Blog Archives
Tarot Reading and Other Divination Tools: Real vs Cold Reading
Bagi yang sudah lama berkecimpung didunia tarot dan berbagai macam bentuk divination lainnya, maka mayoritas pelaku divination melihat apa yang mereka lakukan adalah nyata dan bukan dibuat-buat. Divinator melihat solusi2 yang mereka berikan murni terinspirasi dari segala aspek: bawah sadar, intuisi, dari Atas, dan masih banyak lagi aspek lainnya. Dengan demikian, divinator percaya mereka memang benar-benar bisa membantu klien dan klien sendiri pun benar-benar terbantu dengan keberadaan para divinator.
Oh iya, saya tidak menyebutkan pelaku tarot reading, i-ching, feng shui, dll sebagai tukang ramal atau fortune teller karena saya lebih melihat mereka semua sebagai konsultan yang bertujuan membantu orang, bukan untuk memeras duit orang. Apalagi stigma tukang ramal memang sudah jelek , jadinya saya sendiri membiasakan diri untuk menyebut mereka divinator atau konsultan.
Back to topic,…. disisi lain, ada sudut pandang lain di kalangan para pesulap, magician, terutama para mentalist yang notabene mempelajari psikologi terapan secara cukup mendalam (karena tuntutan profesi mentalist memang berat ke psikologi), justru melihat apa yang para divinator lakukan, itu tidak lebih dari cold reading.
Pertanyaannya, apakah cold reading itu?
Sebenarnya banyak sekali buku yang mengajarkan tentang cold reading, meskipun buku2 tersebut masih buatan diluar Indonesia. Untuk itu, saya akan membeberkan secara singkat saja disini.
Cold reading sendiri merupakan tehnik dimana pelaku cold reading sendiri bisa mengambil beberapa kesimpulan dari diri klien, yang kalau dikelompokkan menjadi 2 cara umum:
– melihat dari petunjuk2 non-verbal dan fisik dari klien sendiri
– memancing klien untuk mengutarakan informasi yang bersifat pribadi dengan pendekatan psikologis
Apabila, para divinator meyakini bahwa mereka bisa mengetahui keadaan klien dari intuisi mereka, maka orang yang menggunakan cold reading sendiri bisa mengetahui keadaan klien menggunakan logika yang diselubungkan seakan-akan mereka memiliki indera ke-6.
Contoh kalimat-kalimat yang menggunakan bahasa cold reading sendiri sebenarnya mudah kita jumpai; dimana yang paling sering kita jumpai adalah di majalah atau tabloid atau koran di bagian zodiak atau feng-shui. Contoh2 yang kita temui di media cetak tersebut bisa dikategorikan sebagai “kalimat umum” atau “generalization sentence” seperti:
Keuangan: anda akan mengalami pengeluaran yang lebih boros di bulan-bulan ini, jadi lakukan penghematan dan alokasikan keuangan anda secara lebih disiplin.
–> Kalau kita teliti lebih lanjut kalimatnya, sebenarnya kalimat ini memiliki 2 kemungkinan makna tersendiri:
1. Kalau orang yang melihat saran diatas MEMANG boros dalam mengeluarkan uang, maka kalimat diatas menjadi bentuk nasehat yang bagus. Karena penulis merasa mengenal pembaca yang perilakunya boros.
2. Kalau orang yang melihat saran diatas TERNYATA DISIPLIN dalam mengeluarkan uang, maka kalimat diatas menjadi bentuk PEMBENARAN kalau dia harus disiplin dalam mengeluarkan uang.
Dengan kata lain, apapun sudut pandangnya, kalimat diatas menjadi semacam win-win solution bagi penulisnya.
Berikut contoh lainnya yang menggunakan cold reading….
Cinta: ujian cinta akan mendatangi anda. Cobalah untuk melihat sisi positifnya ketimbang sisi negatifnya dari perjalanan cinta anda.
–> kalau diteliti lebih lanjut, kalimat ini juga termasuk win-win solution:
1. Apabila pembaca memiliki pacar dan sedang ada masalah dengan pacarnya, maka otomatis mereka melihat kalimat diatas sebagai suatu nasehat yang sangat penting.
2. Apabila pembaca memiliki pacar namun tidak sedang dalam masalah, ATAU pembaca ternyata masih single, maka pembaca melihat hal diatas sebagai naehat agar berjaga-jaga dan menyiapkan mindset positif APABILA ada cobaan dalam cinta.
Sekali lagi, ini menjadi win-win solution bagi penulisnya
Masih banyak metode cold reading yang dimana selain kalimat2 umum, kita bisa mengambil petunjuk2 dari fisik klien. Sebagai contoh:
– Klien yang memakai kacamata, bisa dikatakan klien suka membaca buku atau membaca tulisan2
– Apabila kacamatanya agak miring kekiri (dari sisi klien), bisa dipastikan klien adalah orang yang kidal.
– Kalau ada sedikit gelambir di sisi perut klien (terutama wanita), kemungkinan besar klien suka berolahraga, namun sekaligus juga suka ngemil.
– Kalau klien suka menggigit bibirnya pada saat menyimak kita berbicara, maka secara tidak sadar, klien sedang gelisah atau penasaran akan petunjuk yang kita utarakan.
Dan masih banyak lagi petunjuk yang bisa didapat seiring dengan bertambahnya jam terbang.
Memang bagi kelompok divinator, apa yang mereka lakukan itu mereka percaya adalah real, dan bisa membantu orang. Sedangkan bagi kelompok magician, mereka lebih berpandangan untuk melakukan divination, cukup dengan menggunakan cold reading, maka hasil yang didapat pun juga sama. Masalahnya adalah, karena cold reading menggunakan pendekatan psikologis, para magician mengklaim bahwa apa yang dilakukan para divinator ada bentuk -penipuan-. Kenapa dianggap menipu? Karena umumnya divinator mengaku ilmu yang mereka dapat berdasarkan dari intuisi dan bantuan dari berbagai pihak seperti spirit2, dan entitas2 lainnya……padahal itu semua tidak lebih dari analisa psikologis.
Nah, lebih kurang ajarnya lagi…..justru karena anggapan bahwa apa yang dilakukan divinator itu adalah cold reading, maka banyak sekali buku2 yg berlabel “cara meramal yang baik” yang isinya adalah bagaimana melakukan cold reading yang dibungkus dengan cerita2 supranatural untuk meyakinkan klien. Inilah yang menyebabkan di negara2 modern, divination memiliki image yang buruk. Karena meskipun apa yang kita lakukan adalah real, namun anggapan skeptis magician merusak itu semua. Dan percaya atau tidak, ini juga dilakukan oleh sebagian besar dukun2 amatir di Indonesia untuk menggali informasi dari klien sekaligus memeras duit dari mereka TANPA sedikitpun membantu dari sisi mistisnya.
Nah….dari sini, yang akan saya tekankan adalah, bukan untuk memaksakan diri para divinator agar murni bergantung kepada intuisi dan bantuan2 spirit semata. Namun kita perlu menyadari, setinggi apapun tingkat penguasaan kita terhadap tarot dan apapun alat yang kita gunakan, kita perlu sadar bahwa…
Mengapa kita ujung2nya akan memakai keduanya? Karena ada berbagai hal yang perlu dipertimbangkan:
1. Untuk membuat raport ke klien di awal2, agar klien marasa nyaman berbicara dan lebih terbuka dengan kita, maka kita memang perlu bertanya segala hal secara lebih detail mengenai masalah klien. Hal ini juga membantu kita membuat analisa objektif mengenai klien. Sampai tahap ini, biasanya intuisi kita belom begitu berperan.
2. Intuisi kita TIDAK 100% BERJALAN SETIAP SAAT.
Adakalanya intuisi kita memang tidak berjalan semestinya, entah karena kecapekan psikis, dsb dsb. Oleh karena itu, kadangkala kita memang mesti lari ke cold reading untuk mendapat analisa dari klien, kemudian membandingkan dengan analisa dari kartu tarot (atau alat lainnya), barulah memberi berbagai masukan atau solusi.
3. Adakalanya kita menemukan klien yang tidak kooperatif
Tergantung dari tingkat sensitifitas dan kemampuan divinator, apabila menemukan klien yang tidak kooperatif, maka seringkali intuisi kita menjadi buntu (pengecualian kalau divinatornya sudah tingkat tinggi yah). Maka dari itu, untuk membuat klien lebih terbuka dan kooperatif, mau tidak mau kita perlu melakukan cold reading dahulu agar klien mau lebih terbuka. Apabila kita langsung ‘menghajar’ klien dengan intuisi atau tehnik lainnya, maka hasilnya akan menjadi bagaikan perjudian. Kalau hasilnya benar, klien akan lebih terbuka….kalau salah, maka klien semakin tidak percaya kepada kita. Amat sangat dihindari untuk terjadi ‘pertempuran kemampuan’ antara klien dengan pembaca karena hasilnya memang ga ada yang berakhir bagus:klien merasa divinator nya sangat bodoh dan amatir, divinatornya merasa kliennya tidak mau bekerja sama.
4. Adakalanya kita diminta untuk membaca secara massal (dalam jumlah sangat banyak)
Saya sendiri perna diminta untuk membaca orang secara ringkas dan singkat untuk 5 – 10 orang berturut-turut dalam waktu hanya 10 menit. Dalam situasi ini, kita memang tidak bisa membaca secara detail dan terperinci. Daripada menguras stamina psikis saya yang lebih penting dipakai untuk bacaan yang lebih serius, maka saya lebih lari ke cold reading. Hasilnya, justru mengundang banyak klien untuk diminta dibaca secara lebih mendetail. Disaat itulah baru saya menggunakan intuisi saya dan berbagai faktor pendukung lainnya.
Akhir kata, daripada memusingkan diri dengan ‘melawan’ para magician yang menganggap para divinator adalah ‘penipu’ kelas kakap (padahal magician juga melakukan trik untuk menghibur participant), menurut saya, ambil saja sisi positifnya dimana kita memang memakai kedua hal tersebut (pembacaan real dan cold reading) dalam waktu dan kesempatan yang sesuai.
Sekian dulu tulisan saya, semoga membantu.
Penggunaan Kristal Untuk Tarot
Well…., seiring dengan semakin berpengelamannya seseorang dan semakin tingginya jam terbang seseorang dalam membacakan tarot untuk orang lain, maka akan ada saatnya kartu yang biasa kita gunakan benar-benar terasa tidak seakurat biasanya, ataupun mendadak intuisi dan interpretasi kita serasa tumpul. Biasanya, ini terjadi kalau dalam waktu yang cukup panjang, deck tarotnya dipakai terus-menerus tanpa henti, atau kitanya yang sudah terlalu lelah secara psikis karena membacakan orang.
Salah satu penyebab utamanya adalah disebabkan karena pada saat kita membacakan untuk orang lain, kita juga berempati kepada klien. Adakalanya perasaan kita pun terbawa dengan mereka, yang dimana itu sebenarnya merupakan indikasi sebagian energi kita telah bertukar dengan klien. Dengan kata lain, kita menerima energi dari klien dan klien menerima energi dari kita.
Bayangkan kalau kita menerima berbagai energi dari pikiran-pikiran negatif dari klien dalam jangka waktu yang panjang, umumnya ini akan berimbas kepada emosi kita. Itulah yang kadang-kadang tanpa kita ketahui penyebabnya, emosi kita, tarot reader, menjadi labil setelah sesi pembacaan yang panjang.
Untuk itu, memang bagi yang sering membacakan tarot untuk orang lain, sangat disarankan untuk melakukan pembersihan diri sesering mungkin agar emosi kita kembali stabil dan energi kita kembali positif.
Kendalanya lagi, berbagai tehnik pembersihan yang ada baik tarot maupun diri sendiri, umumnya memang memakan waktu antara 10 – 20 menit, dan kita butuh suasana yang tenang dan tidak diganggu oleh siapapun…..dan kondisi seperti itu belum tentu selalu kita dapatkan setiap harinya.
Oleh karena itu, dari pengalaman saya dan banyak tarot reader lainnya, umumnya kami mengarah ke 1 solusi untuk pembersihan secara cepat dan tidak memakan waktu. Ini biasanya sering kami lakukan apabila kami membacakan klien secara marathon entah karena kami membuka stand tarot reading, atau karena kami berpartisipasi di event-event tertentu.
Untuk itu, solusinya adalah seringkali kami memakai kristal.
Untuk penjelasan kristal dari sisi manfaat dan cara kerjanya secara detail, saya rasa, saya serahkan kepada yang lebih ahli yaitu Pixelfreax. Saya akan mengutarakan secara sekilas saja.
Penggunaan kristal sebagai alternatif pembersihan energi, sering kami lakukan dalam bentuk:
– Pembersihan kartu tarot setelah digunakan untuk membaca
Caranya, cukup letakkan kristal diatas kartu tarot dan biarkan dia menyerap energi negatif klien dari kartu tersebut. Ini sangat penting apabila kita memang membiarkan klien untuk mengocok atau menyentuh kartu kita.
– Pembersihan pikiran kita setelah membaca klien
Tidak bisa dipungkiri, adakalanya kita kedatangan klien yang masalahnya sangat berat. Sehingga saat ia menceritakan masalahnya, energi negatifnya pun bisa mempengaruhi diri kita baik fisik, maupun psikis. Oleh karena itu, tarot reader juga sering mengenakan kristal entah dalam bentuk kalung maupun gelang, untuk menyraing energi tersebut agar tidak terlalu membebani diri kita.
Meskipun kita bisa menggunakan kristal untuk penyaringan energi dan kembali membersihkan energi yang ada dalam diri kita, tentu saja ada kondisi dimana energi negatif sudah terkumpul sangat besar dalam kristal tersebut. Sehingga, kita juga perlu melakukan pembersihan kristal. Pembersihan kristal tersebut nantinya bisa dijelaskan oleh Pixelfreax.
Dengan demikian, bisa dikatakan tarot reader menggunakan kristal, sebagai akesoris sekaligus sebagai penyerap energi negatif dalam diri sendiri maupun klien.
Selain itu, adakalanya kristal juga dipakai untuk memperkuat energi dalam kartu tarot agar lebih kuat dalam pembacaannya untuk hal-hal yang spesifik.Untuk hal ini, biasanya tarot reader memasukkan kristal juga kedalam pouch kartu tarotnya. Sebagai contoh:
– untuk membersihkan energi negatif secara umum di deck, bisa menggunakan clear quartz crystal
– untuk memperkuat deck dalam bacaan2 yg berhubungan dengan finansial, bisa menggunakan citrine
– untuk memperkuat bacaan agar bisa memperoleh informasi2 yg tersembunyi dari klien, bisa menggunakan amethyst
– memperkuat bacaan khusus untuk percintaan, bisa menggunakan rose quartz
Masih banyak jenis2 kristal yang bisa dipakai sesuai kebutuhan untuk memperkuat deck dan kemampuan kita dalam membaca.
Sekian dulu tulisan saya. Semoga membantu
Refleksi: Kok Bisa ada Anggapan Tarot Reader Berat di ‘Jodoh’ ?
Topik berikut ini, saya sengaja bawakan karena seringa sekali beredar pemahaman di orang-orang yang baru mau belajar tarot, dimana untuk belajar tarot itu perlu mengorbankan 1 dari 3 hal dibawah ini:
– Cinta
– Kekayaan
– keluarga
Nah, sekarang yang saya bahas untuk awal-awal adalah mengenai cinta dahulu. Cukup banyak tarot reader yang bilang ke saya, kalau setelah membaca dan menekuni tarot, mereka merasa dalam hal jodoh sangat berat sekali. Mereka merasa ada saja halangan untuk mendapat pasangan yang tepat, dan ada saja alasannya untuk putus sama pacarnya.
Well….saya bukan orang yang percaya jodoh itu ‘turun dari langit’, saya sendiri lebih memilih jodoh itu bisa diusahakan dan dicari. Jodoh bisa dicari dari sekeliling kita…teman2, sahabta, rekan kerja, apapun itu. Sedangkan jodoh juga bisa diusahakan melalui rasa saling menghormati dan mengerti pribadi masing-masing.
Yah, saya tidak akan berpanjang-panjang mengenai cara mendapat jodoh yang baik dan mengutarakan pemikiran saya mengenai jodoh itu sendiri bagaimana. Melainkan yang saya tekankan disini adalah untuk para tarot reader kembali bercermin mengenai kehidupan cinta anda yg merasa berat di jodoh.
Satu hal yang sudah pasti membedakan para tarot reader dengan orang awam adalah pola pikirnya tarot reader yang berbeda dan ‘katanya’ lebih mengerti banyak tentang alam sekitar, mengerti berbagai entitas2 didunia ini, mengerti aliran energi, ngerti tentang astral, dsb dsb…sebutkan saja semuanya, maka kita akan mendapat sekelompok daftar panjang yang membedakan para tarot reader ketimbang orang awam.
Nah, disini masalah utamanya. Seringkali, daftar panjang kemampuan kita yang membuat kita merasa ‘diatas’ orang awam itu, sekaligus menjadi daftar panjang -kesombongan- kita dibandingkan orang awam. Hal ini jarang sekali ditemukan oleh para Tarot Reader yang menggunakan pendekatan psikologi; namun sering sekali ditemukan di Tarot Reader yang menggunakan pendekatan spiritual dan ilmu2 lainnya.
Kalau sudah seperti itu, biasanya seorang tarot reader yang menggunakan pendekatan spiritual, justru semakin merasa bahwa dirinya lah yang benar, orang lain menjadi salah. Hal ini bisa terwujud dari tidak maunya para tarot reader untuk menerima pendapat orang lain dan mencibirkan opini2 orang lain karena merasa pengetahuannya yang lebih banyak dia dapatkan itu.
Nah, ini juga pada akhirnya berpengaruh bagi diri Tarot Reader dalam mencari pasangan. Dimana para Tarot Reader merasa tahu kelebihan dan kekurangan pasangan mereka. Bahaya nya adalah, para Tarot Reader yang mengaku berat jodoh ini, seringkali karena saking tau nya kekurangan dan kelebihan pasangan, dia menjadikan kekurangan pasangannya itu sebagai alasan dia tidak puas/ tidak cocok untuk menjalin hubungan dan nyaris tidak melihat sisi positif dari pasangannya itu. Berawal dari situlah si Tarot reader mulai tidak puas dengan pasangannya, mencari-cari kesalahan, dsb dsb. Sadar atau tidak sadar, seringkali karena kesombongan orang yang mengaku tahu akan banyak hal dari sisi spiritual ini, justru membuat ego dalam dirinya menjadi sangat tinggi. Seakan-akan dunia berputar mengelilingi dirinya….hanya dirinya (dan gurunya/ pembimbingnya) yg benar sementara yg lainnya tidak se-benar dia.
Saya rasa ini sudah cukup menjelaskan kenapa para tarot reader yang yang merasa berat jodoh…..
Bukan karena karma dari membaca tarot
Bukan karena hukuman dari Tuhan
Bukan karena pengaruh dari spirit ini itu
Bukan karena takdir yg kejam
Bukan karena pengaruh dari setan ini itu
Bukan karena pengaruh djin, dsb dsb dsb
TAPI….
Semata-mata karena ego dirinya sendiri yang menjadi lebih tinggi sehingga pasangan menjadi tidak mau dekat-dekat dengan mereka.
Spirit dan semua entitas lainnya memang bisa mempengaruhi emosi manusia dan pikiran manusia. Namun keputusan dalam berbuat sesuatu dan menilai suatu kejadian adalah MURNI keputusan manusia sendiri.
Dan akhir kata….
STOP mengkambinghitamkan berat jodoh itu karena tarot, spirit, djin, atau apapun yang bisa dikambinghitamkan. Karena semua itu munculnya yah…..dari diri sendiri. Hehehehehehehhe
Sekian dulu tulisan saya. Semoga membantu
Refleksi: Mengapa diri kita kedatangan lebih banyak klien yang menanyakan suatu topik yang sama ketimbang topik yang lain?
Yah…sudah menjadi pengetahuan umum bagi para tarot reader, apabila klien datang ke kita (apalagi wanita), maka yang paling banyak ditanyakan adalah:
1. cinta
2. karir
3. keluarga
Sedangkan kalo klien yang datang kekita adalah laki-laki, maka yang paling banyak ditanyakan adalah:
1. karir
2. cinta
3. rejeki
Nah, pembahasan kali ini, sebenarnya lebih dalam dari itu. Saya meminta pembaca, terutama yang juga bisa baca tarot untuk bercermin dari keadaan klien yang datang ke diri kita. Dan dari berefleksi itu, mungkin ada yang menemukan klien-klien yang topik pertanyaan 1 lebih banyak ditanyakan ketimbang topik pertanyaan yang lain. Sebagai contoh:
1. TR A, lebih sering mendapatkan topik pertanyaan mengenai cinta ketimbang yang lain.
2. TR B, lebih sering mendapatkan topik pertanyaan mengenai Past Life
3. Ada juga yang lebih sering mendapatkan topik pertanyaan mengenai kita-kiat berurusan ama dukun (gw sendiri perna ngalamin beginian)
Nah, jawaban dari mengapa kita lebih sering kedatangan klien tipikal tertentu dibandingkan klien tipikal lain, mungkin itu juga menunjukkan bagaimana kita sebagai tarot reader memandang/ mempelajari dunia ini secara keseluruhan.
Sebagai contoh:
1. TR A lebih sering mendapatkan topik pertanyaan mengenai cinta. Berarti kemungkinan besar, si A ini dalam kehidupannya saat ini juga mempelajari tentang cinta sekaligus memiliki pengetahuan yang banyak mengenai cinta (bukan berarti A itu romantis yah).
2. TR B lebih sering mendapatkan topik pertanyaan mengenai Past Life, kemungkinan besar si B ini dalam kehidupannya perbah/ sering berhubungan dengan leluhurnya sekaligus memiliki pemahaman yang unik mengenai past life. Makanya knowledge past life dia bisa dikatakan sangat banyak.
3. TR C sering mendapat topik yang berhubungan dengan dukun-dukun lainnya, maka percaya atau tidak….si C ini kemungkinan besar memang sering sekali berurusan sama dukun dan juga banyak belajar dari para dukun (Saya mengkonotasikan dukun sebagai orang yang netral…bukan yang jelek).
Jadi….apabila ada klien datang kekita dan minta dibacakan, sebenarnya tidak hanya kita bisa membantu klien bercermin dari situasi dan kondisi dia saat ini dan memberikan alternatif2 solusi. Melainkan kita juga bisa bercermin mengenai pandangan kita terhadap dunia dari klien-klien yang datang kepada kita.
Ingat hukum tarik-menarik? Ini juga terjadi antara Tarot Reader dengan para kliennya.
In Depth With Meditation Using Tarot
Well….di tulisan2 awal, salah satu kegunaan lain untuk tarot ada meditasi bukan? Nah….tulisan kali ini sebenarnya lebih untuk membahas meditasi tersebut secara lebih mendalam. Manfaatnya, selain untuk meningkatkan intuisi (kalau sering dilatih), pemahaman kita akan suatu kartu juga akan menjadi semakin luas dan tidak hanya berdasarkan textbook saja.
Untuk kartu-kartu yang digunakan, saya sarankan di awal2, cukup menggunakan kartu Major Arcana dahulu. Cukup 1 kartu untuk 1 hari; dan anda bisa memulainya secara berurutan (dari kartu 0 sampai 21), ataupun mengambil secara acak sesuai yang anda inginkan.
Untuk pertama-tama, lakukan cara pembersihan seperti yang saya pernah tuliskan sebelumnya, atau anda bisa gunakan cara anda sendiri seperti berdoa menurut kepercayaan anda masing2.
Setelah itu, ambil posisi duduk yang nyaman, badan tegap dan tidak tidur. Ambil salah satu kartu major arcana yang ingin anda perdalam maknanya. Pandangi kartu tersebut sampai anda dapat mengingat gambar kartu itu secara umum.
Setelah anda dapat mengingat gambar tersebut, tutup mata anda dan tetap pertahankan gambar tersebut dipikiran anda. Visualisasikan ukuran kartu dipikiran anda semakin membesar perlahan-lahan sehingga ukurannya membentuk seukuran diri anda.
Bayangkan anda melangkah masuk kedalam kartu itu, teliti lingkungan sekitarnya didalam kartu itu….apa saja yang anda lihat?
Kemudian temuilah sosok yang ada di kartu itu, bagaimana sifatnya? Perawakannya? Adakah detail2 lain yang tidak anda sadari dia miliki?
Setelah itu, tanyakanlah apa saja hal-hal yang berkaitan dengan yang ingin anda pelajari. Kemudian, biarkan dia menjawabnya. Apa saja jawaban yang dia berikan?
Kadangkala, sosok dalam kartu itu akan mengajak anda jalan2 untuk melihat lingkungan sekitar sambil berbagi ilmu kepada anda. Apa saja yang anda dapatkan?
Sesudah selesai berdiskusi dengan dia, ucapkan terima kasih kepada dia, melangkah keluar dari kartu tersebut. Visualisasikan kartunya semakin mengecil dan kembali keukuran semula. Dan buka mata anda.
Setelah ini, anda bisa menutupnya denan pembersihan lagi, ataupun dengan doa sesuai kepercayaan anda masing2
Latihan ini bisa dikatakan latihan visualisasi. Jadi gambarnya yang ada di imajinasi anda akan semakin terlatih dan semakin berkembang. Seringkali saat anda melakukan visualisasi, gambar yang ada dipikiran anda semakin liar dan menjadi berbeda dengan yang ada di kartu. Itu tidak masalah, tetap ikuti saja visualisasinya.
Apabila sosok dalam kartu tersebut tidak memberi jawaban….maka tetaplah berterima kasih kepada dia dan bila mau, silahkan berjalan-jalan melihat-lihat sekeliling lingkungan dalam kartu tersebut.
Bisa dikatakan sosok dalam kartu itu juga merupakan manifestasi dalam pikiran bawah sadar anda. Sehingga apabila sosok tersebut tidak memberi jawaban, bisa dikatakan bawah sadar anda masi menghalangi anda untuk memberikan jawaban tersebut.
Sekian dulu artikelnya. Semoga membantu.