Blog Archives
In Depth With Meditation Using Tarot
Well….di tulisan2 awal, salah satu kegunaan lain untuk tarot ada meditasi bukan? Nah….tulisan kali ini sebenarnya lebih untuk membahas meditasi tersebut secara lebih mendalam. Manfaatnya, selain untuk meningkatkan intuisi (kalau sering dilatih), pemahaman kita akan suatu kartu juga akan menjadi semakin luas dan tidak hanya berdasarkan textbook saja.
Untuk kartu-kartu yang digunakan, saya sarankan di awal2, cukup menggunakan kartu Major Arcana dahulu. Cukup 1 kartu untuk 1 hari; dan anda bisa memulainya secara berurutan (dari kartu 0 sampai 21), ataupun mengambil secara acak sesuai yang anda inginkan.
Untuk pertama-tama, lakukan cara pembersihan seperti yang saya pernah tuliskan sebelumnya, atau anda bisa gunakan cara anda sendiri seperti berdoa menurut kepercayaan anda masing2.
Setelah itu, ambil posisi duduk yang nyaman, badan tegap dan tidak tidur. Ambil salah satu kartu major arcana yang ingin anda perdalam maknanya. Pandangi kartu tersebut sampai anda dapat mengingat gambar kartu itu secara umum.
Setelah anda dapat mengingat gambar tersebut, tutup mata anda dan tetap pertahankan gambar tersebut dipikiran anda. Visualisasikan ukuran kartu dipikiran anda semakin membesar perlahan-lahan sehingga ukurannya membentuk seukuran diri anda.
Bayangkan anda melangkah masuk kedalam kartu itu, teliti lingkungan sekitarnya didalam kartu itu….apa saja yang anda lihat?
Kemudian temuilah sosok yang ada di kartu itu, bagaimana sifatnya? Perawakannya? Adakah detail2 lain yang tidak anda sadari dia miliki?
Setelah itu, tanyakanlah apa saja hal-hal yang berkaitan dengan yang ingin anda pelajari. Kemudian, biarkan dia menjawabnya. Apa saja jawaban yang dia berikan?
Kadangkala, sosok dalam kartu itu akan mengajak anda jalan2 untuk melihat lingkungan sekitar sambil berbagi ilmu kepada anda. Apa saja yang anda dapatkan?
Sesudah selesai berdiskusi dengan dia, ucapkan terima kasih kepada dia, melangkah keluar dari kartu tersebut. Visualisasikan kartunya semakin mengecil dan kembali keukuran semula. Dan buka mata anda.
Setelah ini, anda bisa menutupnya denan pembersihan lagi, ataupun dengan doa sesuai kepercayaan anda masing2
Latihan ini bisa dikatakan latihan visualisasi. Jadi gambarnya yang ada di imajinasi anda akan semakin terlatih dan semakin berkembang. Seringkali saat anda melakukan visualisasi, gambar yang ada dipikiran anda semakin liar dan menjadi berbeda dengan yang ada di kartu. Itu tidak masalah, tetap ikuti saja visualisasinya.
Apabila sosok dalam kartu tersebut tidak memberi jawaban….maka tetaplah berterima kasih kepada dia dan bila mau, silahkan berjalan-jalan melihat-lihat sekeliling lingkungan dalam kartu tersebut.
Bisa dikatakan sosok dalam kartu itu juga merupakan manifestasi dalam pikiran bawah sadar anda. Sehingga apabila sosok tersebut tidak memberi jawaban, bisa dikatakan bawah sadar anda masi menghalangi anda untuk memberikan jawaban tersebut.
Sekian dulu artikelnya. Semoga membantu.
Mengapa Lebih Memilih Tarot Ketimbang Psikolog?
Tulisan ini saya buat bukan untuk mengesampingkan para konsultan psikologi; melainkan untuk membeberkan sebagian besar interpretasi masyarakat akan tarot dan psikolog. Manfaatnya, supaya para tarot reader juga bisa membantu orang sebaik2nya, dan psikolog juga bisa mengoptimalkan kemampuan mereka lebih baik lagi.
Ok, let’s begin.
Sampai saat ini, memang belum ada penelitian resmi yang mengatakan berapa persentase orang yang memiliki masalah akan datang ke psikolog dan berapa persentase yang memilih ke tarot reader. Namun dari observasi saya dan beberapa literatur, untuk yang lebih memilih konsultasi ke tarot, ternyata memiliki berbagai latar belakang alasan ketimbang ke psikolog. Beberapa latar belakang itu adalah….
1. Biaya
Secara umum….biaya konsul untuk ke psikolog itu terkesan lebih besar ketimbang konsul ke tarot reader. Meskipun ini tidak sepenuhnya benar. Namun karena tersebarnya Tarot Reader dengan tarif murah, juga menjadi faktor akan rendahnya biaya untuk berkonsultasi via Tarot. Selain itu, karena psikolog juga memiliki semacam sistem follow-up klien yang membuat klien datang kembali secara langsung untuk melihat perkembangan dari masalah mereka, dibandingkan dengan konsul ke tarot reader dimana klien tidak merasa wajib kembali ke tarot reader tersebut, maka total biaya untuk ke psikolog memang lebih besar.
2. Interpretasi
Sama dengan tarot reader, psikolog juga memiliki metode sendiri dalam menginterpretasikan pribadi dan masalah kliennya. Sebutkanlah warteg test, ink blot test, roshach test, dsb dsb (koreksi kalo tulisannya salah). Menariknya adalah, akurasi dari test psikologi itu juga tidak 100% akurat karena banyak faktor. Ini disebabkan karena manusia memang tidak stabil sifatnya. Manusia yang pemalu pun bisa menjadi semangat dan percaya diri di situasi tertentu. Manusia yg jujur pun juga bisa berbohong. Manusia yang bersemangat mengejar target pun suatu saat juga bisa tidak berambisi. Sedangkan tarot itu sendiri interpretasinya mengikuti keadaan manusia saat itu dan bisa berubah-ubah sesuai dengan perkembangan klien itu sendiri. Beda dengan psikologi (terutama psikologi perusahaan) yang cenderung mengecap karyawan dari test psikologi awal, namun tidak dipantau perkembangannya.
3. Nasehat
Nasehat dari tarot reader, umumnya secara bawah sadar lebih diterima oleh klien. Kenapa? Karena mayoritas klien melihat orang yang menjadi tarot reader itu memiliki kemampuan khusus yang bisa menggali hati si klien itu sendiri (meskipun itu juga tidak semua tarot reader bisa). Jadinya…klien lebih percaya ama kata2 reader itu (meskipun di mulut cuma ngakunya “iseng2 saja”). Beda dengan psikolog yang memang terkesan berlandaskan ilmiah dan penelitian. Selain itu, meskipun masih bisa diperdebatkan, klien yang puas dengan tarot reader banyak yg menilai kalau reader lebih bisa berempati ketimbang psikolog. Meskipun kenyataannya memang balik ke individu masing2.
4. Image
Yang dimaksud dengan image disini adalah image dari klien kalau berkonsultasi. Kalau klien datang ke TR, maka kesannya klien mencari solusi alternatif dan diluar kebiasaan umum. Alhasil, klien juga bisa jujur ke TR. Bagusnya, karena klien menjadi lebih jujur, TR bisa mengidentifikasi hal2 apa yg menjadi bahaya tersembunyi dalam diri klien. Beda dengan psikolog yang apabila klien konsul ke mereka…image yg didapat adalah klien datang ke rumah sakit. Image ke rumah sakit itulah yang membuat klien mengurungkan niatnya karena gengsi kalo dianggap sakit oleh orang lain.
Tentu saja kesannya akan beda apabila klien ngomong ke orang lain…
“Hi guys, saya tadi abis ke Tarot Reader ini loh. Wuah…hasilnya tepat banget.” <—alhasil TR jadi untung karena ada promosi gratis
bandingkan dengan…
“Hi guys, saya tadi abis ke psikolog ini loh. Wah….hasilnya bagus.” <—alhasil….klien dianggap sedang ada masalah dalam dirinya oleh orang lain.
Demikian tulisan saya, saya tutup dengan 1 kalimat….
“Kalau ingin memeras duit orang, lakukan dengan tarot reading; kalau ingin membantu orang, lakukan dengan tarot reading.”
Dan untuk psikolog yang kebetulan baca ni artikel, ane cuma kasi saran untuk mempertimbangkan tarot dari pendekatan psikologi sebagai alat untuk lebih berempati ama klien. Percuma juga kalo banyak teori ini itu dan kesimpulan2 tapi ga diterapkan di lapangan.
Tips pembersihan diri sebelum membaca tarot
Kali ini khusus untuk para Tarot Reader yang ‘bersedia’ membaca untuk dirinya sendiri.
Well….memang ada tarot reader yang lebih memilih untuk dibacakan tarot oleh orang lain ketimbang diri sendiri. Tanpa bermaksud memperdebatkan mana yang terbaik, membaca tarot untuk diri sendiri memiliki banyak manfaat ketimbang dibacakan oleh orang lain. Selain waktu untuk refleksi yang lebih lama, jawaban yang didapat pun sebenarnya lebih detail karena kita memang mengetahui seluk- beluk dan sikon diri kita sendiri.
Memang salah satu kekurangannya dalam membaca diri sendiri adalah objektifitasnya. Untuk itu, ini ada sedikit tips sebelum memulai sesi membaca untuk diri sendiri. Tips itu adalah:
Bersihkan dahulu diri sendiri sebelum memulai pembacaan
Nah, langkah pertama dalam pembersihan diri, biasanya bisa dilakukan dengan cara mandi (sejumlah orang memilih untuk mandi dengan air garam atau susu) atau berendam dalam bathub. Tujuannya sebenarnya untuk merilekskan diri terlebih dahulu sebelum kita menggunakan kemampuan analisa dan intuisi kita. Manfaat lainnya adalah untuk mengusir rasa lelah dan capek dari diri kita dari aktifitas2 sebelumnya. Gw yakin mayoritas disini juga bekerja kantoran, dimana pulang kerja pasti lelah secara psikis. Mandi itu bermanfaat untuk mengusir rasa lelah itu. Ada tujuan lain seperti mengusir energi2 negatif dalam diri sendiri, dsb dsb. Tapi yg disini saya tekankan lebih ke rileks diri aja dulu.
Bayangkan kalau sebelum membaca tarot untuk diri sendiri, kita mandi bersih dan berendam dulu. Membayangkannya aja kan uda “whoaaaa, asik juga tuh. Hehehehehehe”
Kalo memang tidak ada bathub atau kamar mandi memadai, ya bisa dilakukan dengan basuh wajah (dan kaki kalau mau). Ya kalo di agama2 tertentu kayak semacam pembersihan diri sebelum doa. Ngerti kan maksudnya ane?
Setelah membersihkan diri, teman2 bisa cari tempat yang nyaman….asalkan bisa duduk tegak (dan tidak bersandar). Posisi duduk terserah teman2 semua (mayoritas pada lebih suka posisi meditasi dan nafas yang sudah teratur).
Nah…untuk yang berikutnya, sebenarnya bisa disebut tahap pembersihan ruangan dari energi2 yang tidak diinginkan/ negatif. Ada banyak cara seperti ritual “Lesser Banishing Ritual Pentagram” alias LBRP (cari di mbah google, pasti ketemu kok caranya); namun saya akan coba share cara lain yang lebih universal.
Ada 2 cara yang saya temukan:
Cara pertama:
Duduk rileks, tutup mata anda.
Tarik nafas dalam 3 detik, tahan 3 detik, hembuskan 3 detik, tahan 3 detik….ulangi dari awal terus-menerus sampai teman2 hafal ritmenya.
Visualisasikan sebuah bola bercahaya putih tepat didepan dada anda. Visualisasikan bola itu semakin bersinar terang, dan ukurannya perlahan-lahan semakin membesar.
Visualisasikan bola itu semakin membesar sampai seukuran ruangan anda dan rasakan anda berada ditengah-tengah bola yang bermandikan cahaya itu. Rasakan perbedaan energi yang ada disekeliling anda.
Setelah itu, anda bisa buka mata anda. Hilangkan visualisasinya, namun tetap rasakan bola putih besar itu melindungi anda. Setelah itu ucapkan (affirmasi) kata-kata dibawah ini:
Ruangan saya bersih
Saya terhubung dengan Tuhan dan menerima petunjuknya
Dengan media yang ada didepan saya.
Setelah itu, silahkan buka kartu tarot sesuai dengan pertanyaan yang telah anda tetapkan sebelumnya.
Cara kedua
Duduk rileks, tutup mata anda.
Tarik nafas dalam 3 detik, tahan 3 detik, hembuskan 3 detik, tahan 3 detik….ulangi dari awal terus-menerus sampai teman2 hafal ritmenya.
Visualisasikan cahaya putih yang menyinari anda dari atas. Rasakan hangatnya cahaya tersebut.
Cahaya tersebut memberikan energi bagi anda; rasakan energi tersebut.
Tarik nafas anda, sambil mengvisualisasikan energi di tubuh anda dibagian kepala …..mengalir ke kaki dan kemudian ke tanah. Kemudian hembuskan nafas anda sambil memvisualisasikan anda menarik energi dari tanah kedalam diri anda melalui kaki…mengalir kekepala dan mengeluarkannya lewat mulut anda. Lakukan terus berulang-ulang (proses visualisasi aliran energinya) sampai anda merasa cukup, kemudian ucapkan kata-kata dibawah ini…
Ruangan saya bersih
Saya terhubung dengan Tuhan dan menerima petunjuknya
Dengan media yang ada didepan saya.
Setelah itu bisa dilanjutkan dengan baca tarot deh.
Manfaatnya, ini bisa mengurangi subjektifitas karena kita membersihkan energi2 negatif dalam diri kita sendiri. Selain itu, karena memang setelah pembersihan, reader masuk kedalam fase yang memudahkan diri untuk berefleksi dan berpikir tenang, maka hasil analisanya pun bisa lebih jujur.
PS: kata2 affirmasi bisa dirubah sesuai kepercayaan masing2. Visualisasinya pun bisa dirubah sesuai keyakinan. Yang penting tujuan utamanya tetap sama: pembersihan diri. Disini saya hanya memberi gambaran untuk visualisasinya saja. Pada akhirnya maksud dari hati kita lah yang paling penting; bukan dengan ribet/ rumitnya ritual.
PS 2: Untuk yang belum pernah melakukan visualisasi, yang penting usaha aja dulu dan tahu kalau apa yang divisualisasikan memang ada dan terjadi. Tidak perlua terlalu jelas dalam membentuk visualisasinya untuk awal2 yang baru coba. Selain itu, untuk membantu konsentrasi, bisa juga diputar musik yang irama tenang dan damai. Biasanya seh musik instrumental buat therapi. Tapi musik2 lain juga bisa saja asalkan musiknya tenang atau memotivasi.
Contohnya neh….. (agak SARA dikit yah)
Buat yg Katholik dan Kristen. Untuk saat visualisasinya, bisa diganti dengan seperti ini….
Visualisasikan Yesus duduk didepan anda,… dengan rupa dan warna yang jelas. Visualisasikan dia tersenyum kepada anda, dan dia menumpangkan tangan kanannya didahi anda serta memberkati anda. Kemudian Seberkas cahaya putih dan merah terlihat dari dada Yesus dan mulai menyinari anda dari atas yang melambangkan kesucian (putih) dan pengampunan dosa (merah).
Jadi untuk yang agama dan aliran lain, bisa dibuat sesuai keinginan anda semua. Yang penting tujuan utamanya tetap sama.
Semoga membantu yah.
Mistis atau Logika?
Banyak perdebatan diluar sana, apakah seorang tarot reader bisa bertahan di jalan logika, ataukah cepat atau lambat, dia juga harus ke jalan mistis? Selain itu, apakah tarot reader juga bisa langsung ke jalan mistis?
Sejujurnya, dari pengalaman gw sendiri, memang ada 2 kubu; yaitu orang yang menggunakan tarot full analisa (logika), dan yang katanya memakai berbagai intuisi dari dia sendiri dan bantuan entitas lain (mistis). Lucunya, kelompok yg memuja logika ini ada yang sering berusaha untuk menggeser image tarot yang mistis diantara para tarot reader dan menyalahkan tarot reader yang menggunakan pendekatan mistis untuk membacanya dengan berbagai alasan (terutama seringkali agama diapakai sebagai alasannya)
Namun…..lepas dari apapun arah teman-teman nanti. Saya bisa memberikan saran; apabila anda belajar tarot, maka awal-awal belajarlah dari sisi logika dahulu (meskipun saya yakin ada yang merasa punya kemampuan mistis begitu membaca tarot untuk pertama kalinya). Kenapa? Supaya teman-teman bisa mengerti secara garis besar arti simbol2 di tarot itu sendiri.
Pelajari simbol-simbolnya, kaitkan dengan hidup kalian sendiri dan klien. Dan pelajari juga psikologi seiring dengan semakin banyaknya jam terbang anda membaca untuk orang lain.
Nah, setelah anda menguasai tarot secara logika berikut psikologinya, barulah bagi yang ingin mempelajari mistis, untuk mulai mempalajarinya. Anda boleh percaya atau tidak, jembatan pengetahuan antara logika dengan mistis adalah ilmu yang disebut psikologi. Dengan bekal pengetahuan umum seputar psikologi, anda akan lebih mudah mencerna kenapa hal-hal yang disebut mistis itu bisa terjadi. Selain itu, dengan bekal psikologi tersebut, keragu-raguan anda dan pertentangan diri anda dengan berbagai ajaran dari agama anda justru semakin berkurang (kalau bisa dikatakan semakin ringan) karena anda sudah mengerti mekanisme mistis bisa terjadi.
Semoga membantu dan semoga para orang pemuja logika memahami aliran yang mistis juga.
Contoh Penggunaan Numerologi dalam tarot; Personality Card, Soul Card, and Year Card
Ada macam2 untuk penggunaan numerologi. Sederhananya seperti ini.
Major arcana kan angkanya dari 0 – 21. Untuk major 0 – 10, ya kita tetap bisa pakai numerologi sesuai urutannya (btw, angka 10 itu = 1). Nah, untuk 11 sampai 21, kita bisa jumlahi angkanya untuk mendapat bilangan 1 digit.
Contoh:
11 –> 1+1 =2
15 –> 1+5 = 6
18 –> 1+9 =10
Nah, sisanya tinggal diasosiasikan dengan masing2 arti deh.
Sedangkan ini arti umum dari masing2 angka:
Aces: permulaan baru, peluang
2 : keseimbangan, mendua, atau dihadapi suatu pilihan
3 : pencapaian, ekspresi penuh/ perayaan dari suatu elemen
4 : struktur, stabilitas, stagnasi
5 : ketidakstabilan, konflik, kehilangan, peluang akan perubahan
6 : komunikasi, penyelesaian masalah, kerja sama
7 : refleksi, motif, penilaian
8 : pergerakan, aksi, perubahan, kekuatan
9 : pembuahan, penuaian
10 : akhir dari suatu siklus, penyelesaian, balik lagi ke 1
Ane sendiri bukanlah orang yg fokus ke numerologi, cuma ane kasi beberapa hal yang bisa menggunakan tarot (major Arcana) via numerologi. Ini pengetahuan ane dapet dari buku Tarot For Yourself by Mary K. Greer
Personality Card : kartu yg mewakili kepribadian diri kita
Soul Card : kartu yang menunjukkan apa yang kita pelajari seumur hidup kita
caranya: misalnya tanggal lahir ane sendiri 31-12-1085
Maka untuk menghitung Personality card nya cukup dijumlahin aja.
31 + 12 + 1985 = 2028 —-> 2+0+2+8 = 12
Kartu 12 di Major Arcana adalah Hanged Man
Sementara untuk hitung Soul Card nya, dari angka 12 tadi cukup ditambahin lagi.
12 –> 1+2 = 3 –> The Empress
Jadi Personality card ane adalah The Hanged Man, dan Soul Card nya adalah The Empress.
Notes:
– Adakalanya pas menghitung Personality card, angka yang didapat sudah 1 digit dan tidak bisa dijumlahkan lagi. Kalau sudah seperti itu, maka Personality Card = Soul Card, tidak perlu dicari lagi.
– Apabila dalam menghitung Personality Cardnya, angka hasil penjulahan diatas 21 (contoh: 22, 25, dsb dsb), maka cukup jumlahkan lagi 2 digitnya jadi 1 digit.
Contoh: Personality nya ternyata 25, maka 2+5 =7 The Chariot
Kemudian terakhir, ada juga yang disebut year number card. Yaitu trend umum yang agan pelajari di tahun ini dan dapat terwakilkan di kartu Major Arcana.
Caranya sederhana, tanggal lahir agan cukup ganti tahun kelahirannya dengan tahun sekarang.
Contoh: 31 – 12 – 2010
Maka year card ane sendiri adala 31 + 12 + 2010 = 2053 —> 2 + 0 + 5 + 3 = 10 –> Wheel of Fortune
Jadi tahun ini ane lebih belajar bagaimana menangani perubahan jalan hidup ane.
Sekian share dari ane. Semoga membantu.