Blog Archives

Pengenalan Awal kedalam dunia Magick, part 1: Penciptaan

Topik ini sebenarnya sudah pernah dibahas di thread saya di kaskus; namun saya belum memasukannya kesini. Maklum, tidak semua orang mau masuk ke kaskus karena berbagai alasan. Apa yang saya bagi disini memang masih diperdebatkan, dan terus terang, saya sendiri masih agak kesulitan dalam menjabarkannya ke bentuk tulisan yang runtut; tapi saya akan mencoba menjelaskannya sebisa saya dan yang telah saya dapatkan sampai hari ini.

Untuk permulaan, saya ingin teman-teman berkaca kepada fenomena buku The Secret (dan sekadang juga ada lanjutannya, The Power) yang pada saat terjemahan dan videonya sampai di Indonesia, menjadi kontroversi oleh berbagai agama terutama bagi ‘sebagian’ agama (dan sekaligus diterima oleh agama lain). Saya tidak membahas agama mana saja, namun saya akan membahas mengenai apa inti dari buku tersebut –menurut pemahaman saya-.

Buku tersebut menunjukkan bahwa dunia ini terdapat 2 bagian besar yang BISA kita ‘manipulasi’ atau kita ‘rubah’ sesuai kehendak kita. Dunia tersebut adalah:
– Dunia fisik/ materil : yaitu dunia dimana kita merasa hidup saat ini.
– Universe/ semesta : inilah dunia yang ditonjolkan dalam buku the secret
Untuk alasan kesederhanaan, saya akan menyebutnya ‘dunia lain’ sebagai universe terlebih dahulu. Karena dari aliran lain pun(sebut saja Kabalah, enochian, dsb dsb) ada berbagai opini yang lebih detail TAPI inti-intinya juga hampir sama.

Intinya, buku itu justru menunjukkan bahwa universe terlebih dahulu muncul baru diikuti dengan eksistensi kita seperti sekarang ini didunia fisik. Sehingga, apa yang terbentuk di universe, maka akan diwujudkan ke dunia fisik. Dengan kata lain, kalau kita menciptakan sesuatu di universe, maka ciptaan itu akan menjadi nyata didunia fisik.

Nah, bagaimana kita bisa menciptakan sesuatu itu di universe? Saya rasa semua sudah mengerti kalau itu semua bisa diciptakan melalui pikiran kita sendiri; dengan ketentuan:

Universe tidak mengenal kata “tidak”

Jadi kalau kita berpikir/ mengucapkan dalam hati “Saya TIDAK mau menganggur.”, maka hasil yang keluar adalah “Saya mau menganggur.” Kalau kita mengucapkan “Saya TIDAK suka pasangan yang selingkuh.”, maka hasil yang keluar adalah “Saya suka pasangan yang selingkuh.”

Hebatnya lagi, tidak hanya yang kita pikirkan di alam sadar kita, apa yang kita pikirkan di alam bawah sadar kita pun juga telah menjadi semacam mandate penciptaan ke universe, dan yang akhirnya juga terealisasi ke dunia fisik. Itulah yang juga disebut sebagai -law of attraction-, dimana apa yang kita pikirkan baik sadar maupun bawah sadar, maka kita juga akan menarik orang yang sepemikiran dengan kita.

Contoh sederhananya:
– Anda memiliki hobi mengoleksi perangko, maka tanpa sadar, teman-teman disekeliling anda banyak juga yang mengoleksi perangko
– Anda suka main sulap, maka otomatis teman-teman disekeliling anda juga banyak yang suka sulap.

Aturan lainnnya dari universe adalah:

Kita memberi sesuatu, maka kita menerima yang sama dan LEBIH BESAR

Jadi kalau kita memberi sedekah, berkat, pujian, atau hal-hal positif lainnya, maka otomatis kita akan menerima dari universe hal yang juga positif dan LEBIH BESAR; hanya saja bentuknya bisa berbeda dan tidak saling berkaitan. Jadi jangan heran kalau rejeki anda yang berlimpah saat ini ternyata disebabkan karena anda beberapa tahun yang lalu pernah memberi sumbangan ke orang miskin hanya puluhan ribu rupiah saja.

Sebaliknya, kalau anda memberi hal-hal negatif seperti gosip kejelekan orang, caci-maki, sumpah serapah, dsb dsb, otomatis kita akan menerima dari universe hal yang negatif dan juga LEBIH BESAR dan sekilas juga tidak berkaitan.
Jadi jangan heran kalau pasangan anda yang selingkuh saat ini disebabkan karena anda pernah balas dendam ke salah satu mantan anda, ataupun pekerjaan yang ga lancar disebabkan karena hobi anda yang suka gosip kejelekan orang lain.

Dengan demikian, apa yang kita pikirkan saat ini dan detik ini juga, itu sama saja dengan menciptakan sesuatu di universe dan pada akhirnya juga terjadi didunia fisik.

Dan inilah yang menurut saya dan banyak magician lain sebagai dasar dari magick. Makanya ada istilah dikalangan magician kalau “kita melakukan magick setiap hari, namun kita tidak sadar telah melakukannya.”

Karena apa yang kita lakukan saat ini, ….dari berbagi pengetahuan, sampai sumpah serapah, itu semua sebenarnya kita melakukan magick.

– end of part 1 –

How To See Your Deck’s Character

Karena melihat karakter deck tarot tampaknya sudah menjadi trend, berikut ane share spread yang berkenaan dengan karakter deck tersebut.

Bentuk formasinya adalah 3 x 4 dimana posisinya adalah

1 2 3
4 5 6
7 8 9
10 11 12

Kartu 1-3: Bagaimana ciri khas energi dari tarot saya?
Kartu 4-6: Apa saja kegunaan tarot ini, dan untuk tema bacaan2 apa saja tarot ini akan sangat tajam?
Kartu 7-9: Apa saja kekurangan dari deck tarot ini berikut tema bacaan2 yg tidak dianjurkan menggunakan deck ini?
Kartu 10-12: apa saja yang perlu saya lakukan sebagai pemilik kartu ini?

Untuk energinya apakah maskulin atau feminim, teman2 bisa liat dari mayoritas kartu yang keluar. Apabila memang lebih banyak wands dan swordsnya ketimbang cups dan pentacles nya, sudah bisa dipastikan deck anda adalah maskulin. Berikut daftar asosiasi singkatnya

wands: masculine, aktif, api, proyek, rencana, rasional
Cups: feminime, pasif, air, otak kanan, intuisi, irrasional
Swords: masculine, aktif, udara, logika, otak kiri, rasional
Pentacles: feminim, pasif, tanah, sumber daya, rejeki, irrasional

Nah untuk perawatan khusus seperti dupa, warna pouch, dan alas, serta aksesoris2 lainnya, sebenernya itu betul2 tergantung intuisi pengguna seiring dengan penggunanya sering memakai deck tarot tersebut. Yang menarik adalah, apa yang diminta oleh deck pasti sesuai dengan barang2 yg kita kenal.

Dengan demikian:
– Misalnya pixelfreax memang berbisnis di kristal dan aromatherapi, maka OTOMATIS berbagai jenis kristal dan aromatherapi dan dupa2 ddikenal baik pixelfereax bukan? Makanya tarot dia dan tarot teman2 yg dia baca mintanya adalah hal2 seputar kristal, dupa, aromatherapi, dan lain lain sesuai ilmu pengetahuan si pixelfreax.
– Nah….apabila teman2 memiliki pengetahuan di bidang lain yang belum tentu sama dengan pixelfreax, maka teman2 ga perlu minder. Gunakan intuisi teman2 dan coba tanyakan ke deck. Tu deck tarot pasti akan meminta sesuatu yang memang teman2 kenal. BUKAN yang asing di pengetahuan teman2.

Jadi misalnya kalo teman2 ada yang suka dan mengenal bahan makanan, bisa saja ketimbang tu deck minta dupa dan kristal, dia akan meminta bahan makanan seperti buah2an yang memang teman2 tahu. Atau juga kalo teman2 memang bisa melakukan ritual pembersihan, tu deck juga bisa saja minat dibersihkan dan dikirim energi dari teman2 sendiri.

Intinya banyak cara untuk melihat apa yg deck tarot mau dan SESUAI dengan pengetahuan teman2.

Kalo untuk wujud spirit dan usia, jujur memang ini tingkat tinggi. Namun teman2 bisa melakukannya dengan cara memandangi terus 1 kartu yang menurut teman2 paling menarik dari seluruh deck. Pandangi terus dan biarkan berbagai imajinasi dan kata2 melayang di pikiran teman2, dan teman2 pasti tahu jadinya tipe spirit kayak apa.

The Importance of Journal

Well…..saya rasa sudah banyak thread2 yg membagi2 ilmu pengetahuan seperti Lucid Dream, Meraga Sukma alias Astral Travel, dan thread2 lainnya yang menekankan akan pentingnya semua pelajar/ murid yg belajar untuk memiliki suatu buku catatan. Dalam Tarot dan magick pun hal memiliki buku catatan juga berlaku dan sangat dianjurkan.

Mengapa sangat dianjurkan?

Faktor paling utama adalah karena manusia memang pada dasarnya mudah lupa dalam menerima sesuatu ilmu. Semua pengetahuan yang kita dapatkan akan lebih mudah diingat apabila pengetahuan itu dicatat. Hal ini sebenarnya ditambah semakin mudah lupanya, karena kita sebagai manusia yg belajar baik tarot maupun magick, seringkali mendapat pengetahuan baru dari hal2 yg tidak terduga seperti:
– Mendapat inspirasi dari kumpul2 alias gathering baik sesama peminat tarot, maupun bidang2 lainnya
– Inspirasi yang didapat dari aktifitas sosial lain seperti jalan2, ketempat ibadah, nelp teman, dsb dsb
– Inspirasi didapat dari mimpi
– Inspirasi yang didapat dari intuisi dan suara2 dikepala kita, dan masih banyak lagi.

Kalau kita tidak mencatatnya, sudah bisa dipastikan memang kita tetap akan mengingat di bawah sadar kita namun sudah pasti 90% kita akan tidak ingat sama sekali di pikiran sadar kita.

Faktor lain yang juga penting adalah bahwa meskipun kita mendapat banyak ilmu pengetahuan dari buku2 dan teman2 lainnya, namun ilmu tersebut tidaklah saklek atau fix atau berlaku untuk semua orang. Ilmu pengetahuan yang kita dapat, seringkali harus kita rubah dan modifikasi sesuai keyakinan dan kepercayaan kita. Nah, disini catatan berperan sangat penting untuk menuliskan ilmu apa yang telah kita dapatkan berikut apa saja perubahan/ modifikasi yang kita buat agar sesuai dengan diri kita.

Percaya atau tidak, seiring dengan waktu, sebuah ilmu pengetahuan akan banyak mengalami modifikasi.

Sebagai contoh, saya sendiri sudah memodifikasi cara pembersihan diri sebelum meditasi sebanyak 5x dengan urutan timeline sebagai berikut:
– Tahun 2008: pembersihan yang saya lakukan berupa menaruh 4 kartu ace di 4 penjuru. Ace of wands didepan saya, cups di kanan, swords di belakang, pentacles di kiri saya.
– Tahun 2010 awal: sedikit perubahan dimana susunannya menjadi Ace of Wands didepan, cups dibelakang, swords di kanan, pentacles di kiri saya
– Tahun 2010 Juni: penambahan ritual dimana setelah meletakkan 4 kartu Ace dari Tarot, saya juga melakukan LBRP
– Tahun 2010 November: penambahan ritual lagi dimana setelah meletakkan 4 kartu Ace dari tarot, saya melakukan visualisasi bola putih, dan setelah itu LBRP.
– Tahun 2010 Desember: saya membagi menjadi 2 versi tergantung kebutuhan….

1. Versi ringkas: pembersihan cukup LBRP sambil digabungkan dengan visualisasi Bola Putih
2. Versi lengkap: pembersihan dengan 4 kartu Ace dari Tarot, LBRP, Visualisasi Bola Putih, dan affirmasi yang terbayang saat itu.

Ini baru hanya sekadar ritual pembersihan saja. Masih banyak bagian2 lain yg juga mengalami modifikasi. Bahkan bagi para tarot reader pun, mencatat hasil bacaan berikut interpretasinya juga menjadi suatu manfaat tersendiri.

Mengapa demikian? Karena baik anda sebagai tarot reader (secara khusus) maupun praktisi magick (secara umum), begitu anda membiasakan diri untuk mencatat dari awal anda memiliki tehnik sampai modifikasi2nya, anda akan melihat perkembangan diri anda sendiri. Anda akan terkejut bahwa ternyata pemahaman anda yang semula sederhana, bisa berkembang menjadi pemahaman yang sangat kompleks namun tetap terarah.

Segini dulu sharingnya. Semoga membantu.

Tarot Reading and Other Divination Tools: Real vs Cold Reading

Bagi yang sudah lama berkecimpung didunia tarot dan berbagai macam bentuk divination lainnya, maka mayoritas pelaku divination melihat apa yang mereka lakukan adalah nyata dan bukan dibuat-buat. Divinator melihat solusi2 yang mereka berikan murni terinspirasi dari segala aspek: bawah sadar, intuisi, dari Atas, dan masih banyak lagi aspek lainnya. Dengan demikian, divinator percaya mereka memang benar-benar bisa membantu klien dan klien sendiri pun benar-benar terbantu dengan keberadaan para divinator.

Oh iya, saya tidak menyebutkan pelaku tarot reading, i-ching, feng shui, dll sebagai tukang ramal atau fortune teller karena saya lebih melihat mereka semua sebagai konsultan yang bertujuan membantu orang, bukan untuk memeras duit orang. Apalagi stigma tukang ramal memang sudah jelek , jadinya saya sendiri membiasakan diri untuk menyebut mereka divinator atau konsultan.

Back to topic,…. disisi lain, ada sudut pandang lain di kalangan para pesulap, magician, terutama para mentalist yang notabene mempelajari psikologi terapan secara cukup mendalam (karena tuntutan profesi mentalist memang berat ke psikologi), justru melihat apa yang para divinator lakukan, itu tidak lebih dari cold reading.

Pertanyaannya, apakah cold reading itu?

Sebenarnya banyak sekali buku yang mengajarkan tentang cold reading, meskipun buku2 tersebut masih buatan diluar Indonesia. Untuk itu, saya akan membeberkan secara singkat saja disini.

Cold reading sendiri merupakan tehnik dimana pelaku cold reading sendiri bisa mengambil beberapa kesimpulan dari diri klien, yang kalau dikelompokkan menjadi 2 cara umum:
– melihat dari petunjuk2 non-verbal dan fisik dari klien sendiri
– memancing klien untuk mengutarakan informasi yang bersifat pribadi dengan pendekatan psikologis

Apabila, para divinator meyakini bahwa mereka bisa mengetahui keadaan klien dari intuisi mereka, maka orang yang menggunakan cold reading sendiri bisa mengetahui keadaan klien menggunakan logika yang diselubungkan seakan-akan mereka memiliki indera ke-6.

Contoh kalimat-kalimat yang menggunakan bahasa cold reading sendiri sebenarnya mudah kita jumpai; dimana yang paling sering kita jumpai adalah di majalah atau tabloid atau koran di bagian zodiak atau feng-shui. Contoh2 yang kita temui di media cetak tersebut bisa dikategorikan sebagai “kalimat umum” atau “generalization sentence” seperti:

Keuangan: anda akan mengalami pengeluaran yang lebih boros di bulan-bulan ini, jadi lakukan penghematan dan alokasikan keuangan anda secara lebih disiplin.

–> Kalau kita teliti lebih lanjut kalimatnya, sebenarnya kalimat ini memiliki 2 kemungkinan makna tersendiri:
1. Kalau orang yang melihat saran diatas MEMANG boros dalam mengeluarkan uang, maka kalimat diatas menjadi bentuk nasehat yang bagus. Karena penulis merasa mengenal pembaca yang perilakunya boros.
2. Kalau orang yang melihat saran diatas TERNYATA DISIPLIN dalam mengeluarkan uang, maka kalimat diatas menjadi bentuk PEMBENARAN kalau dia harus disiplin dalam mengeluarkan uang.

Dengan kata lain, apapun sudut pandangnya, kalimat diatas menjadi semacam win-win solution bagi penulisnya.

Berikut contoh lainnya yang menggunakan cold reading….

Cinta: ujian cinta akan mendatangi anda. Cobalah untuk melihat sisi positifnya ketimbang sisi negatifnya dari perjalanan cinta anda.

–> kalau diteliti lebih lanjut, kalimat ini juga termasuk win-win solution:
1. Apabila pembaca memiliki pacar dan sedang ada masalah dengan pacarnya, maka otomatis mereka melihat kalimat diatas sebagai suatu nasehat yang sangat penting.
2. Apabila pembaca memiliki pacar namun tidak sedang dalam masalah, ATAU pembaca ternyata masih single, maka pembaca melihat hal diatas sebagai naehat agar berjaga-jaga dan menyiapkan mindset positif APABILA ada cobaan dalam cinta.

Sekali lagi, ini menjadi win-win solution bagi penulisnya

Masih banyak metode cold reading yang dimana selain kalimat2 umum, kita bisa mengambil petunjuk2 dari fisik klien. Sebagai contoh:
– Klien yang memakai kacamata, bisa dikatakan klien suka membaca buku atau membaca tulisan2
– Apabila kacamatanya agak miring kekiri (dari sisi klien), bisa dipastikan klien adalah orang yang kidal.
– Kalau ada sedikit gelambir di sisi perut klien (terutama wanita), kemungkinan besar klien suka berolahraga, namun sekaligus juga suka ngemil.
– Kalau klien suka menggigit bibirnya pada saat menyimak kita berbicara, maka secara tidak sadar, klien sedang gelisah atau penasaran akan petunjuk yang kita utarakan.

Dan masih banyak lagi petunjuk yang bisa didapat seiring dengan bertambahnya jam terbang.

Memang bagi kelompok divinator, apa yang mereka lakukan itu mereka percaya adalah real, dan bisa membantu orang. Sedangkan bagi kelompok magician, mereka lebih berpandangan untuk melakukan divination, cukup dengan menggunakan cold reading, maka hasil yang didapat pun juga sama. Masalahnya adalah, karena cold reading menggunakan pendekatan psikologis, para magician mengklaim bahwa apa yang dilakukan para divinator ada bentuk -penipuan-. Kenapa dianggap menipu? Karena umumnya divinator mengaku ilmu yang mereka dapat berdasarkan dari intuisi dan bantuan dari berbagai pihak seperti spirit2, dan entitas2 lainnya……padahal itu semua tidak lebih dari analisa psikologis.

Nah, lebih kurang ajarnya lagi…..justru karena anggapan bahwa apa yang dilakukan divinator itu adalah cold reading, maka banyak sekali buku2 yg berlabel “cara meramal yang baik” yang isinya adalah bagaimana melakukan cold reading yang dibungkus dengan cerita2 supranatural untuk meyakinkan klien. Inilah yang menyebabkan di negara2 modern, divination memiliki image yang buruk. Karena meskipun apa yang kita lakukan adalah real, namun anggapan skeptis magician merusak itu semua. Dan percaya atau tidak, ini juga dilakukan oleh sebagian besar dukun2 amatir di Indonesia untuk menggali informasi dari klien sekaligus memeras duit dari mereka TANPA sedikitpun membantu dari sisi mistisnya.

Nah….dari sini, yang akan saya tekankan adalah, bukan untuk memaksakan diri para divinator agar murni bergantung kepada intuisi dan bantuan2 spirit semata. Namun kita perlu menyadari, setinggi apapun tingkat penguasaan kita terhadap tarot dan apapun alat yang kita gunakan, kita perlu sadar bahwa…

Kita memakai kedua sisi koin tersebut: intuisi (berikut bantuan2 lainnya) dan cold reading sekaligus.

Mengapa kita ujung2nya akan memakai keduanya? Karena ada berbagai hal yang perlu dipertimbangkan:
1. Untuk membuat raport ke klien di awal2, agar klien marasa nyaman berbicara dan lebih terbuka dengan kita, maka kita memang perlu bertanya segala hal secara lebih detail mengenai masalah klien. Hal ini juga membantu kita membuat analisa objektif mengenai klien. Sampai tahap ini, biasanya intuisi kita belom begitu berperan.
2. Intuisi kita TIDAK 100% BERJALAN SETIAP SAAT.
Adakalanya intuisi kita memang tidak berjalan semestinya, entah karena kecapekan psikis, dsb dsb. Oleh karena itu, kadangkala kita memang mesti lari ke cold reading untuk mendapat analisa dari klien, kemudian membandingkan dengan analisa dari kartu tarot (atau alat lainnya), barulah memberi berbagai masukan atau solusi.
3. Adakalanya kita menemukan klien yang tidak kooperatif
Tergantung dari tingkat sensitifitas dan kemampuan divinator, apabila menemukan klien yang tidak kooperatif, maka seringkali intuisi kita menjadi buntu (pengecualian kalau divinatornya sudah tingkat tinggi yah). Maka dari itu, untuk membuat klien lebih terbuka dan kooperatif, mau tidak mau kita perlu melakukan cold reading dahulu agar klien mau lebih terbuka. Apabila kita langsung ‘menghajar’ klien dengan intuisi atau tehnik lainnya, maka hasilnya akan menjadi bagaikan perjudian. Kalau hasilnya benar, klien akan lebih terbuka….kalau salah, maka klien semakin tidak percaya kepada kita. Amat sangat dihindari untuk terjadi ‘pertempuran kemampuan’ antara klien dengan pembaca karena hasilnya memang ga ada yang berakhir bagus:klien merasa divinator nya sangat bodoh dan amatir, divinatornya merasa kliennya tidak mau bekerja sama.
4. Adakalanya kita diminta untuk membaca secara massal (dalam jumlah sangat banyak)
Saya sendiri perna diminta untuk membaca orang secara ringkas dan singkat untuk 5 – 10 orang berturut-turut dalam waktu hanya 10 menit. Dalam situasi ini, kita memang tidak bisa membaca secara detail dan terperinci. Daripada menguras stamina psikis saya yang lebih penting dipakai untuk bacaan yang lebih serius, maka saya lebih lari ke cold reading. Hasilnya, justru mengundang banyak klien untuk diminta dibaca secara lebih mendetail. Disaat itulah baru saya menggunakan intuisi saya dan berbagai faktor pendukung lainnya.

Akhir kata, daripada memusingkan diri dengan ‘melawan’ para magician yang menganggap para divinator adalah ‘penipu’ kelas kakap (padahal magician juga melakukan trik untuk menghibur participant), menurut saya, ambil saja sisi positifnya dimana kita memang memakai kedua hal tersebut (pembacaan real dan cold reading) dalam waktu dan kesempatan yang sesuai.

Sekian dulu tulisan saya, semoga membantu.

Penggunaan Kristal Untuk Tarot

Well…., seiring dengan semakin berpengelamannya seseorang dan semakin tingginya jam terbang seseorang dalam membacakan tarot untuk orang lain, maka akan ada saatnya kartu yang biasa kita gunakan benar-benar terasa tidak seakurat biasanya, ataupun mendadak intuisi dan interpretasi kita serasa tumpul. Biasanya, ini terjadi kalau dalam waktu yang cukup panjang, deck tarotnya dipakai terus-menerus tanpa henti, atau kitanya yang sudah terlalu lelah secara psikis karena membacakan orang.

Salah satu penyebab utamanya adalah disebabkan karena pada saat kita membacakan untuk orang lain, kita juga berempati kepada klien. Adakalanya perasaan kita pun terbawa dengan mereka, yang dimana itu sebenarnya merupakan indikasi sebagian energi kita telah bertukar dengan klien. Dengan kata lain, kita menerima energi dari klien dan klien menerima energi dari kita.

Bayangkan kalau kita menerima berbagai energi dari pikiran-pikiran negatif dari klien dalam jangka waktu yang panjang, umumnya ini akan berimbas kepada emosi kita. Itulah yang kadang-kadang tanpa kita ketahui penyebabnya, emosi kita, tarot reader, menjadi labil setelah sesi pembacaan yang panjang.

Untuk itu, memang bagi yang sering membacakan tarot untuk orang lain, sangat disarankan untuk melakukan pembersihan diri sesering mungkin agar emosi kita kembali stabil dan energi kita kembali positif.

Kendalanya lagi, berbagai tehnik pembersihan yang ada baik tarot maupun diri sendiri, umumnya memang memakan waktu antara 10 – 20 menit, dan kita butuh suasana yang tenang dan tidak diganggu oleh siapapun…..dan kondisi seperti itu belum tentu selalu kita dapatkan setiap harinya.

Oleh karena itu, dari pengalaman saya dan banyak tarot reader lainnya, umumnya kami mengarah ke 1 solusi untuk pembersihan secara cepat dan tidak memakan waktu. Ini biasanya sering kami lakukan apabila kami membacakan klien secara marathon entah karena kami membuka stand tarot reading, atau karena kami berpartisipasi di event-event tertentu.

Untuk itu, solusinya adalah seringkali kami memakai kristal.

Untuk penjelasan kristal dari sisi manfaat dan cara kerjanya secara detail, saya rasa, saya serahkan kepada yang lebih ahli yaitu Pixelfreax. Saya akan mengutarakan secara sekilas saja.

Penggunaan kristal sebagai alternatif pembersihan energi, sering kami lakukan dalam bentuk:

– Pembersihan kartu tarot setelah digunakan untuk membaca
Caranya, cukup letakkan kristal diatas kartu tarot dan biarkan dia menyerap energi negatif klien dari kartu tersebut. Ini sangat penting apabila kita memang membiarkan klien untuk mengocok atau menyentuh kartu kita.

– Pembersihan pikiran kita setelah membaca klien
Tidak bisa dipungkiri, adakalanya kita kedatangan klien yang masalahnya sangat berat. Sehingga saat ia menceritakan masalahnya, energi negatifnya pun bisa mempengaruhi diri kita baik fisik, maupun psikis. Oleh karena itu, tarot reader juga sering mengenakan kristal entah dalam bentuk kalung maupun gelang, untuk menyraing energi tersebut agar tidak terlalu membebani diri kita.

Meskipun kita bisa menggunakan kristal untuk penyaringan energi dan kembali membersihkan energi yang ada dalam diri kita, tentu saja ada kondisi dimana energi negatif sudah terkumpul sangat besar dalam kristal tersebut. Sehingga, kita juga perlu melakukan pembersihan kristal. Pembersihan kristal tersebut nantinya bisa dijelaskan oleh Pixelfreax.

Dengan demikian, bisa dikatakan tarot reader menggunakan kristal, sebagai akesoris sekaligus sebagai penyerap energi negatif dalam diri sendiri maupun klien.

Selain itu, adakalanya kristal juga dipakai untuk memperkuat energi dalam kartu tarot agar lebih kuat dalam pembacaannya untuk hal-hal yang spesifik.Untuk hal ini, biasanya tarot reader memasukkan kristal juga kedalam pouch kartu tarotnya. Sebagai contoh:
– untuk membersihkan energi negatif secara umum di deck, bisa menggunakan clear quartz crystal
– untuk memperkuat deck dalam bacaan2 yg berhubungan dengan finansial, bisa menggunakan citrine
– untuk memperkuat bacaan agar bisa memperoleh informasi2 yg tersembunyi dari klien, bisa menggunakan amethyst
– memperkuat bacaan khusus untuk percintaan, bisa menggunakan rose quartz

Masih banyak jenis2 kristal yang bisa dipakai sesuai kebutuhan untuk memperkuat deck dan kemampuan kita dalam membaca.

Sekian dulu tulisan saya. Semoga membantu