Blog Archives
Peluang dan Tantangan di 80 Tahun Indonesia: Analisa Astrologi Solar Return Indonesia
Seperti biasa, menjelang 17 Agustus, saya akan melakukan analisa chart solar return Indonesia untuk melihat peluang dan tantangan Indonesia selama setahun kedepan. Harapannya, analisa saya yang objektif ini, bisa digunakan oleh para pemangku kepentingan agar bisa membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Kondisi umum : berbagai ide yang berpotensi revolusioner, namun terkendala dari sisi komunikasi dan motivasi aparat pemerintahan itu sendiri.
Pluto di House 1 Aquarius, dengan ruler (Saturn) di Aries house 3, bersama neptune dan chiron. Saturn, Neptune, dan Chiron retrograde.
Secara umum, Indonesia di usianya yang ke 80 tahun, berpotensi memiliki berbagai kebijakan yang bagus dan berorientasi kedepan. House 1 di Aquarius mengisyaratka berbagai kebijakan yang diambil, meskipun terlihat nyeleneh, namun memiliki manfaat jangka panjang yang sangat signifikan. Hanya saja, ketika kita melihat ruler Aquarius, yaitu Saturn dan Uranus di house 3 dan 5 berturut-turut, kita dapat melihat potensi arah kebijakan tersebut.
Saturn di Aries house 3, bersama Neptune dan Chiron yang ketiganya retrograde, mengisyaratkan sisi komunikasi kebijakan ke para pemangku kebijaksanaan dan pelaksana pemerintahan yang kurang efektif tersampaikan. Saturn disini mengisyaratkan si pelaksana kebijakan dari pusat itu sendiri yang berpotensi melangkahi / melanggar berbagai aturan yang ada, sementara Neptune yang retrograde juga menunjukkan kebijakan tersebut yang sampai ke telinga pusat sebagai kebijakan yang efektif dan berjalan lancar, namun tidak seperti itu secara konkrit di lapangannya. Chiron yang juga retrograde menunjukkan potensi pemerintah pusat yang juga akan bingung, informasi dari pihak mana yang perlu dipercaya karena nyaris semua pihak pelaksana kebijakan, akan cenderung asal bapak senang saja.
Sementara Uranus di Gemini house 5, menunjukkan berbagai bentuk komunikasi program pemerintah tersebut, selain menggunakan media sosial dan media masa tentunya, namun disampaikan dalam durasi jeda yang cepat dan cenderung berubah ataupun ada perkembangan dalam waktu yang relatif lebih singkat dibandingkan tahun lalu.
Rekomendasi selama setahun kedepan, memang sesekali pihak pemerintah pusat perlu mengadakan inspeksi dadakan tanpa pemberitahuan protokoler sebelumnya untuk melihat secara langsung sampai sejauh mana kebijakan yang sudah ditentukan, dapat terimplementasi dengan baik. Dan untuk sisi komunikasi, sangat direkomendasikan untuk disampaikan sesuai dengan struktur dan dalam frekuensi yang teratur ketimbang mengejar kecepatan pemberitaan dengan konsekuensi banyaknya koreksi yang harus dilakukan di waktu kedepannya.
Tantangan utama: pihak oposisi akan terus memojokkan pemerintah dengan isu dan reaksi emosional dari golongan pekerja.
Venus di house 4 Taurus conjunct IC dan juga conjunct Uranus di Gemini house 5. IC berada di Taurus, late degree.
House 4 di Taurus mengisyaratkan pihak oposisi pemerintahan cenderung menggunakan taktik yang sudah lama, namun tetap konsisten efektifnya. Dengan posisi moon dan conjunct dengan IC, menunjukkan potensi bahwa masyarakat Indonesia secara umum di usianya yang ke 80 tahun, masih muah disetir emosinya, terutama untuk topik yang seputar kenyamanan materi dan kebiasaan / “tradisi” dari masa lampau yang secara riil melekat di masyarakatnya.
Selain itu, Uranus yang juga oposisi MC, namun Uranus berada di house 5 Gemini, juga mengisyaratkan pihak oposisi yang masih menggunakan media sosial secara tak berpola dan tak beraturan, untuk memperburuk citra pemerintahan Indonesia itu sendiri.
Karena Taurus ruled by Venus, sementara Venus ada di house 6 yaitu Cancer, maka isu kesejahteraan kaum buruh dan pekerja umumnya, tetap akan diangkat menjadi isu yang signifikan dan digunakan pihak oposisi untuk menurunkan citra pemerintahan Indonesia. Lepas dari apakah isu yang diangkat tersebut benar-benar terjadi ataupun hanya rekayasa pihak oposisi saja.
Tantangan kedua: munculnya peraturan dan undang-undang kenegaraan secara umum, meskipun bermaksud baik, namun sengaja diarahkan persepsinya ke publik seakan-akan berdampak sangat buruk
Venus di Libra house 9 oposisi Saturn di Aries house 3. Neptune conjunct Saturn di Aries.
House 9 selain menunjukkan perjalanan jauh/ transportasi antar negara, juga menunjukkan kondisi hukum secara institusi. Apabila ada Mars di Libra house 9, ini mengisyaratkan Indonesia akan inisiatif membuat peraturan baru yang tujuan awalnya memang untuk membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.
Hanya saja, ketika mars oposisi dengan saturn di Aries house 3, ini menunjukkan, sebaik apapun maksud awal peraturan tersebut dibuat, akan ada potensi yang sangat besar untuk menggunakan “penyakit masyarakat Indonesia” selama ini agar peraturan tersebut tidak jadi diresmikan. Penyakit disini adalah kebiasaan masyarakat Indonesia yang merespon suatu berita berdasarkan reaksi emosional saja, tanpa membaca ataupun menganalisa terlebih dahulu esensi dan detail dari peraturan tersebut. Kebiasaan masyarakat Indonesia yang emosionalnya mudah disetir di media sosial, menjadi penghalang utama dalam menerapkan peraturan baru yang konstruktif itu.
Ditambah dengan Neptune yang mensimbolkan ilusi ternyata conjunct dengan Saturn, semakin menguatkan bahwa akan ada pihak yang dengan sangat sadar dan sengaja menggiring opini publik untuk mempercayai berbagai kabar bohong dengan tujuan membatalkan berlakunya aturan tersebut.
Kemungkinan besar, aturan yang hendak dicegah berlakunya itu, adalah peraturan negara terkait relasi diplomasi dengan luar negeri (Libra) dan keamanan negara itu sendiri (Aries).
Setelah ini, berikut peluang Indonesia yang dapat dimanfaatkan disaat usianya yang ke 80 tahun.

Peluang utama: Dukungan dari kelas pekerja yang tinggi, sepanjang kesejahteraan mereka terjaga.
Jupiter dan Venus di Cancer house 6.
Cancer adalah zodiak seputar merawat, menjaga kesejahteraan masyarakat terutama terkait makanan, patriotisme, dan mood publik secara umum. Sementara House 6 menunjukkan sektor kelas pekerja, karyawan, buruh, dan kondisi fisik masyarakatnya secara umum. Dengan adanya Venus dan Jupiter di house 6 dan di Cancer, dimana keduanya adalah planet yang menguntungkan, bisa kita katakan peluang utama dan terbesar untuk Indonesia di usia 80 tahun hingga 1 tahun kedepan, justru terletak di sektor kesejahteraan kelas pekerja dan juga kondisi kesehatan masyarakat yang justru meningkat sangat signifikan.
Ketika Indonesia mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat (terutama kelas pekerja), kebebasan dan toleransi beragama diterapkan, sampai hiburan rakyat bisa dikerjakan dengan baik, serta program pendidikan dan pelatihan kelas pekerja yang meningkat, maka ini akan memberikan dampak yang sangat positif baik langsung maupun tidak langsung terutama untuk sektor: keuangan negara membaik, penerapan hukum yang lebih adil dan objektif, pendapatan negara yang meningkat, dukungan legislatif yang mendukung, hingga kelompok oposisi pemerintahan yang menjadi sulit untuk menjatuhkan citra pemerintahan saat ini.
Peluang kedua: pendekatan tradisional / tradisi, adalah jalan terbaik untuk mengkomunikasikan program negara.
Moon di Taurus house 4, ruler house 4 di Cancer house 6.
Taurus adalah zodiak yang sangat erat kaitannya dengan tradisi dan nilai – nilai jaman dulu yang masih dapat digunakan di jaman sekarang. Ketika moon sebagai indikator emosional masyarakat berada di zodiak Taurus, ini mengisyaratkan kondisi psikis masyarakat Indonesia yang sebenernya ingin kembali ke nilai-nilai luhur Indonesia di jaman dahulu.
Apabila pemerintah Indonesia bisa mengkomunikasikan tujuan dan programnya dengan membawa tema seputar tradisi dan nilai luhur budaya Indonesia ke panggung utama, masyarakat cenderung akan menerima program tersebut secara positif dan konstruktif. Usaha menentang dari kelompok ektrimist pun menjadi tidak terdengar di telinga masyarakat secara umum karena memang tradisi kuno menjadi kerinduan utama Indonesia saat ini.
Peluang ketiga: penegakan hukum yang adil dan dibuktikan secara konkrit dengan memakai empati untuk masyarakat kecil, justru akan menambah kepercayaan masyarakat ke pemerintahan secara signifikan.
Mars di Libra house 9, ruler libra ada di house 6. House 11 di Sagittarius, rulernya juga di house 6.
Agak mirip dengan pembahasan sebelumnya, yaitu apabila pemerintah secara inisiatif mengambil kebijakan yang tidak populer di kalangan elit politik, namun menjawab keinginan masyarakat dalam hal hukum/ legal, maka ini akan berdampak positif secara signifikan ke kepercayaan masyarakat selama setahun kedepan.
Kabar bagusnya lagi, apabila pemerintahan terkait bisa memanfaatkan momentum seputar penerapan hukum yang adil, objektif, namun dengan empati ini, jangka panjangnya bisa meningkatkan elektabilitas pemerintahan yang sekarang untuk periode berikutnya.

Kesimpulan
Dari analisa solar return chart ini, justru saya melihat, di usia Indonesia yang ke 80 tahun ini, justru masyarakat kurang fokus akan ekonomi negara secara makro maupun mikro; dunia usaha pun juga bukan fokus masyarakat untuk satu tahun kedepan.
Justru yang menjadi peluang adalah yang menjadi lingkup perhatian kelas pekerja secara umum. Sepanjang Indonesia bisa meningkatkan kesejahteraan kelas pekerja dalam bentuk apapun, masyarakat cenderung mengapresiasi pemerintahan.
Sementara apabila ada kebijakan yang sebetulnya memiliki maksud baik dan konstruktif, namun terlalu maju pemikirannya, saya melihat masyarakat belum bisa menerima kebijakan tersebut dan justru dijadikan momentum kelompok oposisi untuk menurunkan citra pemerintahan sekarang ini.
Apakah Membaca Tarot Masih Menarik ? 5 Peluang Dalam Bisnis Baca Tarot (Part 2 dari 2)
Apabila di artikel sebelumnya kita membahas 5 tantangan utama saat ini dalam membaca tarot, maka kali ini kita seimbangkan dengan 5 peluang yang bisa dimanfaatkan dalam bisnis baca tarot ini sendiri.
Dan sebelum kita memulai, saya banyak mendengar dari masyarakat umumnya, yang beropini kalau baca tarot sudah tidak bisa lagi menjadi sumber pendapatan utama, apalagi yang sudah berkeluarga. Disini saya bisa mengatakan, banyak pembaca tarot yang berhasil membangun namanya sendiri, sudah berkeluarga, dan sumber pendapatan utamanya dari membaca tarot.
Saya tidak menyalahkan orang yang beropini sebaliknya dan justru menganggap itu sesuatu yang wajar. Karena sebagian besar orang yang benar-benar berhasil dari membaca tarot, justru bukanlah orang yang sering mermarketingkan dirinya, dan justru relatif kurang aktif di media sosial untuk promosi jasanya.
Tanpa perlu panjang – panjang lagi, berikut 5 peluang yang saya lihat bisa digunakan saat ini.
Menjadi berhasil di Tarot relatif lebih mudah di jaman sekarang; sepanjang praktisinya konsisten.
Kesannya point pertama ini klise, tapi inilah yang terjadi di jaman sekarang; dimana sebagian besar praktisi tarot jaman sekarang sangat rendah konsistensinya. Kok bisa?
Sederhananya, thanks untuk adanya fitur video pendek di berbagai media sosial, dimana di satu sisi kita bisa mendapatkan informasi terupdate dengan waktu yang relatif sangat cepat dan juga bisa mendapat hiburan singkat di sela-sela waktu kesibukan kita. Hanya saja, dengan adanya fenomena fitur video pendek ini juga, membuat masyarakat yang tidak disiplin, justru menjadi sangat melekat dengan video pendek ini. Banyak kejadian (dan godaan) dimana kita melihat video pendek tersebut, mengatakan ke diri sendiri kalau kita melihatnya hanya 5 menit saja di sela-sela kerja, namun ternyata tanpa kita sadari, kita sudah melihatnya hampir 1-2 jam. In short: sebagian besar masyarakat kecanduan media sosial.
Terus apa dampaknya? Dampaknya, sebagian masyarakat sudah memiliki durasi fokus dan disiplin yang sangat pendek. Konon, durasi fokus manusia dalam mengerjakan sesuatu, sudah tidak lebih lama dari 8 detik, sebelum dia sela dengan kegiatan lainnya. Alhasil, daya juang, konsistensi, dan persistensi sebagian besar orang di jaman sekarang, menjadi amat sangat rendah sekali. Perubahan ini terjadi dalam waktu yang amat sangat singkat, tidak sampai 10 tahun.
Jadi bayangkan, apabila kita masih memiliki motivasi dan konsistensi yang sama dengan 10 tahun lalu, dan kita terapkan di jaman sekarang, justru kita lebih mudah berhasil dalam hal apapun yang kita kerjakan, termasuk bisnis baca tarot.
Bukan karena kitanya yang semakin berkembang menjadi berhasil, melainkan standard untuk berhasil itu yang jaman sekarang menjadi turun sangat rendah dibandingkan 10 tahun sebelumnya.

Minat akan spiritual dan sesi self-help yang semakin meningkat.
Tidak bisa dipungkiri, tantangan dalam karir di jaman sekarang juga semakin meningkat, termasuk juga berbagai godaan dari media sosial akan gaya hidup yang ‘layak’ menurut si pembuat konten.
Oleh karena itu, minat akan spiritualitas dan self-help juga semakin tinggi sebagai bentuk penyeimbang dengan berbagai tuntutan materi yang kita rasakan di sekeliling kita. Tujuannya ? Agar kita lebih banyak mensyukuri dengan apa yang sudah kita miliki, menurunkan ekspektasi akan tolak ukur kekayaan pribadi, dan ujung-ujungnya agar kita dapat menjalani hidup kita lebih berbahagia dan tersenyum.
Disinilah sesi konsultasi membaca tarot bisa masuk dan mengisi kebutuhan akan spiritual dan self-help tersebut. Apabila seorang konsultan pembaca tarot, tidak hanya menguasai tarot namun juga menguasai berbagai metode self-help sederhana yang bisa ia bagikan ke kliennya, maka dijamin klien akan lebih repeat order ke pembaca tarot tersebut sesuai dengan kebutuhannya saat itu.

Segmen pasar yang beragam dan seringkali terkotakkan.
Semakin kesini, profil customer untuk baca tarot menjadi sangat beragam dan sangat luas. Dari yang remaja yang masih sekolah kelas 10 keatas, mahasiswa, eksekutif muda, hingga karyawan senior, pengusaha, dan masih banyak lagi.
Tentu setiap profil customer memiliki preferensi topik pertanyaannya masing-masing dari yang memprioritaskan seputar cinta, hingga yang memprioritaskan seputar keluarga, ataupun bisnis. Beragamnya profil customer untuk sesi baca tarot ini, membuat kita memiliki banyak alternatif untuk memilih segment pasar yang mana.
Lalu kenapa saya menulisnya “terkotakkan” ? Sederhananya karena ada perilaku unik dari customer yang saya amati. Dimana untuk pasar pengguna jasa baca tarot yang dari usia muda hingga usia karyawan umumnya, seringkali memilih pembaca tarot yang sudah memiliki testimoni di media sosialnya sebagai bukti kalau bacaannya akurat. Sementara untuk pasar yang seorang pengusaha ataupun memiliki posisi karir yang tinggi, seringkali lebih nyaman membaca tarot yang direkomendasikan secara lisan oleh rekannya, dan tidak posting testimoni di media sosialnya, sebagai penanda kalau privasi klien bisa dia jaga.
Tarot dapat dikombinasikan dengan metode lain.
Tarot menjadi salah satu sarana konsultasi dan divinasi yang relatif fleksibel dan bisa dikombinasikan dengan metode konsultasi lainnya. Salah satu metode konsultasi yang dekat dengan tarot adalah dengan astrologi, baik astrologi dalam konteks membaca chart lahir (natal astrology) ataupun astrologi dalam konteks meramal (horary astrology).
Selain astrologi, tarot juga dapat dikombinasikan dengan metode lain seperti Human Design, berbagai metode meditasi dan visualisasi, dan juga metode konseling psikologi klinis. Karena tidak ada batasan tertentu untuk menggabungkan tarot dengan metode lainnya, membuat para pembaca tarot juga bisa mengkombinasikan berbagai metode yang ia kuasai sehingga membentuk produk jasa yang unik dan inovatif dibandingkan pembaca tarot lainnya.
Sebagian besar pembaca tarot di Indonesia, sangat malas belajar
Kesannya memang judging, namun inilah yang terjadi di Indonesia. Sebagian besar pembaca tarot sudah nyaman dengan merasa sudah bisa menginterpretasi kartu, sehingga malas untuk memperkaya ilmu pengetahuannya dengan memperdalam kartu tarot ataupun belajar ilmu pengetahuan pendukung lainnya.
Karena sebagian besar pembaca tarot di Indonesia memang malas, justru ini menjadi peluang yang sangat bagus bagi para pembaca tarot lainnya untuk menambah ilmu pengetahuan pendukung agar bacaannya semakin akurat, sekaligus bisa memperluas pasar kliennya sendiri agar semakin beragam kliennya.
Para pembaca tarot yang seringkali mengeluh akan kliennya yang sedikit ataupun pendapatannya yang tidak menutupi biaya operasionalnya dia, seringkali ketika saya amati, memang orang tersebut ketika sedang mendapat banyak rejeki, memang malas untuk investasi sebagian pendapatannya tersebut ke ilmu pengetahuan yang bisa mendukung profesinya.
Kesimpulan 5 peluang
Meskipun secara umum, tantangan dalam menjalankan usaha baca tarot terkesan mulai meningkat, namun sebenarnya peluangnya jauh melebihi tantangan yang ada. Bila kita lihat peluang diatas, konsistensi yang lebih dihargai, minat spiritual dan self-help yang meningkat, segmen beragam dan ‘terkotakkan’, dapat dikombinasikan dengan metode lain, dan sebagian besar pembaca tarot adalah pemalas, kita bisa menarik kesimpulan sederhana kenapa peluang baca tarot ini masih sangat bagus:
Peluang jasa baca tarot masih sangat bagus dan bahkan meningkat secara umum apabila si pembaca tarot secara sadar perlahan-lahan berpindah segmen pasar ke pasar yang ekonomi kelas menengah keatas, termasuk orang yang memang suka membayar harga cukup tinggi di segment ini.
Dan apabila seorang pembaca tarot hendak membidik pasar yang menggiurkan ini, tentu bukanlah dengan suatu cara yang instant seperti yang diberitakan di media sosial umumnya. Kelas ekonomi menengah keatas, apalagi keatas membutuhkan proses menuju kesana yang bertahap termasuk memperkaya diri dengan berbagai metode yang bertahap juga.
Bagaimana proses memperkaya diri agar bisa perlahan-lahan masuk ke pangsa pasar kelas ekonomi menengah keatas hingga ke kelas elit tersebut ? Hal ini akan kita bahas di artikel berikutnya.
Tanda Kiamat Sebuah Profesi Pembaca Tarot

Dari judulnya saja, terkesannya memang ekstrim negatif dan clicbait. Namun setelah dipikir – pikir, ini menjadi judul yang sangat tepat agar orang mau membaca artikel ini dan mulai untuk mencoba merenungkan dan intropeksi setelah selesai membaca artikel ini.
Dan seputar makna akan kiamat di artikel ini? Saya tidak menggunakan arti kata kiamat dalam arti yang sesungguhnya (that’s for another article), melainkan mungganakan arti kiamat sebagai bencana yang masif dan bisa merusak tatanan profesi yang selama ini sudah mapan.
Sinyal Kiamat 1: Menjamurnya Pelatihan Harga Murah
Ada contoh yang cukup terlihat disekitar kita. Sekitar tahun 2020an, mulai berkembang kursus seputar belajar menjadi Virtual Assistant dengan harga yang terjangkau, bahkan sangat murah. Kursus tersebut konon sangat menjamur dan menjanjikan pendapatan yang relatif tinggi dengan biaya investasi yang terjangkau tersebut. Dan setelah itu? Di tahun 2021 keatas, teknologi A.I yang membantu pekerjaan kita mulai menjamur dan dengan waktu yang relatif cepat, kursus virtual asistant tersebut relatif sunyi.
Ganti kursus menjadi Virtual Assistant tersebut menjadi kursus yang lain seperti Copy Writting, Membuat Laporan Keuangan, Perhitungan Pajak Pribadi, Trading Saham Yang Efisien, Membuat Start Up, Kursus Ilustrasi Fantasi, sampai hal yang sangat dekat dengan sebagian dari kita: Kursus Membaca Tarot Kilat atau Kursus Astrologi atau BaZi Cepat, dan seputar itu.
Ketika berbagai kursus murah tersebut muncul, maka dalam waktu 1-2 tahun kedepan, kemungkinan besar akan ada produk subtitusinya, entah dalam bentuk aplikasi ataupun alat lain yang bisa menggantikan kemampuan tersebut. Sehingga sebelum berbagai kemampuan yang saya contohkan diatas itu menjadi turun nilainya, maka praktisi akan mencoba membuat kursus murah tersebut sebagai cara mereka untuk mengambil keuntungan terakhir kali di fase akhir dari produk benda/ jasa yang mereka selama ini fasih untuk melakukannya.
Karena sebentar lagi, kemampuan mereka mungkin sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan jaman sekarang. Tarot pun juga sama, pada akhirnya trend kursus tarot murah itu muncul karena fungsi mereka sudah digantikan oleh pembacaan generik dari aplikasi.
Sinyal Kiamat 2: Menjamurnya Praktisi Pembaca Tarot Yang Tidak Kompeten
Apabila sebelum tahun 2006, tidak banyak orang yang mau mengakui dirinya berprofesi sebagai pembaca tarot, maka tahun 2010an menjadi momentum mulai muncul orang – orang yang dengan bangga menyatakan membaca tarot sebagai salah satu profesinya. Thanks juga dengan perkembangan media sosial seperti Tik Tok, Instagram, Facebook, X, dan media sosial lainnya, membaca tarot menjadi salah satu profesi yang bisa mendapatkan penghasilan yang menggiurkan semua orang.
Bahkan banyak pesulap yang pada awalnya sangat meremehkan praktek membaca Tarot sebagai bentuk hiburan dan cold reading semata, pada akhirnya beralih sepenuhnya menjadi pembaca tarot sekarang ini. Apakah setelah menjadi pembaca tarot, mereka masih tetap berpikir itu hanyalah cold reading saja, ya itu akan menjadi topik tersendiri di lain waktu.
Masalahnya disini adalah, meskipun terkesan terlalu cepat menghakimi, namun dari survei pribadi saya sendiri pun sudah jelas terlihat bahwa sebagian besar pembaca tarot yang ada di media sosial saat ini, tidak dibekali dengan pengetahuan seputar tarot yang mumpuni.

Kok bisa? Sederhana saja, karena sebagian besar orang yang mengaku pembaca tarot tersebut, memberikan interpretasi kartu yang maknanya berbeda jauh dibandingkan makna dasar dari kartu yang keluar. Misalnya, apabila kartu yang keluar adalah The Fool, makna dasar yang kita tahu adalah seputar permulaan baru ataupun menjalankan sesuatu yang relatif baru dan kita belum akan tahu kedepannya bagaimana. Sementara itu, si orang yang mengaku Tarot Reader ini membaca kartu The Fool sebagai bencana seputar pekerjaan yang datang secara tiba – tiba. Jauh sekali bukan?
Alhasil, semakin banyaknya praktisi pembaca tarot yang sekarang ini muncul, justru juga berdampak dengan semakin banyaknya orang yang mengaku dirinya pembaca tarot, namun dengan harga konsultasi yang sangat murah, diimbangi tingkat kompetensi yang juga rendah.
Ditambah lagi dengan banyak juga pembaca tarot yang nge-halu dia adalah titisan dewa – dewi tertentu, membuat saya berpikir, kondisi industri baca kartu Tarot menjadi sangat mengkhawatirkan.
Sinyal Kiamat 3: Pembaca Tarot Melanggar Etika Privasi Klien
Tidak bisa dipungkiri, banyak pembaca Tarot yang sengaja membuat konten video di media sosial, yang isinya untuk mengkomentari berbagai kondisi seorang selebriti. Meskipun itu adalah area yang abu – abu karena seharusnya kita tidak boleh membaca seseorang tanpa seijin orang terkait, menurut saya, sepanjang tidak menyinggung hal yang sensitif dan analisa yang lebih ke hiburan dan simbolis secara permukaanya saja, seharusnya itu tidak menjadi masalah.
Yang menjadi masalah adalah ketika para pembaca tarot ini, dengan menggunakan kartu tarot mereka, berusaha menganalisa kehidupan pribadi seseorang secara terlalu dalam dan tidak menghargai batas – batas privasi yang wajar, itulah yang menjadi bahaya.

Banyak sekali kejadian ketika seorang selebriti sedang mengalami masalah tertentu, pembaca tarot cenderung membuat konten untuk mengulik masalah selebriti tersebut dan cenderung memberikan pernyataan – pernyataan yang konteksnya sangat negatif bahkan cenderung memfitnah. Seperti menuduh secara langsung siapa yang selingkuh, siapa yang mencuri uangnya, menyatakan korban hilang sudah mati dengan alasan kartu mengatakan demikian (padahal masih hidup), mengalami penyakit kronis tertentu (dan berujung orang yang disebut, tidak sakit sama sekali), dan masih banyak lagi yang sangat berkonotasi negatif.
Dan semua itu tujuannya, ya agar konten dia viral, sehingga publisitas si pembaca tarot ini naik, dan diharapkan ada banyak calon klien yang mau berkonsultasi ke dia… at the cost of membunuh karakter si selebriti tersebut. Suka / tidak suka, itulah yang terjadi saat ini dilakukan oleh sebagian tarot reader: membunuh karakter seseorang agar dirinya menjadi viral dan mendapat banyak calon klien.
Di sisi lain, ada juga beberapa klien saya yang akhirnya bercerita dan mengakui, bahwa pada awalnya mereka tidak suka dengan profesi pembaca tarot itu sendiri. Penyebabnya? Karena di daerah mereka, ada saja pembaca tarot yang datang dan memaksa klien untuk dibacakan kartu tarot. Praktek memaksakan calon klien untuk dibaca langsung, bahkan tanpa persetujuan klien itu sendiri, menurut saya, itu sudah menjadi bentuk pelanggaran etika profesi yang sangat parah.
Solusi Di Tengah Kiamat ?
Meskipun kondisi diatas saat ini sedang terjadi di Indonesia, dan membuat pembaca Tarot seakan – akan menjadi profesi yang secara rejeki biasa saja, namun lebih ke memenuhi ego menarik perhatian si praktisinya, menurut saya, tetap ada beberapa cara agar kita sebagai pembaca tarot, tetap bisa dibayar harga tinggi dan bisa survive ditengah tantangan yang saya jabarkan diatas.
Dalam hal ini, biarkan saja kiamat dalam profesi pembaca Tarot ini, hanya kena ke pembaca Tarot ‘palsu’ ataupun cosplay saja, Sementara kita yang memang sungguh – sungguh menjadi pembaca Tarot, tetap bisa mendapat rejeki yang wajar dari profesi ini, tanpa harus merugikan pihak manapun.
Berikut beberapa solusi yang bisa dipertimbangkan di tengah situasi kiamat para pembaca Tarot.
Human Touch Dalam Setiap Pembacaan
Maksudnya Human Touch disini adalah dengan memberikan pembacaan yang khusus dan sesuai dengan profil klien kita sendiri. Sebagai contoh, apabila klien kita adalah seorang banker ternama dan berkonsultasi ke seorang pembaca Tarot, maka si pembaca dianjurkan juga mengerti dan memakai berbagai istilah umum perbankan.

Tujuannya? Selain menunjukkan kita sedikit banyak mengerti dunia si klien itu sendiri, secara tidak langsung juga menunjukkan ketertarikan kita akan profesi klien itu sendiri. Klien cenderung lebih menghargai kita apabila kita terlebih dahulu menghargai klien dengan cara mengerti dunia yang dijalani klien itu sendiri.
Dan praktek seperti diatas, setidaknya untuk saat ini, masih belum bisa digantikan dengan aplikasi pembacaan tarot umumnya. Alhasil, sesi pembacaan khusus tersebut dimana kita mengerti kondisi si klien secara umum, tentu akan membuat klien lebih menghargai jasa kita.
Nah, karena kita perlu mengerti lebih banyak berbagai latar belakang situasi klien yang beragam, maka solusi selanjutnya adalah…
Perbanyak Membaca Berita Berkualitas
Konteks membaca berita disini, sebenarnya bukanlah sebatas membaca berita pendek dari portal berita saja (karena seringkali netralitas diragukan dan bahasa yang digunakan demi viral, cukup ekstrim); melainkan juga membaca berbagai berita yang sifatnya analisa, opini, ataupun berita yang cukup mendetail pembahasannya.
Oleh karena itu, memang dianjurkan untuk berlangganan 1-2 koran digital secara rutin. Karena untuk berita dengan informasi yang akurat dan berkualitas, setidaknya untuk saat ini, masih dipegang oleh koran digital tersebut. Harga langganan sebulan yang berkisar 100 ribu lebih, menurut saya bukanlah harga yang besar bila dibandingkan dengan biaya konsultasi Tarot yang wajar di jaman sekarang.
Minimal, ketika kita sudah sering dan terbiasa dalam membaca berita, maka kita menjadi mengerti sedikit demi sedikit akan berbagai hal yang terjadi disekitar kita: trend bisnis, trend gaya hidup, sampai kondisi ekonomi dan sosial sekitar yang tentunya membantu agar omongan kita ke klien – klien yang kelas ekonomi atas, juga nyambung.
Mencoba Membahas Selain Percintaan
Kita semua tahu, topik percintaan adalah topik yang sangat populer dimanapun. Semua orang pasti akan selalu ingin tahu seputar relasi romantis. Topik tersebut juga merupakan topik yang paling banyak menarik perhatian audience secara umum sehingga dipastikan menambah kolam calon klien untuk para pembaca tarot.
Hanya saja, karena saking banyaknya topik seputar percintaan dan turunan – turunannya (selingkuh, orang ke-3, CLBK, dll), maka banyak pembaca tarot yang nyaman berkutatnya disana saja. Alhasil, ya karena -hanya bisa- di bidang tersebut, ujung – ujungnya pembaca Tarot umumnya menjadi banting harga agar klien memakai jasa mereka.
Untuk itu, akan jauh lebih mudah bila tidak hanya membaca kartu tarot untuk seputar percintaan saja, namun juga relasi seputar persahabatan, keluarga, dan berbagai topik lain seperti bisnis dan usaha, hukum, investasi, dan masih banyak lagi diluar topik percintaan tersebut.
Ingat, calon klien yang secara ekonomi itu mampu, seringkali tidak hanya sebatas bertanya seputar percintaan saja, namun juga berbagai hal lain yang memang mengusik hidupnya.
Penutup : Kiamat Bagi Pembaca Tarot Yang Malas Beradaptasi
Sederhananya memang seperti itu. Banyak pembaca tarot yang mungkin karena sudah nyaman dengan kondisi dan situasinya, maka ketika teknologi sudah berkembang dan pembaca tarot sudah banyak, maka mereka cenderung membanting harga agar klien bisa memakai jasa dia. Di saat yang sama, karena kebutuhan hidup terus meningkat, maka pada akhirnya pun kualitas hidup si pembaca tarot menjadi menurun.
Mau tidak mau? Ya beradaptasi dengan berbagai tantangan dan perubahan yang ada disetiap waktu apabila kita ingin bisa hidup dari profesi membaca tarot ini.
Dan dari semua berbagai perubahan yang ada di jaman ini, menurut saya, dalam industri membaca tarot ini, tetap ada 1 faktor yang tidak pernah berubah alias tetap diinginkan sampai kapanpun: faktor sentuhan manusianya dalam jasa membaca tarot.

