Blog Archives

Kenapa Membaca Tarot Dengan ‘Mindset Mentalist’ itu Merupakan Pendekatan Yang Keliru Untuk Konsultasi Private?

DISCLAIMER
Tulisan ini bukan untuk memojokkan orang yang belajar mentalism. Melainkan untuk memberikan pengertian, bahwa meskipun memang ada penggunaan kartu Tarot untuk hiburan panggung, Ketika sudah menyentuh ranah konsultasi private, justru sangat dianjurkan untuk belajar dengan sungguh – sungguh akan makna setiap kartu dan cara membawa konsultasi tarot private kepada klien. Trust me, pendekatan para mentalist , yang tidak belajar tarot untuk konsultasi secara privat (karena malas dan menggampangi), akan sangat jauh berbeda ketimbang pendekatan yang dilakukan oleh para tarot reader sungguhan.

Saya sendiri, selain belajar tarot, juga belajar mentalism. Dan mungkin saya termasuk satu dari sedikit mentalist yang belajar mentalism itu dari literatur di Indonesia. Kenapa saya berani berkata demikian? Karena Sebagian besar mentalist di Indonesia itu, modalnya ya belajar dari video. Padahal, lucunya, pengetahuan seputar mentalism itu, Sebagian besar itu dari literatur. Alasannya? Sederhana. Sebagian besar mentalist di Indonesia itu malas baca literatur Bahasa Inggris.

Dan dari masa – masa saya belajar 2 bidang ilmu tersebut, justru saya menemukan fenomena yang sering terjadi, dan justru menyimpulkan kalua seorang mentalist, apabila mulai masuk ke ranah baca tarot untuk konsultasi private klien, sebenarnya sangat tidak cocok apalagi cenderung menjadi merugikan klien itu sendiri. Hal ini menjadi sangat kentara apabila orang yang memberi konsultasi tarot secara private, berasal dari background ilmu mentalist dan cenderung ‘malas’ untuk belajar ilmu pengetahuan baca Tarot.

Sambil tetap menjaga etika dunia persulapan, saya akan mencoba membeberkan kenapa pendekatan para mentalist umumnya, berbeda dengan pendekatan tarot reader yang benar – benar belajar tarot.

Photo by cottonbro on Pexels.com

Pertama, mentalism bertujuan untuk menghibur konsumen, tarot reader bertujuan memberi solusi kepada klien.

Prinsip pertama pertunjukan sulap, terutama mentalism, itu tujuannya memang untuk memberikan hiburan, dan seringkali hiburannya memang menyerempet ke supranatural. Namun sekali lagi, itu dibawa untuk ke ranah hiburan. Sementara, untuk konsultasi klien secara private, mungkin tetap ada factor hiburannya, namun orientasi dari konsultasi tersebut adalah untuk brainstorming masalah klien dan mencari solusi yang bisa klien lakukan untuk memperbaiki hidupnya.

Banyak mentalist, yang karena belum belajar tarot mendalam, terjebak dalam mindset, konsultasi tarot private itu berorientasi memberi hiburan kepada klien, sadar tidak sadar yah. Apapun solusi yang diberikan, itu bukanlah hal penting, sepanjang klien merasa terhibur dengan ‘pertunjukan private’nya.  

Kedua, mentalism sudah ‘terlanjur belajar tehnik komunikasi tertentu’, tarot reader di Indonesia, cenderung tidak belajar tehnik tersebut.

Photo by SHVETS production on Pexels.com

Bagian ini agak sensitive, tapi saya akan mencoba menjelaskan sebisa mungkin.

Mentalist pada umumnya, akan diminta belajar tehnik komunikasi psikologis tertentu, minimal ada 2 tehnik dasar yang tidak bisa saya utarakan disini karena alas an etika persulapan. Tehnik tersebut, apabila memang dipelajari dan diterapkan dengan baik, maka akan membuat si pendengar merasa bahwa si mentalist ini, bisa membaca dirinya hingga yang paling pribadi sekalipun.

Masalahnya, tehnik tersebut bertujuan menghibur dan memberi ‘ilusi’ seakan – akan mentalist bisa membaca. Aslinya sih, ya gitu dhe.

Sementara tarot reader, selain menggunakan intuisi dan pengalaman dia sehari – hari dalam menganalisa sikon klien, tentunya mereka benar – benar, membaca makna dari setiap kartu yang ada dan mencoba mencari hubungan dengan sikon klien yang dibacakan.

Apa implikasinya dalam bacaan ? Bacaan yang dibawakan oleh mentalist, seringkali sangat tidak mendetail, di awang – awang, dan kurang akurat dibandingkan dengan bacaan yang dibawakan oleh tarot reader beneran.

Bahkan in some case, mentalist amatiran yang mencoba baca tarot pun, banyak yang terjebak dalam memberikan ‘bacaan yang sama’ kepada klien yang berbeda – beda; lepas dari apapun kartu yang keluar.

Ketiga, dan mungkin menohok Sebagian orang, Sebagian besar mentalist Indonesia, cenderung meremehkan pekerjaan tarot reader dan merasa tidak perlu belajar tarot secara mendalam.

Photo by Anastasia Shuraeva on Pexels.com

Banyak rekan – rekan saya yang merasa, berbagi tehnik mentalism yang mereka pelajari, sudah cukup sebagai bekal mereka untuk mengadakan konsultasi tarot kepada klien secara private. Dan lucunya entah kenapa, banyak mentalist yang saya temui menganggap membaca tarot itu sangat mudah. Saking mudahnya, dianggap pekerjaan baca tarot adalah pekerjaan mudah dalam mencari uang.

Dan orang yang sama, memutuskan malas untuk baca buku seputar tarot, dengan alas an, ga bis abaca Bahasa Inggris.

Alhasil, karena orang seperti itu menganggap konsultasi tarot adalah sesuatu yang mudah, maka mulai semakin banyak para pesulap mentalist yang banting setir menjadi tarot reader dan membaca kartu dengan ‘kaca mata mentalist’ tersebut, dan hasilnya? Sesuai perkiraan, banyak klien yang justru merasa tidak terbantu dan semakin mumet dengan masalahnya.

Penutup

Siapapun boleh belajar tarot; asalkan belajar dengan sumber yang tepat dan melepaskan berbagai kacamata ilmu yang sudah dipelajari sebelumnya. Berbagai ilmu pengetahuan yang sudah kita pelajari, seringkali juga menjadi penghalang tersendiri untuk mempelajari ilmu pengetahuan yang baru.

Online+ Free Sharing: Tarot Untuk Insight Kesehatan & Pesan Tersembunyi Major Arcana Dengan Astrologi

Sharing session online kali ini akan diadakan pada hari Sabtu tgl 24 Juli ini. Untuk mendapatkan link zoomnya, cukup join ke WhatsApp Group saya dengan scan QR code di poster ini. Link nya akan saya berikan di group pada H-1 yah.

Kartu Significator? Perlu Kah?

Photo by Danielle Rangel on Pexels.com

Dari beberapa sesi free online+ sharing yang saya lakukan bersama teman – teman, saya menerima masukan untuk kembali membahas seputar kartu significator. Dan cepat / lambat memang pertanyaan seputar significator tersebut akan kembali muncul.

Saya sendiri menggunakan kartu significator itu pada masa awal – awal banget saya belajar tarot reading. Itupun hanya saya lakukan di bacaan yang menggunakan tebaran Celtic Cross. Dan dari pengalaman pribadi, metode menggunakan kartu significator ini, hanya ‘bertahan’ di saya selama 2 bulanan saja. Seterusnya? Uda jarang banget kecuali klien secara spesifik meminta. But hey…, balik ke topik…, apakah significator itu?

Apakah Kartu Significator Itu?

Sederhananya, yang namanya kartu significator adalah kartu yang menunjukkan profil/ situasi yang mewakili klien yang akan kita bacakan. Nah, kartu significator tersebut, adakalanya dipilih dan ditarik duluan sebelum melakukan pembacaan, ataupun juga bisa dengan mengambil 1 kartu acak yang mewakili klien tersebut.

Kalau dulu sih, saya menggunakan metode dengan mengocok kartu dan mengambil 1 kartu secara acak untuk mewakili situasi si klien; baru dilanjutkan dengan bacaan umum sesuai pertanyaan klien.

Namun, ada juga yang menggunakan metode ‘menentukan’ 1 kartu tersebut. Misalnya, apabila klien sedang ada project, ya bisa aja memilih kartu 10 of Pentacles untuk mewakili situasinya. Apabila klien sedang menjelang pernikahan, bisa saja mengambil 1 kartu The Lovers untuk diletakkan di tempat bacaan sebelum memulai pembacaan.

Sebagai tambahan, di sebagian tarot reader, juga membiarkan klien memilih sendiri secara bebas, kartu yang menjadi significatornya.

Namun ada juga yang memilihnya berdasarkan profil, jenis kelamin, dan zodiak si klien itu sendiri. Bagaimana caranya? Ya cukup mengambil 1 kartu Court Card yang merepresentatifkan profil klien tersebut.

Significator List

Berikut daftar pembagian kartu significator berdasarkan profil klien.

Berdasarkan gender dan rentang usia:

  • Page : anak – anak / wanita muda (sampai 18 tahun)
  • Knight : pria muda (bisa berusia 18 – 30an tahun)
  • Queen : wanita dewasa, diatas 18 tahun
  • King : pria dewasa (diatas 40 tahun)

Kemudian zodiak :

  • Wands – simbol api – Aries , Leo , Sagitarius
  • Cups – simbol air – Cancer , Scorpio , Pisces
  • Swords – simbol udara – Gemini , Libra , Aquarius
  • Pentacles – simbol tanah/ bumi – Taurus , Virgo , Capricorn

Sebagai contoh, apabila kliennya adalah seorang wanita berusia 27 tahun dan Sagitarius, maka kartu significatornya adalah Queen of Wands ; apabila kliennya adalah seorang pria berusia 19 tahun dengan zodiak Virgo, maka kartu significatornya adalah Knight of Pentacles.

Apa Manfaat Menggunakan Significator?

Photo by cottonbro on Pexels.com

Tujuan dari penggunaan significator ini tak lain dan tak bukan untuk memperkaya dan personalisasi pembacaan.

Memperkaya disini dalam artian untuk menambah variasi bacaan dan detail – detail bacaan akan suatu pertanyaan klien yang mungkin lebih mudah terbaca apabila menggunakan kartu significator.

Tentunya dengan membaca menggunakan kartu significator tersebut, apapun metodenya, dan tergantung kepada readernya juga, ada yang end up bisa membaca lebih detail dan lebih baik dibandingkan tanpa menggunakan significator.

Sementara, maksud dari personalisasi disini ya untuk membuat bacaannya merasa dia banget. Atau bisa related dengan kartu yang dikeluarkan. Karena memang tidak sedikit ada klien yang merasa ‘nyambung’ dengan kartu yang mewakili dirinya ketika melakukan pembacaan.

Namun balik lagi, pola klien yang kooperatif seperti ini, seringkali baru bisa didapat apabila klien tersebut adalah klien langganan kita; jarang sekali klien yang baru pertama kali dibacakan tarot dan belum ada pengalaman sebelumnya seputar “membaca tarot yang benar”, itu akan membuka pikirannya sampai sekooperatif itu.

Apakah Significator Tersebut Wajib?

Sepanjang saya mengubek – ubek bahan literatur dan dari pengalaman pribadi, pada akhirnya saya justru melihat, penggunaan kartu significator itu adalah sesuatu yang tidak wajib dan ujung – ujungnya, ya sesuai dengan kenyamanan si pembaca tarotnya saja.

Namun lepas dari itu semua, saya tetap menyarankan untuk mempelajari metode penggunaan kartu significator ini. Sederhananya, mungkin metode ini kurang cocok untuk saya pribadi, tapi mungkin cocok untuk beberapa pembaca artikel ini.

Dan pada akhirnya memang metode ini sudah menjadi 1 dari sekian banyak metode baca tarot yang memang wajib diketahui oleh para tarot reader yang kedepannya ada rencana untuk mengajarkan tarot ke orang lain.

Bagi yang berminat untuk melihat e-book saya, bisa klik link ini.

Ramalan Zodiak Karir dan Cinta Juli 2021

Berikut ramalan zodiak untuk karir dan cinta di bulan Juli 2021. Dibacakan oleh saya, Rendy Fudoh, dan DiSa The Seer. Semoga bermanfaat. 🙂

Bacaan Zodiak Bulan Juli 2020

Berikut bacaan zodiak melalui kartu tarot untuk bulan Juli tahun 2020. Kali ini, gw dibantu oleh seorang Tarot Reader senior bernama Haru.

Playlist untuk bacaan Zodiak bulan Juli 2020