Blog Archives

Refleksi 20 Tahun Pembacaan Tarot: Hal Yang Tidak Saya Sampaikan ke Klien

Tahun 2026 ini adalah tepat 20 tahun saya sudah belajar dan berkarya seputar pembacaan kartu tarot, termasuk melayani konsultasi klien secara profesional. Dalam usia karir 20 tahun ini, saya pun akhirnya mencoba merefleksikan kedalam, dan akhirnya menemukan satu topik yang bisa dikatakan “serba salah”.

Kok serba salah ? Karena topik ini kalau saya sampaikan ke klien secara langusng, terutama klien baru, seringkali bisa tersinggung. Namun, bila kita bersedia membuka hati dan pikiran, apa yang akan saya bagikan ini adalah intisari dari pola yang saya dapatkan selama melayani konsultasi, sekaligus menjadi sebuah “berita optimis”, terlepas dari apapun masalahmu, baik sebagai pembaca ataupun sebagai klien saya nantinya. Saya mencoba membagikan topik ini dalam tulisan blog, instagram, dan thread nantinya, agar memang orang yang “sudah siap”, bisa membaca tulisan saya dan mencernanya dengan hati dan pikiran yang objektif.

Berikut hal yang (seringkali) tidak saya sampaikan ke klien.

Masalahmu bukanlah masalah yang unik; in fact, banyak yang mengalami hal yang sama seperti kamu.

Ketika saya bertemu dengan seorang klien, baik dia wanita ataupun pria, mereka seringkali bertanya tidak jauh dari potensi dan tantangan dirinya, kecocokan bidang yang dia kerjakan hingga sekarang, sampai gambaran “jodoh” yang potensial bagi mereka. Dan biasanya setelah ini, dilanjutkan dengan masalah lebih spesifik seperti gebetan yang sepertinya tidak sadar-sadar sedang didekati, merasa dirinya tidak laku meskipun secara penampilan-status sosial-pendapatan sudah mapan, kinerja yang kurang dihargai oleh atasan, perasaan perlu tanggung jawab ke keluarga dan saudara secara keuangan, dan masih banyak lagi.

Banyak klien saya yang awalnya mengira, masalah yang mereka alami itu, adalah masalah yang khusus hanya spesifik dia saja yang mengalaminya. Masing-masing dari klien saya, mengira hanya dia yang mengalaminya dan adakalanya merasa, “problem saya itu lebih berat dibandingkan orang lain”. Bad newsnya, nyaris semua masalah yang kita alami, juga dialami oleh orang lain. Good newsnya, kamu tidak sendirian mengalami masalah yang mirip, bahkan dalam sejumlah kasus, masalah yang dialami lebih ke masalah yang sifatnya masalah generasional.

Standard usaha menjadi berhasil di jaman sekarang itu jauh lebih rendah; namun juga diikuti oleh usaha orang kebanyakan yang relatif turun tajam.

Mungkin karena di waktu saya menulis artikel ini, sudah banyak berbagai fasilitas yang memudahkan kita menjadi lebih produktif, sehingga berbagai proses bekerjanya kita menjadi relatif cepat dan mudah dalam membuat sesuatu. Teknologi A.I terutama, membuat kita bisa membuat suatu karya dari yang semula memakan waktu 5 jam, hingga hanya menjadi 1 jam misalnya. Meriset berbagai topik, coding programming, analisa data, semua lebih cepat dan mudah. Dan tentu secara tidak langsung membuat penggunanya perlahan-lahan menurun daya juangnya ketika masalah yang datang ternyata “belum bisa disolusikan oleh A.I”, ataupun memakan waktu yang jauh lebih lama dibandingkan biasanya.

Seperti apa contoh dampaknya ? Membaca buku untuk mencari solusi cenderung malas dan kalau bisa segera dirangkum, berolahraga maunya dalam waktu singkat dengan hasil yang cepat dengan berbagai supplement tambahan yang beresiko, sampai malu / gengsi untuk menawarkan produk jasa sendiri secara person-in-person karena takut akan penolakan serta yakin untuk teknis pemasaran bisa disolusikan dengan A.I dan optimisasi SEO, yang padahal secara hasil, tetap jauh lebih baik pemasaran mulut ke mulut.

Dari sini jugalah lahir semacam “nasehat” dimana untuk menjadi sukses di jaman sekarang itu jauh lebih mudah dibandingkan jaman-jaman sebelumnya. Karena jaman sekarang itu, masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengeluh ketimbang berusaha menjadi berhasil. Sehingga standard usaha untuk mencapai keberhasilan, relatif jauh lebih rendah dibanidngkan 10-20 tahun yang lalu.

Mencari pasangan di jaman sekarang memang relatif jauh lebih sulit; karena kita terlalu banyak berprasangka.

Dari sekian banyak klien yang saya terima, bisa dikatakan 95% klien yang single, selalu mengeluhkan sulitnya mencari pasangan meskipun katanya sudah berusaha memperbaiki dan mengembangkan diri agar semakin bernilai di mata calon pasangan. Berikut beberapa hal yang menjadi faktor kenapa lebih sulit :

  • Perkembangan informasi yang pesat, membuat distribusi p0rn juga lebih mudah, membuat ekspektasi generasi sekarang akan seorang pasangan juga menjadi terlalu tinggi.
  • Berbagai informasi di internet yang mendukung dan mengelus “ego” kita, dimana kita merasa diri kita adalah sosok yang unik dan spesial.
  • Berbagai asumsi yang sudah basi seperti: wanita agresif dipandang rendah, pria agresif dipandang mau berjuang, wanita hanya mau pria atletis dan juga sebaliknya, dan berbagai asumsi nyeleneh lainnya, thanks ke berbagai serial tv yang kita tonton.
  • Dan secara objektif, frekuensi sosialisasi bertemu fisik memang relatif berkurang tajam karena kita lebih banyak menghabiskan waktu percakapan melalui messaging app ketimbang bertemu langsung. Sehingga kemampuan sosial kita relatif menurun tajam dan belum cukup banyak jam terbang dalam mengambil resiko.

Ujung-ujungnya, akar dari semua ini adalah prasangka buruk ataupun khawatir dianggap buruk di mata orang lain. Prasangka dan ketakutan ini muncul akibat memang dari kitanya yang relatif jarang bergaul dan relatif nyaman dengan prasangka kita ketimbang bertanya / mencari fakta langsung di lapangan.

Kamu hanyalah spesial dimata orang tuamu, dan biasa saja di mata orang lain.

Satu kenyataan objektif dan pahit, yaitu kita perlu menerima kalau paling mentok, kita itu sosok yang unik dan spesial dimata orang tua kita masing-masing. Dan kita adalah sosok yang biasa saja di mata masyarakat umumnya.

Karena kita adalah orang yang biasa-biasa saja, maka sudah sewajarnya kita berusaha dan bekerja MINIMAL sekeras dan secerdas orang-orang disekitar kita. Dan untuk menjadi “spesial” di lingkungan sekitar pun, konsekuensinya kita perlu bekerja lebih cerdas dan keras dibandingkan orang sekitar kita. Dan sepanjang orang tua kita bukan orang tua yang secara ekonomi memang sangat kaya, maka anggapan spesial di mata orang tua pun relatif tidak terpakai/ berguna untuk perkembangan karir kita sendiri.

Dan adakah konsekuensi buruk yang mungkin tidak disadari orang tua sendiri ketika terlalu memperlakukan kita sebagai anak secara spesial ? Sangat ada…, yaitu berpotensi menjadi sangat jarang dalam menghadapi kegagalan.

Begitulah memang, ada beberapa hal yang saya sendiri menahan diri ketika melayani konsultasi dengan berbagai klien yang beragam latar belakang. Dan diharapkan, para pembaca yang membaca ini juga mengerti dan memahami…, kalau kita itu hanyalah 1 manusia diantara berbagai manusia lainnya; sehingga dunia pun tidak berputar mengelilingi kamu saja sebagai individu.

Notes: untuk konsultasi tarot ataupun astrologi, bisa chat ke WhatsApp di +62 8777 200 1885 untuk price list dan atur jadwalnya.

Peluang dan Tantangan di 80 Tahun Indonesia: Analisa Astrologi Solar Return Indonesia

Seperti biasa, menjelang 17 Agustus, saya akan melakukan analisa chart solar return Indonesia untuk melihat peluang dan tantangan Indonesia selama setahun kedepan. Harapannya, analisa saya yang objektif ini, bisa digunakan oleh para pemangku kepentingan agar bisa membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Kondisi umum : berbagai ide yang berpotensi revolusioner, namun terkendala dari sisi komunikasi dan motivasi aparat pemerintahan itu sendiri.

Pluto di House 1 Aquarius, dengan ruler (Saturn) di Aries house 3, bersama neptune dan chiron. Saturn, Neptune, dan Chiron retrograde.

Secara umum, Indonesia di usianya yang ke 80 tahun, berpotensi memiliki berbagai kebijakan yang bagus dan berorientasi kedepan. House 1 di Aquarius mengisyaratka berbagai kebijakan yang diambil, meskipun terlihat nyeleneh, namun memiliki manfaat jangka panjang yang sangat signifikan. Hanya saja, ketika kita melihat ruler Aquarius, yaitu Saturn dan Uranus di house 3 dan 5 berturut-turut, kita dapat melihat potensi arah kebijakan tersebut.

Saturn di Aries house 3, bersama Neptune dan Chiron yang ketiganya retrograde, mengisyaratkan sisi komunikasi kebijakan ke para pemangku kebijaksanaan dan pelaksana pemerintahan yang kurang efektif tersampaikan. Saturn disini mengisyaratkan si pelaksana kebijakan dari pusat itu sendiri yang berpotensi melangkahi / melanggar berbagai aturan yang ada, sementara Neptune yang retrograde juga menunjukkan kebijakan tersebut yang sampai ke telinga pusat sebagai kebijakan yang efektif dan berjalan lancar, namun tidak seperti itu secara konkrit di lapangannya. Chiron yang juga retrograde menunjukkan potensi pemerintah pusat yang juga akan bingung, informasi dari pihak mana yang perlu dipercaya karena nyaris semua pihak pelaksana kebijakan, akan cenderung asal bapak senang saja.

Sementara Uranus di Gemini house 5, menunjukkan berbagai bentuk komunikasi program pemerintah tersebut, selain menggunakan media sosial dan media masa tentunya, namun disampaikan dalam durasi jeda yang cepat dan cenderung berubah ataupun ada perkembangan dalam waktu yang relatif lebih singkat dibandingkan tahun lalu.

Rekomendasi selama setahun kedepan, memang sesekali pihak pemerintah pusat perlu mengadakan inspeksi dadakan tanpa pemberitahuan protokoler sebelumnya untuk melihat secara langsung sampai sejauh mana kebijakan yang sudah ditentukan, dapat terimplementasi dengan baik. Dan untuk sisi komunikasi, sangat direkomendasikan untuk disampaikan sesuai dengan struktur dan dalam frekuensi yang teratur ketimbang mengejar kecepatan pemberitaan dengan konsekuensi banyaknya koreksi yang harus dilakukan di waktu kedepannya.

Tantangan utama: pihak oposisi akan terus memojokkan pemerintah dengan isu dan reaksi emosional dari golongan pekerja.

Venus di house 4 Taurus conjunct IC dan juga conjunct Uranus di Gemini house 5. IC berada di Taurus, late degree.

House 4 di Taurus mengisyaratkan pihak oposisi pemerintahan cenderung menggunakan taktik yang sudah lama, namun tetap konsisten efektifnya. Dengan posisi moon dan conjunct dengan IC, menunjukkan potensi bahwa masyarakat Indonesia secara umum di usianya yang ke 80 tahun, masih muah disetir emosinya, terutama untuk topik yang seputar kenyamanan materi dan kebiasaan / “tradisi” dari masa lampau yang secara riil melekat di masyarakatnya.

Selain itu, Uranus yang juga oposisi MC, namun Uranus berada di house 5 Gemini, juga mengisyaratkan pihak oposisi yang masih menggunakan media sosial secara tak berpola dan tak beraturan, untuk memperburuk citra pemerintahan Indonesia itu sendiri.

Karena Taurus ruled by Venus, sementara Venus ada di house 6 yaitu Cancer, maka isu kesejahteraan kaum buruh dan pekerja umumnya, tetap akan diangkat menjadi isu yang signifikan dan digunakan pihak oposisi untuk menurunkan citra pemerintahan Indonesia. Lepas dari apakah isu yang diangkat tersebut benar-benar terjadi ataupun hanya rekayasa pihak oposisi saja.

Tantangan kedua: munculnya peraturan dan undang-undang kenegaraan secara umum, meskipun bermaksud baik, namun sengaja diarahkan persepsinya ke publik seakan-akan berdampak sangat buruk

Venus di Libra house 9 oposisi Saturn di Aries house 3. Neptune conjunct Saturn di Aries.

House 9 selain menunjukkan perjalanan jauh/ transportasi antar negara, juga menunjukkan kondisi hukum secara institusi. Apabila ada Mars di Libra house 9, ini mengisyaratkan Indonesia akan inisiatif membuat peraturan baru yang tujuan awalnya memang untuk membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

Hanya saja, ketika mars oposisi dengan saturn di Aries house 3, ini menunjukkan, sebaik apapun maksud awal peraturan tersebut dibuat, akan ada potensi yang sangat besar untuk menggunakan “penyakit masyarakat Indonesia” selama ini agar peraturan tersebut tidak jadi diresmikan. Penyakit disini adalah kebiasaan masyarakat Indonesia yang merespon suatu berita berdasarkan reaksi emosional saja, tanpa membaca ataupun menganalisa terlebih dahulu esensi dan detail dari peraturan tersebut. Kebiasaan masyarakat Indonesia yang emosionalnya mudah disetir di media sosial, menjadi penghalang utama dalam menerapkan peraturan baru yang konstruktif itu.

Ditambah dengan Neptune yang mensimbolkan ilusi ternyata conjunct dengan Saturn, semakin menguatkan bahwa akan ada pihak yang dengan sangat sadar dan sengaja menggiring opini publik untuk mempercayai berbagai kabar bohong dengan tujuan membatalkan berlakunya aturan tersebut.

Kemungkinan besar, aturan yang hendak dicegah berlakunya itu, adalah peraturan negara terkait relasi diplomasi dengan luar negeri (Libra) dan keamanan negara itu sendiri (Aries).

Setelah ini, berikut peluang Indonesia yang dapat dimanfaatkan disaat usianya yang ke 80 tahun.

Photo by Nuh Rizqi on Pexels.com

Peluang utama: Dukungan dari kelas pekerja yang tinggi, sepanjang kesejahteraan mereka terjaga.

Jupiter dan Venus di Cancer house 6.

Cancer adalah zodiak seputar merawat, menjaga kesejahteraan masyarakat terutama terkait makanan, patriotisme, dan mood publik secara umum. Sementara House 6 menunjukkan sektor kelas pekerja, karyawan, buruh, dan kondisi fisik masyarakatnya secara umum. Dengan adanya Venus dan Jupiter di house 6 dan di Cancer, dimana keduanya adalah planet yang menguntungkan, bisa kita katakan peluang utama dan terbesar untuk Indonesia di usia 80 tahun hingga 1 tahun kedepan, justru terletak di sektor kesejahteraan kelas pekerja dan juga kondisi kesehatan masyarakat yang justru meningkat sangat signifikan.

Ketika Indonesia mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat (terutama kelas pekerja), kebebasan dan toleransi beragama diterapkan, sampai hiburan rakyat bisa dikerjakan dengan baik, serta program pendidikan dan pelatihan kelas pekerja yang meningkat, maka ini akan memberikan dampak yang sangat positif baik langsung maupun tidak langsung terutama untuk sektor: keuangan negara membaik, penerapan hukum yang lebih adil dan objektif, pendapatan negara yang meningkat, dukungan legislatif yang mendukung, hingga kelompok oposisi pemerintahan yang menjadi sulit untuk menjatuhkan citra pemerintahan saat ini.

Peluang kedua: pendekatan tradisional / tradisi, adalah jalan terbaik untuk mengkomunikasikan program negara.

Moon di Taurus house 4, ruler house 4 di Cancer house 6.

Taurus adalah zodiak yang sangat erat kaitannya dengan tradisi dan nilai – nilai jaman dulu yang masih dapat digunakan di jaman sekarang. Ketika moon sebagai indikator emosional masyarakat berada di zodiak Taurus, ini mengisyaratkan kondisi psikis masyarakat Indonesia yang sebenernya ingin kembali ke nilai-nilai luhur Indonesia di jaman dahulu.

Apabila pemerintah Indonesia bisa mengkomunikasikan tujuan dan programnya dengan membawa tema seputar tradisi dan nilai luhur budaya Indonesia ke panggung utama, masyarakat cenderung akan menerima program tersebut secara positif dan konstruktif. Usaha menentang dari kelompok ektrimist pun menjadi tidak terdengar di telinga masyarakat secara umum karena memang tradisi kuno menjadi kerinduan utama Indonesia saat ini.

Peluang ketiga: penegakan hukum yang adil dan dibuktikan secara konkrit dengan memakai empati untuk masyarakat kecil, justru akan menambah kepercayaan masyarakat ke pemerintahan secara signifikan.

Mars di Libra house 9, ruler libra ada di house 6. House 11 di Sagittarius, rulernya juga di house 6.

Agak mirip dengan pembahasan sebelumnya, yaitu apabila pemerintah secara inisiatif mengambil kebijakan yang tidak populer di kalangan elit politik, namun menjawab keinginan masyarakat dalam hal hukum/ legal, maka ini akan berdampak positif secara signifikan ke kepercayaan masyarakat selama setahun kedepan.

Kabar bagusnya lagi, apabila pemerintahan terkait bisa memanfaatkan momentum seputar penerapan hukum yang adil, objektif, namun dengan empati ini, jangka panjangnya bisa meningkatkan elektabilitas pemerintahan yang sekarang untuk periode berikutnya.

Photo by Timur Kozmenko on Pexels.com

Kesimpulan

Dari analisa solar return chart ini, justru saya melihat, di usia Indonesia yang ke 80 tahun ini, justru masyarakat kurang fokus akan ekonomi negara secara makro maupun mikro; dunia usaha pun juga bukan fokus masyarakat untuk satu tahun kedepan.

Justru yang menjadi peluang adalah yang menjadi lingkup perhatian kelas pekerja secara umum. Sepanjang Indonesia bisa meningkatkan kesejahteraan kelas pekerja dalam bentuk apapun, masyarakat cenderung mengapresiasi pemerintahan.

Sementara apabila ada kebijakan yang sebetulnya memiliki maksud baik dan konstruktif, namun terlalu maju pemikirannya, saya melihat masyarakat belum bisa menerima kebijakan tersebut dan justru dijadikan momentum kelompok oposisi untuk menurunkan citra pemerintahan sekarang ini.

Apakah Membaca Tarot Masih Menarik ? 5 Peluang Dalam Bisnis Baca Tarot (Part 2 dari 2)

Apabila di artikel sebelumnya kita membahas 5 tantangan utama saat ini dalam membaca tarot, maka kali ini kita seimbangkan dengan 5 peluang yang bisa dimanfaatkan dalam bisnis baca tarot ini sendiri.

Dan sebelum kita memulai, saya banyak mendengar dari masyarakat umumnya, yang beropini kalau baca tarot sudah tidak bisa lagi menjadi sumber pendapatan utama, apalagi yang sudah berkeluarga. Disini saya  bisa mengatakan, banyak pembaca tarot yang berhasil membangun namanya sendiri, sudah berkeluarga, dan sumber pendapatan utamanya dari membaca tarot.

Saya tidak menyalahkan orang yang beropini sebaliknya dan justru menganggap itu sesuatu yang wajar. Karena sebagian besar orang yang benar-benar berhasil dari membaca tarot, justru bukanlah orang yang sering mermarketingkan dirinya, dan justru relatif kurang aktif di media sosial untuk promosi jasanya.

illustrasi wanita melihat kartu tarot, dibuat dengan A.I

Tanpa perlu panjang – panjang lagi, berikut 5 peluang yang saya lihat bisa digunakan saat ini.

Menjadi berhasil di Tarot relatif lebih mudah di jaman sekarang; sepanjang praktisinya konsisten.

Kesannya point pertama ini klise, tapi inilah yang terjadi di jaman sekarang; dimana sebagian besar praktisi tarot jaman sekarang sangat rendah konsistensinya. Kok bisa?

Sederhananya, thanks untuk adanya fitur video pendek di berbagai media sosial, dimana di satu sisi kita bisa mendapatkan informasi terupdate dengan waktu yang relatif sangat cepat dan juga bisa mendapat hiburan singkat di sela-sela waktu kesibukan kita. Hanya saja, dengan adanya fenomena fitur video pendek ini juga, membuat masyarakat yang tidak disiplin, justru menjadi sangat melekat dengan video pendek ini. Banyak kejadian (dan godaan) dimana kita melihat video pendek tersebut, mengatakan ke diri sendiri kalau kita melihatnya hanya 5 menit saja di sela-sela kerja, namun ternyata tanpa kita sadari, kita sudah melihatnya hampir 1-2 jam. In short: sebagian besar masyarakat kecanduan media sosial.

Terus apa dampaknya? Dampaknya, sebagian masyarakat sudah memiliki durasi fokus dan disiplin yang sangat pendek. Konon, durasi fokus manusia dalam mengerjakan sesuatu, sudah tidak lebih lama dari 8 detik, sebelum dia sela dengan kegiatan lainnya. Alhasil, daya juang, konsistensi, dan persistensi sebagian besar orang di jaman sekarang, menjadi amat sangat rendah sekali. Perubahan ini terjadi dalam waktu yang amat sangat singkat, tidak sampai 10 tahun.

Jadi bayangkan, apabila kita masih memiliki motivasi dan konsistensi yang sama dengan 10 tahun lalu, dan kita terapkan di jaman sekarang, justru kita lebih mudah berhasil dalam hal apapun yang kita kerjakan, termasuk bisnis baca tarot.

Bukan karena kitanya yang semakin berkembang menjadi berhasil, melainkan standard untuk berhasil itu yang jaman sekarang menjadi turun sangat rendah dibandingkan 10 tahun sebelumnya.

Illustrasi sesi konsultasi. Photo by Marcelo Dias on Pexels.com

Minat akan spiritual dan sesi self-help yang semakin meningkat.

Tidak bisa dipungkiri, tantangan dalam karir di jaman sekarang juga semakin meningkat, termasuk juga berbagai godaan dari media sosial akan gaya hidup yang ‘layak’ menurut si pembuat konten.

Oleh karena itu, minat akan spiritualitas dan self-help juga semakin tinggi sebagai bentuk penyeimbang dengan berbagai tuntutan materi yang kita rasakan di sekeliling kita. Tujuannya ? Agar kita lebih banyak mensyukuri dengan apa yang sudah kita miliki, menurunkan ekspektasi akan tolak ukur kekayaan pribadi, dan ujung-ujungnya agar kita dapat menjalani hidup kita lebih berbahagia dan tersenyum.

Disinilah sesi konsultasi membaca tarot bisa masuk dan mengisi kebutuhan akan spiritual dan self-help tersebut. Apabila seorang konsultan pembaca tarot, tidak hanya menguasai tarot namun juga menguasai berbagai metode self-help sederhana yang bisa ia bagikan ke kliennya, maka dijamin klien akan lebih repeat order ke pembaca tarot tersebut sesuai dengan kebutuhannya saat itu.

Illustrasi sesi konsultasi tarot. Photo by Anna Tarazevich on Pexels.com

Segmen pasar yang beragam dan seringkali terkotakkan.

Semakin kesini, profil customer untuk baca tarot menjadi sangat beragam dan sangat luas. Dari yang remaja yang masih sekolah kelas 10 keatas, mahasiswa, eksekutif muda, hingga karyawan senior, pengusaha, dan masih banyak lagi.

Tentu setiap profil customer memiliki preferensi topik pertanyaannya masing-masing dari yang memprioritaskan seputar cinta, hingga yang memprioritaskan seputar keluarga, ataupun bisnis. Beragamnya profil customer untuk sesi baca tarot ini, membuat kita memiliki banyak alternatif untuk memilih segment pasar yang mana.

Lalu kenapa saya menulisnya “terkotakkan” ? Sederhananya karena ada perilaku unik dari customer yang saya amati. Dimana untuk pasar pengguna jasa baca tarot yang dari usia muda hingga usia karyawan umumnya, seringkali memilih pembaca tarot yang sudah memiliki testimoni di media sosialnya sebagai bukti kalau bacaannya akurat. Sementara untuk pasar yang seorang pengusaha ataupun memiliki posisi karir yang tinggi, seringkali lebih nyaman membaca tarot yang direkomendasikan secara lisan oleh rekannya, dan tidak posting testimoni di media sosialnya, sebagai penanda kalau privasi klien bisa dia jaga.

Tarot dapat dikombinasikan dengan metode lain.

Tarot menjadi salah satu sarana konsultasi dan divinasi yang relatif fleksibel dan bisa dikombinasikan dengan metode konsultasi lainnya. Salah satu metode konsultasi yang dekat dengan tarot adalah dengan astrologi, baik astrologi dalam konteks membaca chart lahir (natal astrology) ataupun astrologi dalam konteks meramal (horary astrology).

Selain astrologi, tarot juga dapat dikombinasikan dengan metode lain seperti Human Design, berbagai metode meditasi dan visualisasi, dan juga metode konseling psikologi klinis. Karena tidak ada batasan tertentu untuk menggabungkan tarot dengan metode lainnya, membuat para pembaca tarot juga bisa mengkombinasikan berbagai metode yang ia kuasai sehingga membentuk produk jasa yang unik dan inovatif dibandingkan pembaca tarot lainnya.

Sebagian besar pembaca tarot di Indonesia, sangat malas belajar

Kesannya memang judging, namun inilah yang terjadi di Indonesia. Sebagian besar pembaca tarot sudah nyaman dengan merasa sudah bisa menginterpretasi kartu, sehingga malas untuk memperkaya ilmu pengetahuannya dengan memperdalam kartu tarot ataupun belajar ilmu pengetahuan pendukung lainnya.

Karena sebagian besar pembaca tarot di Indonesia memang malas, justru ini menjadi peluang yang sangat bagus bagi para pembaca tarot lainnya untuk menambah ilmu pengetahuan pendukung agar bacaannya semakin akurat, sekaligus bisa memperluas pasar kliennya sendiri agar semakin beragam kliennya.

Para pembaca tarot yang seringkali mengeluh akan kliennya yang sedikit ataupun pendapatannya yang tidak menutupi biaya operasionalnya dia, seringkali ketika saya amati, memang orang tersebut ketika sedang mendapat banyak rejeki, memang malas untuk investasi sebagian pendapatannya tersebut ke ilmu pengetahuan yang bisa mendukung profesinya.

Kesimpulan 5 peluang

Meskipun secara umum, tantangan dalam menjalankan usaha baca tarot terkesan mulai meningkat, namun sebenarnya peluangnya jauh melebihi tantangan yang ada. Bila kita lihat peluang diatas, konsistensi yang lebih dihargai, minat spiritual dan self-help yang meningkat, segmen beragam dan ‘terkotakkan’, dapat dikombinasikan dengan metode lain, dan sebagian besar pembaca tarot adalah pemalas, kita bisa menarik kesimpulan sederhana kenapa peluang baca tarot ini masih sangat bagus:

Peluang jasa baca tarot masih sangat bagus dan bahkan meningkat secara umum apabila si pembaca tarot secara sadar perlahan-lahan berpindah segmen pasar ke pasar yang ekonomi kelas menengah keatas, termasuk orang yang memang suka membayar harga cukup tinggi di segment ini.

Dan apabila seorang pembaca tarot hendak membidik pasar yang menggiurkan ini, tentu bukanlah dengan suatu cara yang instant seperti yang diberitakan di media sosial umumnya. Kelas ekonomi menengah keatas, apalagi keatas membutuhkan proses menuju kesana yang bertahap termasuk memperkaya diri dengan berbagai metode yang bertahap juga.

Bagaimana proses memperkaya diri agar bisa perlahan-lahan masuk ke pangsa pasar kelas ekonomi menengah keatas hingga ke kelas elit tersebut ? Hal ini akan kita bahas di artikel berikutnya.

Analisa Astrologi Solar Return Indonesia: Peluang dan Tantangan di Usia 79 Tahun

Indonesia akan kembali merayakan ulang tahun kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 2024. Salah satu hal unik terkait perayaan kemerdekaan tersebut, ada rencana kalau upacara kenegaraan akan dilaksanakan di dua kota sekaligus: IKN di Kalimantan dan Jakarta.

Lepas dari berbagai polemik pro kontranya, saya akan menganalisa peluang dan tantangan Indonesia di usia 79 tahun selama setahun kedepan. Seperti biasa, analisa saya ini menggunakan chart Astrologi solar return Indonesia di tahun 2024. Berikut chart solar returnnya menggunakan aplikasi Solar Fire dan WholeSign House System.

Solar Return Indonesia di Usia 79 Tahun.

Berikut beberapa potensi peluang dan tantangan yang dialami oleh Indonesia.

Potensi besar bekerja sama dengan luar negeri, yang dibarengi dengan perselisihan yang tak kalah besarnya.

  • Ascendant di Sagittarius, ruler Jupiter di Gemini house 7, conjunct dengan Mars.

Hal pertama yang sangat terlihat disini adalah peluang Indonesia dalam menjalin kerjasama dengan luar negeri yang juga sangat tinggi disini. Bisa dikatakan peluang Indonesia untuk mendapatkan berbagai bantuan dan sumbangan luar negeri memang sangat tinggi dan berpotensi mencapai rekor tertinggi di usia 79 ini.

Photo by fauxels on Pexels.com

Karena bantuan luar negeri disini seringkali untuk tujuan perkembangan pembangunan Indonesia, maka negosiasinya pun tentu juga cukup alot. Nah, kabar kurang menyenangkannya, peluang kerjasama Indonesia dengan luar negeri yang terkait dengan pembangunan ini, juga diimbangi dengan potensi konflik yang cukup besar.

Potensi konflik yang besar ini berawal terutama dari pesan tersirat ataupun pesan tertulis dalam setiap kesepakatan kerjasama yang tertulis, dimana pemahaman antara pihak Indonesia akan pesan tersirat tersebut, ternyata berbeda dibandingkan yang dipahami oleh perwakilan negara yang bekerjasama dengan Indonesia. Oleh karena itu, meskipun kedua pihak nantinya bisa menjalankan hak dan kewajiban masing – masing tanpa ada pelanggaran yang berarti, potensi kedua pihak untuk menyelesaikan dan mengerjakan kontrak kerjasama dengan nada dan rasa yang kurang enak, tetap sangat besar.

Di sisi lain, ini juga menunjukkan akan potensi eskalasi kemampuan militer asing yang juga mulai muncul di Indonesia. Mungkin ini akan terkesan terlalu jauh, namun semakin tingginya investasi luar negeri di Indonesia di usianya ke 79 tahun ini, berpotensi berbanding lurus dengan semakin tingginya militer luar negeri yang juga ada di Indonesia. Tujuannya? Untuk ‘menengahi’, lepas dari konteks positif ataupun negatifnya, konflik yang terjadi antara pihak pemerintahan dengan pihak oposisi saat itu.

Pola pemerintahan yang sebetulnya lebih ke pro-rakyat, namun disetir opininya oleh pihak oposisi pemerintahan.

  • Venus di Virgo house 10 oposisi Saturn di Pisces house 4
Photo by Tom Fisk on Pexels.com

Secara umum, pemerintahan Indonesia di usia 79 ini relatif baik. Terlihat sekali indikasi dari luarnya, tampak pemerintahan Indonesia ingin menyenangkan rakyatnya dengan berbagai bentuk hiburan dan kebijakan yang memang terlihat populer. Di sisi lain, memang pemerintahan yang sekarang, merupakan hasil pemenangan karena faktor menghibur yang cukup besar.

Kebijakan yang nantinya digarap, memang pada awalnya dikerjakan dengan niat agar masyarakat merasa terbantu dengan kebijakan – kebijakan tersebut didepan layar. Dan diharapkan, agar kelompok masyarakat yang mudah memviralkan sesuatu di Indonesia, juga ikut mendukung kebijakan pemerintahan yang ada.

Tantangan disini, lebih ke sisi pihak oposisi dari pemerintahan, cenderung menjadi kontrol kebijakan yang sangat ketat. Pihak oposisi akan berusaha untuk mengarahkan/ menyadarkan kalau kondisi yang masyarakat rasakan di pemerintahan ini, hanyalah terlihat enak dan nyaman dalam jangka pendek; sementara jangka panjangnya, justru akan sangat membebankan kondisi negara itu sendiri. Di sisi lain, pihak oposisi cenderung akan menekan kepala pemerintahan untuk mengambil kebijakan yang tidak populer di masyarakat, dengan alasan untuk masa depan negara Indonesia secara umum.

Uang Negara Sebagian Besar Bermodalkan Dari Pinjaman Luar Negeri

  • House 2 di Capricorn dengan ruler house 2 di house 4; House 8 di Cancer dengan ruler house 8 di house 2.

Konfigurasi ini menunjukkan kondisi keuangan Indonesia, berpotensi berasal dari bantuan luar negeri dengan porsi yang cukup besar. Bisa dikatakan juga, salah satu penyebab kenapa kelompok oposisi nantinya akan sangat ketat ataupun mengkritisi pemerintahan kedepannya, karena sebagian besar keuangan negara, berasal dari dana luar negeri, dan bagian inilah yang sepertinya pemerintahan akan berusaha menutupi dari masyarakat akan berbagai resiko yang ada apabila sumber pendanaan negara sebagain besar berasal dari luar negeri. Dan ini jugalah yang kedepannya menjadi faktor utama kenapa pihak luar negeri berpotensi ingin sekali bekerjasama dengan Indonesia dalam segala bentuk.

Transformasi Ekstrim Dalam Penyebaran Informasi, Mendorong Reformasi Badan Pemegang dan Penegak Hukum.

  • Pluto di Aquarius House 3 Trine Uranus di Taurus House 6
Photo by ThisIsEngineering on Pexels.com

Indonesia dalam usianya yang 79 tahun ini, akan mengalami perubahan signifikan terkait dengan perkembangan teknologi informasi dan transformasi secara ekstrim (bahkan cenderung radikal). Perubahan ini tentunya juga melibatkan bagaimana informasi akan menyebar dan menjadi kontrol masyarakat akan bagaimana hukum dibentuk dan ditegakkan.

Di satu sisi, perubahan ini sudah bisa kita lihat dengan penggunaan platform X untuk menyampaikan keluhan, kawalan, dan kritik ke pihak terkait, dan juga untuk menelusuri / investigasi berbagai kejadian yang relatif sulit ditemukan titik terangnya apabila menggunakan metode konvensional. Kinerja pihak penegak hukum pun cenderung dikawal dengan keberadaan teknologi ini.

Di sisi lain, perubahan radikal di bidang informasi ini, juga membuat berbagai informasi palsu juga mudah menyebar dan menjadi kebenaran tersendiri, apabila tidak dikendalikan dengan baik. Banyak informasi yang dengan sengaja telah ditahan untuk tidak diketahui masyarakat Indonesia dengan alasan sentimen terhadap SARA.

Akar Dari Kriminalitas Yang Bersumber Dari Kepentingan Luar Negeri

  • House 12 di Scorpio, ruler Mars di House 7, dan ruler Pluto di House 3

Dari konfirgurasi ini juga, selama setahun kedepan, tingkat kriminalitas Indonesia secara umum yang terlihat memang menurun. Namun kriminalitas yang tersembunyi atau kurang tercatat dengan baik di berita, justru berpotensi meningkat. Faktor utamanya dari penyebab itu semua ada 2.

Faktor pertama adalah apabila hal yang sifatnya kriminal ataupun melanggar hukum yang ada, disebabkan karena keterlibatan pihak luar negeri yang sudah terlanjur bekerja sama dengan Indonesia. Berbagai contoh bentuk kriminal seperti pencurian data/ rahasia negara, ataupun perjanjian yang sesungguhnya dilakukan oleh pemerintahan Indonesia ke pihak luar negeri yang bocor ke publik, dapat menjadi potensi yang akan muncul di Indonesia hingga setahun kedepan.

Faktor kedua adalah bagaimana cara informasi tersebut diatur agar hanya muncul sebagian di masyarakat, dialihkan perhatiannya, atau dibuat tidak muncul sama sekali di masyarakat. Berbagai informasi seputar kondisi perang di luar negeri yang diatur agar satu pihak seakan – akan menjadi sangat keji, dan pihak lain sepenuhnya menjadi korban yang kemudian digunakan sebagai alasan oknum melakukan tindakan kriminal, atau misalnya berita seseorang yang semula menganggap dirinya korban namun ternyata menjadi pelaku utama tindakan kriminal, menjadi contoh bagaimana kondisi kriminalitas akan terjadi selama setahun kedepan: penuh dengan manipulasi informasi yang sampai ke masyarakat.

Penutup

Di usia 79 tahun Indonesia ini, saya bisa melihat tema peluang dan tantangan Indonesia adalah, “Kerjasama Dengan Luar Negeri Yang Melahirkan Drama di Masyarakat.”

Peluang dan Tantangan di 78 Tahun Indonesia: “Transportasi, Komunikasi, Kesejahteraan Kelas Pekerja”

Sekitar sebulanan dari tanggal artikel ini ditulis, Indonesia akan kembali merayakan kemerdekaannya di usia 78 tahun. Dan seperti biasa, saya akan membahas seputar peluang dan tantangan yang akan dihadapi oleh Indonesia secara umum untuk 1 tahun kedepannya. Untuk menganalisa tersebut, saya menggunakan chart Solar Return yang memang secara tradisi, digunakan untuk memperkirakan trend peluang dan tantangan sesuatu ketika dia ‘berulang tahun’, atau sering juga disebut sebagai chart ulang tahun.

Berikut chart ulang tahun/ solar return Indonesia di usia 78 menggunakan aplikasi solarfire dengan wholesign house system.

Solar Return Indonesia 78 Tahun

Berikut beberapa potensi tantangan yang akan dihadapi Indonesia.

Penerapan Kemajuan Teknologi Yang Berpotensi Prematur.

  • Venus, Ascendant, Sun, Moon di Leo, House 1, square Jupiter, Uranus, MC di Taurus House 10.

Penerapan dan ekspansi dalam penggunaan teknologi, akan menjadi aspect yang kemungkinan besar sangat didukung oleh kepala pemerintahan. Mungkin salah satu alasannya adalah untuk menerapkan efisiensi pengolahan data negara, sekaligus untuk mengurangi berbagai celah korupsi di waktu kedepannya.

Hanya saja, dari chart ini, sepertinya kondisi Indonesia secara umum, belum terlalu bisa mengadopsi berbagai teknologi tersebut secara lancar. Ini disebabkan karena masyarakatnya sendiri memang cenderung abai dan kurang mau memahami cara kerja teknologi tersebut apabila teknologi itu kurang memberikan ‘nilai hiburan’ dimatanya.

Selain itu, kulit teknologi atau tampilan website dan berbagai tools dan portal negara cenderung akan dinilai dengan cukup kritis oleh masyarakat sebagai pengguna. Bagus atau tidaknya kulit/ tampilan tersebut, akan mempengaruhi secara signifikan bagaimana masyarakat bersedia menggunakan tools tersebut.

Kesehatan Para Pekerja Pertanian, Perkebunan, dan Real Estate Akan Lebih Disorot.

  • Moon di Leo House 1, opposition Saturn di Pisces House 8
Photo by Ihsan Adityawarman on Pexels.com

Tantangan berikutnya yang juga cukup penting, adalah adanya potensi kesehatan fisik para pekerja di sektor pertanian, perkebunan, dan real estate yang lebih disorot dibandingkan sebelumnya. Adanya potensi dana investasi yang terlalu ngepas ataupun macet alirannya, berpotensi kepada penghematan besar – besaran di sektor terkait yang beresiko akan menurunnya standard keamanan kerja.

Akan sangat dianjurkan untuk memperhatikan keselamatan kerja terutama di 3 sektor diatas karena peran negara sebagai pengayom masyarakat akan disorot apabila ada berbagai proyek baik negara maupun swasta yang ternyata terkena kasus yang mengakibatkan kondisi para pekerja terkait semakin sulit.

Perlunya Penyusunan Dan Pengawasan Anggaran Yang Detail Terutama Sektor Pembangunan Infrastruktur Transportasi dan Komunikasi.

  • Mercury dan Mars di Virgo House 2, oposition Neptune di Pisces House 8.
Photo by Tom Fisk on Pexels.com

Hal lain yang menonjol di usia Indonesia yang ke 78 ini adalah, dengan kembali dipercepatnya pembangunan infrastrutur yang berkaitan dengan komunikasi dan transportasi, terutama yang bertujuan untuk mempercepat transportasi bahan – bahan industri. Dari analisa chart diatas, ada potensi digagasnya proyek baru yang terkati, dan diberitakan secara cukup masif di media. Hanya saja pengelolaan di lapangan, cenderung berdasarkan budget yang relatif ngepas dan proses menjadi lebih lambat dari semestinya.

Penyebab utamanya selain perlunya kontrol ketat budget pembangunan di sektor terkait, juga disebabkan oleh investor yang sebenarnya kurang suka dengan manuver politik oleh kepala negara Indonesia saat itu. Lepas dari siapapun kepala negaranya. Oleh karena itu, bila memungkinkan, rasio dana investor asing untuk pembangunan infrastruktur ini lebih kecil ketimbang dana investor dalam negeri.

Aspek Hukum Yang Secara Umum Yang Pada Prakteknya Kurang Memihak Rakyat Kecil, Kembali Menjadi Sorotan.

  • Pluto di Capricorn House 6 square North Node di Aries House 9

Tantangan terakhir yang perlu diperhatikan di Indonesia, adalah kembalinya trend menyorot/ mengevaluasi kembali berbabagi sistem hukum yang relatif mudah dimanipulasi untuk menekan masyarakat kecil ataupun yang ekonominya relatif rendah, kembali menjadi sorotan publik nantinya.

Negara cenderung akan diminta ketegasannya oleh berbagai lembaga sosial, untuk merevisi aspek hukum yang dinilai sangat memberatkan rakyat kecil ataupun yang bisa dipelintir untuk mengkambinghitamkan rakyat kecil akibat kesalahan yang sebenarnya berasal dari pihak yang posisi jabatan lebih tinggi, ataupun pihak yang memiliki modal yang relatif lebih besar.

Setelah ini, kita akan membahas potensi peluang yang akan dialami Indonesia.

Masyarakat Cenderung “Toleran” Terhadap Figur Agama di Indonesia.

  • Venus, Ascendant, Sun, Moon di Leo House 1, trine Chiron dan North Node di Aries House 9

Ada kemungkinan pemimpin figur agama (apapun) di Indonesia, lepas dari bagaimanapun sikap dan keputusan individu tersebut, meskipun keputusannya bukanlah keputusan yang populer, cenderung dimaafkan ataupun diterima, atau bahkan ditoleransi oleh masyarakat Indonesia secara umum.

Ini juga menunjukkan, di usia Indonesia yang menginjang 78 tahun ini, figur pemimpin agama ataupun pemimpin dari suatu institusi bertemakan agama cenderung lebih diterima oleh masyarakat Indonesia itu sendiri.

Selain itu, masyarakat juga cenderung lebih tolerant terhadap aktifitas yang dilakukan oleh institusi pengadilan ataupun pendidikan secara umum. Sepanjang institusi tersebut berhasil menyampaikan keberpihakan mereka kepada masyarakat umum, image mereka relatif bagus di periode terkait.

Kolaborasi Yang Lancar Antara 4 aspek: Dana Negara, Kelas Pekerja, Investasi dan Hak/Kewajiban Negara, Dengan Kepala Negara.

  • Mars dan Mercury di Virgo house 2, trine Pluto di Capricorn house 6, sextile Neptune di Pisces house 8, sextile MC di Taurus house 10.
Photo by Alifia Harina on Pexels.com

Formasi di chart diatas, masuk dalam kategori aspect pattern Kite atau layang – layang. Dimana secara singkat menunjukkan kolaborasi dari 4 aspek yang sangat baik, asalkan kolaborasi tersebut dilakukan sesuai dengan urutannya: Dana negara kemudian ke kelas pekerja, kemudian ke investasi dan hak/ kewajiban negara, kemudian ke kepala negara, dan kembali ke dana negara. Aspek untuk mulainya boleh dari mana saja dari 4 aspek tersebut, namun urutan kolaborasinya harus sesuai dengan urutan diatas.

Apabila proses kolaborasinya tidak sesuai urutan diatas, maka proses tersebut akan menemukan kendala yang cukup signifikan.

Sebagai contoh, aspek dana negara, sebaiknya diprioritaskan terlebih dahulu untuk subsidi kesehatan, pertahanan, keperluan kelas pekerja yang esensial termasuk gaji. Setelah aspek tersebut diperbaiki, barulah investor luar negeri ataupun hak dan kewajiban negara secara materi akan lebih lancar. Apabila aspek dana negara langsung digunakan untuk kampanye menarik investor untuk dana tambahan, dan tanpa memperbaiki kondisi kesehatan ataupun kesejahteraan kelas pekerja, kemungkinan mendapat dana investor asing akan menjadi sangat sulit.

Contoh lainnya, aspek dana investasi asing cenderung mudah didapat apabila kepala pemerintahan berhasil mengkomunikasikan secara objektif untuk penggunaan dana tersebut, ataupun diberitahu di awal memang dialokasikan untuk kepentingan perkembangan kelompok pekerja, bukan karena langsung menyatakan keuangan negara yang minim.

Pemerintahan Yang Baik dan Menghasilkan, Sepanjang Memperhatikan Kelas Pekerja.

  • Mars dan Mercury di Virgo House 2, trine Pluto di Capricorn House 6, trine MC dan Uranus di MC, House 10.

Mungkin ini menjadi kabar yang baik untuk satu pihak, namun sekaligus menjadi kabar yang kurang baik untuk pihak lain.

Dimana konfigurasi ini menekankan bahwa pemerintahan memiliki peluang yang cukup besar untuk meningkatkan sumber pendapatan, dalam bentuk memberi kebijakan yang sangat pro dengan kelas pekerja tersebut ataupun kebijakan yang pro dengan kondisi kesehatan pekerja maupun mendukug kondisi umum sektor pertahanan darat dan laut.

Kekurangannya, kebijakan tersebut apabila dilakukan, tentu akan berdampak memberi tantangan lebih kepada kelas pengusaha ataupun unit usaha kecil dan menengah secara umum. Karena kebijakan tersebut dapat berdampak kepada meningkatnya biaya operasional unit usaha terkait.

Penutup.

Apabila di usia 77 tahun Indonesia, saya menamakan sebagai tahun dengan tema “Infrastruktur dan Lingkungan Alam”; maka di usia 78 tahun Indonesia ini, sebagai tahun “Transportasi, Komunikasi, dan Kesejahteraan Kelas Pekerja”.

Untuk konsultasi tarot dan astrologi, bisa book jadwal konsultasi melalui WhatsApp di +62 8777 200 1885.