Blog Archives

About Spirit Inside Tarot Deck

Banyak Tarot Reader yang mulai membahas mengenai spirit dalam deck tarot. Apakah spirit didalam tarot itu beneran ada? Ataukah Cuma fantasi dari pemegang kartu tarot tersebut? Apabila memang ada spirit dalam deck tarot, kenapa selalu disebutkan kalau deck tarot produksi dalam negeri seperti Tarot Nusantara malah disebut kosong alias tidak ada isinya?

 

Saya akan mencoba menelaah mengenai spirit dalam deck tarot itu sendiri. Semua yang saya beberkan dalam tulisan ini adalah hasil analisa saya dari berbagai sumber dan literature, BUKAN dari pengalaman dan meditasi doing. Jadi apabila ada yang ingin berdiskusi, diskusi dengan bijaksana dan sertakan sumbernya. Karena apa? Kekurangan mayoritas orang tarot reader yg ketakutan ama spirit dalam deck itu seringkali Cuma asal bicara dan berdasarkan pengalaman pribadi TANPA ada landasan yang kuat alias tidak objektif.

 

Sebelum dibahas, saya perlu menekankan bahwa ada atau tidaknya spirit dalam deck tarot yang anda beli, TIDAK WAJIB anda rawat dengan berbagai macam perawatan mistis. Apabila anda memutuskan untuk merawat spirit dalam deck tersebut, ya silahkan dirawat dan itu bisa membantu anda dalam pembacaan tarot. Namun apabila anda menggunakan tarot hanya dengan pendekatan psikologis, anda tidak perlu khawatir akan spirit. Perlakukan saja deck tarot secara wajar layaknya barang anda, dan anda juga tidak terkena dampak apapun.

 

Ok, pertama-tama yang perlu disamakan persepsinya terlebih dahulu adalah, semua keberadaan dalam semesta ini, terbentuk oleh yang disebut energy. Spirit pun merupakan salah satu bentuk energy juga. Mengacu dalam artikel saya mengenai pengenalan tentang magick, kita sudah mengetahui bahwa pikiran dan kondisi mental kita bervibrasi dan menarik energy-energi yang sama dengan sikon pikiran dan mental kesekeliling kita bagaikan magnet.

 

Bagaimana suatu deck bisa memiliki spirit? Bukankah semua deck tarot masuk dalam mesin cetak? Secara logis memang itu tidak mungkin, sehingga saya akan mencoba menganalisa kejadian mengapa tarot deck bisa memiliki spirit.

 

Pertama-tama, tarot deck yang selesai dicetak dan didistribusikan keberbagai Negara, sebenarnya tidak ada isinya sama sekali alias kosong. Yup, meskipun tarot deck dibuat dengan berbagai macam keinginan dan tujuan sesuai dengan selera pembuatnya, tarot deck sendiri pada saat dibuat masa masih berada dalam kondisi kosong.

 

Tarot sendiri dalam bungkusannya dan kartunya itu sendiri sudah memiliki symbol-simbol yang dapat menyentuh alam bawah sadar kita dan membuat kita tahu mana deck yang cocok untuk kita dan mana deck yang kurang cocok untuk kita. Nah, disaat kita memutuskan membeli suatu deck itulah, pikiran bawah sadar kita membentuk getaran yang sama dengan arti atau karakter simbol2 di tarot tersebut. Getaran itulah yang memanggil spirit dari dimenasi lain tanpa kita sadari dan deck tarot itulah sebagai kuncinya. Dengan demikian, spirit itu sendiri terpanggil oleh kita sendiri tanpa disadari, bukan karena spiritnya berdiam dalam tarot.

 

Terus, apa yang perlu dilakukan kalau kita memanggil spirit? Apabila anda memang menggunakan tarot lebih ke pendekatan psikologi, maka anda tidak perlu merawat atau melakukan ritual macam-macam ke tarot anda. Anda cukup gunakan seperti biasa dan anda tidak terkena hal buruk apapun dari deck tersebut. Satu-satunya yang menyebabkan anda bisa mengalami kejadian buruk dari memiliki deck tarot adalah karena rasa takut dan kekhawatiran anda sendiri. Ingat, pikiran kita lah yang menarik semua itu.

 

Sementara, apabila anda menggabungkan psikologi dengan mistis, menurut saya anda bisa merawatnya dengan ritual sederhana ataupun aktifitas perawatan tarot lainnya yang memang sesuai dengan situasi dan kondisi anda. Tidak perlu aktifitas yang rumit dan panjang, asalkan anda suka untuk melakukannya dan merasa nyaman, lakukan saja yang menurut anda baik dan bisa merawat deck tarot tersebut. Tidak ada hokum yang wajib dalam tarot sehingga semuanya bergantung kepada selera anda.

 

Lalu bagaimana cara merawat deck tarot anda dan membersihkannya? Akan saya bahas lebih dalam lagi di topic berikutnya dilain kesempatan.

 

Bagaimana Membedakan Tarot Reader Dengan Scam ?

Inspirasi yang saya dapat untuk topic ini berawal dari maraknya artikel – artikel luar sana yang ‘curhat’ mengenai banyaknya reader-reader yang berorientasi ke uang semata dan tidak memberikan pelayanan selayaknya reader professional. Lebih ekstrimnya lagi, sudah mulai berkembang reader –reader yang melakukan penipuan diluar sana.

Well, saya rasa juga sudah banyak artikel diluar sana mengenai bagaimana menjadi tarot reader yang professional, beretika, dan sebagainya. Maka untuk kali ini, saya akan membahas dari sisi lain, yaitu bagaimana customer / pelanggan bisa membedakan tarot reader yang professional namun juga berniat membantu secara tulus, dengan tarot reader yang professional namun murni berorientasi duit semata (alias SCAM). Dari sini, saya akan membahas  cara membedakannya dari berbagai dua aspek.

 

Aspek duit/ uang/ mahar/ fee/ apapun namanya

Tidak bisa dipungkiri, setiap tarot reader memiliki standard harganya masing – masing. Pertimbangan mengapa sejumlah reader bisa mematok harga lebih tinggi dibandingkan reader lain juga sangat beragam dan cenderung subjektif. Namun satu hal yang perlu ditekankan, harga memang menjadi satu dari berbagai factor kualitas bacaan; namun seringkali bukanlah menjadi penentu utama kualitas bacaan tarot reader tersebut. Seringkali harga justru menjadi indicator dari nilai waktu yang diberikan tarot reader ke kliennya. Dengan kata lain, semakin tinggi tarif seorang tarot reader, maka semakin terbatas lah waktunya atau semakin tinggi tarot reader tersebut menghargai waktunya. Faktor kenapa waktunya sang tarot reader tersebut terbatas juga bisa macam – macam. Diantaranya bisa karena kliennya memang bejibun banyaknya, atau karena si reader juga mengalokasikan waktunya untuk pekerjaan lain juga (berhubungan tarot reader adakalanya punya segudang kegiatan diluar aktifitas membantu orang ini).

Demikian gambaran umum dari konsep fee yang ditetapkan oleh tarot reader itu sendiri. Kemudian bagaimana membedakannya kalau dia memang professional namun memang niat membantu dengan professional namun murni duit? Dari berbagai observasi saya sendiri, saya melihat kalau tarot reader yang berniat membantu bisa terlihat saat ada klien yang ingin konsultasi, namun tidak mampu membayar fee sesuai standard yang ditentukan tarot reader itu sendiri. In short word, kalau ada klien yang (asumsinya) mengucapkan secara jujur….

“Saya ingin konsultasi mengenai permasalahan saya ke anda, namun jujur…. Saya belum bisa membayar seharga yang anda pasang.”

 

Kalau tarot reader dihadapi klien seperti ini, biasanya ada 2 jawaban utama:

  1. Untuk tarot reader yang berniat membantu, “Ok saya tetap akan bantu anda. Jadi kita ketemu saja dulu untuk konsultasi. Untuk masalah harga, anda cukup bayar semampu anda. “
  2. Untuk tarot reader yang murni nyari duit, “Hmm… silahkan anda mencari tarot reader yang lain yah. Bye!”

 

Tentu saja ini (sekali lagi) dengan asumsi kalau kliennya memang jujur benar-benar ga mampu, bukan klien yang pura – pura ga mampu yah.

 

Aspek follow-up dan bacaan tarot itu sendiri

Yang dimaksud follow-up disini adalah respon klien setelah melakukan konsultasi dengan tarot reader. Dari aspek ini, sebenarnya bisa dengan mudah dibedakan antara tarot reader yang niat bantu dan yg murni duit:

  1. Tarot reader yang berniat membantu, seringkali membantu semaksimal mungkin dari sisi pembacaan tarotnya dengan cara memberikan gambaran objektif (memberitahukan sisi positif dan negatifnya secara seimbang), solusi – solusi yang tepat sasaran dan benar-benar bisa diaplikasikan oleh klien itu sendiri. Tujuan utamanya tentu saja kepuasan klien dan memang klien bisa menyelesaikan masalahnya. Apabila setelah itu, klien mempunyai repeat order (which is itu seirng terjadi), maka reader menganggap itu sebagai bonus dan bukan tujuan utama.
  2. Tarot reader yang niatnya murni duit, seringkali melakukan pembacaan yang terkesan kata – katanya kiasan semata alias bahasa – bahasa simbolis ato memakai kalimat – kalimat manis saja. Saran –saran yang diberikan juga cenderung masih membuat klien terbingung –bingung dan kecenderungannya menyenangkan klien semata. Apa tujuannya? Sederhana, agar klien tersebut kembali ke tarot reader itu sendiri untuk diminta dibacakan kembali. Jadi memang tujuan UTAMAnya adalah untuk membuat sang klien bergantung kepada tarot reader itu kembali dan kembali. Yang ujung – ujungnya semakin banyak uang yang masuk ke kantong reader karena klien sudah kecanduan dengan reader tersebut. Bagaimana caranya membuat klien ketergantungan dengan reader jenis ini? Secara umum, ada 2 cara:
    1. Dengan membaca klien dengan kalimat2 yang sangat positif dan sangat manis, namun menutupi sisi yang perlu dibenahi klien. Akibatnya, ketika klien terkena masalah yang tidak sesuai dengan bacaan, maka klien akan kembali ke reader tersebut untuk meminta ‘ilusi sugesti positif’ .
    2. Membaca klien dengan kalimat – kalimat yang cenderung negative yang kemudian mengarahkan klien berpikir bahwa sang tarot reader adalah ‘juru selamat’ klien tersebut.

Demikian dua aspek yang bisa dipertimbangkan untuk calon klien tarot reader manapun agar benar-benar cermat dalam memiih tarot reader yang sesuai untuk teman – teman sendiri. Kenapa saya membahas hal seperti ini? Karena profesi sebagai tarot reader memang sudah menjamur dan memiliki prospek yang menguntungkan secara financial dan networking. Hanya saja karena sudah mulai sangat menguntungkan itulah, mulai banyak tarot reader yang bermunculan dengan motivasi duit dan tenar semata.

Dan pertanyaan untuk tarot reader sendiri, dan silahkan jawab dalam diri masing – masing: termasuk manakah anda dari uraian saya diatas?

 

 

Free Tarot Module for Beginner

Untuk teman2 yg belajar tarot, saya sudah buat modul untuk pemula Tarot yg ingin belajar. Sifatnya free karena memang saya membuatnya atas masukan dari beberapa sumber. Bahkan covernya pun pake stock photo. Silahkan kalo ingin melihat dan bagi yang download, sekalian minta masukannya yah. Thx sebelumnya

 

download pdf nya disini

 

Well…. maybe ada yg bertanya2, apakah saya tetep akan mendapat murid kalo saya ‘mengobral’ ilmu terutama untuk pemula. Well…. jawabannya adalah “Yes, dan akan bertambah banyak muridnya”. Karena yg saya share di modul tersebut adalah esensinya. Sementara yang saya share saat ngajarin tarot adalah terapan2nya secara praktis yg didapat dari pengalaman2 secara langsung dan yang pasti justru melengkapi modul tersebut.

Using More Than One Deck: part 2

Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya, yaitu Using More Than One Deck. Pada bagian ini, saya akan membahas lebih mendetail bagaimana menggunakan masing-masing dari metode yang telah disebutkan di post sebelumnya itu.

Sebelum saya mulai membahas, saya perlu menggaris bawahi terlebih dahulu kalau apa yang saya uraikan di post ini bukanlah original ide saya. Melainkan penggabungan dari beberapa metode yang saya temukan dari berbagai literature; baik dari buku, sharing dengan tarot reader lain, maupun dari article online.

Untuk bagian ini, hal yang akan saya bahas adalah mengenai penggabungan deck oracle dengan deck tarot.

Seperti yang kita ketahui, sebagian besar tarot reader, baik yang baru mulai belajar maupun yang sudah professional membacakan untuk orang lain, mengenal dan fasih menggunakan 1 tebaran ‘sejuta umat’ yang disebut tebaran Celtic Cross. Tebaran yang memakai kartu cukup banyak tersebut memang bisa membaca situasi dari apa yang ditanyakan klien terutama kalau kita ingin melihat berbagai gambaran situasi masalah klien dari berbagai aspek seperti diri sendiri, lingkungan sekitar, teman – teman, orang tua, dan energy yang mempengaruhi sekelilingnya.

Namun tebaran yang telah menjadi tebaran wajib tersebut memiliki 1 kekurangan sangat mendasar, yaitu TIDAK ADA SOLUSI dari masalah yang ditanyakan klien. Akibatnya tarot reader seringkali memberikan solusi dari masalah tersebut berdasarkan murni ‘kreatifitas’ dan intuisi masing – masing.

Beranjak dari problem mendasar tersebut, banyak tarot reader luar yang memutuskan untuk melakukan bacaan dengan tebaran 3 kartu SETELAH tebaran celtic cross tersebut. Tebaran 3 kartu tersebut seringkali berasal dari deck tarot yang sama. Namun alangkah lebih baiknya apabila sebagai solusi, bisa berasal dari deck kartu tarot yang berbeda ataupun dari deck oracle yang notabene memang jauh lebih baik sebagai deck yang member pesan dan solusi.

Dengan demikian, untuk penggabungan deck oracle dengan deck tarot, caranya cukup sederhana. Lakukan pembacaan situasi yang mendasar dari pertanyaan klien dengan menggunakan celtic cross dengan deck tarot; kemudian lanjutkan ke bagian solusi dengan tebaran 3 kartu menggunakan oracle deck. Dengan cara tersebut, saya yakin pembacaan lebih menarik dan lebih bisa menjawab pertanyaan klien.

Penggunaan 2 deck tarot yang berbeda

Pada dasarnya tehnik seperti ini cukup sederhana: pakailah 2 deck dalam pembacaan. Pertanyaannya, bagaimana cara penggunaannya? Selama saya belajar sampai sekarang, seringkali tarot reader menggunakan salah 1 dari 2 alternatif:

Alternative pertama: lakukan pembacaan langsung dari 2 deck.

Caranya cukup sederhana, pikirkan sebuah pertanyaan. Kemudian kocok dan lakukan tebaran 1 kartu dengan salah satu deck. Kemudian kocok dan ambil 1 kartu dari deck lain. Bandingkan jawaban yang didapat dan ambil kesimpulan dari sana. Hal ini juga bisa dilakukan untuk tebaran 3 kartu dan tebaran – tebaran lainnya. Manfaatnya adalah untuk melihat jawaban dari 2 karakter deck yang berbeda sehingga kita semakin mengerti dan tahu lebih mendalam atas permasalahan dan solusi yang kita dapatkan

 

Alternative kedua: gunakan kartu yang sama dari 2 deck berbeda

Caranya juga mirip dengan alternative pertama. Pikirkan sebuah pertanyaan, kemudian kocok dan lakukan tebaran 1 kartu dengan salah satu deck. Misalnya kartu yang keluar adalah three of cups, maka carilah kartu three cups dari deck satunya lagi dan bandingkan three of cups dari kedua deck tersebut. Dengan demikian, anda bisa mendapatkan makna dari three of cups dari sudut pandang 2 deck yang berbeda.

Untuk tulisan selanjutnya, saya akan membahas mengenai penggunaan deck yang digunakan klien dan deck yang digunakan diri sendiri.

Using More Than One Deck

Selama ini, sudah banyak beredar berbagai tehnik membaca tarot yang sering dibagi oleh para Tarot Reader, baik dari mulut ke mulut, forum di internet, ataupun dengan cara menerbitkan buku. Untuk di Indonesia ini, kecenderungannya adalah, Tarot Reader selalu memiliki 1 deck yang sangat menjadi favorit dan menggunakan deck tersebut dalam jangka waktu yang sangat lama.

Bagi Tarot Reader yang ‘setia’ seperti ini, membeli deck baru yang berbeda dengan deck yang sudah dia miliki, bukanlah suatu kebutuhan, bahkan mungkin tidak terbesit keinginannya untuk membeli deck baru tersebut. Tulisan saya kali ini saya tujukan untuk para tarot reader yang memiliki lebih dari 1 deck ataupun memiliki banyak deck kartu tarot. Tujuannya adalah, agar para reader yang memiliki banyak deck tersebut, juga dapat lebih menafaatkannya dan menggali potensi-potensi yang ada dengan memiliki banyak deck.

 

Manfaat dan Motivasi Memiliki Banyak Deck

 

Pertama-tama, akan saya uraikan alasan-alasan umum menngapa ada tarot reader yang memiliki 2 atau lebih deck tarot:

1. Untuk koleksi

Alasan untuk koleksi menjadi alasan yang cukup umum oleh para tarot reader. Seseorang membeli suatu deck tarot tidak hanya karena manfaat yang didapat dari membaca tarot, namun mereka juga tertarik dengan gambar-gambar yang ada dalam kartu tersebut. Dengan demikian, ada saja orang yang memiliki banyak deck karena suka akan gambar yang ada dan tentu saja ingin memiliki karya yang disukai tersebut.

2. Melihat 1 subject dari berbagai sudut pandang

Untuk orang yang sudah berpengalaman didunia tarot, memiliki banyak deck bermanfaat untuk melihat 1 topik dari berbagai sisi. Ini disebabkan karena setiap deck tarot memiliki tema dan tujuan pembuatan yang berbeda-beda dari penciptanya. Misalkan topic utamanya adalah kartu Major Arcana The Death yang arti umumnya adalah perubahan signifikan diri seseorang. Sejumlah deck tarot melihat Death sebagai perubahan menuju hal yang lebih baik dari sebelumnya, deck feng shui tarot menekankan death dari sisi membuka tabir sosok klien yang sebelumnya tersembunyi menjadi benar – benar terlihat secara jelas sifat-sifatnya. Necronomicon Tarot menunjukkan sisi pengorbanan yang dibutuhkan seseorang dari sisi psikis dan mindset apabila orang tersebut ingin berubah menjadi lebih baik. Legacy of The Divine Tarot lebih menunjukkan sisi setelah transformasi si klien dimana setelah melewati berbagai kesulitan dan tantangan selama proses transformasi, harapan selalu muncul dan berpotensi menjadi sangat besar.

3. Penggunaan yang dibedakan

Ada sejumlah reader yang memang memilah-milah deck tarot dalam pengunaannya. Sebagai contoh, deck a digunakan untuk membaca klien, deck b digunakan untuk membaca diri sendiri, deck c digunakan untuk meditasi, dan seterusnya. Tentu saja reader memiliki tujuannya sendiri-sendiri dalam penggunaan tersebut. Seringkali reader membedakan deck yg dipakai untuk diri sendiri dengan deck yg digunakan untuk membaca klien supaya deck yang dipakai untuk diri sendiri, energinya benar-benar selaras dengan readernya dan tidak tercampur dengan energy klien.

4. Untuk Ritual/ meditasi

Untuk tarot reader yang juga menggunakan tarot untuk doa atau meditasi, mereka memiliki lebih dari 1 deck karena bagi mereka, setiap deck tarot memiliki kelebihannya masing-masing. Sebagai contoh, deck tarot Raider Waite – Smith (atau disingkat RWS) bermanfaat untuk meditasi secara umum, Vampyres Tarot bermanfaat untuk orang yang sering bekerja dan meningkatkan karisma di malam hari, Legacy of The Divine cukup bagus untuk klien – klien yang kooperatif dan bermindset bijaksana, Quest Tarot cocok untuk orang yang menginginkan bacaan yang benar-benar netral.

 

Penggunaan 2 Deck Dalam Bacaan

 

Ada banyak cara dalam penggunaan 2 deck tarot dalam pembacaan. Dalam tulisan kali ini, saya akan menguraikan garis besarnya penggunaan 2 deck tersebut. Sementara untuk detailnya akan saya uraikan cara-caranya di post berikutnya.

1. Penggabungan Deck Oracle dengan Deck Tarot

Seperti yang kita ketahui, oracle deck lebih ditujukan untuk member masukan atau saran sikap mental yang perlu dilakukan dalam menjawab suatu pertanyaan/ masalah klien. Deck Oracle sendiri memang tidak bisa sedetail Tarot dalam hal memprediksi sesuatu yang sifatnya konkrit atau nyata, namun sangat ampuh dalam hal member nasehat dan inspirasi umum kepada klien. Selain itu, oracle adakalanya lebih sering dipakai untuk meditasi dan therapy ketimbang membacakan orang lain.

Oleh karena itu, oracle deck juga sering dipakai sebagai bentuk follow-up dari pembacaan tarot dimana apabila tarot memberikan solusi yang praktisnya, oracle deck memberikan pemikiran filosofisnya.

2. Penggunaan 2 Deck Tarot yang berbeda tipe

Tema tarot yang sangat beragam, membuat sebagian tarot reader berpendapat ada deck yang halus dalam membaca dan member solusi, dan ada deck yang terkesan ‘kasar’ dan sangat to the point. Oleh karena itu, tarot reader ada yang menggunakan 2 deck untuk mencari solusi dari 2 sudut pandang: sudut pandang yg halus dan baik dengan sudut pandang yang to the point dan cenderung keras. Tujuannya tentu saja agar pembacaannya menjadi berimbang sehingga tidak menjadi over-optimis ataupun over-pesimis.

3. Penggunaan Deck yg digunakan klien dan deck yg digunakan diri sendiri

Cara seperti ini adalah dengan membiarkan klien mengocok dan mengambil kartu yang ada di deck tarot –khusus untuk klien- dan reader juga mengocok dan mengambil kartu dari deck tarot yang –khusus untuk penggunaan diri sendiri- . Cara ini bisa menjadi cara yang cukup efektif apabila si tarot reader benar-benar ingin menjaga deck favoritnya dia dari energy – energy yang tidak diinginkan dan untuk memacu klien agar juga ikut mencari jawaban bersama.

Segini dahulu uraian singkatnya, dan untuk penggunaan metode lebih dari 1 deck secara mendetail, akan saya bahas di post berikutnya.