Blog Archives
Refleksi: Kok Bisa ada Anggapan Tarot Reader Berat di ‘Jodoh’ ?
Topik berikut ini, saya sengaja bawakan karena seringa sekali beredar pemahaman di orang-orang yang baru mau belajar tarot, dimana untuk belajar tarot itu perlu mengorbankan 1 dari 3 hal dibawah ini:
– Cinta
– Kekayaan
– keluarga
Nah, sekarang yang saya bahas untuk awal-awal adalah mengenai cinta dahulu. Cukup banyak tarot reader yang bilang ke saya, kalau setelah membaca dan menekuni tarot, mereka merasa dalam hal jodoh sangat berat sekali. Mereka merasa ada saja halangan untuk mendapat pasangan yang tepat, dan ada saja alasannya untuk putus sama pacarnya.
Well….saya bukan orang yang percaya jodoh itu ‘turun dari langit’, saya sendiri lebih memilih jodoh itu bisa diusahakan dan dicari. Jodoh bisa dicari dari sekeliling kita…teman2, sahabta, rekan kerja, apapun itu. Sedangkan jodoh juga bisa diusahakan melalui rasa saling menghormati dan mengerti pribadi masing-masing.
Yah, saya tidak akan berpanjang-panjang mengenai cara mendapat jodoh yang baik dan mengutarakan pemikiran saya mengenai jodoh itu sendiri bagaimana. Melainkan yang saya tekankan disini adalah untuk para tarot reader kembali bercermin mengenai kehidupan cinta anda yg merasa berat di jodoh.
Satu hal yang sudah pasti membedakan para tarot reader dengan orang awam adalah pola pikirnya tarot reader yang berbeda dan ‘katanya’ lebih mengerti banyak tentang alam sekitar, mengerti berbagai entitas2 didunia ini, mengerti aliran energi, ngerti tentang astral, dsb dsb…sebutkan saja semuanya, maka kita akan mendapat sekelompok daftar panjang yang membedakan para tarot reader ketimbang orang awam.
Nah, disini masalah utamanya. Seringkali, daftar panjang kemampuan kita yang membuat kita merasa ‘diatas’ orang awam itu, sekaligus menjadi daftar panjang -kesombongan- kita dibandingkan orang awam. Hal ini jarang sekali ditemukan oleh para Tarot Reader yang menggunakan pendekatan psikologi; namun sering sekali ditemukan di Tarot Reader yang menggunakan pendekatan spiritual dan ilmu2 lainnya.
Kalau sudah seperti itu, biasanya seorang tarot reader yang menggunakan pendekatan spiritual, justru semakin merasa bahwa dirinya lah yang benar, orang lain menjadi salah. Hal ini bisa terwujud dari tidak maunya para tarot reader untuk menerima pendapat orang lain dan mencibirkan opini2 orang lain karena merasa pengetahuannya yang lebih banyak dia dapatkan itu.
Nah, ini juga pada akhirnya berpengaruh bagi diri Tarot Reader dalam mencari pasangan. Dimana para Tarot Reader merasa tahu kelebihan dan kekurangan pasangan mereka. Bahaya nya adalah, para Tarot Reader yang mengaku berat jodoh ini, seringkali karena saking tau nya kekurangan dan kelebihan pasangan, dia menjadikan kekurangan pasangannya itu sebagai alasan dia tidak puas/ tidak cocok untuk menjalin hubungan dan nyaris tidak melihat sisi positif dari pasangannya itu. Berawal dari situlah si Tarot reader mulai tidak puas dengan pasangannya, mencari-cari kesalahan, dsb dsb. Sadar atau tidak sadar, seringkali karena kesombongan orang yang mengaku tahu akan banyak hal dari sisi spiritual ini, justru membuat ego dalam dirinya menjadi sangat tinggi. Seakan-akan dunia berputar mengelilingi dirinya….hanya dirinya (dan gurunya/ pembimbingnya) yg benar sementara yg lainnya tidak se-benar dia.
Saya rasa ini sudah cukup menjelaskan kenapa para tarot reader yang yang merasa berat jodoh…..
Bukan karena karma dari membaca tarot
Bukan karena hukuman dari Tuhan
Bukan karena pengaruh dari spirit ini itu
Bukan karena takdir yg kejam
Bukan karena pengaruh dari setan ini itu
Bukan karena pengaruh djin, dsb dsb dsb
TAPI….
Semata-mata karena ego dirinya sendiri yang menjadi lebih tinggi sehingga pasangan menjadi tidak mau dekat-dekat dengan mereka.
Spirit dan semua entitas lainnya memang bisa mempengaruhi emosi manusia dan pikiran manusia. Namun keputusan dalam berbuat sesuatu dan menilai suatu kejadian adalah MURNI keputusan manusia sendiri.
Dan akhir kata….
STOP mengkambinghitamkan berat jodoh itu karena tarot, spirit, djin, atau apapun yang bisa dikambinghitamkan. Karena semua itu munculnya yah…..dari diri sendiri. Hehehehehehehhe
Sekian dulu tulisan saya. Semoga membantu
Refleksi: Mengapa diri kita kedatangan lebih banyak klien yang menanyakan suatu topik yang sama ketimbang topik yang lain?
Yah…sudah menjadi pengetahuan umum bagi para tarot reader, apabila klien datang ke kita (apalagi wanita), maka yang paling banyak ditanyakan adalah:
1. cinta
2. karir
3. keluarga
Sedangkan kalo klien yang datang kekita adalah laki-laki, maka yang paling banyak ditanyakan adalah:
1. karir
2. cinta
3. rejeki
Nah, pembahasan kali ini, sebenarnya lebih dalam dari itu. Saya meminta pembaca, terutama yang juga bisa baca tarot untuk bercermin dari keadaan klien yang datang ke diri kita. Dan dari berefleksi itu, mungkin ada yang menemukan klien-klien yang topik pertanyaan 1 lebih banyak ditanyakan ketimbang topik pertanyaan yang lain. Sebagai contoh:
1. TR A, lebih sering mendapatkan topik pertanyaan mengenai cinta ketimbang yang lain.
2. TR B, lebih sering mendapatkan topik pertanyaan mengenai Past Life
3. Ada juga yang lebih sering mendapatkan topik pertanyaan mengenai kita-kiat berurusan ama dukun (gw sendiri perna ngalamin beginian)
Nah, jawaban dari mengapa kita lebih sering kedatangan klien tipikal tertentu dibandingkan klien tipikal lain, mungkin itu juga menunjukkan bagaimana kita sebagai tarot reader memandang/ mempelajari dunia ini secara keseluruhan.
Sebagai contoh:
1. TR A lebih sering mendapatkan topik pertanyaan mengenai cinta. Berarti kemungkinan besar, si A ini dalam kehidupannya saat ini juga mempelajari tentang cinta sekaligus memiliki pengetahuan yang banyak mengenai cinta (bukan berarti A itu romantis yah).
2. TR B lebih sering mendapatkan topik pertanyaan mengenai Past Life, kemungkinan besar si B ini dalam kehidupannya perbah/ sering berhubungan dengan leluhurnya sekaligus memiliki pemahaman yang unik mengenai past life. Makanya knowledge past life dia bisa dikatakan sangat banyak.
3. TR C sering mendapat topik yang berhubungan dengan dukun-dukun lainnya, maka percaya atau tidak….si C ini kemungkinan besar memang sering sekali berurusan sama dukun dan juga banyak belajar dari para dukun (Saya mengkonotasikan dukun sebagai orang yang netral…bukan yang jelek).
Jadi….apabila ada klien datang kekita dan minta dibacakan, sebenarnya tidak hanya kita bisa membantu klien bercermin dari situasi dan kondisi dia saat ini dan memberikan alternatif2 solusi. Melainkan kita juga bisa bercermin mengenai pandangan kita terhadap dunia dari klien-klien yang datang kepada kita.
Ingat hukum tarik-menarik? Ini juga terjadi antara Tarot Reader dengan para kliennya.
In Depth With Meditation Using Tarot
Well….di tulisan2 awal, salah satu kegunaan lain untuk tarot ada meditasi bukan? Nah….tulisan kali ini sebenarnya lebih untuk membahas meditasi tersebut secara lebih mendalam. Manfaatnya, selain untuk meningkatkan intuisi (kalau sering dilatih), pemahaman kita akan suatu kartu juga akan menjadi semakin luas dan tidak hanya berdasarkan textbook saja.
Untuk kartu-kartu yang digunakan, saya sarankan di awal2, cukup menggunakan kartu Major Arcana dahulu. Cukup 1 kartu untuk 1 hari; dan anda bisa memulainya secara berurutan (dari kartu 0 sampai 21), ataupun mengambil secara acak sesuai yang anda inginkan.
Untuk pertama-tama, lakukan cara pembersihan seperti yang saya pernah tuliskan sebelumnya, atau anda bisa gunakan cara anda sendiri seperti berdoa menurut kepercayaan anda masing2.
Setelah itu, ambil posisi duduk yang nyaman, badan tegap dan tidak tidur. Ambil salah satu kartu major arcana yang ingin anda perdalam maknanya. Pandangi kartu tersebut sampai anda dapat mengingat gambar kartu itu secara umum.
Setelah anda dapat mengingat gambar tersebut, tutup mata anda dan tetap pertahankan gambar tersebut dipikiran anda. Visualisasikan ukuran kartu dipikiran anda semakin membesar perlahan-lahan sehingga ukurannya membentuk seukuran diri anda.
Bayangkan anda melangkah masuk kedalam kartu itu, teliti lingkungan sekitarnya didalam kartu itu….apa saja yang anda lihat?
Kemudian temuilah sosok yang ada di kartu itu, bagaimana sifatnya? Perawakannya? Adakah detail2 lain yang tidak anda sadari dia miliki?
Setelah itu, tanyakanlah apa saja hal-hal yang berkaitan dengan yang ingin anda pelajari. Kemudian, biarkan dia menjawabnya. Apa saja jawaban yang dia berikan?
Kadangkala, sosok dalam kartu itu akan mengajak anda jalan2 untuk melihat lingkungan sekitar sambil berbagi ilmu kepada anda. Apa saja yang anda dapatkan?
Sesudah selesai berdiskusi dengan dia, ucapkan terima kasih kepada dia, melangkah keluar dari kartu tersebut. Visualisasikan kartunya semakin mengecil dan kembali keukuran semula. Dan buka mata anda.
Setelah ini, anda bisa menutupnya denan pembersihan lagi, ataupun dengan doa sesuai kepercayaan anda masing2
Latihan ini bisa dikatakan latihan visualisasi. Jadi gambarnya yang ada di imajinasi anda akan semakin terlatih dan semakin berkembang. Seringkali saat anda melakukan visualisasi, gambar yang ada dipikiran anda semakin liar dan menjadi berbeda dengan yang ada di kartu. Itu tidak masalah, tetap ikuti saja visualisasinya.
Apabila sosok dalam kartu tersebut tidak memberi jawaban….maka tetaplah berterima kasih kepada dia dan bila mau, silahkan berjalan-jalan melihat-lihat sekeliling lingkungan dalam kartu tersebut.
Bisa dikatakan sosok dalam kartu itu juga merupakan manifestasi dalam pikiran bawah sadar anda. Sehingga apabila sosok tersebut tidak memberi jawaban, bisa dikatakan bawah sadar anda masi menghalangi anda untuk memberikan jawaban tersebut.
Sekian dulu artikelnya. Semoga membantu.
Mengapa Lebih Memilih Tarot Ketimbang Psikolog?
Tulisan ini saya buat bukan untuk mengesampingkan para konsultan psikologi; melainkan untuk membeberkan sebagian besar interpretasi masyarakat akan tarot dan psikolog. Manfaatnya, supaya para tarot reader juga bisa membantu orang sebaik2nya, dan psikolog juga bisa mengoptimalkan kemampuan mereka lebih baik lagi.
Ok, let’s begin.
Sampai saat ini, memang belum ada penelitian resmi yang mengatakan berapa persentase orang yang memiliki masalah akan datang ke psikolog dan berapa persentase yang memilih ke tarot reader. Namun dari observasi saya dan beberapa literatur, untuk yang lebih memilih konsultasi ke tarot, ternyata memiliki berbagai latar belakang alasan ketimbang ke psikolog. Beberapa latar belakang itu adalah….
1. Biaya
Secara umum….biaya konsul untuk ke psikolog itu terkesan lebih besar ketimbang konsul ke tarot reader. Meskipun ini tidak sepenuhnya benar. Namun karena tersebarnya Tarot Reader dengan tarif murah, juga menjadi faktor akan rendahnya biaya untuk berkonsultasi via Tarot. Selain itu, karena psikolog juga memiliki semacam sistem follow-up klien yang membuat klien datang kembali secara langsung untuk melihat perkembangan dari masalah mereka, dibandingkan dengan konsul ke tarot reader dimana klien tidak merasa wajib kembali ke tarot reader tersebut, maka total biaya untuk ke psikolog memang lebih besar.
2. Interpretasi
Sama dengan tarot reader, psikolog juga memiliki metode sendiri dalam menginterpretasikan pribadi dan masalah kliennya. Sebutkanlah warteg test, ink blot test, roshach test, dsb dsb (koreksi kalo tulisannya salah). Menariknya adalah, akurasi dari test psikologi itu juga tidak 100% akurat karena banyak faktor. Ini disebabkan karena manusia memang tidak stabil sifatnya. Manusia yang pemalu pun bisa menjadi semangat dan percaya diri di situasi tertentu. Manusia yg jujur pun juga bisa berbohong. Manusia yang bersemangat mengejar target pun suatu saat juga bisa tidak berambisi. Sedangkan tarot itu sendiri interpretasinya mengikuti keadaan manusia saat itu dan bisa berubah-ubah sesuai dengan perkembangan klien itu sendiri. Beda dengan psikologi (terutama psikologi perusahaan) yang cenderung mengecap karyawan dari test psikologi awal, namun tidak dipantau perkembangannya.
3. Nasehat
Nasehat dari tarot reader, umumnya secara bawah sadar lebih diterima oleh klien. Kenapa? Karena mayoritas klien melihat orang yang menjadi tarot reader itu memiliki kemampuan khusus yang bisa menggali hati si klien itu sendiri (meskipun itu juga tidak semua tarot reader bisa). Jadinya…klien lebih percaya ama kata2 reader itu (meskipun di mulut cuma ngakunya “iseng2 saja”). Beda dengan psikolog yang memang terkesan berlandaskan ilmiah dan penelitian. Selain itu, meskipun masih bisa diperdebatkan, klien yang puas dengan tarot reader banyak yg menilai kalau reader lebih bisa berempati ketimbang psikolog. Meskipun kenyataannya memang balik ke individu masing2.
4. Image
Yang dimaksud dengan image disini adalah image dari klien kalau berkonsultasi. Kalau klien datang ke TR, maka kesannya klien mencari solusi alternatif dan diluar kebiasaan umum. Alhasil, klien juga bisa jujur ke TR. Bagusnya, karena klien menjadi lebih jujur, TR bisa mengidentifikasi hal2 apa yg menjadi bahaya tersembunyi dalam diri klien. Beda dengan psikolog yang apabila klien konsul ke mereka…image yg didapat adalah klien datang ke rumah sakit. Image ke rumah sakit itulah yang membuat klien mengurungkan niatnya karena gengsi kalo dianggap sakit oleh orang lain.
Tentu saja kesannya akan beda apabila klien ngomong ke orang lain…
“Hi guys, saya tadi abis ke Tarot Reader ini loh. Wuah…hasilnya tepat banget.” <—alhasil TR jadi untung karena ada promosi gratis
bandingkan dengan…
“Hi guys, saya tadi abis ke psikolog ini loh. Wah….hasilnya bagus.” <—alhasil….klien dianggap sedang ada masalah dalam dirinya oleh orang lain.
Demikian tulisan saya, saya tutup dengan 1 kalimat….
“Kalau ingin memeras duit orang, lakukan dengan tarot reading; kalau ingin membantu orang, lakukan dengan tarot reading.”
Dan untuk psikolog yang kebetulan baca ni artikel, ane cuma kasi saran untuk mempertimbangkan tarot dari pendekatan psikologi sebagai alat untuk lebih berempati ama klien. Percuma juga kalo banyak teori ini itu dan kesimpulan2 tapi ga diterapkan di lapangan.
Tips pembersihan diri sebelum membaca tarot
Kali ini khusus untuk para Tarot Reader yang ‘bersedia’ membaca untuk dirinya sendiri.
Well….memang ada tarot reader yang lebih memilih untuk dibacakan tarot oleh orang lain ketimbang diri sendiri. Tanpa bermaksud memperdebatkan mana yang terbaik, membaca tarot untuk diri sendiri memiliki banyak manfaat ketimbang dibacakan oleh orang lain. Selain waktu untuk refleksi yang lebih lama, jawaban yang didapat pun sebenarnya lebih detail karena kita memang mengetahui seluk- beluk dan sikon diri kita sendiri.
Memang salah satu kekurangannya dalam membaca diri sendiri adalah objektifitasnya. Untuk itu, ini ada sedikit tips sebelum memulai sesi membaca untuk diri sendiri. Tips itu adalah:
Bersihkan dahulu diri sendiri sebelum memulai pembacaan
Nah, langkah pertama dalam pembersihan diri, biasanya bisa dilakukan dengan cara mandi (sejumlah orang memilih untuk mandi dengan air garam atau susu) atau berendam dalam bathub. Tujuannya sebenarnya untuk merilekskan diri terlebih dahulu sebelum kita menggunakan kemampuan analisa dan intuisi kita. Manfaat lainnya adalah untuk mengusir rasa lelah dan capek dari diri kita dari aktifitas2 sebelumnya. Gw yakin mayoritas disini juga bekerja kantoran, dimana pulang kerja pasti lelah secara psikis. Mandi itu bermanfaat untuk mengusir rasa lelah itu. Ada tujuan lain seperti mengusir energi2 negatif dalam diri sendiri, dsb dsb. Tapi yg disini saya tekankan lebih ke rileks diri aja dulu.
Bayangkan kalau sebelum membaca tarot untuk diri sendiri, kita mandi bersih dan berendam dulu. Membayangkannya aja kan uda “whoaaaa, asik juga tuh. Hehehehehehe”
Kalo memang tidak ada bathub atau kamar mandi memadai, ya bisa dilakukan dengan basuh wajah (dan kaki kalau mau). Ya kalo di agama2 tertentu kayak semacam pembersihan diri sebelum doa. Ngerti kan maksudnya ane?
Setelah membersihkan diri, teman2 bisa cari tempat yang nyaman….asalkan bisa duduk tegak (dan tidak bersandar). Posisi duduk terserah teman2 semua (mayoritas pada lebih suka posisi meditasi dan nafas yang sudah teratur).
Nah…untuk yang berikutnya, sebenarnya bisa disebut tahap pembersihan ruangan dari energi2 yang tidak diinginkan/ negatif. Ada banyak cara seperti ritual “Lesser Banishing Ritual Pentagram” alias LBRP (cari di mbah google, pasti ketemu kok caranya); namun saya akan coba share cara lain yang lebih universal.
Ada 2 cara yang saya temukan:
Cara pertama:
Duduk rileks, tutup mata anda.
Tarik nafas dalam 3 detik, tahan 3 detik, hembuskan 3 detik, tahan 3 detik….ulangi dari awal terus-menerus sampai teman2 hafal ritmenya.
Visualisasikan sebuah bola bercahaya putih tepat didepan dada anda. Visualisasikan bola itu semakin bersinar terang, dan ukurannya perlahan-lahan semakin membesar.
Visualisasikan bola itu semakin membesar sampai seukuran ruangan anda dan rasakan anda berada ditengah-tengah bola yang bermandikan cahaya itu. Rasakan perbedaan energi yang ada disekeliling anda.
Setelah itu, anda bisa buka mata anda. Hilangkan visualisasinya, namun tetap rasakan bola putih besar itu melindungi anda. Setelah itu ucapkan (affirmasi) kata-kata dibawah ini:
Ruangan saya bersih
Saya terhubung dengan Tuhan dan menerima petunjuknya
Dengan media yang ada didepan saya.
Setelah itu, silahkan buka kartu tarot sesuai dengan pertanyaan yang telah anda tetapkan sebelumnya.
Cara kedua
Duduk rileks, tutup mata anda.
Tarik nafas dalam 3 detik, tahan 3 detik, hembuskan 3 detik, tahan 3 detik….ulangi dari awal terus-menerus sampai teman2 hafal ritmenya.
Visualisasikan cahaya putih yang menyinari anda dari atas. Rasakan hangatnya cahaya tersebut.
Cahaya tersebut memberikan energi bagi anda; rasakan energi tersebut.
Tarik nafas anda, sambil mengvisualisasikan energi di tubuh anda dibagian kepala …..mengalir ke kaki dan kemudian ke tanah. Kemudian hembuskan nafas anda sambil memvisualisasikan anda menarik energi dari tanah kedalam diri anda melalui kaki…mengalir kekepala dan mengeluarkannya lewat mulut anda. Lakukan terus berulang-ulang (proses visualisasi aliran energinya) sampai anda merasa cukup, kemudian ucapkan kata-kata dibawah ini…
Ruangan saya bersih
Saya terhubung dengan Tuhan dan menerima petunjuknya
Dengan media yang ada didepan saya.
Setelah itu bisa dilanjutkan dengan baca tarot deh.
Manfaatnya, ini bisa mengurangi subjektifitas karena kita membersihkan energi2 negatif dalam diri kita sendiri. Selain itu, karena memang setelah pembersihan, reader masuk kedalam fase yang memudahkan diri untuk berefleksi dan berpikir tenang, maka hasil analisanya pun bisa lebih jujur.
PS: kata2 affirmasi bisa dirubah sesuai kepercayaan masing2. Visualisasinya pun bisa dirubah sesuai keyakinan. Yang penting tujuan utamanya tetap sama: pembersihan diri. Disini saya hanya memberi gambaran untuk visualisasinya saja. Pada akhirnya maksud dari hati kita lah yang paling penting; bukan dengan ribet/ rumitnya ritual.
PS 2: Untuk yang belum pernah melakukan visualisasi, yang penting usaha aja dulu dan tahu kalau apa yang divisualisasikan memang ada dan terjadi. Tidak perlua terlalu jelas dalam membentuk visualisasinya untuk awal2 yang baru coba. Selain itu, untuk membantu konsentrasi, bisa juga diputar musik yang irama tenang dan damai. Biasanya seh musik instrumental buat therapi. Tapi musik2 lain juga bisa saja asalkan musiknya tenang atau memotivasi.
Contohnya neh….. (agak SARA dikit yah)
Buat yg Katholik dan Kristen. Untuk saat visualisasinya, bisa diganti dengan seperti ini….
Visualisasikan Yesus duduk didepan anda,… dengan rupa dan warna yang jelas. Visualisasikan dia tersenyum kepada anda, dan dia menumpangkan tangan kanannya didahi anda serta memberkati anda. Kemudian Seberkas cahaya putih dan merah terlihat dari dada Yesus dan mulai menyinari anda dari atas yang melambangkan kesucian (putih) dan pengampunan dosa (merah).
Jadi untuk yang agama dan aliran lain, bisa dibuat sesuai keinginan anda semua. Yang penting tujuan utamanya tetap sama.
Semoga membantu yah.