Blog Archives
Refleksi: Aktif-Pasif Dari Seorang Wanita
Well,…apabila sebelumnya saya merangkum pembahasan mengenai seorang pria berdasarkan dari cerita2 klien, maka kali ini saya akan mulai membahas seorang wanita.
Apabila dalam post sebelumnya saya menekankan pria dari sisi ego nya, maka untuk kali ini, saya akan membahas wanita terutama dari sisi perasaannya. Dan sama dengan tulisan sebelumnya, saya membagi menjadi 2 kutub ekstrim: wanita yang bisa memutuskan untuk menjadi aktif dan wanita yang memutuskan menjadi pasif. Sekali lagi, ini hanyalah gambaran umum dan saya tulis berdasarkan pengalaman saya di jakarta. Jadi silahkan bercermin dan mungkin akan ada yang mirip dengan situasi anda saat ini. Kenapa saya lebih menggunakan pasif dan aktif sebagai indikator? Karena budaya di Indonesia cenderung mendorong wanita untuk menjadi pasif dan menunggu nasib saja ketimbang pria yang dituntut untuk aktif setiap saat dalam menjalani hidup. Namun seiring dengan waktu, sudah mulai terjadi perkembangan dimana mulai ada yang mencoba untuk menjalani hidupnya secara aktif dan berusaha tanpa bantuan dari orang lain dan tidak hanya menunggu saja. Khusus untuk topik ini, perlu diingat bahwa apabila seorang wanita aktif dalam 1 hal, belum tentu dia aktif dalam hal lain. Jadi apabila seorang wanita sangat aktif dalam pekerjaan, belum tentu dia juga aktif dalam hal relasi.
Aktif-Pasif Dalam Karir
Untuk hal yang berkaitan dengan karir, seorang wanita cenderung memiliki pandangannya sendiri-sendiri dan sangat beragam. Untuk wanita yang pasif dalam karirnya, maka wanita ini cenderung mencari pekerjaan yang bisa memperoleh penghasilan dan membuat dia cukup sibuk saja. Seringkali wanita seperti ini ujung-ujungnya memang sudah puas apabila meskipun berada di posisi staff dan tidak mengharapkan kenaikan karir seperti pria. Ini lebih disebabkan karena pola pikir wanita seperti ini cenderung menganggap dirinya toh akan menjadi ibu rumah tangga secara full time setelah menikah nanti. Kalaupun masih bekerja, dirinya akan menganggap sebagai penyokong tambahan finansial keluarganya, bukan sebagai sumber finansial utama.
Berbeda dengan wanita yang pasif, wanita yang aktif dalam karir cenderung memiliki ambisi untuk selalu meningkat dalam jenjang karirnya. Oleh karena itu, seringkali wanita yang aktif dalam karir justru mencari pekerjaan yang bisa membuat dia bereksplorasi lebih potensial dirinya. Dengan demikian, wajar apabila wanita seperti ini cenderung tidak hanya ingin menjadi staff yang duduk dibelakang meja saja, melainkan lebih suka memilih pekerjaan yang menuntut dia untuk sering jalan-jalan keluar kantor dan bertemu dengan banyak orang baru diluar sana. Berkaitan dengan pria, wanita seperti ini perlu dimengerti bahwa setelah menikah pun, dia masih ingin beraktifitas sehingga pria yang mendapat wanita seperti ini tidak bisa berharap sepenuhnya si wanita untuk menjadi ibu rumah tangga secara full-time.
Aktif-Pasif Dalam Relasi/ Cinta
Dalam hal percintaan, seringkali saya menemukan jalan hidup yang sangat bertolak belakang dan menjadi tolok ukur dari keseluruhan hidupnya wanita tersebut. Jadi, apabila anda melihat jalan cinta seorang wanita secara garis besar saja, maka anda sudah memiliki gambaran terlengkap bagaimana seorang wanita menjalankan hidupnya.
Wanita yang cenderung pasif dalam cinta cenderung menunggu seorang pria yang menurut dia tepat untuk dirinya. Tepat dalam artian disini adalah seorang pria harus mendekati si wanita dan wanita itu harus menyukai/ tertarik terhadap pria yang mendekatinya itu. Jadi, apabila kita hitung-hitung dengan perumpamaan statistik saja, kemungkinan seorang pria mendekati wanita atau tidak adalah 50%, dan apabila seorang pria memang mendekati wanita itu, kemudian kemungkinan si wanita menyukai pria atau tidak itu adalah 50%, maka kemungkinan TERBESAR dari seorang wanita pasif mendapat pria yang tepat menurut dirinya (pria yang aktif mengejar dia dan disukai si wanita), adalah 50% x 50% alias 25% sebagai hasil akhirnya.
Dengan kemungkinan yang cukup kecil alias 1 berbanding 4 ini (belum dimasukkan faktor lain yang juga ikut memperkecil kemungkinan mendapat pria yang tepat untuk dirinya), maka tidak heran wanita seperti ini cenderung suka melamun mengharapkan hubungan yang ideal dengan seorang pria, namun nyaris tidak melakukan hal apapun yang berarti untuk mendekatkan dirinya kepada pria yang disukainya itu. Dalam banyak kasus, seringkali wanita seperti ini memilih lari ke agama dan menganggap semuanya dia serahkan kepada Tuhan. Saya tidak akan membahas lebih lanjut mengenai sisi agamanya karena akan berbuntut sangat panjang, namun ini bisa menjadi tolak ukur apabila anda melihat seorang wanita yang memasang statusnya entah di facebook atau di twitter, atau dari cara bicaranya sehari-hari selalu mengaitkan jodohnya dengan kuasa Tuhan, bisa dipastikan wanita ini sangat pasif dalam hal percintaan.
Resiko yang cukup besar dari wanita seperti ini adalah apabila wanita ini mendapat pria yang dia idamkan dan kemudian seiring dengan waktu, hubungannya menjadi kandas, maka masa pemulihan emosionalnya dari hubungan yang kandas tersebut bisa memakan cukup banyak waktu, BAHKAN SAMPAI TAHUNAN. Resiko lainnya adalah kecenderungan wanita tipikal ini untuk lebih banyak menuntut dalam hatinya ketimbang memberi kepada pria yang dia sukai. Ini disebabkan karena wanita seperti ini yang cenderung menunggu saja dan jarang mengeskpresikan apa yang dia inginkan. Jadi pesan untuk para pria diluar sana, pastikan anda benar-benar mencintai wanita tipe seperti ini karena hatinya sangat mudah terluka dan meninggalkan trauma yang berkepanjangan.
Sedangkan wanita yang aktif dalam hal percintaan, bisa dikatakan dia sudah menaikkan kemungkinan memiliki pasangan yang dia inginkan menjadi 50%. Dan tentu saja peluang dia untuk benar-benar menemukan lelaki yang tepat untuk dirinya juga lebih besar ketimbang wanita yang pasif. Justru problem yang sering timbul adalah konflik yang disebabkan karena ego si pria yang tidak mau wanitanya menjadi seimbang posisinya dalam hal relasi. Selain itu, wanita seperti ini bisa dikatakan memiliki standard yang cukup tegas dalam memilih seorang pria yang menjadi pendamping hidupnya. Akibatnya, justru mayoritas pria malah lebih sulit untuk mendapatkan wanita seperti ini dan ini jugalah yang menjadi alasan kenapa wanita yang aktif dalam hal relasi cenderung memiliki banyak teman pria ketimbang wanita: karena memang banyak pria yang menyukai wanita seperti ini. Wanita yang aktif dalam relasi bukan berarti wanita itu sangat agresif, melainkan wanita itu lebih menginginkan pendekatan yang seimbang antara pria dan wanita agar relasinya bisa dinikmati secara seimbang dan dengan harapan wanita juga sebagai pemberi, bukan hanya sebagai pihak penerima saja.
Resiko dari wanita dengan pola relasi yang aktif seperti ini adalah, wanita ini cenderung banyak bergaul dan memiliki banyak teman meskipun memang belum tentu teman dekat. Wanita seperti ini sangat tidak dianjurkan untuk pria yang ego nya masih sangat tinggi dan menginginkan wanita pasangannya hanya memikirkan si pria saja dan belajar untuk mengesampingkan teman2nya. Karena pada akhirnya, si pria sendiri tidak akan bisa memenuhi kebutuhan egonya dari wanita seperti ini. Untuk pria yang memang ingin mencari wanita agar bisa didominasi, silahkan cari wanita yang pasif saja dalam hal relasi.
Aktif – Pasif Dalam Mengejar Rasa Aman Dalam Materi
Kenapa saya masukkan rasa aman sebagai pembahasan? Karena mayoritas wanita memang sangat mengejar rasa aman dan nyaman secara materi. Aman dan nyaman disini dalam artian keinginan memiliki rumah, mobil, bisa berbelanja secara wajar, punya suami yang mapan, dan masih banyak lagi tergantung persepsi si wanita itu sendiri.
Nah, untuk wanita yang cenderung pasif dalam mengejar rasa aman ini, mereka akan cenderung pasrah dari apa yang pasangan mereka berikan kepada dirinya, dan mereka akan berusaha mensyukuri apa yang mereka dapat dari pasangannya. Tentu saja untuk para pria, ini menjadi suatu kabar baik tersendiri dalam mencari pasangan apabila mendapatkan wanita yang pasif dalam mengejar rasa aman secara materi ini.
Sedangkan wanita yang cenderung aktif dalam mengejar rasa aman ini, sebenarnya terbagi lagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu kelompok wanita yang berusaha mengejar sendiri rasa aman itu entah dengan berbisnis, bekerja keras, ataupun usaha lainnya secara mandiri. Sedangkan kelompok yang lain adalah wanita yang mengejar rasa aman itu MELALUI orang lain. Kelompok kedua inilah yang seringkali disebut sebagai wanita matre secara ekstrim. Apabila seorang pria menemukan wanita yang aktif dalam mengejar rasa aman NAMUN dalam taraf wajar dan mereka berusaha memenuhinya secara mandiri, si pria tetap bisa mempertahankan wanita seperti ini karena dengan langkah yang tepat, si wanita dan pasangannya justru bisa saling mendukung entah dengan berbisnis sama2, bekerja sama2, dan bentuk2 aktifitas lainnya yang membuat kedua pihak sama2 diuntungkan.
Yang perlu diperhatikan, justru apabila pria menemukan wanita yang mengejar rasa aman secara materia MELALUI orang lain, si pria betul2 sangat disarankan untuk memerikan apakah dia mampu memenuhi kebutuhan si wanita secara finansial. Ini disebabkan karena wanita seperti ini akan cenderung membandingkan pasangan pria nya dengan pasangan pria teman2nya yang lain. Ambillah contoh ada pasangan x dan pasangan y. Wanita x menceritakan ke wanita y kalo pasangannya, si pria x ini telah memberikan dia sebuah hadiah materi yg sangat mahal. Apabila wanita y ini merupakan orang yg matre, maka wanita y akan meminta pria y nya untuk membelikan materi apapun yg membuat posisi si wanita y ini sebanding dengan wanita x. Hal ini akan sering terjadi dan tidak akan ada habis2nya selama relasi dengan wanita matre ini berlangsung. Jadi apabila anda sebagai pembaca adalah seorang pria, berhati-hatilah dan pastikan finansial anda memang sangat kuat apabila anda menginginkan wanita yang seperti ini.
Sekian uraian ringkas saya mengenai wanita. Comments welcome yah. Hehehehehe
Reflection: Ego Seorang Pria Dalam Real Life
Tulisan saya kali ini terinspirasi dari berbagai cerita klien yang saya dengar dan saya rangkum menjadi suatu kesimpulan sementara. Well…., kali ini memang topiknya akan menjadi cukup sensitive. Namun apa salahnya demikian, apabila ini bisa dibuat untuk menjadi suatu bahan renungan dan pemikiran? Tulisan kali akan saya buat seobjektif mungkin dan dengan bahasa yang senetral mungkin. Karena ini merupakan rangkuman dari banyak klien yang telah berkonsultasi dengan saya, maka tulisan ini saya buat untuk memberi gambaran secara umum dan tidak dimaksudkan untuk menyinggung siapapun.
Sebelum saya masuk ke topiknya, saya akan menjelaskan gambaran budaya disini. Saya adalah seorang tarot reader yang tinggal di Jakarta, dengan demikian, apapun yang saya tulis disini berdasarkan apa yang diutarakan oleh klien2 saya yang mayoritas memang berada di Jakarta. Dengan kata lain, mungkin uraian saya aka nada ketidak cocokan dengan situasi dan kondisi diluar Jakarta. Jadi bagi pembaca yang berada diluar Jakarta, silahkan anda adaptasikan sendiri dan sesuaikan dengan budaya disekeliling anda.
Baiklah kita mulai, seperti yang kita tahu, Mayoritas masyarakat di Indonesia menganut budaya patrilineal alias pria yang lebih ditonjolkan. Hal ini tentu saja mempengaruhi berbagai aspek kehidupan dimana dalam pernikahan, nama keluarga selalu mengikuti yang pria, pria diharapkan menjadi pemimpin keluarga, pria diharapkan mengambil keputusan dalam segala aspek kehidupan, pria lebih diharapkan ini itu, dsb dsb.
Dan karena untuk itu juga lah, maka saya akan membahas pertama-tama mengenai cerminan pola piker pria itu sendiri. Secara garis besar, saya bisa katakana pria memiliki sesuatu yang tidak akan hilang dari dalam dirinya. Kekayaan dan ketampanan mungkin bisa hilang dari seorang pria; namun ada 1 hal yang dimana pria tidak akan hilang. Hal itu adalah EGO. Pria memiliki ego yang cenderung tinggi. Ego yang dimaksudkan diisini terutama meliputi harga dirinya dan pengaruh budaya yang memang cenderung lebih memihak kepada pria karena diharapkannya menjadi pemimpin keluarga dan yang memiliki kesuksesan dalam berkarir. Dari EGO ini, saya bagi menjadi 2 bagian besar….. yaitu pria yang sudah bisa mengontrol ego nya dan pria yang sangat tidak bisa mengontrol egonya. Saya sengaja langsung mengambil 2 kutub ekstrim agar mempersingkat uraian2 saya berikutnya; yaitu pengaplikasian ego si pria itu dalam kasus2 kehidupan.
Ego pria dalam konflik
Dalam situasi konflik, terutama konflik yang berhubungan dengan relasi, apabila si pria memiliki ego yang tinggi dan sulit di control, maka si pria akan cenderung melakukan apapun agar dirinya tidak disalahkan oleh pihak lain. Pria akan menjadi sangat tersinggung dan lebih baik menyelesaikan sesuatu dengan cara mengintimidasi sehingga lawan bicara akan cenderung memilih menuruti saja karena ketakutan.
Hal unik dalam situasi tersebut, apabila pria dengan ego yang sangat tinggi tersebut kalah dalam konflik itu, maka masalah tidak akan selesai sampai disitu saja. Pria akan cenderung mencari pembenaran diluar yaitu dengan menceritakan berbagai kekalahan dia dalam konflik yang disebabkan karena keputusan yang menurut dia tidak adil. Jadi meskipun memang pria itu yang salah, dia tetap akan menceritakan dirinya sebagai korban ketidakadilan akan konflik tersebut. Jadi jangan heran bagi anda yang memiliki teman seorang pria ber-ego yang sangat tinggi, maka ucapan dari pria itu tidak bisa sepenuhnya dipegang dan dipercaya, karena kemungkinan besar sudah dia putar balikkan dengan berbagai fakta2 yang mendukung dirinya.
Word of advice bagi anda yang membaca artikel ini terutama adalah seorang pria yang memiliki ego tinggi, dari sekian banyak klien yang dating ke saya….., saya menyimpulkan bahwa aksi pria yang menceritakan konflik anda ke public dan menunjukkan betapa menyedihkannya diri anda menjadi korban ketidakadilan, justru malah berujung public melihat anda sebagai sosok yang manja, cengeng, freak, gila hormat, dsb dsb. So, memang dari sini, tindakan menyebarkan aib dari suatu konflik bukanlah suatu langkah bijak dan ujung2nya malah menurunkan kredibilitas anda sendiri. Believe me, justru anda akan lebih banyak menambah orang yang antipati kepada anda ketimbang orang yang simpatik kepada anda, apapun alasannya.
Sedangkan pria yang bisa mengontrol egonya, cenderung berpikir lebih objektif. Apabila memang dia salah, maka dia akan mengaku salah. Mungkin memang di awal2 suatu konflik, pria ini juga sulit mengaku salah. Namun apabila dia sudah menemukan hal yang menurut dia sudah cukup objektif dan kuat apabila dia memang bersalah, maka dia akan mengaku salah dan minta maaf dengan segenap hatinya. Hanya saja, ada beberapa kasus, pria yang bisa mengontrol egonya, kurang bisa mengambil keputusan krusial atau keputusan penting yang menyangkut dirinya sendiri. Jadi apabila pria ini diminta untuk mengambil suatu keputusan penting, pria yang cenderung bisa mengontrol egonya tetap perlu dibimbing agar bisa menentukan keputusan yang terbaik.
Ego pria dalam menghadapi wanita yang menjadi pacar/ istrinya
Selama saya menerima berbagai cerita dari klien, saya bisa menguraikan mengenai beberapa hal menyangkut respon pria terhadap wanita yang menjadi pacar/ istrinya. Memang kali ini tidak semua akan sama persis, namun akan saya ambil yang menjadi mayoritasnya saja.
Pria yang belum bisa mengendalikan egonya cenderung menginginkan pacarnya kelak nanti menjadi ibu rumah tangga ketimbang karir. Selain itu, pria juga cenderung membatasi pergaulan pacarnya dengan pria lainnya meskipun memang Cuma teman saja. Pria dengan memiliki ego yang tinggi dan belum bisa dikendalikan akan cenderung menginginkan pacarnya atau istrinya menjadi wanita yang menurut saja dan tidak mempertanyakan keputusan si pria.
Dengan demikian, apabila yang membaca artikel ini adalah seorang wanita yang memang ingin menjadi ibu rumah tangga saja, anda mungkin tidak akan terlalu bermasalah dengan pria seperti ini. Namun bagi anda yang ternyata adalah seorang wanita karir, mandiri, dan ingin memiliki banyak aktifitas yang berguna, maka saya sarankan anda untuk berpikir ulang apabila anda memiliki pria yang egonya sangat tinggi dan tidak bisa mengendalikannya.
Kenapa demikian? Seringkali saya menemukan bahwa wanita yang memilih berkarir dan memiliki pria yang belum bisa mengendalikan egonya, justru menjadi sangat tertekan karena pria tersebut. Ini disebabkan karena ketika sang pria merasa wanita pasangannya memiliki karir yang lebih baik atau memiliki hidup yang lebih baik, bermanfaat, atau berguna bagi orang lain dan bahkan disukai oleh teman2nya, ego si pria menjadi sangat terusik dan pria akan melakukan segala cara agar situasi dan kondisi wanita pasangannya menjadi sama dengan si pria ini. Tindakan – tindakan yang sering dilakukan adalah dengan mengintimidasi wanita pasangannya agar tidak bergaul dengan teman – temannya yang laki-laki. Kadangkala wanita juga diminta mengurangi waktu dia dengan teman-temannya dan focus ke diri pria ini saja. Selain itu, pria ini akan cenderung mencari-cari segala kesalah sekecil apapun yang dilakukan wanita dan membesar-besarkan masalah tersebut. Tujuannya adalah agar wanita meraa bersalah dan meminta maaf kepada si pria; dengan meminta maafnya wanita tersebut, si pria merasa masih memiliki harga diri.
Satu hal yang para wanita juga perlu berhati – hati dari pria yang memiliki ego tinggi dan belum bisa dikontrol ini, pria akan cenderung melakukan hal apapun agar emosional si wanita terikat kepada pria. Dalam hal ini, jalan yang sering diambil oleh si pria adalah MEMAKSA si wanita untuk berhubungan seks dengannya. Ini disebabkan apabila si wanita sudah berhubungan dengan si pria ini, pria akan merasa emosional wanita akan terikat dengannya dan ini berarti pria bisa melakukan apapun yang dia mau kepada wanita ini tanpa khawatir wanitanya akan beralih ke pria lain. Apabila si pria sudah merasa dirinya sudah mendapati wanita terikat secara emosional, maka pria akan cenderung menggunakan kekerasan verbal sampai kekerasan fisik untuk mengintimidasi wanita yang menjadi pasangannya agar tidak macam-macam kepada dirinya.
Sementara pria yang bisa mengendalikan egonya, meskipun adakalanya si pria masih sulit menerima apabila wanita kadangkala bisa lebih baik posisinya baik secara karir maupun financial, pria yang bisa mengendalikan ego ini akan tetap berusaha mendukung wanita tersebut untuk mengejar karirnya. Mungkin pria ini sekali2 akan complain mengenai kemajuan wanita ini dengan mengutarakan hal-hal yang tidak relevan atau sekilas dibuat-buat, namun pada akhirnya pria ini tetap akan belajar menerima wanita yang berkarir.
Pria yang sudah bisa mengendalikan egonya juga kemungkinan tetap bisa sekali2 membatasi pergaulan wanita dengan teman2 prianya, namun alasan yang diutarakan seringkali menjadi lebih logis dan masi bisa dicari jalan tengahnya apabila memang alasan dari prianya lebih merupakan kekhawatiran si pria kalau wanitanya bisa direbut orang lain. Selain itu, karena pria memiliki ego, pria ini bisa terpacu agar lebih baik daripada wanita yang menjadi pasangannya, ataupun lebih baik dari temennya si wanita itu. Jadi untuk pria seperti ini, wanita yang menjadi pasangannya masih bisa memanas-manasi si pria agar terpacu untuk menjadi semakin lebih baik.
Yang perlu diperhatikan dari pria yang sudah bisa mengendalikan egonya ini, karena dia cenderung memberikan kebebasan kepada wanita pasangannya, seringkali wanita pasangannya merasa bahwa pria ini adalah pria yang tidak perhatian dan cenderung cuek. Dan justru beberapa kasus, saya menemukan kepercayaan yang diberikan oleh pria ini menjadi disalahgunakan oleh wanita yang terutama wanita yang memang tabiatnya kurang baik.
Ego pria dalam kehidupan social secara umum
Pria yang sudah bisa mengendalikan egonya, maka ia cenderung akan memilih-milih dengan siapa dia akan bergaul, dengan siapa dia akan berteman dan menghabiskan sebagian besar waktunya dalam bersosialisasi. Yang patut dicatat disini, pria yang sudah bisa mengendalikan egonya cenderung bisa menahan pengeluaran dananya terutama untuk urusan lifestyle. Jadi, bisa dikatakan pria ini berani untuk bilang dirinya sedang bokek atau membeli secangkir kopi dengan harga yang terjangkau, ketimbang sengaja beli kopi mahal namun dia sendiri tidak menikmati. Pria seperti ini memang cenderung melihat sesuatu berdasarkan fungsinya. Dengan demikian, apabila yang membaca artikel ini adalah wanita yang cukup konsumtif dan menganut prinsip “Pacar lah yang membelikan semua kebutuhan saya.”, saya sarankan untuk mikir2 lagi dalam memacari pria seperti ini. Karena kemungkinannya hanya ada 2: pria ini akan menolak sebagian besar pemintaan anda atau pria ini akan mencoba memenuhi permintaan anda akan suatu barang, namun anda menjadi memiliki image yang sangat buruk di mata pria ini sebagai wanita matre.
Dalam kasus2 tertentu, pria yang bisa mengendalikan ego nya ini, apabila berada dalam lingkungan pertemanan yang sangat konsumtif alias suka belanja ini itu terutama karena gaya hidup, pria ini akan cenderung memiliki beban pikiran yang sangat berat. Dia akan terbebani dengan segala macam tuntutan akan gaya hidup yang dia sendiri belum tentu menikmatinya; namun disisi lain, dia juga merasa tidak bisa meninggalkan teman2nya karena baginya susa mencari teman baru lagi. Well….untuk hal seperti ini, saya Cuma bisa member saran untuk silahkan meninggalkan teman2 anda yang sangat konsumtif dan inisiatif mencari teman yang baru. Kalau anda cukup berusaha, anda pasti menemukannya, karena media pertemanan sudah cukup banyak saat ini.
Berbeda dengan pria yang sudah bisa mengendalikan egonya, pria yang memiliki ego tinggi dan belum bisa mengendalikannya, cenderung memiliki sifat pamer. Dia bisa dikatakan memiliki keinginan yang menggebu-gebu dalam mencari teman baru, namun itu semua cenderung untuk menunjukkan eksistensinya sebagai orang yang mampu secara materi. Maka pria yang memiliki ego sangat tinggi dan belum bisa mengendalikannya, cenderung akan melakukan segala cara agar bisa mengimbangi kebutuhan egonya, seperti membeli barang yang dianggap berkelas, barang yang mahal, dsb2nya. Tentu saja karena konteks disini adalah pria, maka barang2 itu bisa berupa gadget elektronik, modifikasi mobil, ataupun membelikan pacarnya barang2 yg sangat bagus.
Dengan demikian, apabila yg membaca artikel ini adalah seorang wanita yang cukup matre, anda memang bisa memacari pria seperti ini. Saya jamin, kebutuhan anda akan mudah dipenuhi olehnya ASALKAN anda juga memenuhi kebutuhan emosional (egoisnya) dan biologisnya (well..u know what I mean lah) . Masalah utama dari pria seperti ini adalah apabila ia dating dari keluarga yang secara ekonomi masih ekonomi menengah. Karena gaya hidup tinggi memerlukan dana yang tidak sedikit, maka jalan yang diambil secara garis besar ada 2: dia akan mencari kerja yang cukup enak dan menghasilkan banyak uang (trust me, kerjaan seperti ini memang ada), atau karena malas bekerja,… maka ia akan mengambil jalan lain seperti berhutang, mencuri, ataupun dalam kasus tertentu, justru pria seperti ini akan berusaha mencari wanita yang kaya raya agar bisa memenuhi kebutuhan ego dan materinya. Sebagian besar kasus, pria akan mengambil jalan ke dua (ngejer wanita kaya) ketimbang jalan pertama (bekerja keras).
Sisi lain dari pria ini adalah, mereka akan cenderung menjaga penampilan mereka. So, dapat dipastikan 80% pria seperti ini adalah pria yang rupawan dan ganteng abis. Kalapun tidak ganteng, minimal mereka akan sangat menjaga penampilan dan mau melakukan apapun agar mereka menjadi rapih dan terawat.
Demikian uraian singkat (padahal panjang banget) mengenai gambaran seorang pria secara umum yang saya dapatkan dari pengalaman dan sari2 dari cerita klien. Apabila ada yang ingin ditanyakan mengenai respon2 pria dan prediksi berbagai sikap dan tingkah lakunya, saya akan dengan senang hati menjawabnya.
How to Interpret Your Dreams
Well…..banyak yang akhirnya mulai mencoba mempraktekan saran2 saya untuk cara memancing mimpi melalui kartu tarot dari artikel ini. Nah apabila anda sudah mendapatkan mimpi, lantas apa yang perlu anda lakukan selanjutnya? Well, to be honest, apabila anda mulai mencari berbagai buku2 yang isinya tafsiran mimpi, maka sudah bisa dipastikan anda sudah keliru. Kenapa bisa demikian? Akan saya beberkan di bagian akhir.
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, mimpi merupakan produk dari olahan bawah sadar pikiran kita yang berusaha mencari solusi dan jawaban atas masalah/ kejadian yang menimpa kita, ataupun solusi atas apa yang kita inginkan/ goal kita. Dalam hal ini, apabila anda mengaktifkan mimpi dengan kartu tarot, bisa dipastikan mimpi yang anda dapat merupakan olahan bawah sadar anda atas goal yang anda inginkan yang tergambar dari kartu tarot tersebut.
Nah, seringkali orang sering menganggap mimpi sebagai bunga tidur saja dan langsung dilupakan begitu saja. Padahal mimpi sendiri bisa diinterpretasikan sebagai hal-hal yang perlu anda perhatikan / lakukan agar anda semakin dekat dengan tujuan anda.
Untuk saat ini, saya akan coba menguraikan bagaimana cara mentafsir mimpi yang anda dapatkan:
- Siapkan notes kecil dan alat tulis disamping bantal kepala anda sebelum tidur
- Ketika anda bangun dari mimpi anda, secepatnya tulis dalam catatan anda, apa saja yang terjadi dalam mimpi tersebut sedetail mungkin. Meskipun kejadian-kejadian dalam mimpi tersebut sekilas tidak logis, pokoknya tetap tulis saja semuanya.
- Setelah mencatat, mulailah menggaris bawahi adegan2 atau objek2 yang dirasa penting dalam mimpi anda.
- Mulai interpretasikan mimpi tersebut
- Apa saja simbol2 yang muncul?
- Apa arti dari masing2 simbol itu bagi anda? Melambangkan apa saja simbol2 tersebut bagi diri anda
- Dan apa pesan yang anda dapatkan dari adegan2 dalam mimpi tersebut?
Pengenalan Awal Didunia Magick, part 3: some rules to consider
Ada beberapa postingan yang melihat magick masih sebagai sesuatu yang menyeramkan dan destruktif. Well, mengingat dari perkembangan internet, memang adakalanya tidak semua informasi dibeberkan. Overall, magick itu bisa dikategorikan sebagai tindakan netral…., tujuang dan maksudnya lah yang menentukan magick tersebut menguntungkan atau merugikan. Berikut beberapa point2 penting dalam Spells yg bisa dikatakan sebagai etikanya:
- Kita bisa menanamkan sugesti untuk membuat orang lain memberi respon yang menguntungkan bagi kita. Namun kita tidak bisa membuat mereka menjadi ‘budak’ kita. Dengan demikian, suatu spell memiliki kemungkinan berhasil lebih tinggi apabila memang pikiran yang kita tanamkan sudah ada didalam pikiran target. Kemungkinan spell menjadi berkurang apabila kita menanamkan sesuatu yang tidak dipikirkan oleh target.
- Penggunaan magick bukan berarti memberikan anda situasi yang tidak adil ke orang lain. Ini disebabkan karena magick hanyalah 1 dari sekian banyak faktor yang menentukan jalan hidup kita/ orang lain dan memberi sedikit keberuntungan ekstra yang menguntungkan kita.
- Pikiran memiliki getaran dam situasi mental anda juga mempengaruhi energi disekeliling anda. Jika menggunakan spell yang memberik efek merusak, maka anda memproyeksikan energi negatif yang berujung kepada anda menarik karma buruk ke diri anda sendiri. Untuk sebaliknya, spell yang positif memberi efek yang baik untuk diri sendiri.
- Banyak spiritualist yang meyakinkan bahwa manusia sebenarnya memiliki sisi pribadi yang lebih tinggi dan berhubungan langsung dengan Yang Maha Kuasa…., dan ini berdampak manusia cenderungnya lebih ingin berbuat kebaikan. Dengan demikian, spell yang bertujuan untuk kebaikan lebih mudah dilaksanakan dan lebih efektif ketimbang spell yang bertujuan buruk.
Pengenalan Awal kedalam dunia Magick, part 2: Pengendalian
Nah, di bagian pertama, saya sudah memberi gambaran mengenai dunia fisik dan universe. Di bagian kedua ini, saya akan membeberkan lebih lanjut mengenai universe ini. Dalam buku The Secret dan berbagai buku terapan lainnya, sudah menjelaskan bagaimana pikiran manusia bisa mempengaruhi penciptaan di universe yang ujung2nya berbuntut kepada penciptaan di dunia fisik, diikuti dengan berbagai tips menjaga agar pikiran tetap positif dan optimis. Namun kebanyakan buku sudah –stop- sampai disitu saja pembahasannya.
Apabila kita sudah tahu kalau kita perlu menjaga pikiran kita sendiri, maka bagaimana langkah selanjutnya agar kita bisa mengendalikan penciptaan di universe melalui pikiran kita? Lebih lanjut lagi, bagaimana kita bisa memfokuskan goal kita ke universe? Bagaimana kita bisa MEMPERCEPAT goal itu agar tercapai? Jawabannya adalah, dengan melakukan spell atau doa.
Kenapa demikian? Karena dengan melakukan spell, kita memfokuskan tenaga dan pikiran kita ke universe agar goal kita tercapai. Berbeda dengan menjaga pikiran kita agar tetap positif; dengan spell, kita justru memfokuskan dan meminta langsung kepada universe akan suatu goal yang sudah kita tentukan sebelumnya. Tentu saja usaha yang lebih terfokus, akan memberi hasil yang lebih baik. Selain itu, memfokuskan pikiran kita akan goal yang ingin dicapai, sama saja dengan memberikan energy goal tersebut ke universe.
Ada banyak cara untuk melakukan spell sesuai dengan alirannya masing-masing. Namun kalau dibuat semacam kerangka, maka urutan ritualnya adalah sebagai berikut:
– Pembukaan : biasanya dalam bentuk pembersihan diri dan lingkungan sekitar dari energy yang tidak dikehendaki. Selain itu, dalam langkah ini, biasanya juga diikuti dengan pembersihan pikiran dari hal-hal negative.
– Spell : dilakukan dalam bentuk ritual (sederhana maupun kompleks) yang setiap aliran bisa beda-beda. Tergantung tujuan dari spell tersebut
– Penutup : umumnya dalam bentuk pengulangan bagian ‘pembukaan’, yaitu pembersihan diri dan sekitarnya.
Nah….dalam ritual spell, ada beberapa istilah metode magick yang dikenal (diambil dari buku tarot Spell by Janine Renee):
– The art of creative visualization: dimana kita memvisualisasikan apa yang ingin kita capai seakan-akan kita sudah mendapatkan hal tersebut.
– Symbolic action, motion, gesture: dimana kita melakukan gerakan-gerakan simbolis untuk mendramatisir langkah yang ingin kita ambil. Ini juga seringkali disebut –imitative magick-.
– Positive affirmation: disebut juga affirmasi positif. Karena prinsip kita mengirim sesuatu yang positif ke universe, maka universe akan memberi kita hal yang juga ppsitive.
– Benda-benda pendukung seperti lilin, aroma therapy, Kristal, tarot, dan symbol-simbol lainnya (termasuk patung sekalipun) untuk membantu kita lebih terfokus ke tujuan yang kita inginkan.
Yang perlu diperhatikan adalah, setelah kita melakukan spell, maka kita tetap harus menjaga agar pola pikir kita tetap positive. Karena itu, percuma juga kalau kita melakukan spell untuk menarik kekayaan; namun sehari-harinya kita memikirkan hutang-hutang kita yang menumpuk. Percuma kita melakukan spell untuk menarik lawan jenis, namun dalam sehari-harinya kita masih berkutat dengan pikiran-pikiran bagaimana sakitnya hati kita dilukai oleh mantan kita.
– end of part 2 –
