Blog Archives

Kaitan Kartu Tarot Dengan Arketip di Astrologi: Major Arcana

Artikel ini akan menjadi seri tersendiri untuk menunjukkan keterkaitan antara kartu tarot dengan arketip yang ada di astrologi. Tujuan dari artikel ini, tidak lain untuk memberikan informasi referensi kepada tarot reader dan astrologer di Indonesia akan kaitan antara kedua cabang ilmu tersebut. Setelah kita mengetahui keterkaitannya, diharapkan pembacaan tarot ataupun astrologi kita, juga menjadi lebih mendalam dengan fondasi yang juga kuat.

Berbagai Sistem Yang Digabungkan Menjadi 1 : Kartu Tarot

Photo by Anastasia Shuraeva on Pexels.com

Seperti yang kita tahu, sistem dari kartu tarot itu sendiri dibuat oleh Aleister Crowley sebagai pemimpin dari Hermetic Order of Golden Dawn. Dimana saat proses pembuatan kartu tarotnya, dia sendiri menggabungkan beberapa sistem yang sudah ada saat itu seperti numerologi, astrologi, i-ching, kaballah, dan huruf ibrani.

Seiring dengan perkembangan kartu tarot itu sendiri, kartu tarot juga memiliki korespondensi atau keterkaitan dengan hal lain diluar yang saya sebutkan diatas seperti korespondensi dengan batu kristal, obat – obatan, dan lain sebagainya.

Hanya saja, dari sekian banyak keterkaitan kartu tarot dengan unsur – unsur tersebut, kita perlu mempelajari dan mengerti salah satu korespondensi yang cukup mendasar, yaitu keterkaitan kartu tarot dengan arketip di Astrologi. Manfaatnya? Kalau kita sudah tahu keterkaitannya semua, maka kita bisa menggunakan sistem kartu tarot tersebut dengan lebih objektif.

Kartu Major Arcana Dengan Arketip Astrologi

Tanpa perlu panjang – panjang lagi, berikut saya lampirkan data keterkaitan antara arkana mayor dengan arketip astrologi.

NoArkana MayorArketip Astrologi
0The FoolUranus
1The MagicianMercury / Merkurius
2The High PriestessMoon / Bulan
3The EmpressVenus
4The EmperorAries
5The HierophantTaurus
6The LoversGemini
7The ChariotCancer
8StrengthLeo
9The HermitVirgo
10Wheel of FortuneJupiter / Yupiter
11JusticeLibra
12Hanged ManNeptune / Neptunus
13DeathScorpio
14TemperanceSagittarius
15The DevilCapricorn
16The TowerMars
17The StarAquarius
18The MoonPisces
19The SunSun / Matahari
20JudgmentPluto
21The WorldSaturn / Saturnus
Tabel korespondensi Arkana Mayor dengan Arketip Astrologi

Bagaimana kedepannya setelah mengerti akan korespondensi kartu tarot dengan arketip astrologi?

Sederhana, setelah kita tahu dan mengerti, maka semestinya analisa kita akan kartu tarot pun juga akan lebih mendalam. Sebagai contoh…

Kartu The Fool

Kartu the Fool memiliki makna orang yang baru hendak belajar, dengan segala antusiasmenya. Adakalanya si dungu ini memiliki optimisme dan motivasi yang luar biasa. Namun di sisi lain, juga memiliki kecerobohan yang juga tidak kalah besarnya. Kondisi ‘leap of faith’ alias pasrah kepada kondisi dimana langit akan ‘membawa’ si The Fool ini, juga menunjukkan salah satu sikap yang siap dan berani merangkul berbagai keterkejutan yang ada.

Sementara planet Uranus? Uranus sendiri juga mewakili arketip dimana selain menghadapi sesuatu yang baru ataupun sesuatu yang diluar kebiasaan lama. Hanya saja, planet Uranus juga memiliki asosiasi yang lain; yaitu asosiasi dengan revolusi (menggunakan cara yang baru untuk tujuan yang sama) , perkembangan/ kemajuan teknologi, dan sesuatu yang diluar status quo ataupun diluar peraturan ataupun pola pikir masyarakat umumnya.

Dengan demikian, kita juga bisa memasukkan makna dari planet Uranus tersebut ke kartu tarot The Fool. Dimana tidak hanya menghadapi sesuatu yang baru, namun juga adanya potensi revolusi untuk tujuan yang sudah ditetapkan, atau adanya peluang kemajuan tekonologi, ataupun sesuatu yang mendobrak status quo dan menyerahkan ke Atas untuk hasil akhirnya. Berjuang terlebih dahulu melawan arus yang ada, dan pasrah kepada Tuhan akan proses dan hasil akhirnya, pun juga bisa kita artikan dari 1 kartu The Fool ini ketika kita sudah memasukkan arketip Uranus didalamnya.

Kartu The Tower

Contoh lainnya yang bisa kita gunakan adalah kartu tarot The Tower. Seperti biasa, kartu tarot the tower seringkali melambangkan sesuatu yang datang secara tiba – tiba hingga merusak fondasi yang sudah kita bangun dengan susah payah. Makna tersebut sering muncul di benak kita karena ilustrasi yang seringkali ditampilkan adalah ilustrasi bangunan yang rusak tersambar petir, dan petirnya sendiri menusuk tajam sampai ke fondasi bangunannya tersebut.

Sementara Mars sendiri sebagai arketip, dianalisa sebagai sesuatu yang inisiatif, agresif, maju terlebih dahulu berpikir belakangan. Mars juga bisa mewakili suatu bahaya terutama bahaya fisik, militer/ perang, dan juga kompetisi olaraga.

Apa dampaknya? Kalau kita memasukkan makna dari Mars nya sendiri ke kartu The Tower, kita bisa mendapat tambahan analisa seperti petir yang ada di gambar kartu tersebut menunjukkan bahaya yang datang secara tiba – tiba akibat dari kita terlalu asik dalam berkompetisi atau asik menyerang/ mencari kesalahan orang lain sehingga akhirnya kemalangan tersebut datang ke diri kita sendiri merusak fondasi yang sudah kita miliki. Atau juga bisa diartikan sebagai strategi kita di bisnis misalnya, untuk mendobrak fondasi bisnis orang lain secara agresif, cepat, dan tiba – tiba agar kita bisa memenangkan persaingan bisnis yang sudah terlalu ketat dan jenuh.

Demikian sharing saya untuk kali ini, semoga bermanfaat dan bisa memicu kembali untuk belajar memperdalam Tarot. 🙂

Untuk teman – teman yang ingin berkonsultasi tarot ataupun astrologi ke saya, untuk syarat dan ketentuannya, bisa hubungi via chat WhatsApp saya di +62 81 8080 34 145 .

Mengapa ‘Keadilan’ Indonesia Selalu Berpotensi ‘Rusuh’ ? Sebuah Analisa Chart Astrologi Dan Sedikit Catatan Sejarahnya.

Dalam ilmu astrologi, ada salah satu cabang yang disebut sebagai Mundane Astrologi. Dimana cabang ilmu tersebut memang untuk meneliti hal – hal bersifat duniawi. Duniawi disini contohnya seperti kondisi negara, dinamika masyarakat, politik, perusahaan/ institusi, sektor ekonomi, dan lain sebagainya. Artikel kali ini, saya akan membahas secara singkat dan mengena, seputar kenapa negara kita, Indonesia, ketika rakyatnya hendak menyuarakan sesuatu yang signifikan, terutama saat demonstrasi, seringkali berakhir rusuh dan menjadi berbahaya?

Apakah Indonesia memiliki potensi seperti itu? Mari kita lihat dari chart lahir astrologi untuk Indonesianya.

Menurut situs detik.com , pembacaan teks proklamasi, disepakati untuk dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945 jam 10:30 WIB. Data ini saya jadikan sebagai acuan untuk membuat chart kelahiran negara Indonesia. Berikut chart lahir astrologi Indonesia.

Chart Lahir Indonesia

Dari chart lahir tersebut saja, kita bisa melihat ada sesuatu yang unik. Planet Uranus sendiri mensimbolkan revolusi masyarakat, perubahan yang tidak bisa dibendung, perkembangan jaman terutama teknologi, ataupun hal – hal yang diluar status quo. Dia berada di 16 derajat Gemini.

Sementara Mars sendiri melambangkan inisiatif, aktif, kompetitif, namun juga melambangkan kekerasan, bahaya, luka, dan sesuatu yang dikerjakan karena motif emosi saja/ impulsif. Dia berada di 16 derajat Gemini.

Dan ternyata, planet Uranus dengan planet Mars itu Conjunct atau berada 1 garis lurus ketika pengumuman teks proklamasi tersebut.

Dari sini saja, kita bisa menganalisa, dimana ada semacam revolusi di masyarakat Indonesia, kemungkinan besar akan ada ‘kerusuhan yang berbahaya’ yang berdampak ke masyarakat itu sendiri. Karena Mars Uranus Conjunction itu berada di House 8, maka bisa kita analisa juga, kemungkinan revolusi/ demonstrasi yang berpotensi rusuh tersebut sering terjadi apabila melibatkan topik – topik yang berkaitan dengan dana negara dengan dana asing, investasi, huang piutang negara, dan semua yang berkaitan dengan tunjangan/ subsidi sosial.

Kenapa saya membawa topik ini? Karena saya baru saja menemukan suatu relasi planet di langit yang juga ‘unik’ dan mungkin hanya terjadi di Indonesia. Yaitu aspect Jupiter transit (posisi Jupiter saat ini) dengan natal Mars – Uranus Conjunctnya Indonesia.

Aspect Jupiter Ketika Kerusuhan Mei 1998

Sedikit menyinggung sejarah kelam Indonesia, dari wikipedia, kerusuhan Mei 1998 terjadi di tanggal 4 – 8 dan 12 – 15 Mei 1998. Lepas dari masih banyaknya spekulasi dan masih dalam proses pencarian pelaku, mari kita lihat chart transit diantara tanggal segitu.

Chart Indonesia (dalam) dan Chart Transit 4 Mei (Luar)

Kalau kita perhatikan, pada tanggal 4 Mei 1998 itu, Transit Jupiter di 20 derajat Pisces itu Square Dengan Natal Mars Uranus Conjunct di 16 derajat Gemini. Bagi yang mengerti astrologi, saya mencoba menggunakan orb Jupiter sekitar 9 derajat penyimpangan untuk suatu fenomena masuk kedalam kategori aspect (Berdasarkan buku Christian Astrology oleh William Lily). Secara riilnya, Square Aspect terjadi ketika jarak 1 planet dengan planet lain di chart astrologi, berjarak 90 derajat. Karena jarak transit Jupiter dengan natal Mars – Uranus adalah 86 derajat, tapi masih dalam toleransi 9 derajat tersebut, maka saya masih menganggap planet tersebut mengalami square aspect.

Catatan Sejarah Saat Transit Jupiter Conjunct Natal Mars – Uranus

Lalu, kapan secara sejarah, Jupiter Transit Conjunct dengan Natal Mars – Uranusnya Indonesia? Yaitu sekitaran bulan Mei 2001.

Chart Indonesia (dalam) dan transit 1 Mei 2001 (luar0

Ternyata di tahun 2001, ada konflik Sampit dimana bermulai dari februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun 2001 tersebut. Berikut kronologinya yang saya dapatkan.

Di tahun 2016 sendiri, dimana transit Jupiter kembali Conjunct Dengan Mars – Uranus, terdapat kerusuhan yang bisa dikatakan terbanyak di Lapas Labuhan Ruku.

Catatan Sejarah Saat Transit Jupiter Square Natal Mars – Uranus

Sekitar tahun 2004, terjadi fenomena Transit Jupiter Square Natal Mars – Uranus Indonesia.

Chart Indonesia (dalam) dan transit 1 Mei 2004 (luar(

Dan ternyata di tahun 2004 itu, ada tragedi kerusuhan Ambon.

Kemudian di tahun 2010, dimana Transit Jupiter kembali square dengan Natal Mars – Uranus, terjadi kerusuhan di Tarakan.

Tahun 2016, dimana Transit Jupiter Square Dengan Natal Mars Uranus, kita masih ingat, dimana tahun 2016 adalah adanya aksi damai 4 November dan aksi 212 karena sebuah pernyataan kontroversial Basuki Tjahja Purnama alias Ahok seputar Al-Quran. Lepas dari pada akhirnya pembaca memihak yang mana pada waktu itu, aksi tersebut terjadi bersamaan dengan fenomena astrologi.

Catatan Sejarah Saat Transit Jupiter Oposition Natal Mars – Uranus

Sekitar tahun 2007 dimana Jupiter oposition Natal Mars – Uranus, lucunya ada kerusuhan ‘kecil’, yaitu di Pasar Induk Kramat Jati bulan September 2007.

Tahun 2019 dimana Transit Jupiter Oposisi Natal Mars – Uranus, juga ada kerusuhan ‘kecil’, dengan tujuan menolak rekapitulasi pemilu yang memenangkan Capres Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Kesimpulan Sementara

Pada dasarnya, Transit Jupiter Aspect ke Natal Mars – Uranus nya Indonesia akan selalu terjadi di setiap 3 tahun. Dimana apabila Aspect yang dibentuk adalah Conjunct atau Square, potensi konfliknya relatif besar. Sementara bila Aspect yang dibentuk adalah Oposition, potensi konflik yang terjadi relatif kecil.

Artikel ini saya buat bukan untuk menakut – nakuti pembaca, melainkan sebagai informasi agar kita lebih awas dan hati – hati sepanjang tahun, dan agar secara periodik juga bisa membantu berbagai pihak yang berkontribusi terhadap keamanan negara, akan siklus potensi konflik seperti ini agar bisa dimanfaatkan sebaik – baiknya untuk mencegah berbagai potensi konflik tersebut.

Karena 2022, kita masih masuk masa pandemi, masi kita berdoa semoga potensi kerusuhan di Indonesia bisa diredam sepenuhnya.

Berikut daftar tahun Transit Jupiter terhadap Natal Mars – Uranus.

Conjunct : 2025 , 2037 , 2049 , 2061

Square : 2022 , 2028 , 2034 , 2040 , 2046 , 2052 , 2058

Oposisi : 2031 , 2043 , 2055

Untuk Konsultasi Tarot ataupun Astrologi dengan Rendy Fudoh, bisa chat di WhatsApp 08777 200 1885 untuk syarat dan ketentuannya.

Apakah Itu Sihir / Magick ? Sebuah Definisi Biar Tidak Melenceng

Photo by cottonbro on Pexels.com

Beberapa waktu yang lalu, disebuah kelompok diskusi WhatsApp, sempat berdiskusi soal Magick itu sendiri dan diskusinya sendiri pun berjalan dari pertanyaan besar, “Apakah Tarot itu Magick?”.

Setelah diskusi panjang, pada akhirnya saya memutuskan untuk berbagi sesuatu melalui tulisan ini. Seputar, definisi Magick itu sendiri sebenarnya apa sih? Dengan tahu definisi magick itu sendiri, maka kita tahu hal apa saja yang masuk kategori magick dan sampai sejauh mana hal tersebut dianggap sebagai magick atau sihir. Dari situ pula, kita bisa tahu, implikasi ke praktik nyatanya seperti apa.

Ok, sekarang definisinya…

Definisi Magick

Magick itu apa sih? Nah, menurut Aleister Crowley, dalam bukunya “The Book Of The Law”, mendefinisikan Magick sebagai berikut.

“The science and art of causing change to occur in conformity with will.”

Kalau diterjemahkan secara bebas, menurut Crowley, Magick adalah sebuah ilmu pengetahuan dan seni yang menimbulkan perubahan untuk terjadi sesuai dengan ‘kehendak’.

Photo by Content Pixie on Pexels.com

Nah, definisi disini masi sangat luas implikasinya, dan perlu pembacaan lebih jauh dari bukunya untuk mengerti maksudnya dari perubahan yang terjadi sesuai dengan ‘kehendak’ tersebut. Kenapa? Karena dia belum mendefinisikan, kehendaknya itu kehendak siapa? Kehendak pribadi kah? Kehendak Semesta/ alam/ Tuhan kah? atau justru kehendak pribadi yang sudah menyatu dengan semesta?

Nah, untuk itu, saya mencoba memakai definisi yang jauh lebih spesifik dari seorang okultist senior (sudah meninggal) dan ajarannya sering digunakan oleh praktisi: Donald Michael Kraig. Dia sendiri dalam buku Modern Magick nya, mendefinisikan magick adalah sebagai berikut.

Magick is the science and art of causing change (in cosciousness) to occur in conformity with will, using means not currently understood by traditional Western science. ”

Apabila diterjemahkan secara bebas,

Sihir adalah suatu ilmu pengetahuan dan seni untuk membuat suatu perubahan (secara sadar) terjadi sesuai dengan kehendak dan iman, dengan cara yang belum dapat dimengerti oleh ilmu pengetahuan Barat.

Konteks Ilmu Pengetahuan dan Seni ini digunakan bersamaan, karena dari sisi ilmu pengetahuan, ada beberapa unsur yang eksakta alias sudah berdasarkan fakta – fakta dan pakem pengetahuan yang ada. Sementara ‘seni’ ini dimaksudkan karena magick ini akan terus berkembang; teori dan penerapannya, tetap ada unsur ‘cocok – cocokan’ dengan penggunanya. Seni disini juga digunakan karena hasilnya dari praktik magick tersebut, untuk setiap orang masih sangat beragam, apakah bisa sepenuhnya berhasil maupun sepenuhnya belum berhasil, tergantung faktor usaha manusianya (secara internal), faktor lingkungan (eksternal), dan juga faktor alamnya sendiri apakah mengijinkan ataupun tidak.

Kalimat “membuat suatu perubahan (secara sadar) terjadi” ini sebenarnya menunjukkan perlunya aktifitas; alias ada inisiatif terdahulu yang dilakukan oleh pelakunya.

Konteks terjadi sesuai dengan ‘kehendak dan iman’ ini sebenernya menunjukkan, apapun perubahan yang kita lakukan, untuk bener – bener bisa terjadi di dunia nyata, ini perlu keselarasan dengan apa yang kita inginkan dengan iman / keyakinan kita sendiri kalau itu pasti terjadi. Dalam sejumlah aliran tertentu, juga ditambahkan, tidak hanya iman saja, tapi juga adab (perilaku), karma, dan bakti (apa yang sudah kamu lakukan sebelumnya) agar kehendakmu diijinkan oleh Tuhan/ semesta/ alam terjadi.

Konteks dengan cara yang belum dapat dimengerti oleh ilmu pengetahuan Barat, sebenarnya mengacu ke konteks cara dan hasil yang mungkin secara simbolis dan perumpamaan, kita sudah mengerti prosesnya. Namun belum ada penjelasan dan penelitian yang benar – benar logis untuk menjelaskan fenomena tersebut.

Pada dasarnya, kita semua yakin, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan manusia yang ada, perlahan – lahan juga ilmu pengetahuan akan bisa menjawab kenapa intensi manusia , sesuai ijin-Nya, bisa terwujud di dunia fisik ini. Hanya saja, kita memang baru sampai tahap tahu cara menggunakannya, tapi belum sampai mengerti secara detail akan cara kerjanya. Kalau diumpamakan, itu seperti kita tahu cara menyetir mobil, berikut fungsi – fungsi pedal dan tombol di mobilnya, tapi kita belum tahu secara detail bagaimana isi mesin mobil tersebut dan proses dari bensin kemudian dibakar dan didistribusikan energinya sehingga sebuah mobil bisa berjalan sesuai kehendak kita.

Photo by Sam Kolder on Pexels.com

Jadi…, Magick itu perlu apa sih?

Dari definisi diatas, sebenarnya magick itu hanya perlu 2 saja: yaitu inisiatif kita untuk melakukan aktifitas tersebut, dan pikiran kita yang punya iman, karma, adab, dan bakti yang tinggi dan selaras dengan Tuhan/ semesta agar intensi/ keinginan kita didengar, diterima, dan diijinkan oleh-Nya.

Terus kalau hanya perlu 2 itu saja? Semua perlengkapan tongkat sihir yang kece, berbagai batu kristas, berbagai tanaman hasil petik yang akan dibakar/ dibuat ramuan, dan perlengkapan lainnya? Itu untuk apa dong?

Semua perlengkapan itu, semata – mata digunakan sebagai simbol untuk membantu kita memfokuskan pikiran kita terhadap apa yang kita inginkan. Perlengkapan tersebut juga berfungsi sebagai ‘tanda keseriusan’ ataupun sarana untuk membantu kita untuk mengajukan/ dikabulkannya keinginan tersebut.

Jadi memang, kalau iman kita sudah cukup kuat, untuk melakukan aktifitas magick tersebut, ekstrimnya kita tidak perlu alat bantu apapun, hanya dengan sebatas berucap dari mulut saja pun sudah ampuh pengaruhnya.

Kalau Begitu…, apakah kita melakukan magick nyaris setiap hari?

Absolutely YES!

Setiap kita bangun tidur dan berdoa, setiap kita berdoa sebelum tidur, setiap kita berharap dalam hati kita, setiap kita -menyumpahi- seseorang, Setiap kita bernyanyi puji – pujian kepada-Nya, atau setiap kita melakukan sumbangan ke orang yang membutuhkan, setiap kita membantu teman/ orang asing yang membutuhkan, setiap kita melakukan aktifitas simbolis apapun, lepas dari latar belakang agama dan budaya, sebenarnya kita sudah melakukan aktifitas sihir/ magick itu sendiri.

Sebagai tambahan…, apakah tarot itu magick?

Menurut saya, tarot itu sendiri hanyalah setumpuk kartu dengan segudang manfaat penggunaan dan illustrasi yang sangat bagus. Namun memang, tarot itu bisa digunakan menjadi salah satu alat untuk membantu aktifitas magick yang akan kita lakukan.

Tarot itself is only a pack of illustration printed on a card stock; but yes, it can be used for any magick activities.

Inspirasi Wheel of Fortune : Mengapa Kartu Ini Belum Tentu Berarti Rejeki

Khusus untuk inspirasi Arkana Mayor, saya akan membahas dari berbagai sisi sebuah kartu di tiap postnya. Dan saya akan lebih menekankan sisi ‘melawan arus’nya dari sebuah kartu. Harapan saya, agar pembaca bisa melihat suatu kartu menjadi lebih objektif. Kartu yang sekilas terlihat bagus, juga memiliki makna yang buruk; pun kartu yang sekilas terlihat buruk, juga memiliki makna yang baik.

Ketika dalam sebuah bacaan, muncul kartu Wheel of Fortune, seringkali pembaca tarot langsung mengatakan kalau klien akan mendapatkan hasil/ keberuntungan yang luar biasa. Apapun masalah yang dihadapi oleh klien, apabila keluar Wheel of Fortune, maka dianggap keberuntungan akan datang seakan – akan sangat membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Tapi benarkah kemunculan kartu itu 100% akan muncul keberuntungan atau rejeki? Disini saya akan membahas beberapa aspek sebelum berkesimpulan bahwa tidak selalu berarti datangnya keberuntungan tersebut.

Wheel of Fortune Yang Diasosiasikan Dengan Jupiter

Kartu Wheel of Fortune, memang diasosiasikan dengan energi planet Jupiter. Sebuah planet terbesar di tata surya kita dan dikenal sebagai planet pembawa keberuntungan, rejeki, dan ekspansi. Bahkan Jupiter dianggap sebagai greater benefict. Atau bahasa awamnya, planet ‘dermawan’ skala besar. (Lesser benefict ada di planet Venus)

Dalam astrologi pun, posisi planet Jupiter ini sering dicari dan sering menunjukkan ‘posisi keberuntungan’ si penanya.

Masalahnya, seperti dengan kita temui saat membacakan chart lahir astrologi seseorang, secara halus simbol planet Jupiter ini menunjukkan -syarat dimana / apa yang bisa membawa keberuntungan- bagi orang tersebut.

This full-disc image of Jupiter was taken on 21 April 2014 with Hubble’s Wide Field Camera 3 (WFC3).

Keberuntungan yang bersyarat itulah yang seringkali diabaikan baik oleh pembaca tarot ataupun penanya nya sendiri. Yang sering dilihat adalah, “ini bawa hoki gede” dan titik; berhenti sampai situ. Tanpa dijelaskan bagaimana caranya, ataupun sudah dijelaskan namun penanya suka abai akan caranya tersebut.

Faktor Keberuntungan Di Wheel Of Fortune

Apabila kita bersedia untuk meneliti lebih jauh lagi, faktor keberuntungan di Wheel Of Fortune itu bisa kita teliti lagi dari 2 hal, apabila kartu ini muncul dalam bacaan.

Yang pertama, apabila kita sebagai tarot reader juga sedikit mengerti astrologi chart kelahiran, maka kita bisa saja menanyakan tanggal lahir, jam lahir, dan tempat lahir si klien. Singkat cerita, ketika kita mendapatkan informasi tersebut dan kita mendapatkan chart lahir astrologinya, kita bisa lihat posisi planet jupiternya di house ke berapa dan di zona zodiak mana.

Nah, posisi Jupiter itulah yang menurut saya, justru menjadi salah satu syarat utama, bagaimana dia bisa menarik keberuntungan di moment / topik yang klien tanyakan tersebut. Simbol Jupiter di Pisces tentu berbeda dengan Jupiter di Aries’ Jupiter di house ke-2 tentu berbeda dengan Jupiter di house ke -12 misalnya. Apapun jawaban/ syaratnya, saya melihat itu momentum yang tepat untuk dilkerjakan karena energi keberuntungannya cukup besar.

Saya melihat, ketika dalam sesi pembacaan tarot keluar kartu Wheel of Fortune, namun ternyata klien tidak melakukan apapun, justru seringkali momentum keberuntungan itu lewat begitu saja. Alhasil, klien yang sudah menyongsong hari dengan bahagia pun, berakhir dengan merasa kena PHP (Pemberi Harapan Palsu).

Photo by Navneet Shanu on Pexels.com

Alternatif kedua, apabila seorang pembaca tarot belum bisa membaca astrologi chart lahir, kita bisa melihat kartu sebelum dan sesudah kartu Wheel of Fortune tersebut. Dalam konteks ini, kita memperlakukan kartu Wheel of Fortune sebagai fakto “mempercepat situasi klien”.

Jadi misalnya, kartu sebelum WoF nya adalah 9 of Wands (keyword: banyak kerjaan) dan kartu setelah WoF nya adalah Judgement, maka WoF sendiri bisa dikatakan tanda yang positif, karena hasil kerja kerasnya akan segera -dinilai- oleh atasan misalnya.

Namun, bagaikan roda kehidupan yang berputar juga, apabila kartu sebelum WoF nya adalah 10 of pentacles (keyword: sumber daya berkelimpahan, menunggu untuk digunakan), kemudian kartu setelah WoF nya adalah 5 of pentacles (key word: kemiskinan misalnya?), bisa saja ini menunjukkan adanya transisi si penanya dari yang semula kaya/ punya harta, namun secara ‘ajaib’ banyaknya pengeluaran membuat dia kali ini benar – benar kekurangan uang.

Sesuai judul kartunya, Wheel of Fortune lebih menunjukkan roda ‘nasib keberuntungan’, bukan roda kekayaan. Dan namanya juga roda, adakalanya diatas dan adakalanya dibawah. Nah, justru tugas kita sebagai pembaca tarot itu mencari tahu lebih detail, apakah posisi klien berada di atas atau di bawah saat ini.

Kartu Significator? Perlu Kah?

Photo by Danielle Rangel on Pexels.com

Dari beberapa sesi free online+ sharing yang saya lakukan bersama teman – teman, saya menerima masukan untuk kembali membahas seputar kartu significator. Dan cepat / lambat memang pertanyaan seputar significator tersebut akan kembali muncul.

Saya sendiri menggunakan kartu significator itu pada masa awal – awal banget saya belajar tarot reading. Itupun hanya saya lakukan di bacaan yang menggunakan tebaran Celtic Cross. Dan dari pengalaman pribadi, metode menggunakan kartu significator ini, hanya ‘bertahan’ di saya selama 2 bulanan saja. Seterusnya? Uda jarang banget kecuali klien secara spesifik meminta. But hey…, balik ke topik…, apakah significator itu?

Apakah Kartu Significator Itu?

Sederhananya, yang namanya kartu significator adalah kartu yang menunjukkan profil/ situasi yang mewakili klien yang akan kita bacakan. Nah, kartu significator tersebut, adakalanya dipilih dan ditarik duluan sebelum melakukan pembacaan, ataupun juga bisa dengan mengambil 1 kartu acak yang mewakili klien tersebut.

Kalau dulu sih, saya menggunakan metode dengan mengocok kartu dan mengambil 1 kartu secara acak untuk mewakili situasi si klien; baru dilanjutkan dengan bacaan umum sesuai pertanyaan klien.

Namun, ada juga yang menggunakan metode ‘menentukan’ 1 kartu tersebut. Misalnya, apabila klien sedang ada project, ya bisa aja memilih kartu 10 of Pentacles untuk mewakili situasinya. Apabila klien sedang menjelang pernikahan, bisa saja mengambil 1 kartu The Lovers untuk diletakkan di tempat bacaan sebelum memulai pembacaan.

Sebagai tambahan, di sebagian tarot reader, juga membiarkan klien memilih sendiri secara bebas, kartu yang menjadi significatornya.

Namun ada juga yang memilihnya berdasarkan profil, jenis kelamin, dan zodiak si klien itu sendiri. Bagaimana caranya? Ya cukup mengambil 1 kartu Court Card yang merepresentatifkan profil klien tersebut.

Significator List

Berikut daftar pembagian kartu significator berdasarkan profil klien.

Berdasarkan gender dan rentang usia:

  • Page : anak – anak / wanita muda (sampai 18 tahun)
  • Knight : pria muda (bisa berusia 18 – 30an tahun)
  • Queen : wanita dewasa, diatas 18 tahun
  • King : pria dewasa (diatas 40 tahun)

Kemudian zodiak :

  • Wands – simbol api – Aries , Leo , Sagitarius
  • Cups – simbol air – Cancer , Scorpio , Pisces
  • Swords – simbol udara – Gemini , Libra , Aquarius
  • Pentacles – simbol tanah/ bumi – Taurus , Virgo , Capricorn

Sebagai contoh, apabila kliennya adalah seorang wanita berusia 27 tahun dan Sagitarius, maka kartu significatornya adalah Queen of Wands ; apabila kliennya adalah seorang pria berusia 19 tahun dengan zodiak Virgo, maka kartu significatornya adalah Knight of Pentacles.

Apa Manfaat Menggunakan Significator?

Photo by cottonbro on Pexels.com

Tujuan dari penggunaan significator ini tak lain dan tak bukan untuk memperkaya dan personalisasi pembacaan.

Memperkaya disini dalam artian untuk menambah variasi bacaan dan detail – detail bacaan akan suatu pertanyaan klien yang mungkin lebih mudah terbaca apabila menggunakan kartu significator.

Tentunya dengan membaca menggunakan kartu significator tersebut, apapun metodenya, dan tergantung kepada readernya juga, ada yang end up bisa membaca lebih detail dan lebih baik dibandingkan tanpa menggunakan significator.

Sementara, maksud dari personalisasi disini ya untuk membuat bacaannya merasa dia banget. Atau bisa related dengan kartu yang dikeluarkan. Karena memang tidak sedikit ada klien yang merasa ‘nyambung’ dengan kartu yang mewakili dirinya ketika melakukan pembacaan.

Namun balik lagi, pola klien yang kooperatif seperti ini, seringkali baru bisa didapat apabila klien tersebut adalah klien langganan kita; jarang sekali klien yang baru pertama kali dibacakan tarot dan belum ada pengalaman sebelumnya seputar “membaca tarot yang benar”, itu akan membuka pikirannya sampai sekooperatif itu.

Apakah Significator Tersebut Wajib?

Sepanjang saya mengubek – ubek bahan literatur dan dari pengalaman pribadi, pada akhirnya saya justru melihat, penggunaan kartu significator itu adalah sesuatu yang tidak wajib dan ujung – ujungnya, ya sesuai dengan kenyamanan si pembaca tarotnya saja.

Namun lepas dari itu semua, saya tetap menyarankan untuk mempelajari metode penggunaan kartu significator ini. Sederhananya, mungkin metode ini kurang cocok untuk saya pribadi, tapi mungkin cocok untuk beberapa pembaca artikel ini.

Dan pada akhirnya memang metode ini sudah menjadi 1 dari sekian banyak metode baca tarot yang memang wajib diketahui oleh para tarot reader yang kedepannya ada rencana untuk mengajarkan tarot ke orang lain.

Bagi yang berminat untuk melihat e-book saya, bisa klik link ini.