Analisa Astrologi Peluang & Tantangan AESPA SAVAGE , Mini Album Baru Dari SM Entertainment
Seperti yang kita ketahui, AESPA, Rookie GirlBand dari SM Entertainment akan meluncur pada 5 Oktober 2021 jam 18.00 waktu Korea, atau 16.00 WIB . Dan seperti post saya sebelumnya baik di web ini maupun di Instagram saya, @RFTarot , saya akan mencoba analisa dengan pendekatan Astrologi mengenai peluang dan tantangan dari peluncuran mini album AESPA yang berjudul ” SAVAGE ” ini.
DISCLAIMER : tulisan ini adalah hasil analisa saya berdasarkan birthchart astrologi dengan waktu yang tertulis di poster promosinya. Tulisan ini dianggap sebagai bentuk hiburan semata, dan bukan mewakili sebagai fakta ataupun pernyataan atas pihak manapun yang terkait dengan kelompok musik ini. Saya sendiri tidak ada hubungan apapun dengan SM Entertainment ataupun group AESPA.
Berikut saya lampirkan ” Birth Chart ” untuk Mini Album SAVAGE nya AESPA

Keberuntungan Dengan Bertemakan Teknologi Masa Depan Yang Disukai Publik
House 11 melambangkan teknologi, kebetulan house 11 ada di capricorn, namun planet di house 11, jupiter dan saturnus, berada di zodiak pisces. Dengan itu bisa dianalisa, kalau album ini kemungkinan besar didukung dengan teknologi dan grafis komputer yang memang sedang ngetrend saat ini, namun SM tampak dengan sangat hati – hati dalam mengadopsi tema teknologi ini agar ‘tidak terlalu melesat maju’ melampaui trendnya.
Strategi mengadopsi tema teknologi secara bertahap tapi pasti ini juga terlihat akan berhasil dan disukai oleh masyarakat, terutama penggemar AESPA. Kita bisa melihat itu dari Jupiter dan Saturnus yang ada di Aquarius tersebut.
Di chart tersebut juga kita bisa melihat pola Grand Earth Trine

Grand Earth Trine di Astrologi adalah pola yang menunjukkan potensi musik yang artistik dan sensualitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat album ini diliris. Apalagi karena formasinya melibatkan bulan, pluto, dan north node, maka bisa dikatakan SM Entertainment berhasil menggabungkan sensualitas dari idol AESPA nya (moon) , dengan kebutuhan penggemarnya akan suatu hiburan yang bertemakan teknologi yang tidak bisa ditiru oleh kelompok lain (pluto) , dan potensi itu bisa terus digali dan dikembangkan (north node). Dan karena pluto di capricorn ini, saya melihat, tema ‘kemajuan teknologi’ yang diusung oleh group AESPA ini, sangat kecil sekali bisa ditiru oleh label pesaing. Bahkan mungkin tidak ada pesaing yang mau meluncurkan group band dengan tema yang sejenis ataupun mirip.
Potensi Uang Yang Tidak Instant, Lebih Orientasi ke Brand Building
Kalau kita amati di house 2 (informasi kas/ uang), maka kita menemukan house 2 nya ada di Taurus yang menunjukkan proses sesuai tahapan yang ada; planet yang ada disana adalah north node (potensi yang masi bisa dikembangkan). Apabila di analisa, memang peluncuran mini album ini, orientasinya lebih untuk memperkuat branding AESPA itu sendiri dan bukan untuk memperoleh keuntungan dalam jumlah yang relatif besar. Strategi ini sepertinya menjadi strategi standard yang dilakukan oleh SM Entertainment, dimana mereka mempunyai visi jangka panjang, dan prioritas membangun brand awareness nya dulu untuk di tahun awal karir sebuah group band.
Karakteristik Agresif dan Kompetitif Menjadi Identitas Utama Dalam Mini Album Kali Ini
Mungkin saya sedikit terpengaruh dengan judul albumnya yang berjudul SAVAGE ; namun secara astrologi, kita juga bisa melihat Sun conjunct Mars di Libra. Mars sendiri identik dengan kompetisi dan agresifitas. Sun melambangkan identitas diri, dan Libra menunjukkan ‘kesepakatan’, alias image agresif itu terbentuk atas kesepakatan bersama antara idol member dengan SM Entertainmentnya sebagai labelnya.
Secara kebetulan, itu semua ada di house 7, yang mewakili informasi seputar rekan bisnis/ relasi/ kontrak bisnis. Planet mercury juga ada disana, yang berarti memang konsep dengan sisi agresifitas dan kompetitif tersebut terkomunikasikan dengan baik ke seluruh member.
Ketika saya menulis ini, MV nya sendiri belum diliris dan saya juga belum melihatnya. Namun saya memperkirakan, MV nya selain bertemakan teknologi, akan kental dengan sisi ‘merah’ atau warna ngejreng yang melambangkan agresifitas, kompetitif, atau sisi ‘galak’ yang ditampilkan oleg group AESPA ini.
Setela kita secara singkat menguraikan potensinya, berikut saya mencoba menganalisa tantangan yang mungkin dialami setelah peluncuran mini album AESPA SAVAGE ini.
Konsep Kemajuan Teknologi di MV, Kemungkinan Besar Kurang Tersampaikan Dengan Baik Dalam Sebagian Besar Live Performancenya.
Di chart tersebut, kita melihat Venus di Scorpio oposisi dengan north node di Gemini. Dari sini, saya menganalisa, mungkin MV yang kita saksikan nantinya memiliki premis CG dan teknologi visual yang wah dan megah. Dari situ, saya melihatnya, penonton memiliki ekspektasi yang sangat tinggi, dimana diharapkan visual yang ciamik tersebut juga dapat diterjemahkan dengan baik saat live performance nanti. Kemungkinan besar, live performancenya kurang sesuai dengan ekspektasi penonton. Mungkin karena ada berbagai tantangan teknis yang memang butuh waktu untuk diterjemahkan dalam performance live, sehingga dengan waktu yang terbatas, maka segala pihak yang terkait , meskipun sudah berusaha semaksimal mungkin, tetap tidak sesuai ekspektasi penonton.
Serangan Dari Pihak Yang Merasa Karya Mereka Di Plagiat Masi Terus Berlanjut
Neptunus di Pisces, house 12, oposisi Moon di Virgo, house 6. Intinya dari relasi planet ini, kita bisa menganalisa kalau sebagian besar publik (virgo) yang dekat dengan dunia seni (moon) terutama yang seni nya adalah seni yang lebih ke idealis daripada yang komersil, masih akan mencoba melancarkan kampanye bahwa tidak hanya posternya saja, bahkan sampai video musiknya pun akan diklaim meniru berbagai karya seni yang sudah muncul terlebih dahulu. Dengan demikian, ada potensi tantangan, SM Entertainment yang dihujani berbagai komentar plagiat, masi akan terus berlangsung dan semakin keras setelah peluncuran MVnya. Kabar bagusnya, sebagian besar klaim plagiat tersebut cenderung klaim yang dibesar – besarkan, alias lebay (Neputunus di Pisces). Asalkan SM Entertainment menyikapinya dengan kepala dingin/ tenang, semua bisa terselesaikan dengan baik.
Apakah SM Entertainment Berusaha Untuk “Memenangkan” Lagu Ini? Kemungkinan Prioritasnya Sudah Di Tempat Lain
Dengan kombinasi Pluto Square Uranus dan Pluto Square Mercury, maka saya melihat, kemungkinan besar SM Entertainment tidak ngotot dalam mengusahakan agar lagu andalan di mini album SAVAGE ini, bisa memenangkan penghargaan di kancah musik Korea Selatan ataupun internasional. Justru saya melihatnya dan menganalisanya, SM Entertainment akan menggunakan momentum ini, untuk mengarahkan AESPA sebagai girl group dengan image teknologi dan diarahkan untuk menjadi brand ambasador untuk berbagai produk yang berhubungan dengan teknologi, dengan pasar yang mungkin didominasi oleh pria, seperti video game, gaming phone, film tertentu, e-sport, mobil, virtual reality, dan semacamnya ketimbang lifestyle kecantikan yang pasarnya didominasi oleh wanita.
Sekian analisa saya; apabila dirasa bermanfaat, bisa di share yah.
MG Magz 01 , September 2021 Sudah Terbit
Akhirnya, sebuah majalah digital yang membahas seputar metafisika dan spiritual sudah terbit perdana. Topik edisi kali ini membahas seputar prejudice dalam berbagai disiplin ilmu.
Untuk mendownload majalanya, bisa klik link ini.
Selamat membaca. 🙂

Apakah Itu Sihir / Magick ? Sebuah Definisi Biar Tidak Melenceng

Beberapa waktu yang lalu, disebuah kelompok diskusi WhatsApp, sempat berdiskusi soal Magick itu sendiri dan diskusinya sendiri pun berjalan dari pertanyaan besar, “Apakah Tarot itu Magick?”.
Setelah diskusi panjang, pada akhirnya saya memutuskan untuk berbagi sesuatu melalui tulisan ini. Seputar, definisi Magick itu sendiri sebenarnya apa sih? Dengan tahu definisi magick itu sendiri, maka kita tahu hal apa saja yang masuk kategori magick dan sampai sejauh mana hal tersebut dianggap sebagai magick atau sihir. Dari situ pula, kita bisa tahu, implikasi ke praktik nyatanya seperti apa.
Ok, sekarang definisinya…
Definisi Magick
Magick itu apa sih? Nah, menurut Aleister Crowley, dalam bukunya “The Book Of The Law”, mendefinisikan Magick sebagai berikut.
“The science and art of causing change to occur in conformity with will.”
Kalau diterjemahkan secara bebas, menurut Crowley, Magick adalah sebuah ilmu pengetahuan dan seni yang menimbulkan perubahan untuk terjadi sesuai dengan ‘kehendak’.

Nah, definisi disini masi sangat luas implikasinya, dan perlu pembacaan lebih jauh dari bukunya untuk mengerti maksudnya dari perubahan yang terjadi sesuai dengan ‘kehendak’ tersebut. Kenapa? Karena dia belum mendefinisikan, kehendaknya itu kehendak siapa? Kehendak pribadi kah? Kehendak Semesta/ alam/ Tuhan kah? atau justru kehendak pribadi yang sudah menyatu dengan semesta?
Nah, untuk itu, saya mencoba memakai definisi yang jauh lebih spesifik dari seorang okultist senior (sudah meninggal) dan ajarannya sering digunakan oleh praktisi: Donald Michael Kraig. Dia sendiri dalam buku Modern Magick nya, mendefinisikan magick adalah sebagai berikut.
“Magick is the science and art of causing change (in cosciousness) to occur in conformity with will, using means not currently understood by traditional Western science. ”
Apabila diterjemahkan secara bebas,
Sihir adalah suatu ilmu pengetahuan dan seni untuk membuat suatu perubahan (secara sadar) terjadi sesuai dengan kehendak dan iman, dengan cara yang belum dapat dimengerti oleh ilmu pengetahuan Barat.
Konteks Ilmu Pengetahuan dan Seni ini digunakan bersamaan, karena dari sisi ilmu pengetahuan, ada beberapa unsur yang eksakta alias sudah berdasarkan fakta – fakta dan pakem pengetahuan yang ada. Sementara ‘seni’ ini dimaksudkan karena magick ini akan terus berkembang; teori dan penerapannya, tetap ada unsur ‘cocok – cocokan’ dengan penggunanya. Seni disini juga digunakan karena hasilnya dari praktik magick tersebut, untuk setiap orang masih sangat beragam, apakah bisa sepenuhnya berhasil maupun sepenuhnya belum berhasil, tergantung faktor usaha manusianya (secara internal), faktor lingkungan (eksternal), dan juga faktor alamnya sendiri apakah mengijinkan ataupun tidak.
Kalimat “membuat suatu perubahan (secara sadar) terjadi” ini sebenarnya menunjukkan perlunya aktifitas; alias ada inisiatif terdahulu yang dilakukan oleh pelakunya.
Konteks terjadi sesuai dengan ‘kehendak dan iman’ ini sebenernya menunjukkan, apapun perubahan yang kita lakukan, untuk bener – bener bisa terjadi di dunia nyata, ini perlu keselarasan dengan apa yang kita inginkan dengan iman / keyakinan kita sendiri kalau itu pasti terjadi. Dalam sejumlah aliran tertentu, juga ditambahkan, tidak hanya iman saja, tapi juga adab (perilaku), karma, dan bakti (apa yang sudah kamu lakukan sebelumnya) agar kehendakmu diijinkan oleh Tuhan/ semesta/ alam terjadi.
Konteks dengan cara yang belum dapat dimengerti oleh ilmu pengetahuan Barat, sebenarnya mengacu ke konteks cara dan hasil yang mungkin secara simbolis dan perumpamaan, kita sudah mengerti prosesnya. Namun belum ada penjelasan dan penelitian yang benar – benar logis untuk menjelaskan fenomena tersebut.
Pada dasarnya, kita semua yakin, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan manusia yang ada, perlahan – lahan juga ilmu pengetahuan akan bisa menjawab kenapa intensi manusia , sesuai ijin-Nya, bisa terwujud di dunia fisik ini. Hanya saja, kita memang baru sampai tahap tahu cara menggunakannya, tapi belum sampai mengerti secara detail akan cara kerjanya. Kalau diumpamakan, itu seperti kita tahu cara menyetir mobil, berikut fungsi – fungsi pedal dan tombol di mobilnya, tapi kita belum tahu secara detail bagaimana isi mesin mobil tersebut dan proses dari bensin kemudian dibakar dan didistribusikan energinya sehingga sebuah mobil bisa berjalan sesuai kehendak kita.

Jadi…, Magick itu perlu apa sih?
Dari definisi diatas, sebenarnya magick itu hanya perlu 2 saja: yaitu inisiatif kita untuk melakukan aktifitas tersebut, dan pikiran kita yang punya iman, karma, adab, dan bakti yang tinggi dan selaras dengan Tuhan/ semesta agar intensi/ keinginan kita didengar, diterima, dan diijinkan oleh-Nya.
Terus kalau hanya perlu 2 itu saja? Semua perlengkapan tongkat sihir yang kece, berbagai batu kristas, berbagai tanaman hasil petik yang akan dibakar/ dibuat ramuan, dan perlengkapan lainnya? Itu untuk apa dong?
Semua perlengkapan itu, semata – mata digunakan sebagai simbol untuk membantu kita memfokuskan pikiran kita terhadap apa yang kita inginkan. Perlengkapan tersebut juga berfungsi sebagai ‘tanda keseriusan’ ataupun sarana untuk membantu kita untuk mengajukan/ dikabulkannya keinginan tersebut.
Jadi memang, kalau iman kita sudah cukup kuat, untuk melakukan aktifitas magick tersebut, ekstrimnya kita tidak perlu alat bantu apapun, hanya dengan sebatas berucap dari mulut saja pun sudah ampuh pengaruhnya.
Kalau Begitu…, apakah kita melakukan magick nyaris setiap hari?
Absolutely YES!
Setiap kita bangun tidur dan berdoa, setiap kita berdoa sebelum tidur, setiap kita berharap dalam hati kita, setiap kita -menyumpahi- seseorang, Setiap kita bernyanyi puji – pujian kepada-Nya, atau setiap kita melakukan sumbangan ke orang yang membutuhkan, setiap kita membantu teman/ orang asing yang membutuhkan, setiap kita melakukan aktifitas simbolis apapun, lepas dari latar belakang agama dan budaya, sebenarnya kita sudah melakukan aktifitas sihir/ magick itu sendiri.
Sebagai tambahan…, apakah tarot itu magick?
Menurut saya, tarot itu sendiri hanyalah setumpuk kartu dengan segudang manfaat penggunaan dan illustrasi yang sangat bagus. Namun memang, tarot itu bisa digunakan menjadi salah satu alat untuk membantu aktifitas magick yang akan kita lakukan.
Tarot itself is only a pack of illustration printed on a card stock; but yes, it can be used for any magick activities.



