Refleksi: When People Know –The Secret-

Tulisan ini bukanlah membahas mengenai buku The Secret atau semacamnya. Melainkan lebih membahas sikap atau mentalitas orang apabila orang tersebut sudah mengetahui suatu rahasia. Gw sendiri menjadi teringat akan salah satu aturan wajib dalam dunia persulapan, yaitu agar selalu menjaga rahasia sulapnya dari orang awam, sebagaimanapun menggodanya untuk membongkar rahasia sulap. Ini disebabkan karena sekali orang sudah tahu rahasianya, berbagai keajaiban yang ditawarkan seorang pesulap pun akan hilang seketika.

Aturan diatas memang terkesan hanya dianjurkan ke orang pesulap saja. Namun sebenarnya aturan -sederhana namun wajib- tersebut memberikan petunjuk akan sikap orang awal umumnya dalam mengetahui suatu rahasia….. apapun rahasia tersebut.

Sikap pertama ketika seseorang mengetahui suatu rahasia, maka dia akan menghargainya dan apabila dia cukup ingin menjadi seperti kalian, dia akan mempelajarinya. Sebagai contoh, misalkan kalau seseorang ingin mengetahui rahasia sulap, dia akan menghargai rahasia tersebut, menghargai atas berbagai usaha yang sudah dilakukan oleh seorang pesulap, bahkan kalau orang tersebut ingin menjadi seperti pesulap tersebut, dia akan mulai mempelajarinya dan mempraktekkannya sendiri.

Contoh berikutnya adalah, sebutlah si A tahu rahasia meditasi, menenangkan diri, bahkan berbagai ritual agama dimana bisa saja meditasi itu disebut sebagai latihan menenangkan diri dan membuat sisi ego menjadi padam meskipun cuma sementara, atau misalnya ternyata ritual agama itu kalau dirangkum adalah salah satu bentuk hipnosis massal yang dilakukan dengan nama agama. Atau misalnya si A tahu bahwa Tuhan, malaikat, dewa – dewi, dan banyak wujud2 lainnya adalah simbol. Apabila si A menghargai rahasia tersebut, maka si A akan menghargai si pemberi tahu rahasianya, bahkan kalau ternyata informasi rahasia yang dia ketahui ternyata bisa diaplikasikan ke dirinya sendiri untuk perkembangan dirinya, maka dia akan menerapkan informasi tersebut untuk dirinya sendiri. Dengan kata lain, dia akan semakin rajin bermeditasi, si A mulai lebih mengapresiasi segala ritual keagamaan yang dia anut, simbol2nya, nilai2nya, dan sekaligus menghormati agama2 lainnya.

Apabila orang mempunyai sikap diatas, karena dia bersikap netral dan memiliki mentalitas yg positif, berbagai rahasia tersebut justru dipakai untuk bahan perkembangan dirinya sendiri dan semakin mensyukuri berbagai informasi yang telah dia dapatkan tersebut.

Sikap kedua yang bisa kita temui adalah, sikap menjadi sinis atau berpandangan negatif sehingga kurang menghargai rahasia tersebut. Sebagai contoh juga dalam kasus sulap, orang yg tahu rahasianya, cenderung langsung mencibir rahasianya, melihat sosok pesulap tidak ajaib lagi, bahkan juga menceritakan ke orang2 bahwa pesulap adalah penipu yang tidak boleh dicontoh.

Contoh lainnya dengan berkaitan dengan meditasi dan ritual agama, sebutlah si B, apabila si B tahu rahasianya, maka si B cenderung mencibir meditasi tersebut, menghina atau merendahkan berbagai ritual agama karena dia merasa itu semua hanyalah permainan pikiran belaka. Dia tahu kalau semua itu adalah untuk perkembangan diri masing2, namun karena tahu rahasianya, maka dia merasa lebih tinggi ketimbang rahasia tersebut dan sudah menjadi pribadi yg lebih baik. Ya bisa dikatakan dia sudah tahu rahasia pesulap namun dia merasa dia lebih tinggi ketimbang pesulap tersebut meskipun dia sebenarnya TIDAK BISA BERMAIN SULAP. Yes, mengetahui satu hal adakalnya memberi ilusi bahwa kita sudah menguasai hal tersebut. Knowing something sometimes lead us to believe that we’ve already mastered that thing.

Ada sikap ketiga yang juga adakalanya kita temui apabila seseorang mendapat suatu informasi rahasia. Sikap ketiga ini adalah sikap tidak mau tahu atau sikap ignorant. Sikap ini bisa dikatakan lahir dari 2 hal: antara orang tersebut memang tidak mau tahu karena saking fanatiknya (misalnya orang yg fanatik dengan agama tertentu, fanatik ngefans dengan seseorang, mempelajari secara fanatik ilmu pengetahuan tertentu, dsb) atau orang tersebut tidak mau tahu karena merasa terhibur dengan berbagai misteri yang dia lihat. Apakah sikap ini berdampak bagus atau buruk minimal untuk diri sendiri juga tergantung dengan penyebabnya. Apabila penyebabnya lebih karena sikap fanatik, memang itu menjadi buruk dampaknya minimal bagi diri sendiri karena sikap tersebut berdampak membatasi diri dari berbagai pengetahuan lainnya. Sementara penyebabnya lebih karena merasa terhibur dengan berbagai misteri didepan matanya, maka ini sebenernya berdampak netral bagi diri sendiri namun berdampak baik bagi pemberi misteri. Bisa dikatakan orang yg ignorant karena ingin merasa tetap terhibur adalah orang yang menghargai rahasia tersebut.

Sebagai penutup, mungkin ada yg bingung kenapa gw menulis ini artikel? Artikel ini lebih sebagai artikel esensial mengenai sikap seseorang terhadap informasi yang sifatnya rahasia, apapun bidangnya. Dan memang dari berbagai observasi, ternyata memang tidak hanya didunia persulapan belaka, namun di semua bidang termasuk spiritual, agama, meditasi, segala bentuk perkembangan diri, termasuk skill2 seperti public speaking, pengacara, motivator, konsultan keuangan, konsultan bisnis, dan bisa diaktakan 99% sikap orang terhadap suatu informasi rahasia memang terpola seperti tulisan diatas. So, lebih berhati-hati apabila anda ingin membocorkan rahasia keberhasilan ataupun rahasia kemampuan anda, apapun itu.

Leave a Reply

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: