Author Archives: Rendy Fudoh

Pegawai KPI Alami Pelecehan Seksual? Analisa Momentum dan Peluang Dengan Pendekatan Astrologi

Sekitar tanggal 1 September 2021, viral sebuah twitter di media sosial yang menceritakan seorang pegawai KPI yang mengalami pelecehan seksual. Akun yang memviralkannya berasal dari twitter @mediteraniaq dan berita yang saya dapat, berasal dari kompas.com dengan link dari www.kompas.com dan juga bisa dilihat dari detik.com .

Pada waktu berita ini ditulis, rumornya, berbagai pelakunya pun sudah mulai dibuka identitasnya di media sosial.

Jujur saya penasaran dengan fenomena ini, maka saya membuka chart astrologi untuk tanggal 1 September tersebut. Mungkin ada berbagai pola kombinasi dari susunan planet yang mempengaruhi berhasilnya sesuatu bisa viral, apalagi bisa meloloskan kasus ini yang seringkali ditutup oleh berbagai pihak karena menjaga reputasi lembaga.

Tentu juga saya sangat mengapresiasi, kagum, dan menghormati atas berbagai usaha yang korban sudah lakukan dan pihak lain yang membantu memviralkan kejadian ini. Dan juga, dengan analisa singkat ini nantinya, saya berharap bisa membuka faktor kombinasi planet apa saja yang membantu kejadian seperti ini menjadi lebih viral daripada biasanya, serta potensi apa saja yang bisa dimanfaatkan agar viral tersebut terjaga dan pelaku menjadi jera.

Berikut chart susunan planet pada saat berita tersebut mulai viral di 1 September 2021.

Posisi Planet Tanggal 1 September 2021

Sebuah Momentum Yang Tepat Untuk Mempost Sesuatu Yang Viral

Ternyata pada tanggal 1 September, kalau kita melihat di House 11, yang mewakili informasi seputar kelompok, pertemanan, kesadaran sosial, kemanusiaan, dan teknologi (juga harapan akan masa depan), ada planet Mercury disana yang secara simbolis juga masuk kedalam planet komunikasi. Lebih hebatnya lagi, Mercury berada di zona zodiak Libra. Dimana zodiak Libra itu sendiri identik dengan keadilan secara hukum ataupun hal lain yang berbau legal.

Posisi Mercury di Libra

Kalau hanya sebuah planet Mercury di Libra saja, tentu itu tidak cukup kuat. Namun ternyata posisi Mercury di Libra ini didukung oleh berbagai faktor lain untuk memperkuat energinya, yaitu…

Mercury di Libra TRINE Pluto di Capricorn

Relasi antar planet dapat kita lihat dengan mengukur jarak antar suatu planet relatif dengan planet lainnya. Nah, apabila jarak derajat antar planetnya adalah sekitaran 120 derajat, maka disebut relasi antar planetnya, disebut TRINE.

Trine sendiri melambangkan relasi yang saling menguatkan, atau bisa dikatakan, energinya antar 2 planet itu menjadi harmonis, bahkan saking harmonisnya, bisa membangkitkan berbagai potensi yang mungkin terpendam.

Nah, dalam konteks kasus disini, Informasi seputar legal (hal yang mendukung maupun melanggar hukum) ternyata didukung oleh Pluto di Capricorn.

Pluto sendiri merupakan planet yang mensimbolkan akhir dan kelahiran kembali. Capricorn sendiri merupakan zodiak yang identik dengan korporasi karena sisi bekerja keras untuk mencapai tujuannya. Dan dalam konteks relasi antar planet ini, memang Mercury di Libra TRINE Pluto di Capricorn ini, menunjukkan bahwa pada tanggal 1 September 2021, sebuah komunikasi cepat (viral) yang berkaitan dengan perbuatan yang melanggar hukum, itu akan selaras dengan perusahaan / lembaga yang memang sudah waktunya ‘lahir kembali’. Dalam hal ini, viralnya berita korban pelecehan sexual di KPI tersebut bisa menjadi momentum atas lahir kembalinya / revolusi dari lembaga KPI bersangkutan.

posisi Pluto dan Saturnus

Mercury di Libra TRINE Saturnus di Aquarius

Selain Trine Pluto di Capricorn, ternyata Mercury juga Trine Saturnus di Aquarius. Pada umumnya, Saturunus adalah planet yang mensimbolkan batasan, norma – norma yang ada, termasuk berbagai bentuk peraturan yang berlaku lainnya dalam konteks tertulis maupun tidak tertulis. Aquarius sendiri adalah zodiak yang mensimbolkan humanisme, persahabatan, kecerdasan, dan sifat altruistik (lebih mementingkan orang lain daripada kepentingan diri sendiri).

Kombinasikan Saturnus dengan Aquarius, maka yang kita dapatkan adalah energi yang sifatnya mendukung kemanusiaan dan kepentingan bersama, dengan batasan – batasan yang berlaku. Karena ini juga mendukung Merkuri di Libra, maka viralnya berita korban pelecehan seksual di KPI tersebut juga mendapatkan momentum yang pas disaat trend masyarakat sedang ingin memperjuangkan hal – hal bersifat kemanusiaan memang sedang tinggi.

Sebagai tambahan, Pluto dan Saturnus pun sedang berada di house 3, yang memang mewakili informasi seputar pikiran, komunikasi, aktifitas sosial. Sehingga momentum viralnya tersebut memang sangat kuat dan dapat ‘mengancam’ stabilitas KPI dari luar itu sendiri.

Jadi, selain dampak yang viral dan berpotensi merubah situasi KPI dari dalam dan luar, bagaimana dengan peluang lainnya? Kita bisa menganalisa dengan melihat posisi planet Jupiter di tanggal tersebut.

Sebuah Keberuntungan Materi Yang Perlu Kehati- Hatian

Kenapa saya mengatakan ini bisa berpotensi keuntungan materi sekaligus perlu kehati – hatian? Ada analisa yang cukup kompleks. Kalau kita cermati, posisi planet Jupiter di Aquarius ini, TRINE dengan Venus di Libra , sekaligus TRINE dengan Bulan/ Moon di Gemini.

Jupiter di Aquarius TRINE dengan Venus di Libra, menunjukkan keberuntungan bisa didapat sepanjang korban dan tim yang membantunya, bisa terus mengangkat isu masalah kemasyarakatan ini secara terus menerus dan konsisten. Diperkuat dengan Venus di Libra yang bisa kita artikan, bahwa potensi dukungan dari para wanita atau dari kelompok feminisme (Venus) ini sangat kuat, terutama agar korban mendapat penyelesaian secara hukum (Libra).

Jupiter di Aquarius yang juga TRINE dengan Moon di Gemini, menunjukkan bahwa dukungan yang didapat juga berasal dari kalangan ibu – ibu yang concern dengan masalah kemanusiaan dan politik. Isu bahwa tidak ada seorang ibu pun yang rela anaknya dilecehkan, apalagi terjadi di sebuah lembaga yang mengatur tontonan televisi di Indonesia, bisa menjadi topik isu yang juga mendukung dan menekan berbagai pihak untuk segera menuntaskan kasus ini.

Lalu darimana sisi hati – hatinya?

Dari Venus di Libra Square dengan Pluto di Capricorn.

Square merupakan relasi antar planet yang menunjukkan konflik, perselisihan, pertengkaran.

Jadi, bisa kita terjemahkan dimana dukungan dari para wanita atau kelompok yang aliran feminisme agar korban mendapat penyelesaian secara hukum, justru mendapatkan tentangan dari lembaga/ perusahaan yang berkaitan untuk menyelamatkan muka, agar struktur lembaga tersebut tidak perlu berubah. Jadi, dalam waktu kedepannya, potensi figur wanita/ feminime yang membawa topik kasus ini dengan tujuan merestrukturisasi/ memperbaiki lembaga KPI ini, sangat besar. Minimal dalam waktu semingguan dari tanggal mulai viralnya berita pelecehan tersebut.

Yang saya analisa dari gerakan ini, meskipun berawal dari mengangkat kisah korban pelecehan agar mendapat bantuan dan perlakuan seadil mungkin di mata hukum, pemulihan kesehatan jiwa, serta perbaikan karir, kemungkinan besar diikuti dengan gerakan (dan tekanan) masyarakat untuk merestrukturisasi KPI secara keseluruhan. Lepas dari ‘prestasi’ KPI saat ini yang juga kurang populer di mata masyarakat.

Ada banyak anlisa lain yang bisa saja kita dapatkan dengan menganalisa chart formasi planet diatas secara astrologi. Namun saya rasa, berbagai point pentingnya, sudah saya rangkum dalam tulisan diatas.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat buat pembaca.

Disclaimer : tulisan ini adalah hasil analisa pribadi dari Rendy Fudoh dengan menggunakan pendekatan astrologi. Rendy Fudoh tetap berposisi netral dan tidak memiliki afiliasi apapun dengan pihak – pihak yang disebutkan didalam artikel ini. Artikel ini ditulis bersifat analisa, prediksi, dan hipotesa saja, dan tidak bisa dianggap sebagai fakta ataupun dijadikan bukti dalam kasus apapun.

MG Magz 01 , September 2021 Sudah Terbit

Akhirnya, sebuah majalah digital yang membahas seputar metafisika dan spiritual sudah terbit perdana. Topik edisi kali ini membahas seputar prejudice dalam berbagai disiplin ilmu.

Untuk mendownload majalanya, bisa klik link ini.

Selamat membaca. 🙂

Soon…

Akan segera terbit dan bisa didownload dari web ini. Subscribe untuk mendapatkan updatenya yah. 🙂
Available 1 September 2021.

Apakah Itu Sihir / Magick ? Sebuah Definisi Biar Tidak Melenceng

Photo by cottonbro on Pexels.com

Beberapa waktu yang lalu, disebuah kelompok diskusi WhatsApp, sempat berdiskusi soal Magick itu sendiri dan diskusinya sendiri pun berjalan dari pertanyaan besar, “Apakah Tarot itu Magick?”.

Setelah diskusi panjang, pada akhirnya saya memutuskan untuk berbagi sesuatu melalui tulisan ini. Seputar, definisi Magick itu sendiri sebenarnya apa sih? Dengan tahu definisi magick itu sendiri, maka kita tahu hal apa saja yang masuk kategori magick dan sampai sejauh mana hal tersebut dianggap sebagai magick atau sihir. Dari situ pula, kita bisa tahu, implikasi ke praktik nyatanya seperti apa.

Ok, sekarang definisinya…

Definisi Magick

Magick itu apa sih? Nah, menurut Aleister Crowley, dalam bukunya “The Book Of The Law”, mendefinisikan Magick sebagai berikut.

“The science and art of causing change to occur in conformity with will.”

Kalau diterjemahkan secara bebas, menurut Crowley, Magick adalah sebuah ilmu pengetahuan dan seni yang menimbulkan perubahan untuk terjadi sesuai dengan ‘kehendak’.

Photo by Content Pixie on Pexels.com

Nah, definisi disini masi sangat luas implikasinya, dan perlu pembacaan lebih jauh dari bukunya untuk mengerti maksudnya dari perubahan yang terjadi sesuai dengan ‘kehendak’ tersebut. Kenapa? Karena dia belum mendefinisikan, kehendaknya itu kehendak siapa? Kehendak pribadi kah? Kehendak Semesta/ alam/ Tuhan kah? atau justru kehendak pribadi yang sudah menyatu dengan semesta?

Nah, untuk itu, saya mencoba memakai definisi yang jauh lebih spesifik dari seorang okultist senior (sudah meninggal) dan ajarannya sering digunakan oleh praktisi: Donald Michael Kraig. Dia sendiri dalam buku Modern Magick nya, mendefinisikan magick adalah sebagai berikut.

Magick is the science and art of causing change (in cosciousness) to occur in conformity with will, using means not currently understood by traditional Western science. ”

Apabila diterjemahkan secara bebas,

Sihir adalah suatu ilmu pengetahuan dan seni untuk membuat suatu perubahan (secara sadar) terjadi sesuai dengan kehendak dan iman, dengan cara yang belum dapat dimengerti oleh ilmu pengetahuan Barat.

Konteks Ilmu Pengetahuan dan Seni ini digunakan bersamaan, karena dari sisi ilmu pengetahuan, ada beberapa unsur yang eksakta alias sudah berdasarkan fakta – fakta dan pakem pengetahuan yang ada. Sementara ‘seni’ ini dimaksudkan karena magick ini akan terus berkembang; teori dan penerapannya, tetap ada unsur ‘cocok – cocokan’ dengan penggunanya. Seni disini juga digunakan karena hasilnya dari praktik magick tersebut, untuk setiap orang masih sangat beragam, apakah bisa sepenuhnya berhasil maupun sepenuhnya belum berhasil, tergantung faktor usaha manusianya (secara internal), faktor lingkungan (eksternal), dan juga faktor alamnya sendiri apakah mengijinkan ataupun tidak.

Kalimat “membuat suatu perubahan (secara sadar) terjadi” ini sebenarnya menunjukkan perlunya aktifitas; alias ada inisiatif terdahulu yang dilakukan oleh pelakunya.

Konteks terjadi sesuai dengan ‘kehendak dan iman’ ini sebenernya menunjukkan, apapun perubahan yang kita lakukan, untuk bener – bener bisa terjadi di dunia nyata, ini perlu keselarasan dengan apa yang kita inginkan dengan iman / keyakinan kita sendiri kalau itu pasti terjadi. Dalam sejumlah aliran tertentu, juga ditambahkan, tidak hanya iman saja, tapi juga adab (perilaku), karma, dan bakti (apa yang sudah kamu lakukan sebelumnya) agar kehendakmu diijinkan oleh Tuhan/ semesta/ alam terjadi.

Konteks dengan cara yang belum dapat dimengerti oleh ilmu pengetahuan Barat, sebenarnya mengacu ke konteks cara dan hasil yang mungkin secara simbolis dan perumpamaan, kita sudah mengerti prosesnya. Namun belum ada penjelasan dan penelitian yang benar – benar logis untuk menjelaskan fenomena tersebut.

Pada dasarnya, kita semua yakin, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan manusia yang ada, perlahan – lahan juga ilmu pengetahuan akan bisa menjawab kenapa intensi manusia , sesuai ijin-Nya, bisa terwujud di dunia fisik ini. Hanya saja, kita memang baru sampai tahap tahu cara menggunakannya, tapi belum sampai mengerti secara detail akan cara kerjanya. Kalau diumpamakan, itu seperti kita tahu cara menyetir mobil, berikut fungsi – fungsi pedal dan tombol di mobilnya, tapi kita belum tahu secara detail bagaimana isi mesin mobil tersebut dan proses dari bensin kemudian dibakar dan didistribusikan energinya sehingga sebuah mobil bisa berjalan sesuai kehendak kita.

Photo by Sam Kolder on Pexels.com

Jadi…, Magick itu perlu apa sih?

Dari definisi diatas, sebenarnya magick itu hanya perlu 2 saja: yaitu inisiatif kita untuk melakukan aktifitas tersebut, dan pikiran kita yang punya iman, karma, adab, dan bakti yang tinggi dan selaras dengan Tuhan/ semesta agar intensi/ keinginan kita didengar, diterima, dan diijinkan oleh-Nya.

Terus kalau hanya perlu 2 itu saja? Semua perlengkapan tongkat sihir yang kece, berbagai batu kristas, berbagai tanaman hasil petik yang akan dibakar/ dibuat ramuan, dan perlengkapan lainnya? Itu untuk apa dong?

Semua perlengkapan itu, semata – mata digunakan sebagai simbol untuk membantu kita memfokuskan pikiran kita terhadap apa yang kita inginkan. Perlengkapan tersebut juga berfungsi sebagai ‘tanda keseriusan’ ataupun sarana untuk membantu kita untuk mengajukan/ dikabulkannya keinginan tersebut.

Jadi memang, kalau iman kita sudah cukup kuat, untuk melakukan aktifitas magick tersebut, ekstrimnya kita tidak perlu alat bantu apapun, hanya dengan sebatas berucap dari mulut saja pun sudah ampuh pengaruhnya.

Kalau Begitu…, apakah kita melakukan magick nyaris setiap hari?

Absolutely YES!

Setiap kita bangun tidur dan berdoa, setiap kita berdoa sebelum tidur, setiap kita berharap dalam hati kita, setiap kita -menyumpahi- seseorang, Setiap kita bernyanyi puji – pujian kepada-Nya, atau setiap kita melakukan sumbangan ke orang yang membutuhkan, setiap kita membantu teman/ orang asing yang membutuhkan, setiap kita melakukan aktifitas simbolis apapun, lepas dari latar belakang agama dan budaya, sebenarnya kita sudah melakukan aktifitas sihir/ magick itu sendiri.

Sebagai tambahan…, apakah tarot itu magick?

Menurut saya, tarot itu sendiri hanyalah setumpuk kartu dengan segudang manfaat penggunaan dan illustrasi yang sangat bagus. Namun memang, tarot itu bisa digunakan menjadi salah satu alat untuk membantu aktifitas magick yang akan kita lakukan.

Tarot itself is only a pack of illustration printed on a card stock; but yes, it can be used for any magick activities.

Inspirasi Wheel of Fortune : Mengapa Kartu Ini Belum Tentu Berarti Rejeki

Khusus untuk inspirasi Arkana Mayor, saya akan membahas dari berbagai sisi sebuah kartu di tiap postnya. Dan saya akan lebih menekankan sisi ‘melawan arus’nya dari sebuah kartu. Harapan saya, agar pembaca bisa melihat suatu kartu menjadi lebih objektif. Kartu yang sekilas terlihat bagus, juga memiliki makna yang buruk; pun kartu yang sekilas terlihat buruk, juga memiliki makna yang baik.

Ketika dalam sebuah bacaan, muncul kartu Wheel of Fortune, seringkali pembaca tarot langsung mengatakan kalau klien akan mendapatkan hasil/ keberuntungan yang luar biasa. Apapun masalah yang dihadapi oleh klien, apabila keluar Wheel of Fortune, maka dianggap keberuntungan akan datang seakan – akan sangat membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Tapi benarkah kemunculan kartu itu 100% akan muncul keberuntungan atau rejeki? Disini saya akan membahas beberapa aspek sebelum berkesimpulan bahwa tidak selalu berarti datangnya keberuntungan tersebut.

Wheel of Fortune Yang Diasosiasikan Dengan Jupiter

Kartu Wheel of Fortune, memang diasosiasikan dengan energi planet Jupiter. Sebuah planet terbesar di tata surya kita dan dikenal sebagai planet pembawa keberuntungan, rejeki, dan ekspansi. Bahkan Jupiter dianggap sebagai greater benefict. Atau bahasa awamnya, planet ‘dermawan’ skala besar. (Lesser benefict ada di planet Venus)

Dalam astrologi pun, posisi planet Jupiter ini sering dicari dan sering menunjukkan ‘posisi keberuntungan’ si penanya.

Masalahnya, seperti dengan kita temui saat membacakan chart lahir astrologi seseorang, secara halus simbol planet Jupiter ini menunjukkan -syarat dimana / apa yang bisa membawa keberuntungan- bagi orang tersebut.

This full-disc image of Jupiter was taken on 21 April 2014 with Hubble’s Wide Field Camera 3 (WFC3).

Keberuntungan yang bersyarat itulah yang seringkali diabaikan baik oleh pembaca tarot ataupun penanya nya sendiri. Yang sering dilihat adalah, “ini bawa hoki gede” dan titik; berhenti sampai situ. Tanpa dijelaskan bagaimana caranya, ataupun sudah dijelaskan namun penanya suka abai akan caranya tersebut.

Faktor Keberuntungan Di Wheel Of Fortune

Apabila kita bersedia untuk meneliti lebih jauh lagi, faktor keberuntungan di Wheel Of Fortune itu bisa kita teliti lagi dari 2 hal, apabila kartu ini muncul dalam bacaan.

Yang pertama, apabila kita sebagai tarot reader juga sedikit mengerti astrologi chart kelahiran, maka kita bisa saja menanyakan tanggal lahir, jam lahir, dan tempat lahir si klien. Singkat cerita, ketika kita mendapatkan informasi tersebut dan kita mendapatkan chart lahir astrologinya, kita bisa lihat posisi planet jupiternya di house ke berapa dan di zona zodiak mana.

Nah, posisi Jupiter itulah yang menurut saya, justru menjadi salah satu syarat utama, bagaimana dia bisa menarik keberuntungan di moment / topik yang klien tanyakan tersebut. Simbol Jupiter di Pisces tentu berbeda dengan Jupiter di Aries’ Jupiter di house ke-2 tentu berbeda dengan Jupiter di house ke -12 misalnya. Apapun jawaban/ syaratnya, saya melihat itu momentum yang tepat untuk dilkerjakan karena energi keberuntungannya cukup besar.

Saya melihat, ketika dalam sesi pembacaan tarot keluar kartu Wheel of Fortune, namun ternyata klien tidak melakukan apapun, justru seringkali momentum keberuntungan itu lewat begitu saja. Alhasil, klien yang sudah menyongsong hari dengan bahagia pun, berakhir dengan merasa kena PHP (Pemberi Harapan Palsu).

Photo by Navneet Shanu on Pexels.com

Alternatif kedua, apabila seorang pembaca tarot belum bisa membaca astrologi chart lahir, kita bisa melihat kartu sebelum dan sesudah kartu Wheel of Fortune tersebut. Dalam konteks ini, kita memperlakukan kartu Wheel of Fortune sebagai fakto “mempercepat situasi klien”.

Jadi misalnya, kartu sebelum WoF nya adalah 9 of Wands (keyword: banyak kerjaan) dan kartu setelah WoF nya adalah Judgement, maka WoF sendiri bisa dikatakan tanda yang positif, karena hasil kerja kerasnya akan segera -dinilai- oleh atasan misalnya.

Namun, bagaikan roda kehidupan yang berputar juga, apabila kartu sebelum WoF nya adalah 10 of pentacles (keyword: sumber daya berkelimpahan, menunggu untuk digunakan), kemudian kartu setelah WoF nya adalah 5 of pentacles (key word: kemiskinan misalnya?), bisa saja ini menunjukkan adanya transisi si penanya dari yang semula kaya/ punya harta, namun secara ‘ajaib’ banyaknya pengeluaran membuat dia kali ini benar – benar kekurangan uang.

Sesuai judul kartunya, Wheel of Fortune lebih menunjukkan roda ‘nasib keberuntungan’, bukan roda kekayaan. Dan namanya juga roda, adakalanya diatas dan adakalanya dibawah. Nah, justru tugas kita sebagai pembaca tarot itu mencari tahu lebih detail, apakah posisi klien berada di atas atau di bawah saat ini.