagak seperti orang susah. Tentu saja sikap ini bukan berarti kita harus boros dalam mengeluarkan uang kita. Justru orang kaya baik secara materi maupun mental cenderung disiplin dalam mengeluarkan uangnya. Dia memisahkan budget seberapa persentase untuk bersenang – senang dan seberapa persentase untuk investasi ke dirinya sendiri. Sementara orang rata2 justru menyisihkan persentase untuk senang2, keluarga, dan hal2 lain namun JARANG YANG MENGALOKASIKAN UNTUK PERKEMBANGAN DIRI SENDIRI. Apabila kita ingin mendapat banyak rejeki, ya kita perlu siap untuk menginvestasikan sebagian kekayaan kita didepan.

Sebagai contoh, apabila anda adalah seorang karyawan kantoran, maka anda perlu menyisihkan dana untuk mengikuti pelatihan/ seminar yang mendukung karir anda DENGAN ATAU TANPA SUBSIDI KANTOR tempat anda bekerja. Atau apabila anda memang memerlukan suatu gadget seperti laptop agar pekerjaan anda semakin fleksibel dan efektif, maka anda PERLU MEMBELI SENDIRI ketimbang, sekali lagi, MENUNGGU SUBSIDI KANTOR. Hal itulah yang gw maksudkan hindari menjadi kayak orang susah, karena sekali lagi….orang kaya melakukan sesuatu dengan kekuatan yang dia miliki saat ini, bukan menunggu bantuan kantor. 😀

Demikian 3 faktor yg gw lihat dan gw pelajari sangat mendukung dalam keberhasil spell kekayaan tersebut. Gw sendiri sebagai penulis artikel ini, gw belom menjadi orang kaya yang ‘dikategorikan’ masyarakat umumnya. Namun gw sendiri sudah sangat kaya karena gw memiliki karir yang sesuai dengan passion gw. Gw sudah sangat kaya karena gw bisa mengatur sendiri waktu kerjaan dan keran pendapatan gw kapan mengalir dan kapan ditutup terlebih dahulu. Dan hal yang terbaiknya adalah, gw kaya karena gw menjaga keseimbangan antara kekayaan materi dengan kekayaan spiritual gw. I have lots of money, and I can be happy with or without that money.

Leave a Reply

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: