Saran Spesifik Untuk Para Tarot Reader Professional

Setelah sekian tahun, banyak yang bertanya kepada saya, bagaimana caranya ‘membawa diri’ dalam dunia tarot agar bisa diterima disemua kalangan para tarot reader? Well…, kepada mereka, saya selalu memberikan saran yang sebenarnya sangatlah ‘standard’, yaitu…

Never try to please everybody.

Alias hindarin banget untuk berusaha menyenangkan semua orang. Karena apapun yang kita lakukan, pasti ada saja yang tidak suka dengan seribu satu alasan. Bahasa sederhananya, fokus ke karir diri sendiri sebagai tarot reader, ambil dan ikuti apa yang dirasa dapat membuatmu berkembang baik di tarot maupun di dirimu sendiri, serta hindari membanding – bandingkan dirimu dengan orang lain.

Namun dari sekian banyak saran yang terdengar standard dan universal tersebut, ada banyak orang yang meminta berbagai tips yang khusus untuk para tarot reader yang mencoba memulai karirnya didunia tarot. Well…, berikut akan saya sampaikan beberapa tips versi saya sendiri apabila anda ingin berkarir didunia tarot dan mungkin ini juga bisa menjadi masukan untuk para tarot reader yang juga sudah lama berkarir di bidang ini.

Anggap TEST Sebagai Cara Mereka Berkenalan

Sebagian dari tarot reader akan melancarkan segudang test atau ujian bagi para tarot reader baru seperti ngetest cara kalian membaca kartu, ngetest berbagai pengetahuan kalian, ngetest pengalaman dan cara kalian menghadapi klien, dan lain sebagainya.

Banyak tarot reader baru ataupun yang sudah lama berkecimpung dibidang ini menganggap hal tersebut sebagai bentuk intimidasi dari tarot reader yang merasa dirinya sudah sepuh. Dan saya pun mengalaminya juga kok. Namun lucunya setelah melewati test tersebut, mereka dengan senyum lebar menerima saya dengan tangan terbuka dan memberikan saya berbagai masukan – masukan yang membangun. Sebagian ada yang membangkitkan motivasi dan sebagian lagi tentunya memang tidak enak didengar meskipun itu juga benar.

Namun dari situlah, saya melihat, memang para tarot reader memberi jabat tangan dan ‘salam kenalan’ dalam bentuk test di awal. Jadi asalkan kalian bisa menghadapinya dengan santai dan menjawab sesuai pengetahuan kalian (plus jujur apabila memang ada hal yang belum diketahui), kalian akan diterima dengan senang hati.

Listen To Their Ego, Doesn’t Mean You Need To Follow Them

Artinya dari kalimat diatas adalah, kita cukup mendengar segala curhat dan opini mereka. Sesimple itu; dan bukan berarti kita harus mengikuti apa yang mereka sarankan. Saya sendiri melihat apabila seseorang berdiskusi, seorang tarot reader yang baru cenderung ingin berdebat ‘membela’ berbagai pengetahuan yang mereka dapatkan dimasa mereka masih belajar. Dan berbagai topik yang selalu menjadi perdebatan hangat seringkali tidak jauh – jauh seperti:

  • Menetapkan tarif seikhlasnya dengan menetapkan tarif fix ke klien.
  • Apakah harus menghafal kata kunci atau tidak.
  • Deck mana yang bagus dan mana yang tidak untuk membacakan klien.
  • Apakah perlu memakai tebaran kartu spesifik atau mengikuti sikon membacakan klien.
  • Dan lain sebagainya

Saran saya, apabila anda menemukan pola pikir anda berbeda jauh dengan lawan bicara anda, HINDARI UNTUK MENDEBAT! Cukup dengarkan dan tunjukkan kalau anda mengerti dan akan mempertimbangkan segala masukan dari anda. Kalaupun didebat, yang ada malah anda akan di cap sebagai orang yang sok tahu dan justru anda memnciptakan perselisihan yang tidak perlu sebenarnya.

Ini karena setiap tarot reader memiliki nilai kode etik moral dan pola pikir yang berbeda – beda dan tentunya tidak bisa diseragamkan. Mengingat pengalaman dan lingkungan setiap tarot reader berbeda – beda, wajar saja kalau mereka memiliki penilaian sendiri – sendiri bukan? Dan percaya atau tidak, seringkali mereka hanya ingin ego nya didengar saja kok. Dan setelah lewat beberapa minggu, mereka juga sudah lupa apa saja masukan yang mereka berikan kepada anda. Setidaknya ketika anda mendengarkan mereka, ada kemungkinan kecil dimana mereka melihat anda sebagai teman mereka meskipun memiliki pola pikir yang berbeda dengan mereka.

Dalam Komunitas Yang Bisa Dijadikan Profesi, Akan Selalu Ada Konflik

Bagian ini terinspirasi dari salah satu sahabat saya: Emily Happywise. Saya sempat bertanya kepada dia, kenapa komunitas Star Trek lebih bisa saling membantu dan mendukung dengan ikhlas (baca: tidak terlalu perhitungan soal duit) ? Ternyata jawaban sahabat saya sederhana: “Karena menyukai Star Trek adalah hobi; tidak bisa dijadikan profesi secara langsung.”

Dari situlah Emily melanjutkan, semua komunitas yang dimana kegiatannya bisa dijadikan profesi, seperti tarot, fotografir, make up, melukis, sulap, dan lain sebagainya, pasti akan ada konflik antar anggotanya. Konfliknya pun macam – macam dan ujung – ujungnya sebenarnya mengarah ke satu hal: berebut rejeki.

Berbeda dengan komunitas yang aktifitasnya tidak bisa dijadikan profesi. Karena sudah pasti keluar biaya dan hampir tidak ada cara untuk menarik untung, maka kemungkinan besar anggota komunitasnya juga akan saling membantu dengan tulus.

Dengan demikian, untuk para tarot reader, sangat disarankan untuk mencari komunitas dengan tujuan berbagi pengetahuan dan memperluas jaringan pertemanan. Apabila anda mencari komunitas dengan tujuan mendapat rejeki dari sana sebagai motivasi utama, sudah bisa dipastikan anda akan tercebur dalam konflik, saling iri dengki, dan saling gosip yang ujung – ujungnya justru membuat perkembangan anda menjadi terhambat di tarot.

Biasakan Membaca Dan Terus Belajar MANDIRI!

Tahukan teman – teman, apakah yang membedakan tarot reader galau bin lebay dengan tarot reader yang lebih dewasa dari sisi sikap dan perilaku? Yaitu membaca dan terus belajar sendiri. Ini disebabkan karena dunia tarot reading memang mayoritas didominasi oleh orang – orang yang merasa senior, tapi sebenarnya pengetahuannya akan tarot sangat dangkal. Bayangkan orang – orang seperti itu justru memiliki banyak murid, tentunya karena sebagian besar para murid terbiasa untuk mengikuti 100% apa kata gurunya, maka murid tidak akan lebih pandai daripada gurunya.

Terus terang saja, jumlah tarot reader yang secara sikap dan perilaku sudah sangat dewasa itu jumlahnya sangat sedikit dan bisa dihitung dengan jari. Ini disebabkan karena memang sebagian besar maryarakat Indonesia yang memang malas membaca dan belajar lebih jauh meskipun yang dipelajari adalah bidang yang menjadi karirnya sendiri.

Dikarenakan masih sangat sedikit tarot reader yang dewasa secara mental, maka saya sangat menyarankan untuk membiasakan diri belajar sendiri. Entah dari berbagai literatur, internet, video, dan lain sebagainya. Selain itu, sisihkan sebagian anggaran untuk berinvestasi untuk menambah ilmu pengetahuan anda didunia kartu tarot. Setidaknya, dengan anda tahu banyak seputar tarot, anda tidak akan seperti para pembaca tarot lebay yang sebentar – sebentar mau meninggalkan tarot karena ketakutan ada ‘isi’nya dan beberapa saat kemudian memilih fokus di tarot.

 

Demikian berbagai tips spesifik yang saya tujukan terutama untuk para tarot reader yang baru mau memulai karir professionalnya. Saya sangat yakin ini pasti sangat bermanfaat untuk anda semua. :)

Leave a Reply

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: