Sekarang tentang Past Life Regression….

Jujur, opini gw disini, gw kurang setuju akan metode dan praktek ini. Dan saran gw pribadi, dilakukan dengan skala sangat – sangat terbatas. Bukan karena metodenya tidak valid, melainkan mungkin masyarakat belum siap secara mental untuk menerima cara ini.

Sebelum gw bahas kenapanya, gw paparkan singkat terlebih dahulu. Metode Past Life Regression secara umum adalah melihat kehidupan masa lampau seseorang, mencari sisi baik dan hal – hal yg perlu diperbaiki dari kehidupan lampau tersebut yang mungkin masih kebawa dampaknya ke kehidupan sekarang. Caranyapun macam – macam; ada yang menggunakan hipnosis, kartu tarot, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, metode ini punya beberapa asumsi:

  1. Setiap manusia ada kehidupan masa lampau alias percaya adanya semacam reinkarnasi.
  2. Ada semacam dampak/ karma baik ataupun buruk yang bisa didapat/ harus dibayar lintas kehidupan.

Asumsi diatas gw tulis sebagai informasi referensi saja dan tidak gw bahas lebih lanjut.

Yang gw bahas disini adalah sisi kenapa gw sama sekali tidak menganjurkan untuk melakukan dan menerapkan Past Life Regression ini. Dan gw sadar bakalan banyak yang kurang setuju dengan opini gw karena 1 dan lain hal. Apakah metode ini bisa menyembuhkan berbagai luka lama dan berbagai karma buruk masa lampau (kalaupun Anda percaya itu)? Mungkin memang bisa; namun berikut hal – hal yang membuat gw kurang setuju dengan adanya metode ini.

 

Masa lalu yang ‘hebat’ = Kebanggaan Semu

Point pertama yang menjadi perhatian gw adalah, sebagian besar orang yang dicari kehidupan masa lampaunya, SERINGKALI mendapatkan masa lampaunya adalah seseorang yang sosoknya sangat hebat. Entah seorang Sultan, Raja, Pangeran, Panglima, ahli strategi, Putri yang hebat, Nyi Roro Kidul, dan tokoh2 hebat lainnya.

Alhasil? Karena merasa kehidupan lampaunya adalah sosok yang sangat berwibawa dan dipandang, klien seringkali berpegang kepada ‘kenangan di kehidupan sebelumnya’ tersebut sebagai bentuk pelarian dari hidupnya di saat ini yang terkesan biasa saja. Ada semacam kebanggaan semu disini yang sama sekali tidak memberikan manfaat bagi si klien, bahkan dapat memberikan kesombongan/ keangkuhan yang semu.

Alhasil, klien bisa berpotensi hidup dengan kebanggaan semu tersebut dan berujung kepada tidak menghasilkan apapun yang bermanfaat di hidupnya yang sekarang karena sudah puas akan masa lalunya yang sudah berprestasi.

Lagipula, kalau dikatakan masa lalunya adalah seorang PSK, penari striptease, gelandangan mati keracunan makanan, atau orang yang sangat2 biasa, memang klien mau mendengar itu? Apakah penjual metode Past Life Regression berani mengungkapkan itu dengan risiko klien tidak kembali?

 

Menyalahkan kehidupan masa lalu

Point kedua yang cukup fatal sebenarnya: menyalahkan ‘karma jelek’ kehidupan sebelumnya untuk pembenaran atas ‘nasib sial’ kehidupan sekarang.

Banyak klien yang juga cerita kalau situasi dirinya selalu kurang baik, selalu cenderung sial, dan lain sebagainya. Dan mereka mencari tahu kenapa situasi kurang baiknya itu sering menimpa dirinya…, dan sampailah ke mencari tahu via Past Life Regression.

Seperti biasa, klien akan dibacakan kehidupan lampaunya, kemudian berbagai prestasinya…, namun tak lupa juga dicarikan berbagai kekurangan dia di masa lampau yang memberi dampak ke kehidupan klien di masa sekarang.

Idealnya, memang ketika klien diberitahukan berbagai karma buruk, entah dari kehidupan sebelumnya ataupun dari akibat dampak dari orang tua ataupun keluarga besar dan semacamnya, maka diharapkan klien dapat terus memupuk karma baik agar suatu saat karma buruknya terbayarkan sehingga membawa ke kehidupan yang lebih bahagia.

Namun dampaknya dilapangan tidak seideal itu.

Gw sendiri sering menemukan, klien justru tidak menggunakan informasi karma buruk itu sebagai motivasi untuk terus berbuat baik untuk sekitarnya. Justru sebagain besar klien menggunakan informasi karma buruk di kehidupan lampau untuk pembenaran diri atas berbagai ‘nasib sial’ yang dia alami. Boro – boro mereka memperbaiki itu semua; yang ada malah sering duduk santai, meratapi masa lalu, dan nyaris tidak melakukan apapun secara riil untuk memperbaikinya.

Tujuan yang baik; namun masyarakat belum siap

Tulisan ini gw tutup dengan kalimat sederhana.

Mungkin metode ini dibuat dengan tujuan awal yang baik, untuk membantu orang – orang yang membutuhkan menjadi berkembang semakin baik, memotivasi, dan membantu mencari jati dirinya.

Namun, masyarakat tampaknya masih belum siap menerima metode ini dan lebih banyak disalahgunakan ketimbang dirasakan manfaatnya.

Mungkin metode ini bagus adanya, namun lebih disarankan digunakan untuk kalangan tertentu dan terbatas; bukan untuk semua orang dan itu menjadi kewajiban pengguna metode ini untuk memilih klien yang pantas dan belum pantas merasakan metode ini.

About Rendy Fudoh

Tarot Reader and Creative Project Maker. Whatsapp: 081808034145 / 08777 200 1885

Posted on March 9, 2019, in article, case study, Fudoh, Tarot and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: