Tarot Dalam Sisi Bisnis

Sudah mulai banyak tarot reader yang mulai membisniskan tarot readingnya kedalam bentuk yang lebih dari sekadar membaca tarot. Ada yang berlomba – lomba membuat kursus terbatas, seminar, memasang booth di pameran – pameran, dan masih banyak lagi.

Pertanyaannya adalah, apakah membisniskan tarot itu sendiri merupakan suatu bisnis yang cukup menguntungkan? Kalau memang menguntungkan, mengapa sedikit tarot reader yang berhasil secara finansial (baca: bisa hidup hanya dari kartu tarot)?

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyinggung siapapun secara khusus; melainkan menyasar kepada pembaca secara umum saja. Ini terpaksa saya tuliskan terlebih dahulu kalimat ini karena ada beberapa orang (lebih dari satu yg pasti) yang entah terkena sindrom obsesi artist / public figure yang akut, jadi merasa beberapa tulisan di facebook saya menyasar kepada dirinya. To people like that….well, maaf saya tidak menyasarkan kepada anda, so GET A LIFE yang lebih berguna daripada memantau account facebook saya, buat asumsi yang aneh – aneh, dan ngedumel nyari perhatian dibelakang!

 

Tarot, Bisnis Yang Menguntungkan?

Mengenai pertanyaan pertama yang apakah tarot bisa menjadi bisnis yang menguntungkan, well…..dalam pengamatan pribadi saya sendiri, apabila tarot hanya digunakan untuk media konsultasi saja tanpa adanya fungsi – fungsi lain yang membantu, jujur, tarot bukanlah suatu bisnis yang menguntungkan. Tarot baru bisa dijadikan suatu bisnis yang menguntungkan apabila dibuat dalam format tim yang terintegrasi, baik besar maupun tim yang kecil. Maksudnya tim yang terintegrasi adalah adanya berbagai fungsi yang dijalankan seperti fungsi pemasaran, edukasi/ pendidikan, follow-up klien, agen pencari klien, dan masih banyak lagi. Untuk di awal, sebagai starting point, fungsi – fungsi tersebut memang bisa dilakukan oleh tarot readernya sendiri; hanya saja seiring dengan waktu dan pekermbangan karir tarot reader itu, namanya juga manusia, ya butuh bantuan orang lain agar bisa tetap menangai semua fungsi itu tanpa keteteran.

Jadi, bagi para tarot reader yang niat menjadikan ini sebagai ladang sumber rejeki mereka, apabila anda tidak berminat MINIMAL menjalankan fungsi marketingnya (dengan cara apapun), kemungkinan besar perkembangan kalian akan sangat lambat. Gw mengatakan ‘kemungkinan besar’, karena memang ada segelintir orang yang tidak melakukan apa – apa untuk memasarkannya, dan dia selalu mendapat banyak order. Well, orang seperti itu memang ada dan tanpa disadari mempunyai faktor pendukung lainnya yang bisa membuat dirinya berhasil. Namun let’s leave that for another case.

Ok, anggap fungsi – fungsi diatas sudah berjalan dengan baik, untuk membuat seorang tarot reader sebagai profesional yang mudah diingat dan direferensikan oleh orang awam, ada 1 faktor lagi yang memang menjadi penentu juga. Faktor itu seringkali dalam dunia hiburan panggung disebut sebagai karakter atau identitas. Seorang tarot reader, Madam Arra sudah membahas mengenai identitas ini dalam buku Tarot For Beginners; dengan demikian saya akan menguraikan secara singkat saja disini.

Identitas atau karakter yang dimaksud adalah berbagai trait2 kepribadian, sisi bagus (dan kelemahannya) dalam pembacaan, berikut berbagai aksesoris pendukung yang dimana kombinasi itu semua justru membuat klien menjadi mudah mengingat si tarot reader tersebut. Jadi, misalkan Madam Arra sendiri diingat oleh orang awam sebagai reader yang memberikan motivasi, berintuisi tinggi, harga wajar, dan berdandanan ala gypsy, itu saja sudah menjadikan pembeda antara Madam Arra dengan reader yang lain. Dengan demikian, apabila seorang awam ingin mendapat jasa konsultasi dan ada unsur motivasinya, sudah dipastikan teman – temannya akan merekomendasikan Madam Arra.

Gw sendiri dari hasil survei kecil – kecilan yang dilakukan oleh teman saya, nunjukin pandangan klien terhadap gw adalah tarot reader yang sosialis, pintar namun practical, dan cenderung blak2an alias menusuk untuk pembacaannya bila ada hal2 yang perlu diperbaiki, dan mereka selalu ingat gw yang memakai baju hitam – hitam ala pesulap.

Lain tarot reader, lain pula karakternya; namun itu semua sangat penting terutama sebagai differensiasi/ pembeda segmen pasar. Dengan diferensiasi tersebut, nantinya juga bisa menentukan marketing campaign seperti apa yang cocok dengan diri si tarot reader, sasaran audience seperti apa yang diprioritaskan, dan masih banyak faktor lain yang lebih mudah dicari apabila sudah menemukan karakter/ identitasnya si reader.

Tips lain yang bisa gw bagi disini adalah, hindari untuk meremehkan yang namanya repeat order. Repeat order menunjukkan bahwa klien puas dengan jasa seorang tarot reader. Ketika klien tersebut melakukan repeat order, maka sudah bisa dipastikan klien tersebut bersedia mempromosikan anda ke teman – temannya. Yang perlu diperhatikan disini adalah, repeat order adalah proses klien mau konsultasi lagi ke tarot reader yang sama dalam jangka waktu tertentu. Pengalaman gw pribadi, jarak sebulan sekali merupakan tenggang waktu PALING CEPAT untuk repeat order dan follow – up kasus klien. Kenapa demikian? Karena apabila klien kembali berkonsultasi dalam hitungan minggu atau hitungan hari, bisa dikatakan klien hanya ingin anda mendengarkan curhatnya dan blom tentu dia telah melakukan hal – hal konstruktif untuk menyelesaikan masalah yang telah dikonsultasikan. In short word…..mereka cuma mau curhat, namun belum tentu mau menyelesaikan masalah mereka sendiri. Klien tipikal seperti ini memang perlu berhati – hati dalam menanganinya. Trust me, ujung2nya, memanfaatkan klien yang seperti ini, justru akan lebih banyak membebani diri tarot reader sendiri ketimbang membantu klien secara tulus.

 

Mengapa Sedikit Yang Berhasil Secara Finansial?

 

Ok, let’s move on to second question: Kalau memang menguntungkan, mengapa sedikit tarot reader yang berhasil secara finansial?

I’ll be BRUTALLY HONEST in this section. Dan sebelum gw menguraikannya, gw juga perlu menekankan bahwa apa yang gw tulis disini memang tidak ada dalam literatur, melainkan gw dapet dari sharing klien2 yang kecewa dengan tarot reader lain dan cerita ke gw (yg juga dalam kapasitas tarot reader). So consider this section as STREET KNOWLEDGE alias ilmu yang didapat dari lapangan langsung, bukan akademik/ penelitian resmi.

Pertama – tama, di awal karir, memang seorang tarot reader perlu berjuang untuk mengumpulkan banyak klien yang mau berkonsultasi dengan dirinya dan berujung kepada terbentuknya pasar tersendiri untuk tarot reader tersebut. Setelah itu, seorang tarot reader dapat mempertimbangkan hal lain untuk ekspansi jasanya, dan masih banyak alternatif lain untuk meningkatkan usahanya. The problem is, kebanyakan tarot reader, meskipun terlihat professional, ternyata dalam fase mengumpulkan klien saja sudah cukup bermasalah. Kenapa demikian?

Pada dasarnya, klien yang cukup familiar untuk konsultasi dengan tarot reader, memang cenderung membanding – bandingkan tarot reader satu dengan yang lain. Memang mereka tidak pernah secara terbuka membandingkan tarif jasa 1 reader dengan reader lain, namun mereka dengan sangat terbuka akan menceritakan kekurangan2 tarot reader lainnnya. Hal yang menarik adalah, klien yang tidak puas dengan seorang tarot reader, seringkali BUKAN karena TARIF yang dirasa mahal ataupun AKURASI bacaannya. Melainkan:

1. Cara berkomunikasi dan merespon pertanyaan klien

Most case, klien yang datang ke gw, selalu mengeluhkan ketika dia berkonsultasi dengan beberapa tarot reader sebelumnya, seringkali mereka merasa terintimidasi bahkan sampai sakit hati karena ucapan tarot reader tersebut. Gw tidak perlu menyebutkan secara spesifik siapa nama2 tarot reader yang dikeluhkan oleh klien2 tsb sampai2 mereka pindah ke tarot reader yang lain; hanya saja apabila dirangkum, point2 yang kurang disukai klien adalah:

  • Perawakan seorang tarot reader yang sombong dan menggurui dengan kata2 yang kasar/ sangat pesimis
  • Lanjutannya, tarot reader sengaja membuat kesan seakan – akan dia lebih tahu dan lebih hebat daripada kliennya
  • Memberikan jawaban yang terlalu menggantung atau terlalu simbolis sampai2 klien bener2 ga ngerti apa yang diomongin
  • Mencampuradukkan kehidupan pribadi tarot reader kedalam arahan yang dia berikan kepada klien

 2. Follow – up klien dengan alternatif bisnis lain secara terang2an

Ada beberapa tarot reader yang menawarkan berbagai solusi2 ‘alternatif’ ke klien sebagai cara cepat untuk menyelesaikan masalahnya. Seringkali, solusi alternatif tersebut juga jauh lebih mahal ketimbang jasa konsultasi tarot itu sendiri. Sebagai contoh:

  • Untuk soal pasangan, supaya gebetan bisa dijadikan pacar dalam waktu relatif singkat, klien ditawarkan barang2 yang dipercaya bisa membuat pasangan jatuh cinta ama klien atau jasa2 perpeletan lainnya.
  • Untuk soal pasangan yang selingkuh, klien ditawarkan jasa trackking sms pasangan supaya tahu setiap sms pasangan yg diterimanya maupun yg dikirim pasangan tersebut.

Kesannya memang membantu klien. But believe it or not……mayoritas klien, apalagi di Jakarta, selama dia masih bisa berpikir dengan otak alias tidak sedang kalut, tawaran – tawaran seperti itu malah membuat klien menaikkan pertahanan psikologisnya. Karena pada dasarnya memang seorang customer kurang suka kalau ditawarkan sesuatu yang lebih mahal daripada tarif jasa yang aslinya. Hal seperti ini justru malah membuat klien merasa tidak nyaman dan sekaligus tidak enak dengan tarot reader tersebut, dan mencoba dengan sekuat tenaga untuk menghindari orang – orang seperti ini.

3. Psikologi tarif

Penetapan tarif, dan soal ketentuan pembayaran (apakah dibayar sebelum atau sesudah konsultasi) merupakan hal yang cukup sensitif terutama dalam scope konsultasi private. Namun perlu dipertimbangkan, apabila seorang tarot reader menentukan tarif yang dibayar dimuka baru bisa konsultasi, maka klien sudah memiliki standard ekspektasi akan ‘kehebatan’ jasa yang anda berikan. Tentu saja ekspektasi setiap klien akan berbeda – beda tergantung besaran tarif dan seberapa besar tarif tersebut ‘membebani’ keuangan dirinya. Berbeda dengan tarif yang dibayar setelah konsul, seorang tarot reader bisa terpapar resiko ‘klien tidak bayar’, namun di sisi lain, klien MEMILIKI STANDARD EKSPEKTASI LEBIH RENDAH  atas jasa seorang tarot reader. Jadi misalkan tarif konsultasinya sama dan tarot readernya juga sama, klien akan lebih kagum dan mengapresiasi kemampuan seorang tarot reader untuk jasa yang dibayar dibelakang ketimbang dibayar didepan. Cara seperti ini masing2 ada kelebihan dan kekurangannya, so use it wiselly.

4. TOO MUCH ADVERTISING

Dengan maraknya penggunaan BBM, Facebook, dan Twitter, serta media sosial lainnya, wajar kalau seorang tarot reader juga ingin mengiklankan dirinya untuk jasa yang dia tawarkan. Mengiklankan diri dalam frekuensi yang moderat memang dianjurkan. Jadi misalkan untuk facebook dan twitter, cukup 1-2x sehari dalam mengiklankan jasa tarot reading, sebenarnya itu sudah cukup. Sisanya just be yourself aja sambil tetap mempertahankan pola pikir yang positif.

Justru masalah utama dalam advertising atau pengiklanan disini lebih kentara didunia BBM. Kenapa? Karena memang ada sebagian tarot reader yang tergoda untuk membroadcast message iklan jasanya. Believe it or not, pengguna BBM sudah cukup banyak menerima BM dengan info2 yang simpang siur, sehingga BM jasa tarot reading dengan frekuensi yang cukup sering, bahkan seminggu sekali pun dianggap negatif oleh pengguna BB.

Untuk mengiklankan jasa diri di BBM, cara teraman dan paling sopan yang gw temukan adalah cukup dengan beriklan di status anda sendiri (itupun juga hindari terlalu seirng gonta – ganti status kayak AL4Y). Kenapa saya saranin untuk menghindari BM? Simple, karena saya sendiri menerima banyak komplain dari klien2 yang memutuskan untuk mencoba konsultasi ke tarot reader lainnya dan meninggalkan TR sebelumnya karena alasan, TERLALU SERING BM IKLAN jasanya. Yes, pada akhirnya nama tu tarot reader dikenal ama klien2nya. Namun ternyata justru dikenal dalam konteks negatif.

Masih banyak faktor lainnya yang bisa menghalangi seorang Tarot Reader berhasil secara finansial. Namun untuk faktor lain, sebenarnya bisa direkap dalam satu kalimat; yaitu takut dan kurang percaya diri akan profesinya sendiri. Untuk lebih detailnya, akan gw uraikan di lain kesempatan.

Sekian dulu share dari gw saat ini. Semoga membantu. :)

Leave a Reply

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: