Author Archives: Rendy Fudoh

Peluang dan Tantangan di 80 Tahun Indonesia: Analisa Astrologi Solar Return Indonesia

Seperti biasa, menjelang 17 Agustus, saya akan melakukan analisa chart solar return Indonesia untuk melihat peluang dan tantangan Indonesia selama setahun kedepan. Harapannya, analisa saya yang objektif ini, bisa digunakan oleh para pemangku kepentingan agar bisa membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Kondisi umum : berbagai ide yang berpotensi revolusioner, namun terkendala dari sisi komunikasi dan motivasi aparat pemerintahan itu sendiri.

Pluto di House 1 Aquarius, dengan ruler (Saturn) di Aries house 3, bersama neptune dan chiron. Saturn, Neptune, dan Chiron retrograde.

Secara umum, Indonesia di usianya yang ke 80 tahun, berpotensi memiliki berbagai kebijakan yang bagus dan berorientasi kedepan. House 1 di Aquarius mengisyaratka berbagai kebijakan yang diambil, meskipun terlihat nyeleneh, namun memiliki manfaat jangka panjang yang sangat signifikan. Hanya saja, ketika kita melihat ruler Aquarius, yaitu Saturn dan Uranus di house 3 dan 5 berturut-turut, kita dapat melihat potensi arah kebijakan tersebut.

Saturn di Aries house 3, bersama Neptune dan Chiron yang ketiganya retrograde, mengisyaratkan sisi komunikasi kebijakan ke para pemangku kebijaksanaan dan pelaksana pemerintahan yang kurang efektif tersampaikan. Saturn disini mengisyaratkan si pelaksana kebijakan dari pusat itu sendiri yang berpotensi melangkahi / melanggar berbagai aturan yang ada, sementara Neptune yang retrograde juga menunjukkan kebijakan tersebut yang sampai ke telinga pusat sebagai kebijakan yang efektif dan berjalan lancar, namun tidak seperti itu secara konkrit di lapangannya. Chiron yang juga retrograde menunjukkan potensi pemerintah pusat yang juga akan bingung, informasi dari pihak mana yang perlu dipercaya karena nyaris semua pihak pelaksana kebijakan, akan cenderung asal bapak senang saja.

Sementara Uranus di Gemini house 5, menunjukkan berbagai bentuk komunikasi program pemerintah tersebut, selain menggunakan media sosial dan media masa tentunya, namun disampaikan dalam durasi jeda yang cepat dan cenderung berubah ataupun ada perkembangan dalam waktu yang relatif lebih singkat dibandingkan tahun lalu.

Rekomendasi selama setahun kedepan, memang sesekali pihak pemerintah pusat perlu mengadakan inspeksi dadakan tanpa pemberitahuan protokoler sebelumnya untuk melihat secara langsung sampai sejauh mana kebijakan yang sudah ditentukan, dapat terimplementasi dengan baik. Dan untuk sisi komunikasi, sangat direkomendasikan untuk disampaikan sesuai dengan struktur dan dalam frekuensi yang teratur ketimbang mengejar kecepatan pemberitaan dengan konsekuensi banyaknya koreksi yang harus dilakukan di waktu kedepannya.

Tantangan utama: pihak oposisi akan terus memojokkan pemerintah dengan isu dan reaksi emosional dari golongan pekerja.

Venus di house 4 Taurus conjunct IC dan juga conjunct Uranus di Gemini house 5. IC berada di Taurus, late degree.

House 4 di Taurus mengisyaratkan pihak oposisi pemerintahan cenderung menggunakan taktik yang sudah lama, namun tetap konsisten efektifnya. Dengan posisi moon dan conjunct dengan IC, menunjukkan potensi bahwa masyarakat Indonesia secara umum di usianya yang ke 80 tahun, masih muah disetir emosinya, terutama untuk topik yang seputar kenyamanan materi dan kebiasaan / “tradisi” dari masa lampau yang secara riil melekat di masyarakatnya.

Selain itu, Uranus yang juga oposisi MC, namun Uranus berada di house 5 Gemini, juga mengisyaratkan pihak oposisi yang masih menggunakan media sosial secara tak berpola dan tak beraturan, untuk memperburuk citra pemerintahan Indonesia itu sendiri.

Karena Taurus ruled by Venus, sementara Venus ada di house 6 yaitu Cancer, maka isu kesejahteraan kaum buruh dan pekerja umumnya, tetap akan diangkat menjadi isu yang signifikan dan digunakan pihak oposisi untuk menurunkan citra pemerintahan Indonesia. Lepas dari apakah isu yang diangkat tersebut benar-benar terjadi ataupun hanya rekayasa pihak oposisi saja.

Tantangan kedua: munculnya peraturan dan undang-undang kenegaraan secara umum, meskipun bermaksud baik, namun sengaja diarahkan persepsinya ke publik seakan-akan berdampak sangat buruk

Venus di Libra house 9 oposisi Saturn di Aries house 3. Neptune conjunct Saturn di Aries.

House 9 selain menunjukkan perjalanan jauh/ transportasi antar negara, juga menunjukkan kondisi hukum secara institusi. Apabila ada Mars di Libra house 9, ini mengisyaratkan Indonesia akan inisiatif membuat peraturan baru yang tujuan awalnya memang untuk membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

Hanya saja, ketika mars oposisi dengan saturn di Aries house 3, ini menunjukkan, sebaik apapun maksud awal peraturan tersebut dibuat, akan ada potensi yang sangat besar untuk menggunakan “penyakit masyarakat Indonesia” selama ini agar peraturan tersebut tidak jadi diresmikan. Penyakit disini adalah kebiasaan masyarakat Indonesia yang merespon suatu berita berdasarkan reaksi emosional saja, tanpa membaca ataupun menganalisa terlebih dahulu esensi dan detail dari peraturan tersebut. Kebiasaan masyarakat Indonesia yang emosionalnya mudah disetir di media sosial, menjadi penghalang utama dalam menerapkan peraturan baru yang konstruktif itu.

Ditambah dengan Neptune yang mensimbolkan ilusi ternyata conjunct dengan Saturn, semakin menguatkan bahwa akan ada pihak yang dengan sangat sadar dan sengaja menggiring opini publik untuk mempercayai berbagai kabar bohong dengan tujuan membatalkan berlakunya aturan tersebut.

Kemungkinan besar, aturan yang hendak dicegah berlakunya itu, adalah peraturan negara terkait relasi diplomasi dengan luar negeri (Libra) dan keamanan negara itu sendiri (Aries).

Setelah ini, berikut peluang Indonesia yang dapat dimanfaatkan disaat usianya yang ke 80 tahun.

Photo by Nuh Rizqi on Pexels.com

Peluang utama: Dukungan dari kelas pekerja yang tinggi, sepanjang kesejahteraan mereka terjaga.

Jupiter dan Venus di Cancer house 6.

Cancer adalah zodiak seputar merawat, menjaga kesejahteraan masyarakat terutama terkait makanan, patriotisme, dan mood publik secara umum. Sementara House 6 menunjukkan sektor kelas pekerja, karyawan, buruh, dan kondisi fisik masyarakatnya secara umum. Dengan adanya Venus dan Jupiter di house 6 dan di Cancer, dimana keduanya adalah planet yang menguntungkan, bisa kita katakan peluang utama dan terbesar untuk Indonesia di usia 80 tahun hingga 1 tahun kedepan, justru terletak di sektor kesejahteraan kelas pekerja dan juga kondisi kesehatan masyarakat yang justru meningkat sangat signifikan.

Ketika Indonesia mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat (terutama kelas pekerja), kebebasan dan toleransi beragama diterapkan, sampai hiburan rakyat bisa dikerjakan dengan baik, serta program pendidikan dan pelatihan kelas pekerja yang meningkat, maka ini akan memberikan dampak yang sangat positif baik langsung maupun tidak langsung terutama untuk sektor: keuangan negara membaik, penerapan hukum yang lebih adil dan objektif, pendapatan negara yang meningkat, dukungan legislatif yang mendukung, hingga kelompok oposisi pemerintahan yang menjadi sulit untuk menjatuhkan citra pemerintahan saat ini.

Peluang kedua: pendekatan tradisional / tradisi, adalah jalan terbaik untuk mengkomunikasikan program negara.

Moon di Taurus house 4, ruler house 4 di Cancer house 6.

Taurus adalah zodiak yang sangat erat kaitannya dengan tradisi dan nilai – nilai jaman dulu yang masih dapat digunakan di jaman sekarang. Ketika moon sebagai indikator emosional masyarakat berada di zodiak Taurus, ini mengisyaratkan kondisi psikis masyarakat Indonesia yang sebenernya ingin kembali ke nilai-nilai luhur Indonesia di jaman dahulu.

Apabila pemerintah Indonesia bisa mengkomunikasikan tujuan dan programnya dengan membawa tema seputar tradisi dan nilai luhur budaya Indonesia ke panggung utama, masyarakat cenderung akan menerima program tersebut secara positif dan konstruktif. Usaha menentang dari kelompok ektrimist pun menjadi tidak terdengar di telinga masyarakat secara umum karena memang tradisi kuno menjadi kerinduan utama Indonesia saat ini.

Peluang ketiga: penegakan hukum yang adil dan dibuktikan secara konkrit dengan memakai empati untuk masyarakat kecil, justru akan menambah kepercayaan masyarakat ke pemerintahan secara signifikan.

Mars di Libra house 9, ruler libra ada di house 6. House 11 di Sagittarius, rulernya juga di house 6.

Agak mirip dengan pembahasan sebelumnya, yaitu apabila pemerintah secara inisiatif mengambil kebijakan yang tidak populer di kalangan elit politik, namun menjawab keinginan masyarakat dalam hal hukum/ legal, maka ini akan berdampak positif secara signifikan ke kepercayaan masyarakat selama setahun kedepan.

Kabar bagusnya lagi, apabila pemerintahan terkait bisa memanfaatkan momentum seputar penerapan hukum yang adil, objektif, namun dengan empati ini, jangka panjangnya bisa meningkatkan elektabilitas pemerintahan yang sekarang untuk periode berikutnya.

Photo by Timur Kozmenko on Pexels.com

Kesimpulan

Dari analisa solar return chart ini, justru saya melihat, di usia Indonesia yang ke 80 tahun ini, justru masyarakat kurang fokus akan ekonomi negara secara makro maupun mikro; dunia usaha pun juga bukan fokus masyarakat untuk satu tahun kedepan.

Justru yang menjadi peluang adalah yang menjadi lingkup perhatian kelas pekerja secara umum. Sepanjang Indonesia bisa meningkatkan kesejahteraan kelas pekerja dalam bentuk apapun, masyarakat cenderung mengapresiasi pemerintahan.

Sementara apabila ada kebijakan yang sebetulnya memiliki maksud baik dan konstruktif, namun terlalu maju pemikirannya, saya melihat masyarakat belum bisa menerima kebijakan tersebut dan justru dijadikan momentum kelompok oposisi untuk menurunkan citra pemerintahan sekarang ini.

Apakah Membaca Tarot Masih Menarik ? 5 Peluang Dalam Bisnis Baca Tarot (Part 2 dari 2)

Apabila di artikel sebelumnya kita membahas 5 tantangan utama saat ini dalam membaca tarot, maka kali ini kita seimbangkan dengan 5 peluang yang bisa dimanfaatkan dalam bisnis baca tarot ini sendiri.

Dan sebelum kita memulai, saya banyak mendengar dari masyarakat umumnya, yang beropini kalau baca tarot sudah tidak bisa lagi menjadi sumber pendapatan utama, apalagi yang sudah berkeluarga. Disini saya  bisa mengatakan, banyak pembaca tarot yang berhasil membangun namanya sendiri, sudah berkeluarga, dan sumber pendapatan utamanya dari membaca tarot.

Saya tidak menyalahkan orang yang beropini sebaliknya dan justru menganggap itu sesuatu yang wajar. Karena sebagian besar orang yang benar-benar berhasil dari membaca tarot, justru bukanlah orang yang sering mermarketingkan dirinya, dan justru relatif kurang aktif di media sosial untuk promosi jasanya.

illustrasi wanita melihat kartu tarot, dibuat dengan A.I

Tanpa perlu panjang – panjang lagi, berikut 5 peluang yang saya lihat bisa digunakan saat ini.

Menjadi berhasil di Tarot relatif lebih mudah di jaman sekarang; sepanjang praktisinya konsisten.

Kesannya point pertama ini klise, tapi inilah yang terjadi di jaman sekarang; dimana sebagian besar praktisi tarot jaman sekarang sangat rendah konsistensinya. Kok bisa?

Sederhananya, thanks untuk adanya fitur video pendek di berbagai media sosial, dimana di satu sisi kita bisa mendapatkan informasi terupdate dengan waktu yang relatif sangat cepat dan juga bisa mendapat hiburan singkat di sela-sela waktu kesibukan kita. Hanya saja, dengan adanya fenomena fitur video pendek ini juga, membuat masyarakat yang tidak disiplin, justru menjadi sangat melekat dengan video pendek ini. Banyak kejadian (dan godaan) dimana kita melihat video pendek tersebut, mengatakan ke diri sendiri kalau kita melihatnya hanya 5 menit saja di sela-sela kerja, namun ternyata tanpa kita sadari, kita sudah melihatnya hampir 1-2 jam. In short: sebagian besar masyarakat kecanduan media sosial.

Terus apa dampaknya? Dampaknya, sebagian masyarakat sudah memiliki durasi fokus dan disiplin yang sangat pendek. Konon, durasi fokus manusia dalam mengerjakan sesuatu, sudah tidak lebih lama dari 8 detik, sebelum dia sela dengan kegiatan lainnya. Alhasil, daya juang, konsistensi, dan persistensi sebagian besar orang di jaman sekarang, menjadi amat sangat rendah sekali. Perubahan ini terjadi dalam waktu yang amat sangat singkat, tidak sampai 10 tahun.

Jadi bayangkan, apabila kita masih memiliki motivasi dan konsistensi yang sama dengan 10 tahun lalu, dan kita terapkan di jaman sekarang, justru kita lebih mudah berhasil dalam hal apapun yang kita kerjakan, termasuk bisnis baca tarot.

Bukan karena kitanya yang semakin berkembang menjadi berhasil, melainkan standard untuk berhasil itu yang jaman sekarang menjadi turun sangat rendah dibandingkan 10 tahun sebelumnya.

Illustrasi sesi konsultasi. Photo by Marcelo Dias on Pexels.com

Minat akan spiritual dan sesi self-help yang semakin meningkat.

Tidak bisa dipungkiri, tantangan dalam karir di jaman sekarang juga semakin meningkat, termasuk juga berbagai godaan dari media sosial akan gaya hidup yang ‘layak’ menurut si pembuat konten.

Oleh karena itu, minat akan spiritualitas dan self-help juga semakin tinggi sebagai bentuk penyeimbang dengan berbagai tuntutan materi yang kita rasakan di sekeliling kita. Tujuannya ? Agar kita lebih banyak mensyukuri dengan apa yang sudah kita miliki, menurunkan ekspektasi akan tolak ukur kekayaan pribadi, dan ujung-ujungnya agar kita dapat menjalani hidup kita lebih berbahagia dan tersenyum.

Disinilah sesi konsultasi membaca tarot bisa masuk dan mengisi kebutuhan akan spiritual dan self-help tersebut. Apabila seorang konsultan pembaca tarot, tidak hanya menguasai tarot namun juga menguasai berbagai metode self-help sederhana yang bisa ia bagikan ke kliennya, maka dijamin klien akan lebih repeat order ke pembaca tarot tersebut sesuai dengan kebutuhannya saat itu.

Illustrasi sesi konsultasi tarot. Photo by Anna Tarazevich on Pexels.com

Segmen pasar yang beragam dan seringkali terkotakkan.

Semakin kesini, profil customer untuk baca tarot menjadi sangat beragam dan sangat luas. Dari yang remaja yang masih sekolah kelas 10 keatas, mahasiswa, eksekutif muda, hingga karyawan senior, pengusaha, dan masih banyak lagi.

Tentu setiap profil customer memiliki preferensi topik pertanyaannya masing-masing dari yang memprioritaskan seputar cinta, hingga yang memprioritaskan seputar keluarga, ataupun bisnis. Beragamnya profil customer untuk sesi baca tarot ini, membuat kita memiliki banyak alternatif untuk memilih segment pasar yang mana.

Lalu kenapa saya menulisnya “terkotakkan” ? Sederhananya karena ada perilaku unik dari customer yang saya amati. Dimana untuk pasar pengguna jasa baca tarot yang dari usia muda hingga usia karyawan umumnya, seringkali memilih pembaca tarot yang sudah memiliki testimoni di media sosialnya sebagai bukti kalau bacaannya akurat. Sementara untuk pasar yang seorang pengusaha ataupun memiliki posisi karir yang tinggi, seringkali lebih nyaman membaca tarot yang direkomendasikan secara lisan oleh rekannya, dan tidak posting testimoni di media sosialnya, sebagai penanda kalau privasi klien bisa dia jaga.

Tarot dapat dikombinasikan dengan metode lain.

Tarot menjadi salah satu sarana konsultasi dan divinasi yang relatif fleksibel dan bisa dikombinasikan dengan metode konsultasi lainnya. Salah satu metode konsultasi yang dekat dengan tarot adalah dengan astrologi, baik astrologi dalam konteks membaca chart lahir (natal astrology) ataupun astrologi dalam konteks meramal (horary astrology).

Selain astrologi, tarot juga dapat dikombinasikan dengan metode lain seperti Human Design, berbagai metode meditasi dan visualisasi, dan juga metode konseling psikologi klinis. Karena tidak ada batasan tertentu untuk menggabungkan tarot dengan metode lainnya, membuat para pembaca tarot juga bisa mengkombinasikan berbagai metode yang ia kuasai sehingga membentuk produk jasa yang unik dan inovatif dibandingkan pembaca tarot lainnya.

Sebagian besar pembaca tarot di Indonesia, sangat malas belajar

Kesannya memang judging, namun inilah yang terjadi di Indonesia. Sebagian besar pembaca tarot sudah nyaman dengan merasa sudah bisa menginterpretasi kartu, sehingga malas untuk memperkaya ilmu pengetahuannya dengan memperdalam kartu tarot ataupun belajar ilmu pengetahuan pendukung lainnya.

Karena sebagian besar pembaca tarot di Indonesia memang malas, justru ini menjadi peluang yang sangat bagus bagi para pembaca tarot lainnya untuk menambah ilmu pengetahuan pendukung agar bacaannya semakin akurat, sekaligus bisa memperluas pasar kliennya sendiri agar semakin beragam kliennya.

Para pembaca tarot yang seringkali mengeluh akan kliennya yang sedikit ataupun pendapatannya yang tidak menutupi biaya operasionalnya dia, seringkali ketika saya amati, memang orang tersebut ketika sedang mendapat banyak rejeki, memang malas untuk investasi sebagian pendapatannya tersebut ke ilmu pengetahuan yang bisa mendukung profesinya.

Kesimpulan 5 peluang

Meskipun secara umum, tantangan dalam menjalankan usaha baca tarot terkesan mulai meningkat, namun sebenarnya peluangnya jauh melebihi tantangan yang ada. Bila kita lihat peluang diatas, konsistensi yang lebih dihargai, minat spiritual dan self-help yang meningkat, segmen beragam dan ‘terkotakkan’, dapat dikombinasikan dengan metode lain, dan sebagian besar pembaca tarot adalah pemalas, kita bisa menarik kesimpulan sederhana kenapa peluang baca tarot ini masih sangat bagus:

Peluang jasa baca tarot masih sangat bagus dan bahkan meningkat secara umum apabila si pembaca tarot secara sadar perlahan-lahan berpindah segmen pasar ke pasar yang ekonomi kelas menengah keatas, termasuk orang yang memang suka membayar harga cukup tinggi di segment ini.

Dan apabila seorang pembaca tarot hendak membidik pasar yang menggiurkan ini, tentu bukanlah dengan suatu cara yang instant seperti yang diberitakan di media sosial umumnya. Kelas ekonomi menengah keatas, apalagi keatas membutuhkan proses menuju kesana yang bertahap termasuk memperkaya diri dengan berbagai metode yang bertahap juga.

Bagaimana proses memperkaya diri agar bisa perlahan-lahan masuk ke pangsa pasar kelas ekonomi menengah keatas hingga ke kelas elit tersebut ? Hal ini akan kita bahas di artikel berikutnya.

Apakah Membaca Tarot Masih Menarik ? 5 Tantangan Dalam Membaca Tarot. (Part 1 dari 2)

Sekitar tahun 2010an, ketika kemampuan untuk upload video ke Youtube menjadi sesuatu yang masih dikatakan mewah, konten tarot dan hal-hal terkait masih bisa dikatakan jarang. Sekarang, setelah 15 tahun lebih sejak itu, kita sudah banyak melihat konten ramalan tarot di berbagai platform dengan beragam topik serta beragam durasi.

Illustrasi sesi konsultasi

Kalau kita membandingkan lagi, dulu membaca Tarot adalah sesuatu aktifitas yang masih dianggap eksklusif, pembacanya pun seringkali dianggap sebagai sosok yang dihormati (atau ditakuti) oleh sebagian besar orang. Jaman sekarang, pembaca tarot baik profesional maupun hobi, menjadi sesuatu yang umum dan bahkan menjadi salah satu pilihan karir seseorang (meskipun orang itu tidak mengutarakannya secara keras di muka publik yah).

Berbagai perubahan tersebut, juga dibarengi oleh ‘keluhan’ para pembaca tarot senior (alias usia tua) yang mengatakan jaman sekarang profesi mereka sudah kurang dihargai, bayaran baca tarot menjadi terlalu murah, bahkan ditambahi dengan bumbu nostalgia dimana ketika jaman mereka melapak baca tarot di jamannya, mereka bisa hidup diatas rata-rata, ekonomi mereka meningkat tajam, bahkan mereka bisa memiliki koneksi dengan orang-orang berpengaruh di jamannya. Sekarang ? Katanya sih sudah susah dan akhirnya menyalahkan generasi muda yang katanya membaca tarot dengan harga layaknya kacang goreng.

Masalahnya, apakah memang industri konsultasi baca tarot ini, benar-benar sudah turun kualitasnya ? Di artikel part 1 dari 2 ini, saya mencoba mengulas singkat 5 point tantangan utama dalam membaca tarot di Indonesia. Sementara dari part 2 di artikel berikutnya, saya membahas 5 peluang dalam membaca tarot yang sebenarnya bisa dimanfaatkan saat ini; tentu dengan syarat dan ketentuan berlaku. Dari situ, baru saya tutup dengan kesimpulan pribadi, apakah membaca tarot masih menjadi industri yang menggiurkan atau tidaknya.

Saya mulai dengan 5 tantangan:

Membaca tarot adalah suatu keterampilan yang sangat mudah dipelajari di awal (meskipun untuk menguasainya tetap memakan waktu).

Tantangan pertama di Tarot itu ya “barrier of entry”nya sangat rendah. Bahkan bahasa kasarnya, bila ada seseorang yang sama sekali tidak mengerti kartu tarot, disuruh untuk membacakan solusi dengan mengocok dan mengeluarkan 1  – 3 kartu pun, kemungkinan besar bacaannya cukup akurat.

Penyebabnya cukup sederhana, karena illustrasi di Tarot, seringkali memang memudahkan diri kita memaknai isi kartu yang keluar dan menterjemahkan makna tersebut menjadi solusi untuk klien.

Illustrasi tebaran kartu tarot

Nah, karena mudahnya seseorang untuk memulai membaca tarot (meskipun tentu tidak akan bisa mendalam), maka orang yang baru belajar ini seringkali merasa dirinya punya kemampuan/ bakat khusus, dan akhirnya mulailah membuat konten / mempromosikan praktek ramalan tarotnya.

Dampak buruk lainnya, karena konten media sosial, khusus untuk tarot memang tidak ada semacam ‘filter’ untuk memisahkan mana interpretasi yang masuk di akal dan mana yang hanya ngasal sesuai keinginan si pembuat konten, maka seringkali makna sebuah kartu tarot yang diutarakan di konten, bisa melenceng jauh dari makna aslinya.

Interpretasi kartu tarot sekarang ini, sangat terbantu dengan teknologi A.I, dan kita tidak bisa mencegah perkembangan itu.

Sederhananya, kita bisa membeli kartu tarot sendiri, mengajukan pertanyaan sendiri, kocok kartu dan mengeluarkan 3 kartu, kemudian kita bisa bertanya ke berbagai alternatif A.I platform seperti META, Chat GPT, Gemini, DeepSeek, dan masih banyak lagi.

Coba saja, misalnya, mau bertanya seputar jodoh, “Apakah saran/ inspirasi untuk percintaan saya hari ini apabila kartu yang keluar adalah The Hermit, 2 of Cups, dan Strength ?” Saya mencoba memasukkannya ke ChatGPT dan ini hasil screenshotnya.

ScreenShot Hasil ChatGPT 4o

Dengan maraknya A.I di jaman sekarang, apabila si pembaca tarot tidak bisa memberikan interpretasi yang lebih personal daripada A.I ini, maka klien pun akan lebih memilih alternatif bertanya ke A.I karena overall lebih murah ongkosnya.

Banting harga sudah marak di jasa baca Tarot.

Lanjutan dengan point diatas, karena konten meramal dengan tarot ini relatif mudah dibuat, ditambah dengan berbagai video bikinan orang lain yang bukan bebas copyright juga bisa diambil dengan mudahnya, maka biaya secara keseluruhan untuk membuat konten tarot pun relatif murah dan bisa dibuat dengan waktu yang sangat cepat.

Alhasil karena semuanya serba cepat, maka jasa baca tarot secara personal pun menjadi sangat banyak alternatifnya. Sehingga untuk memenangi persaingan dalam jasa baca tarot, ada sebagian praktisi yang memakai strategi banting harga dan mengejar kuantitas ketimbang kualitas.

Menggunakan konten orang lain tanpa ijin sebagai materi iklan sendiri untuk baca tarot, pun sudah dianggap wajar.

Agar materi iklannya bisa dibuat dengan cepat, sudah mulai banyak praktisi yang menggunakan konten video dengan cara mengambil konten video orang lain tanpa seijin pemilik aslinya. Meskipun secara etika ini dipertanyakan, kita tidak bisa melawan arus kemudahan teknologi tersebut bukan?

Jangankan meminta ijin, menulis sumber asli konten tersebut pun juga seringkali dengan sadar dan sengaja tidak ditulis. Budaya untuk tidak menghargai karya orang lain namun menuntut karya sendiri dihargai, memang sudah menjadi kebiasaan untuk sebagian pembaca tarot yang suka membanting harga tersebut.

Sebenarnya ini juga menjadi salah satu contoh polemik di hampir semua industri, dimana apabila dalam proses belajar suatu ilmu pengetahuan, tidak dibarengi dengan pendidikan moral dan adab yang baik, jadinya memang si praktisi berpotensi untuk melakukan praktik bisnis yang cenderung ‘kasar’ dan melanggar moral dan norma yang berlaku.

Publik jauh lebih menyukai bacaan yang isinya bencana dan musibah orang lain ketimbang membacakan peluang positif yang bisa dimanfaatkan.

Tantangan terakhir dalam pembacaan tarot, memang sekaligus menjadi tantangan yang dialami oleh semua industri. Berbagai bacaan menggunakan kartu tarot yang terfokus kepada bencana suatu daerah atau musibah yang menimpa orang tertentu, ataupun konten tarot yang digunakan untuk membahas aib seseorang, cenderung jauh lebih populer dan mudah viral.

Bandingkan dengan konten bacaan tarot yang membahas seputar peluang yang bisa dimanfaatkan ataupun perkembangan/ sisi bagus seseorang. Konten tersebut relatif lebih sulit viral dibandingkan konten ramalan bencana di suatu area nantinya.

Fenomena ini juga tidak hanya terjadi dalam sebuah konten bacaan tarot. Dalam praktek konsultasi privat pun juga demikian, klien cenderung lebih tertarik dengan bacaan terkait bencana dan masalah ketimbang berbagai peluang yang bisa ia ambil kedepannya.

Ketertarikan akan berita/ bacaan negatif ini, sebenarnya bersumber dari naluri survival kita sebagai manusia untuk lebih fokus menghindari bencana ketimbang mendekati peluang positif didepan mata. Secara realistis, tentu akan sangat sulit sekali melawan trend seperti itu, sehingga dibutuhkan strategi khusus agar terhindar dari godaan untuk melakukan gaya bacaan Tarot yang terlalu negatif tersebut.

Kesimpulan 5 Tantangan

Jadi, kalau disimpulkan, tantangan dalam industri membaca tarot tersebut yaitu mudahnya seseorang bisa membaca kartu tarot, teknologi A.I yang sangat ‘membantu’, praktek banting harga jasa baca tarot yang sangat marak di jaman sekarang, adab dan etika praktisi yang sebagian sudah turun, serta respond publik yang jauh lebih menerima bacaan bernada negatif ketimbang positif.

Sekian untuk artikel 5 tantangan dalam membaca tarot, dan di artikel selanjutnya, saya akan membahas hal yang lebih sulit: 5 peluang dalam industri membaca tarot.

Analisa Astrologi Solar Return Indonesia: Peluang dan Tantangan di Usia 79 Tahun

Indonesia akan kembali merayakan ulang tahun kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 2024. Salah satu hal unik terkait perayaan kemerdekaan tersebut, ada rencana kalau upacara kenegaraan akan dilaksanakan di dua kota sekaligus: IKN di Kalimantan dan Jakarta.

Lepas dari berbagai polemik pro kontranya, saya akan menganalisa peluang dan tantangan Indonesia di usia 79 tahun selama setahun kedepan. Seperti biasa, analisa saya ini menggunakan chart Astrologi solar return Indonesia di tahun 2024. Berikut chart solar returnnya menggunakan aplikasi Solar Fire dan WholeSign House System.

Solar Return Indonesia di Usia 79 Tahun.

Berikut beberapa potensi peluang dan tantangan yang dialami oleh Indonesia.

Potensi besar bekerja sama dengan luar negeri, yang dibarengi dengan perselisihan yang tak kalah besarnya.

  • Ascendant di Sagittarius, ruler Jupiter di Gemini house 7, conjunct dengan Mars.

Hal pertama yang sangat terlihat disini adalah peluang Indonesia dalam menjalin kerjasama dengan luar negeri yang juga sangat tinggi disini. Bisa dikatakan peluang Indonesia untuk mendapatkan berbagai bantuan dan sumbangan luar negeri memang sangat tinggi dan berpotensi mencapai rekor tertinggi di usia 79 ini.

Photo by fauxels on Pexels.com

Karena bantuan luar negeri disini seringkali untuk tujuan perkembangan pembangunan Indonesia, maka negosiasinya pun tentu juga cukup alot. Nah, kabar kurang menyenangkannya, peluang kerjasama Indonesia dengan luar negeri yang terkait dengan pembangunan ini, juga diimbangi dengan potensi konflik yang cukup besar.

Potensi konflik yang besar ini berawal terutama dari pesan tersirat ataupun pesan tertulis dalam setiap kesepakatan kerjasama yang tertulis, dimana pemahaman antara pihak Indonesia akan pesan tersirat tersebut, ternyata berbeda dibandingkan yang dipahami oleh perwakilan negara yang bekerjasama dengan Indonesia. Oleh karena itu, meskipun kedua pihak nantinya bisa menjalankan hak dan kewajiban masing – masing tanpa ada pelanggaran yang berarti, potensi kedua pihak untuk menyelesaikan dan mengerjakan kontrak kerjasama dengan nada dan rasa yang kurang enak, tetap sangat besar.

Di sisi lain, ini juga menunjukkan akan potensi eskalasi kemampuan militer asing yang juga mulai muncul di Indonesia. Mungkin ini akan terkesan terlalu jauh, namun semakin tingginya investasi luar negeri di Indonesia di usianya ke 79 tahun ini, berpotensi berbanding lurus dengan semakin tingginya militer luar negeri yang juga ada di Indonesia. Tujuannya? Untuk ‘menengahi’, lepas dari konteks positif ataupun negatifnya, konflik yang terjadi antara pihak pemerintahan dengan pihak oposisi saat itu.

Pola pemerintahan yang sebetulnya lebih ke pro-rakyat, namun disetir opininya oleh pihak oposisi pemerintahan.

  • Venus di Virgo house 10 oposisi Saturn di Pisces house 4
Photo by Tom Fisk on Pexels.com

Secara umum, pemerintahan Indonesia di usia 79 ini relatif baik. Terlihat sekali indikasi dari luarnya, tampak pemerintahan Indonesia ingin menyenangkan rakyatnya dengan berbagai bentuk hiburan dan kebijakan yang memang terlihat populer. Di sisi lain, memang pemerintahan yang sekarang, merupakan hasil pemenangan karena faktor menghibur yang cukup besar.

Kebijakan yang nantinya digarap, memang pada awalnya dikerjakan dengan niat agar masyarakat merasa terbantu dengan kebijakan – kebijakan tersebut didepan layar. Dan diharapkan, agar kelompok masyarakat yang mudah memviralkan sesuatu di Indonesia, juga ikut mendukung kebijakan pemerintahan yang ada.

Tantangan disini, lebih ke sisi pihak oposisi dari pemerintahan, cenderung menjadi kontrol kebijakan yang sangat ketat. Pihak oposisi akan berusaha untuk mengarahkan/ menyadarkan kalau kondisi yang masyarakat rasakan di pemerintahan ini, hanyalah terlihat enak dan nyaman dalam jangka pendek; sementara jangka panjangnya, justru akan sangat membebankan kondisi negara itu sendiri. Di sisi lain, pihak oposisi cenderung akan menekan kepala pemerintahan untuk mengambil kebijakan yang tidak populer di masyarakat, dengan alasan untuk masa depan negara Indonesia secara umum.

Uang Negara Sebagian Besar Bermodalkan Dari Pinjaman Luar Negeri

  • House 2 di Capricorn dengan ruler house 2 di house 4; House 8 di Cancer dengan ruler house 8 di house 2.

Konfigurasi ini menunjukkan kondisi keuangan Indonesia, berpotensi berasal dari bantuan luar negeri dengan porsi yang cukup besar. Bisa dikatakan juga, salah satu penyebab kenapa kelompok oposisi nantinya akan sangat ketat ataupun mengkritisi pemerintahan kedepannya, karena sebagian besar keuangan negara, berasal dari dana luar negeri, dan bagian inilah yang sepertinya pemerintahan akan berusaha menutupi dari masyarakat akan berbagai resiko yang ada apabila sumber pendanaan negara sebagain besar berasal dari luar negeri. Dan ini jugalah yang kedepannya menjadi faktor utama kenapa pihak luar negeri berpotensi ingin sekali bekerjasama dengan Indonesia dalam segala bentuk.

Transformasi Ekstrim Dalam Penyebaran Informasi, Mendorong Reformasi Badan Pemegang dan Penegak Hukum.

  • Pluto di Aquarius House 3 Trine Uranus di Taurus House 6
Photo by ThisIsEngineering on Pexels.com

Indonesia dalam usianya yang 79 tahun ini, akan mengalami perubahan signifikan terkait dengan perkembangan teknologi informasi dan transformasi secara ekstrim (bahkan cenderung radikal). Perubahan ini tentunya juga melibatkan bagaimana informasi akan menyebar dan menjadi kontrol masyarakat akan bagaimana hukum dibentuk dan ditegakkan.

Di satu sisi, perubahan ini sudah bisa kita lihat dengan penggunaan platform X untuk menyampaikan keluhan, kawalan, dan kritik ke pihak terkait, dan juga untuk menelusuri / investigasi berbagai kejadian yang relatif sulit ditemukan titik terangnya apabila menggunakan metode konvensional. Kinerja pihak penegak hukum pun cenderung dikawal dengan keberadaan teknologi ini.

Di sisi lain, perubahan radikal di bidang informasi ini, juga membuat berbagai informasi palsu juga mudah menyebar dan menjadi kebenaran tersendiri, apabila tidak dikendalikan dengan baik. Banyak informasi yang dengan sengaja telah ditahan untuk tidak diketahui masyarakat Indonesia dengan alasan sentimen terhadap SARA.

Akar Dari Kriminalitas Yang Bersumber Dari Kepentingan Luar Negeri

  • House 12 di Scorpio, ruler Mars di House 7, dan ruler Pluto di House 3

Dari konfirgurasi ini juga, selama setahun kedepan, tingkat kriminalitas Indonesia secara umum yang terlihat memang menurun. Namun kriminalitas yang tersembunyi atau kurang tercatat dengan baik di berita, justru berpotensi meningkat. Faktor utamanya dari penyebab itu semua ada 2.

Faktor pertama adalah apabila hal yang sifatnya kriminal ataupun melanggar hukum yang ada, disebabkan karena keterlibatan pihak luar negeri yang sudah terlanjur bekerja sama dengan Indonesia. Berbagai contoh bentuk kriminal seperti pencurian data/ rahasia negara, ataupun perjanjian yang sesungguhnya dilakukan oleh pemerintahan Indonesia ke pihak luar negeri yang bocor ke publik, dapat menjadi potensi yang akan muncul di Indonesia hingga setahun kedepan.

Faktor kedua adalah bagaimana cara informasi tersebut diatur agar hanya muncul sebagian di masyarakat, dialihkan perhatiannya, atau dibuat tidak muncul sama sekali di masyarakat. Berbagai informasi seputar kondisi perang di luar negeri yang diatur agar satu pihak seakan – akan menjadi sangat keji, dan pihak lain sepenuhnya menjadi korban yang kemudian digunakan sebagai alasan oknum melakukan tindakan kriminal, atau misalnya berita seseorang yang semula menganggap dirinya korban namun ternyata menjadi pelaku utama tindakan kriminal, menjadi contoh bagaimana kondisi kriminalitas akan terjadi selama setahun kedepan: penuh dengan manipulasi informasi yang sampai ke masyarakat.

Penutup

Di usia 79 tahun Indonesia ini, saya bisa melihat tema peluang dan tantangan Indonesia adalah, “Kerjasama Dengan Luar Negeri Yang Melahirkan Drama di Masyarakat.”

Tanda Kiamat Sebuah Profesi Pembaca Tarot

Photo by Mikhail Nilov on Pexels.com

Dari judulnya saja, terkesannya memang ekstrim negatif dan clicbait. Namun setelah dipikir – pikir, ini menjadi judul yang sangat tepat agar orang mau membaca artikel ini dan mulai untuk mencoba merenungkan dan intropeksi setelah selesai membaca artikel ini.

Dan seputar makna akan kiamat di artikel ini? Saya tidak menggunakan arti kata kiamat dalam arti yang sesungguhnya (that’s for another article), melainkan mungganakan arti kiamat sebagai bencana yang masif dan bisa merusak tatanan profesi yang selama ini sudah mapan.

Sinyal Kiamat 1: Menjamurnya Pelatihan Harga Murah

Ada contoh yang cukup terlihat disekitar kita. Sekitar tahun 2020an, mulai berkembang kursus seputar belajar menjadi Virtual Assistant dengan harga yang terjangkau, bahkan sangat murah. Kursus tersebut konon sangat menjamur dan menjanjikan pendapatan yang relatif tinggi dengan biaya investasi yang terjangkau tersebut. Dan setelah itu? Di tahun 2021 keatas, teknologi A.I yang membantu pekerjaan kita mulai menjamur dan dengan waktu yang relatif cepat, kursus virtual asistant tersebut relatif sunyi.

Ganti kursus menjadi Virtual Assistant tersebut menjadi kursus yang lain seperti Copy Writting, Membuat Laporan Keuangan, Perhitungan Pajak Pribadi, Trading Saham Yang Efisien, Membuat Start Up, Kursus Ilustrasi Fantasi, sampai hal yang sangat dekat dengan sebagian dari kita: Kursus Membaca Tarot Kilat atau Kursus Astrologi atau BaZi Cepat, dan seputar itu.

Ketika berbagai kursus murah tersebut muncul, maka dalam waktu 1-2 tahun kedepan, kemungkinan besar akan ada produk subtitusinya, entah dalam bentuk aplikasi ataupun alat lain yang bisa menggantikan kemampuan tersebut. Sehingga sebelum berbagai kemampuan yang saya contohkan diatas itu menjadi turun nilainya, maka praktisi akan mencoba membuat kursus murah tersebut sebagai cara mereka untuk mengambil keuntungan terakhir kali di fase akhir dari produk benda/ jasa yang mereka selama ini fasih untuk melakukannya.

Karena sebentar lagi, kemampuan mereka mungkin sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan jaman sekarang. Tarot pun juga sama, pada akhirnya trend kursus tarot murah itu muncul karena fungsi mereka sudah digantikan oleh pembacaan generik dari aplikasi.

Sinyal Kiamat 2: Menjamurnya Praktisi Pembaca Tarot Yang Tidak Kompeten

Apabila sebelum tahun 2006, tidak banyak orang yang mau mengakui dirinya berprofesi sebagai pembaca tarot, maka tahun 2010an menjadi momentum mulai muncul orang – orang yang dengan bangga menyatakan membaca tarot sebagai salah satu profesinya. Thanks juga dengan perkembangan media sosial seperti Tik Tok, Instagram, Facebook, X, dan media sosial lainnya, membaca tarot menjadi salah satu profesi yang bisa mendapatkan penghasilan yang menggiurkan semua orang.

Bahkan banyak pesulap yang pada awalnya sangat meremehkan praktek membaca Tarot sebagai bentuk hiburan dan cold reading semata, pada akhirnya beralih sepenuhnya menjadi pembaca tarot sekarang ini. Apakah setelah menjadi pembaca tarot, mereka masih tetap berpikir itu hanyalah cold reading saja, ya itu akan menjadi topik tersendiri di lain waktu.

Masalahnya disini adalah, meskipun terkesan terlalu cepat menghakimi, namun dari survei pribadi saya sendiri pun sudah jelas terlihat bahwa sebagian besar pembaca tarot yang ada di media sosial saat ini, tidak dibekali dengan pengetahuan seputar tarot yang mumpuni.

Photo by Koshevaya_k on Pexels.com

Kok bisa? Sederhana saja, karena sebagian besar orang yang mengaku pembaca tarot tersebut, memberikan interpretasi kartu yang maknanya berbeda jauh dibandingkan makna dasar dari kartu yang keluar. Misalnya, apabila kartu yang keluar adalah The Fool, makna dasar yang kita tahu adalah seputar permulaan baru ataupun menjalankan sesuatu yang relatif baru dan kita belum akan tahu kedepannya bagaimana. Sementara itu, si orang yang mengaku Tarot Reader ini membaca kartu The Fool sebagai bencana seputar pekerjaan yang datang secara tiba – tiba. Jauh sekali bukan?

Alhasil, semakin banyaknya praktisi pembaca tarot yang sekarang ini muncul, justru juga berdampak dengan semakin banyaknya orang yang mengaku dirinya pembaca tarot, namun dengan harga konsultasi yang sangat murah, diimbangi tingkat kompetensi yang juga rendah.

Ditambah lagi dengan banyak juga pembaca tarot yang nge-halu dia adalah titisan dewa – dewi tertentu, membuat saya berpikir, kondisi industri baca kartu Tarot menjadi sangat mengkhawatirkan.

Sinyal Kiamat 3: Pembaca Tarot Melanggar Etika Privasi Klien

Tidak bisa dipungkiri, banyak pembaca Tarot yang sengaja membuat konten video di media sosial, yang isinya untuk mengkomentari berbagai kondisi seorang selebriti. Meskipun itu adalah area yang abu – abu karena seharusnya kita tidak boleh membaca seseorang tanpa seijin orang terkait, menurut saya, sepanjang tidak menyinggung hal yang sensitif dan analisa yang lebih ke hiburan dan simbolis secara permukaanya saja, seharusnya itu tidak menjadi masalah.

Yang menjadi masalah adalah ketika para pembaca tarot ini, dengan menggunakan kartu tarot mereka, berusaha menganalisa kehidupan pribadi seseorang secara terlalu dalam dan tidak menghargai batas – batas privasi yang wajar, itulah yang menjadi bahaya.

Photo by Pixabay on Pexels.com

Banyak sekali kejadian ketika seorang selebriti sedang mengalami masalah tertentu, pembaca tarot cenderung membuat konten untuk mengulik masalah selebriti tersebut dan cenderung memberikan pernyataan – pernyataan yang konteksnya sangat negatif bahkan cenderung memfitnah. Seperti menuduh secara langsung siapa yang selingkuh, siapa yang mencuri uangnya, menyatakan korban hilang sudah mati dengan alasan kartu mengatakan demikian (padahal masih hidup), mengalami penyakit kronis tertentu (dan berujung orang yang disebut, tidak sakit sama sekali), dan masih banyak lagi yang sangat berkonotasi negatif.

Dan semua itu tujuannya, ya agar konten dia viral, sehingga publisitas si pembaca tarot ini naik, dan diharapkan ada banyak calon klien yang mau berkonsultasi ke dia… at the cost of membunuh karakter si selebriti tersebut. Suka / tidak suka, itulah yang terjadi saat ini dilakukan oleh sebagian tarot reader: membunuh karakter seseorang agar dirinya menjadi viral dan mendapat banyak calon klien.

Di sisi lain, ada juga beberapa klien saya yang akhirnya bercerita dan mengakui, bahwa pada awalnya mereka tidak suka dengan profesi pembaca tarot itu sendiri. Penyebabnya? Karena di daerah mereka, ada saja pembaca tarot yang datang dan memaksa klien untuk dibacakan kartu tarot. Praktek memaksakan calon klien untuk dibaca langsung, bahkan tanpa persetujuan klien itu sendiri, menurut saya, itu sudah menjadi bentuk pelanggaran etika profesi yang sangat parah.

Solusi Di Tengah Kiamat ?

Meskipun kondisi diatas saat ini sedang terjadi di Indonesia, dan membuat pembaca Tarot seakan – akan menjadi profesi yang secara rejeki biasa saja, namun lebih ke memenuhi ego menarik perhatian si praktisinya, menurut saya, tetap ada beberapa cara agar kita sebagai pembaca tarot, tetap bisa dibayar harga tinggi dan bisa survive ditengah tantangan yang saya jabarkan diatas.

Dalam hal ini, biarkan saja kiamat dalam profesi pembaca Tarot ini, hanya kena ke pembaca Tarot ‘palsu’ ataupun cosplay saja, Sementara kita yang memang sungguh – sungguh menjadi pembaca Tarot, tetap bisa mendapat rejeki yang wajar dari profesi ini, tanpa harus merugikan pihak manapun.

Berikut beberapa solusi yang bisa dipertimbangkan di tengah situasi kiamat para pembaca Tarot.

Human Touch Dalam Setiap Pembacaan

Maksudnya Human Touch disini adalah dengan memberikan pembacaan yang khusus dan sesuai dengan profil klien kita sendiri. Sebagai contoh, apabila klien kita adalah seorang banker ternama dan berkonsultasi ke seorang pembaca Tarot, maka si pembaca dianjurkan juga mengerti dan memakai berbagai istilah umum perbankan.

Photo by Anna Shvets on Pexels.com

Tujuannya? Selain menunjukkan kita sedikit banyak mengerti dunia si klien itu sendiri, secara tidak langsung juga menunjukkan ketertarikan kita akan profesi klien itu sendiri. Klien cenderung lebih menghargai kita apabila kita terlebih dahulu menghargai klien dengan cara mengerti dunia yang dijalani klien itu sendiri.

Dan praktek seperti diatas, setidaknya untuk saat ini, masih belum bisa digantikan dengan aplikasi pembacaan tarot umumnya. Alhasil, sesi pembacaan khusus tersebut dimana kita mengerti kondisi si klien secara umum, tentu akan membuat klien lebih menghargai jasa kita.

Nah, karena kita perlu mengerti lebih banyak berbagai latar belakang situasi klien yang beragam, maka solusi selanjutnya adalah…

Perbanyak Membaca Berita Berkualitas

Konteks membaca berita disini, sebenarnya bukanlah sebatas membaca berita pendek dari portal berita saja (karena seringkali netralitas diragukan dan bahasa yang digunakan demi viral, cukup ekstrim); melainkan juga membaca berbagai berita yang sifatnya analisa, opini, ataupun berita yang cukup mendetail pembahasannya.

Oleh karena itu, memang dianjurkan untuk berlangganan 1-2 koran digital secara rutin. Karena untuk berita dengan informasi yang akurat dan berkualitas, setidaknya untuk saat ini, masih dipegang oleh koran digital tersebut. Harga langganan sebulan yang berkisar 100 ribu lebih, menurut saya bukanlah harga yang besar bila dibandingkan dengan biaya konsultasi Tarot yang wajar di jaman sekarang.

Minimal, ketika kita sudah sering dan terbiasa dalam membaca berita, maka kita menjadi mengerti sedikit demi sedikit akan berbagai hal yang terjadi disekitar kita: trend bisnis, trend gaya hidup, sampai kondisi ekonomi dan sosial sekitar yang tentunya membantu agar omongan kita ke klien – klien yang kelas ekonomi atas, juga nyambung.

Mencoba Membahas Selain Percintaan

Kita semua tahu, topik percintaan adalah topik yang sangat populer dimanapun. Semua orang pasti akan selalu ingin tahu seputar relasi romantis. Topik tersebut juga merupakan topik yang paling banyak menarik perhatian audience secara umum sehingga dipastikan menambah kolam calon klien untuk para pembaca tarot.

Hanya saja, karena saking banyaknya topik seputar percintaan dan turunan – turunannya (selingkuh, orang ke-3, CLBK, dll), maka banyak pembaca tarot yang nyaman berkutatnya disana saja. Alhasil, ya karena -hanya bisa- di bidang tersebut, ujung – ujungnya pembaca Tarot umumnya menjadi banting harga agar klien memakai jasa mereka.

Untuk itu, akan jauh lebih mudah bila tidak hanya membaca kartu tarot untuk seputar percintaan saja, namun juga relasi seputar persahabatan, keluarga, dan berbagai topik lain seperti bisnis dan usaha, hukum, investasi, dan masih banyak lagi diluar topik percintaan tersebut.

Ingat, calon klien yang secara ekonomi itu mampu, seringkali tidak hanya sebatas bertanya seputar percintaan saja, namun juga berbagai hal lain yang memang mengusik hidupnya.

Penutup : Kiamat Bagi Pembaca Tarot Yang Malas Beradaptasi

Sederhananya memang seperti itu. Banyak pembaca tarot yang mungkin karena sudah nyaman dengan kondisi dan situasinya, maka ketika teknologi sudah berkembang dan pembaca tarot sudah banyak, maka mereka cenderung membanting harga agar klien bisa memakai jasa dia. Di saat yang sama, karena kebutuhan hidup terus meningkat, maka pada akhirnya pun kualitas hidup si pembaca tarot menjadi menurun.

Mau tidak mau? Ya beradaptasi dengan berbagai tantangan dan perubahan yang ada disetiap waktu apabila kita ingin bisa hidup dari profesi membaca tarot ini.

Dan dari semua berbagai perubahan yang ada di jaman ini, menurut saya, dalam industri membaca tarot ini, tetap ada 1 faktor yang tidak pernah berubah alias tetap diinginkan sampai kapanpun: faktor sentuhan manusianya dalam jasa membaca tarot.