Tag Archive for tarot

[CTR] Mengapa ‘Cerita’ Prestasi Karena Kerja Keras itu ‘Tidak Laku’

 

Sesuatu Yang (Sengaja) Dilupakan

Berkaca dari pengalaman saya sendiri sebagai tarot reader, ketika ada klien yang datang untuk meminta konsultasi, 99% beranggapan bahwa kemampuan saya dalam membaca kartu tarot adalah sebuah kelebihan yang saya miliki sejak kecil. Mereka memuji saya dan berharap memiliki kelebihan yang saya miliki.

Hal lucunya adalah, setiap kali saya menceritakan bahwa ini bukanlah ‘kelebihan’ yang saya miliki, melainkan hasil dari saya belajar dan latihan terus – menerus sambil tetap menjalankan profesi saya sebagai tarot reader, klien hanya mengiyakan saja akan pengakuan saya tersebut dan seringkali hanya sebatas tertarik ingin belajar tarot.

Namun rasa tertarik ingin belajar tarot pun hanya sebatas wacana saat itu saja. Dan sebulan kemudian, klien yang sama, datang kembali kepada saya untuk konsultasi lanjutan, pun ternyata ia mengulangi hal yang sama: kemampuan saya membaca kartu tarot adalah sebuah kelebihan yang saya miliki sejak kecil dan berharap memiliki kelebihan tersebut.

Yes, mereka lupa akan ‘cerita pengakuan’ saya tersebut.

Pada awalnya, saya berpikir kalau kejadian ini, mungkin hanya berlaku untuk hal – hal yang sekilas berbau mistis. Namun ternyata saya juga salah kira.

Ada seorang teman saya, sebut saja Chandra namanya, dia merintis bisnis kopi. Dia memulainya dari sebuah kedai kopi kecil – kecilan dan bisnis tersebut gagal. Kemudian dia mencoba berbagai variasi bisnis kopi lainnya, dan juga terus – terusan gagal sampai lebih dari 10 kali. Sampai akhirnya, sekitar percobaan dia yang ke 12, dia baru menemukan sela nya dan sekarang sudah memiliki bisnis kopi instan premium yang dijual di berbagai minimarket.

Ada beberapa klien saya yang mengetahui merek kopi instan premium tersebut dan mengatakan betapa beruntungnya pemilik bisnisnya karena berhasil menjual 1 paket isi 2 sachet kopi instant tersebut seharga 1 porsi kecil makan siang di mall kelas menengah. Sementara perusahaan lokal mapan umumnya paling hanya bisa menjual sekitar Rp 2000 untuk 1 sachetnya.

Karena saya mengetahui owner dari produk yang dimaksud, maka saya menceritakan secara singkat akan perjuangan pemilik bisnis tersebut; tak lupa menekankan bagian ‘gagal belasan kali’.

Dan hal menarik kembali terjadi; seminggu kemudian klien yang sama datang kepada saya, sekedar untuk berbagi cerita saja, dan kembali menyinggung bahwa pemilik bisnis kopi instan premium tersebut sangat beruntung. Beruntung karena berhasil menjual 1 paket isi 2 sachet kopi instan seharga 1 porsi kecil makan siang di mall kelas menengah.

Dan klien tersebut mengaku lupa kalau saya pernah menceritakan kegagalan belasan kali ownernya sampai akhirnya berhasil menemukan sela di bisnis kopi tersebut.

 

Mengapa Bisa ‘Lupa’?

Saya sendiri sempat bingung dengan fenomena sosial ini. Bingungnya karena banyak sekali buku – buku inspiratif dan berbagai seminar motivasi yang sekilas tampak banyak sekali peminatnya. Buku – buku dan seminar tersebut merupakan suatu produk dengan angka penjualan yang sangat tinggi. Minimal kalau menurut data penjualan suatu toko buku besar di Indonesia yang saya ‘intip’, penjualan buku berbau motivasi dan inspirasi itu merupakan buku dengan penjualan tertinggi no-2 di Indonesia.

No-1 nya? Buku resep masakan. Dan no-3 nya lebih ke komik/ manga.

Namun lucunya lagi, orang – orang yang pernah membeli buku motivasi dan inspiratif tersebut, ketika saya tanyakan, mereka mengaku sudah membaca sampai habis isi buku tersebut; namun LUPA akan inti detail pesan yang mau disampaikan.

Dan dari sini pula, saya juga berpikir. Banyak orang yang menginvestasikan sebagian kecil penghasilan mereka untuk buku tersebut, namun investasi mereka tampaknya menjadi sia – sia. Karena mereka membaca buku tersebut hanya untuk memenuhi -ilusi telah belajar-nya saja tanpa mencoba menerapkan berbagai pesan yang ingin disampaikan dari buku tersebut.

Sebaliknya, buku – buku novel ringan (atau sering disebut sebagai chicklit atau teenlit) romantis, malah bisa diingat relatif mendetail dalam soal cerita dan konflik dalam novel tersebut. Ada apa ini?

 

Jawaban Yang Datang Dari Sebuah Film Animasi

Pada awalnya, saya hanya bisa mendapat kesimpulan sementara, ya memang karena masyarakat itu cenderung mengingat hasil akhir dan melupakan prosesnya. Titik. Tidak lebih dari itu.

Namun suatu ketika, saya menonton sebuah film animasi Jepang seputar ‘pertempuran memasak’, dan lucunya, saya mendapat jawaban dari film animasi Jepang yang sekilas hanyalah tontonan ‘sekali nonton’ tersebut.

Jawaban yang saya dapat cukup menarik dan bisa menjadi bahan pemikiran pribadi.

 

Berikut percakapan yang saya kutip dari tontonan animasi tersebut yang saya terjemahkan secara bebas.

 

Ketika ada seseorang yang berbakat, kita cenderung memuja dan mengidolakan orang tersebut. Kita menilainya sebagai sosok yang ‘beruntung’ sementara kita bukanlah orang yang seberuntung dia.

Dengan demikian, kita menjadi memaklumi dan memaafkan diri sendiri, kalau kita tidak akan bisa menjadi seperti idola kita.

Namun orang yang baru masuk ke dunia kompetisi memasak ini, bukanlah orang yang berbakat. Dia menjadi ahli dibidangnya  karena bekerja keras dan gagal berkali – kali. Orang baru ini menjadi sosok yang tidak populer dikalangan kita, meskipun dia cukup berprestasi.

Kenapa bisa begitu?
Karena kita tahu, orang baru ini sama dengan kita. Tidak berbakat sama sekali. Kalau kita sampai mengidolakan orang yang tidak berbakat ini, maka kita harus menerima kalau kita sendiri sebenarnya juga bisa berprestasi melalui kerja keras dan latihan terus – menerus.

Dan kita harus menerima kalau kita belum bekerja sekeras dan berlatih serajin dia.

Sederhananya, kalau disimpulkan, kita semua cenderung dengan sadar, melupakan proses perjuangan seseorang menjadi berprestasi, semata – mata karena kita tidak mau mengoreksi kekurangan diri kita sendiri.

[CTR] Apakah Hal Tersulit Yang Dihadapi Seorang Tarot Reader? (part 1)

Ada beberapa teman yang baru mulai belajar tarot, bertanya kepada saya,

“Apakah hal tersulit yang dihadapi oleh seorang tarot reader yang sudah berpengalaman seperti kamu?”.

Well…, mungkin kalau dulu banget, saya akan bilang kalo hal tersulit yang dihadapi oleh seorang tarot reader, adalah masalah – masalah yang pelik, yang rumit, dan semacamnya. Katakanlah misalnya kalau klien bertanya seputar karirnya di ekonomi, politik, atau soal bisnis – bisnisnya. Dan ketika saya menjawab itu pada waktu lampau, saya menjawab dengan terbesit rasa bangga terhadap diri sendiri alias setengah pamer karena (bermaksud) menunjukkan, “Gue uda handle klien politisi looooh! Gue uda menangani klien pengusaha gede looohh! Loe belom kan? “
Itu pas di awal – awal banget, sekitar 3-4 tahun lalu lah.

Namun ketika saya sudah berkecimpung didunia tarot yang sudah lebih dari 10 tahun ini, dan disaat yang sama, ada klien yang menanyakan hal yang sama…, pertanyaan yang seringkali saya pelintirkan menjadi ajang pamer prestasi tersebut, justru memiliki jawaban yang jauh berbeda dibandingkan sebelumnya.
Ketika saya melihat kebelakang dan bercermin dengan berbagai keputusan yang saya ambil sebagai Tarot Reader, justru saya merasa ada hal – hal, yang dengan tingkat kedewasaan saya yang sekarang, justru jangan diambil. Karena itu bisa berbalik merugikan orang lain. Menjaga ‘ITU’ agar klien berbalik tidak ‘dirugikan’, ternyata sangat sulit.

Apakah ‘hal ITU’ tersebut?

Well…, akan saya ceritakan dulu soal beberapa pengalaman praktis saya sebelumnya sebagai Tarot Reader agar lebih jelas…

Yang pertama, sekitar tahun ke -3 karir saya didunia tarot, saya termasuk reader yang masi melihat kalau perceraian itu adalah hal yang sedapat mungkin dihindari. Jadi apapun masalah klien, perceraian itu pokoknya bener – bener opsi terakhir deh. Kalo bisa, jangan disinggung lah.

Nah, suatu hari, sebutlah nama kliennya si Juli, bukan nama sesungguhnya, itu konsul ke saya soal sikon rumah tangganya yang memang sangat jauh lah dari ideal. Suaminya selingkuh, dan adakalanya suka melakukan kekerasan fisik ke Juli.

Dan ketika dia konsul ke saya, 3 kartu yang keluar adalah 9 of swords , Death dan ace of cups.

 

 

Interpretasi singkatnya yang seharusnya saya bacakan saat itu:

Juli sudah sampai di tahap dimana dia benar – benar sudah menderita lahir batin (9 of swords), sehingga memang sudah waktunya untuk menyelesaikan relasi yang sekarang (Death), dan memulai relasi baru dengan orang yang baru sesudahnya (ace of cups).

Basically sih, intinya dia disarankan divorce alias cerai.

Cuma karena waktu itu, saya masih termasuk ke orang yang sangat anti divorce, maka saya memodifikasi interpretasinya seperti ini:

Situasinya sudah sangat buruk (9 of swords) sehingga kalau dibiarkan terus, maka hubungan ini bisa tidak bertahan lama (Death), sehingga perlu adanya penyegaran relasi untuk menjaga harmonisnya hubungan (ace of cups).

Oleh karena itu, saya sarankan untuk coba berikan service terbaikmu ke suami. Entah dengan cara memijat dia, melayani dia dgn menyajikan teh misalnya disaat dia pulang kerja, bawa ke saat – saat masih pacaran. Setelah beberapa minggu, silahkan mulai diskusi baik – baik soal hubungan kalian agar bisa dipertahankan.

Dan hasilnya? Klien saya mencoba untuk menjalankan hal tersebut dan semakin lah dia mendapat siksaan fisik bertubi – tubi, ditambah anaknya yang mulai melihat ibunya disiksa tersebut serta semakin dia menambah trauma psikis yang sudah ada (anggap seperti makna di kartu 9 of swords yang semakin parah). Ternyata memang untuk suami si Juli ini, ketika dia semakin melayani dengan baik, justru semakin menjadi sasaran siksaan.

Dan dia konsul ke saya untuk kedua kalinya.

Dan saat itu, saya meminta maaf atas kesalahan saya yang tidak objektif dalam membaca; ketika saya kembali membaca tarotnya pun, tetap intinya sama. DIVORCE supaya hidupnya lebih baik termasuk untuk anaknya juga. Dia memaafkan, namun tetaplah bagi saya, dampak menambah trauma psikis karena ‘peran saya’ menjadi pikiran saya tersendiri waktu itu.

Singkat cerita, setelah cerai, dia justru menjadi single mother dengan anak yang sangat bahagia hidupnya. Banyak pria yang mau sama dia, dan mantan suaminya pun sampai meminta balik dengan dirinya.

Tentu saja dia sudah kapok dengan perilaku mantan suaminya sehingga dia lebih memilih untuk bahagia sebagai single mother. Dan kalau masi memungkinkan, baru dia akan mencari orang baru.

 

(bersambung)

[Minor Arcana] Three : Energi dan Ekspresi , Part II

3 of swords

Diantara 4 kartu dengan angka 3, kartu 3 of swords merupakan kartu yang sering dianggap jelek meskipun kenyataannya belum tentu seperti itu.

Banyak orang yang memaknai kartu ini sebagai patah hati, dikhianati pasangan, sakit hati karena 1 dan lain hal. Namun menurut saya, makna dalam kartu ini tidak melulu soal patah hati.

Arti dasar dari kartu ini adalah mengekspresikan logika. Logika sendiri memang berkaitan erat dengan fakta dan kenyataan – kenyataan yang seringkali tidak nyaman untuk didengar. Karena pembicaraan dan diskusi yang menitikberatkan kepada logika, maka konsekuensinya memang terasa tidak enak didengar atau terasa menyayat hati. Konsekuensi itulah yang digambarkan di kartu 3 of swords yang seringkali dilukiskan dengan hati yang ditusuk pedang.

Makna lainnya juga, mengesampingkan sisi emosional agar bisa menyampaikan sesuatu secara objektif dan logis.

Jadi, apabila banyak orang yang menginterpretasikan kartu ini secara negatif karena unsur sakit hatinya, maka sisi positif dari kartu ini lebih menunjukkan ke mengkomunikasikan berbagai fakta dan kenyataan secara objektif dan jujur.

 

3 of Pentacles

Makna singkat dari kartu ini lebih ke ekspresi dalam hal material. Simplenya lagi, menikmati proses bekerja. Kartu ini seringkali digambarkan dengan sosok orang yang tengah bekerja dan sosok orang lain yang mengawasi pekerjaan tersebut. Si pengawas tersebut seringkali diaritkan sebagai bos atau orang yang memberi bayaran atas kerjaan orang tersebut.

Karena suit nya adalah pentacles, maka konteks menikmati pekerjaan disini lebih ke pekerjaan yang sifatnya konvensional; pekerjaan yang dimana semakin banyak anda menginvestasikan waktu anda untuk bekerja, maka semakin besarlah pemasukan yang anda dapatkan. Dengan demikian, sifatnya memang cenderung kuantitatif atau bisa dihitung. Simplenya lagi, bekerja sedikit demi sedikit secara telaten dan setelah banyak terkumpul, memiliki penghasilan yang besar.

Sisi negatifnya? Kartu ini bisa juga menunjukkan akan seseorang (bisa juga si klien itu sendiri) yang terlalu mendedikasikan waktunya untuk bekerja sehingga kurang bisa membagi waktunya untuk hal – hal lain. Short word: gila kerja. Bisa juga menunjukkan kondisi seseorang yang memang tengah dikejar deadline sehingga dia bekerja lebih keras ketimbang biasanya.

[Minor Arcana] Three : Energi dan Ekspresi , Part I

Angka 3 dalam minor arcana, secara umum menunjukkan energi yang tercurahkan dalam hal yang dikerjakan. Bisa juga menunjukkan akan ekspresi yang intense (bahkan cenderung berlebih), tergantung dari suit minor arcana tersebut. Dalam banyak bacaan, seringkali angka 3 juga menunjukkan optimisme karena si klien sudah melakukan banyak hal untuk mencapai apa yang dia inginkan.

 

3 of wands

Sederhananya, ini menunjukkan usaha yang sudah dilakukan semaksimal mungkin dalam hal karir. Berbagai karya sudah selesai dikerjakan dan tinggal menunggu calon pelanggan yang berminat.

Untuk itulah, seringkali gambar yang ada di kartu ini, menunjukkan orang yang sedang berdiri di sebuah daratan, ditemani dengan 3 tongkat, serta gambar kapal di perairan. Gambar kapal di perairan tersebut sering diartikan menjadi 2 macam: kapal tersebut datang menjemput orang yang ‘menunggu’ tersebut, atau kapal tersebut telah pergi meninggalkan orang yang sama.

Akibatnya, tergantung dari konteks pertanyaan ataupun posisi kartu yang ada juga. Bisa saja kartu ini menunjukkan pekerjaan/ karya yang sudah selesai dan tinggal menunggu pelanggan yang berminat alias sudah sesuai dengan deadline. Bisa juga menunjukkan kalau pekerjaan tersebut sudah melampaui deadline; sehingga klien sudah kehilangan momentum dalam pekerjaan tersebut.

 

3 of cups

Makna dalam kartu ini lebih sering diartikan sebagai moment untuk bersenang – senang bersama teman – teman. Wajar saja banyak yang mengartikannya demikian, karena dari gambarnya menunjukkan 3 wanita yang tampak menikmati waktu kebersamaan. Di banyak versi tarot, kartu ini selalu menunjukkan 3 wanita yang sedang melakukan toast dengan cups nya masing – masing ataupun sedang menari.

Arti secara umum memang lebih mengacu ke bersenang – senang menikmati moment waktu kebersamaan. Dan arti tersebut memang versi panjang dari angka 3 yang melambangkan ‘ekspresi’ dan suit cups yang melambangkan ‘emosional dan relasi’.

Apabila dalam konteks pekerjaan/ bisnis, kartu ini lebih menunjukkan kalau ternyata menikmati proses bekerja bersama teman – teman itu jauh lebih diutamakan ketimbang hasil akhirnya nanti. Bukan berarti pekerjaan tersebut merugi/ tidak efektif; melainkan moment – moment selama berproses itu yang jauh lebih bermakna ketimbang hasilnya.

Dalam dunia kerja dan relasi juga, kartu ini juga bisa menunjukkan tanda untuk perlunya komunikasi yang lebih intens dan antar individu dan perlunya saling mendekatkan diri agar bisa bekerja sama dengan baik. Kedekatan secara emosional dan personal menjadi kuncinya.

Sisi buruknya? Bergantung dari topik dan posisi kartunya, kartu ini juga bisa menunjukkan kecenderungan seseorang untuk bergosip. Dengan kata lain, beberapa orang lebih sering menghabiskan waktu untuk ngobrol dan berbicara berbagai hal diluar topik utama ketimbang benar – benar mendiskusikan sesuatu yang lebih penting.

[Minor Arcana] Two: Yang Melambangkan Dualitas (Part 2)

Two Of Swords

Dualitas dalam kartu ini lebih menunjukkan dualitas dalam sisi komunikasi ataupun rasionalitas. Gambar seorang wanita yang ditutup matanya dan memegang dua bilah pedang dengan sikut terlipat dan kedua pedang disandarkan ke bahu, menunjukkan bahwa pilihan yang dihadapi memang sama – sama memiliki konsekuensi yang tidak kecil. Bisa dikatakan apapun keputusan yang dibuat, memang tidak dapat menyenangkan semua pihak.

Namun gambar mata yang ditutup dengan kain dan adanya bulan sabit di latar belakang justru memberikan suatu pesan penting. Mata yang ditutup menunjukkan agar si penanya dapat memilih ataupun menimbang keputusan tanpa melibatkan emosional sama sekali; yang dimana sisi emosional itu sering terstimulai apabila seseorang ‘melihat’ alternative yang harus dia pilih.

Sementara bulan sabit (dan kombinasi dengan pantai) menunjukkan akan pentingnya menggunakan intuisi (bulan sabit) dalam mengambil keputusan. Toh lagipula, sehebat – hebatnya kita mencari informasi seputar pilihan tersebut, tetap saja aka nada aspek yang tidak akan kita ketahui (dilambangkan dengan pantai dan air laut yang dalam). In short word, ambil keputusan dengan kombinasi intuisi, rasionalitas, dan netral.

Dalam beberapa kasus, tergantung topik dan juga kombinasi kartu yang ada dalam tebaran, ini bias menunjukkan untuk menjaga 2 kepentingan yang berbeda dengan menggunakan intuisi dan rasional, serta tidak melibatkan emosi dalam menjaga berbagai kepentingan tersebut. Bedanya dibandingkan 2 of wands, apabila di wands lebih menekankan 2 kepentingan pekerjaan, maka 2 of swords lebih ke sisi komunikasi. Simplenya, menjaga tata Bahasa agar bias senetral mungkin dalam berbicara terhadap 2 atau lebih pihak yang berbeda.

Aspek negative dari 2 of swords juga mirip dengan uraian sebelumnya, yaitu stagnasi dan tidak mau memilih. Bisa disebabkan karena si penanya takut akan konsekuensi dari masing – masing pilihan, dan bisa juga lebih ke penanya memang minim pengalaman dalam mengambil keputusan sulit.

Di kartu ini, seorang wanita yang memegang kedua pedang tersebut, menyenderkan ke bahunya karena memang pedang tersebut tampak berat sehingga kekuatan 1 tangan saja tidak akan bisa bertahan mengangkat 1 pedang. Itulah sebabnya dia menyenderkan pedang tersebut di bahunya. Ini bisa diinterpretasikan bahwa sekuat – kuatnya seseorang bertahan untuk tidak mengambil keputusan sulit, akan ada waktunya beban situasi itulah yang akan ‘membuat keputusan’ untuk si penanya. In short word, ia harus memilih atau situasilah yang akan menentukan pilihan untuk anda.

 

Two Of Pentacles

Kartu ini lebih menunjukkan seseorang yang sedang melakukan akrobatik dengan pentacles di kedua tangannya. Makna sekilasnya sederhana: menjaga keseimbangan antara 2 atau lebih sumber pendapatan ataupun pengeluaran material. Jadi apabila kartu ini keluar, dan topik pertanyaannya seputar keuangan, maka hampir bisa dipastikan kalau si penanya perlu menjaga keseimbangan antar berbagai sumber pemasukan dan pengeluarannya agar semuanya dapat seimbang. Ini disebabkan karena apabila salah satu saja jebol, situasi keuangan si penanya menjadi sangat tidak stabil.

Makna lainnya, tergantung topik bacaan dan kombinasi kartu yang ada dalam tebaran, juga bisa menunjukkan seseorang mulai memutar alur materi yang dimilikinya. Sebagai contoh, si A mulai memutar uang yang dia dapat dari suatu bisnis yang dimlikinya agar dapat digunakan untuk ekspansi ataupun investasi ke bisnisnya yang lain.

Aspek negative dari kartu ini, tergantung dari kombinasi kartu lainnya juga, bisa menunjukkan ketidakmampuan si penanya dalam mengelola materi yang dia miliki. Sederhananya, dia boros. Atau bisa juga si penanya terlalu banyak berspekulasi dalam memutar materi yang dia miliki.

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: