Category Archives: article
Bagaimana Membedakan Tarot Reader Dengan Scam ?
Inspirasi yang saya dapat untuk topic ini berawal dari maraknya artikel – artikel luar sana yang ‘curhat’ mengenai banyaknya reader-reader yang berorientasi ke uang semata dan tidak memberikan pelayanan selayaknya reader professional. Lebih ekstrimnya lagi, sudah mulai berkembang reader –reader yang melakukan penipuan diluar sana.
Well, saya rasa juga sudah banyak artikel diluar sana mengenai bagaimana menjadi tarot reader yang professional, beretika, dan sebagainya. Maka untuk kali ini, saya akan membahas dari sisi lain, yaitu bagaimana customer / pelanggan bisa membedakan tarot reader yang professional namun juga berniat membantu secara tulus, dengan tarot reader yang professional namun murni berorientasi duit semata (alias SCAM). Dari sini, saya akan membahas cara membedakannya dari berbagai dua aspek.
Aspek duit/ uang/ mahar/ fee/ apapun namanya
Tidak bisa dipungkiri, setiap tarot reader memiliki standard harganya masing – masing. Pertimbangan mengapa sejumlah reader bisa mematok harga lebih tinggi dibandingkan reader lain juga sangat beragam dan cenderung subjektif. Namun satu hal yang perlu ditekankan, harga memang menjadi satu dari berbagai factor kualitas bacaan; namun seringkali bukanlah menjadi penentu utama kualitas bacaan tarot reader tersebut. Seringkali harga justru menjadi indicator dari nilai waktu yang diberikan tarot reader ke kliennya. Dengan kata lain, semakin tinggi tarif seorang tarot reader, maka semakin terbatas lah waktunya atau semakin tinggi tarot reader tersebut menghargai waktunya. Faktor kenapa waktunya sang tarot reader tersebut terbatas juga bisa macam – macam. Diantaranya bisa karena kliennya memang bejibun banyaknya, atau karena si reader juga mengalokasikan waktunya untuk pekerjaan lain juga (berhubungan tarot reader adakalanya punya segudang kegiatan diluar aktifitas membantu orang ini).
Demikian gambaran umum dari konsep fee yang ditetapkan oleh tarot reader itu sendiri. Kemudian bagaimana membedakannya kalau dia memang professional namun memang niat membantu dengan professional namun murni duit? Dari berbagai observasi saya sendiri, saya melihat kalau tarot reader yang berniat membantu bisa terlihat saat ada klien yang ingin konsultasi, namun tidak mampu membayar fee sesuai standard yang ditentukan tarot reader itu sendiri. In short word, kalau ada klien yang (asumsinya) mengucapkan secara jujur….
“Saya ingin konsultasi mengenai permasalahan saya ke anda, namun jujur…. Saya belum bisa membayar seharga yang anda pasang.”
Kalau tarot reader dihadapi klien seperti ini, biasanya ada 2 jawaban utama:
- Untuk tarot reader yang berniat membantu, “Ok saya tetap akan bantu anda. Jadi kita ketemu saja dulu untuk konsultasi. Untuk masalah harga, anda cukup bayar semampu anda. “
- Untuk tarot reader yang murni nyari duit, “Hmm… silahkan anda mencari tarot reader yang lain yah. Bye!”
Tentu saja ini (sekali lagi) dengan asumsi kalau kliennya memang jujur benar-benar ga mampu, bukan klien yang pura – pura ga mampu yah.
Aspek follow-up dan bacaan tarot itu sendiri
Yang dimaksud follow-up disini adalah respon klien setelah melakukan konsultasi dengan tarot reader. Dari aspek ini, sebenarnya bisa dengan mudah dibedakan antara tarot reader yang niat bantu dan yg murni duit:
- Tarot reader yang berniat membantu, seringkali membantu semaksimal mungkin dari sisi pembacaan tarotnya dengan cara memberikan gambaran objektif (memberitahukan sisi positif dan negatifnya secara seimbang), solusi – solusi yang tepat sasaran dan benar-benar bisa diaplikasikan oleh klien itu sendiri. Tujuan utamanya tentu saja kepuasan klien dan memang klien bisa menyelesaikan masalahnya. Apabila setelah itu, klien mempunyai repeat order (which is itu seirng terjadi), maka reader menganggap itu sebagai bonus dan bukan tujuan utama.
- Tarot reader yang niatnya murni duit, seringkali melakukan pembacaan yang terkesan kata – katanya kiasan semata alias bahasa – bahasa simbolis ato memakai kalimat – kalimat manis saja. Saran –saran yang diberikan juga cenderung masih membuat klien terbingung –bingung dan kecenderungannya menyenangkan klien semata. Apa tujuannya? Sederhana, agar klien tersebut kembali ke tarot reader itu sendiri untuk diminta dibacakan kembali. Jadi memang tujuan UTAMAnya adalah untuk membuat sang klien bergantung kepada tarot reader itu kembali dan kembali. Yang ujung – ujungnya semakin banyak uang yang masuk ke kantong reader karena klien sudah kecanduan dengan reader tersebut. Bagaimana caranya membuat klien ketergantungan dengan reader jenis ini? Secara umum, ada 2 cara:
- Dengan membaca klien dengan kalimat2 yang sangat positif dan sangat manis, namun menutupi sisi yang perlu dibenahi klien. Akibatnya, ketika klien terkena masalah yang tidak sesuai dengan bacaan, maka klien akan kembali ke reader tersebut untuk meminta ‘ilusi sugesti positif’ .
- Membaca klien dengan kalimat – kalimat yang cenderung negative yang kemudian mengarahkan klien berpikir bahwa sang tarot reader adalah ‘juru selamat’ klien tersebut.
Demikian dua aspek yang bisa dipertimbangkan untuk calon klien tarot reader manapun agar benar-benar cermat dalam memiih tarot reader yang sesuai untuk teman – teman sendiri. Kenapa saya membahas hal seperti ini? Karena profesi sebagai tarot reader memang sudah menjamur dan memiliki prospek yang menguntungkan secara financial dan networking. Hanya saja karena sudah mulai sangat menguntungkan itulah, mulai banyak tarot reader yang bermunculan dengan motivasi duit dan tenar semata.
Dan pertanyaan untuk tarot reader sendiri, dan silahkan jawab dalam diri masing – masing: termasuk manakah anda dari uraian saya diatas?
Free Tarot Module for Beginner
Untuk teman2 yg belajar tarot, saya sudah buat modul untuk pemula Tarot yg ingin belajar. Sifatnya free karena memang saya membuatnya atas masukan dari beberapa sumber. Bahkan covernya pun pake stock photo. Silahkan kalo ingin melihat dan bagi yang download, sekalian minta masukannya yah. Thx sebelumnya
Well…. maybe ada yg bertanya2, apakah saya tetep akan mendapat murid kalo saya ‘mengobral’ ilmu terutama untuk pemula. Well…. jawabannya adalah “Yes, dan akan bertambah banyak muridnya”. Karena yg saya share di modul tersebut adalah esensinya. Sementara yang saya share saat ngajarin tarot adalah terapan2nya secara praktis yg didapat dari pengalaman2 secara langsung dan yang pasti justru melengkapi modul tersebut.
Using More Than One Deck: part 2
Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya, yaitu Using More Than One Deck. Pada bagian ini, saya akan membahas lebih mendetail bagaimana menggunakan masing-masing dari metode yang telah disebutkan di post sebelumnya itu.
Sebelum saya mulai membahas, saya perlu menggaris bawahi terlebih dahulu kalau apa yang saya uraikan di post ini bukanlah original ide saya. Melainkan penggabungan dari beberapa metode yang saya temukan dari berbagai literature; baik dari buku, sharing dengan tarot reader lain, maupun dari article online.
Untuk bagian ini, hal yang akan saya bahas adalah mengenai penggabungan deck oracle dengan deck tarot.
Seperti yang kita ketahui, sebagian besar tarot reader, baik yang baru mulai belajar maupun yang sudah professional membacakan untuk orang lain, mengenal dan fasih menggunakan 1 tebaran ‘sejuta umat’ yang disebut tebaran Celtic Cross. Tebaran yang memakai kartu cukup banyak tersebut memang bisa membaca situasi dari apa yang ditanyakan klien terutama kalau kita ingin melihat berbagai gambaran situasi masalah klien dari berbagai aspek seperti diri sendiri, lingkungan sekitar, teman – teman, orang tua, dan energy yang mempengaruhi sekelilingnya.
Namun tebaran yang telah menjadi tebaran wajib tersebut memiliki 1 kekurangan sangat mendasar, yaitu TIDAK ADA SOLUSI dari masalah yang ditanyakan klien. Akibatnya tarot reader seringkali memberikan solusi dari masalah tersebut berdasarkan murni ‘kreatifitas’ dan intuisi masing – masing.
Beranjak dari problem mendasar tersebut, banyak tarot reader luar yang memutuskan untuk melakukan bacaan dengan tebaran 3 kartu SETELAH tebaran celtic cross tersebut. Tebaran 3 kartu tersebut seringkali berasal dari deck tarot yang sama. Namun alangkah lebih baiknya apabila sebagai solusi, bisa berasal dari deck kartu tarot yang berbeda ataupun dari deck oracle yang notabene memang jauh lebih baik sebagai deck yang member pesan dan solusi.
Dengan demikian, untuk penggabungan deck oracle dengan deck tarot, caranya cukup sederhana. Lakukan pembacaan situasi yang mendasar dari pertanyaan klien dengan menggunakan celtic cross dengan deck tarot; kemudian lanjutkan ke bagian solusi dengan tebaran 3 kartu menggunakan oracle deck. Dengan cara tersebut, saya yakin pembacaan lebih menarik dan lebih bisa menjawab pertanyaan klien.
Penggunaan 2 deck tarot yang berbeda
Pada dasarnya tehnik seperti ini cukup sederhana: pakailah 2 deck dalam pembacaan. Pertanyaannya, bagaimana cara penggunaannya? Selama saya belajar sampai sekarang, seringkali tarot reader menggunakan salah 1 dari 2 alternatif:
Alternative pertama: lakukan pembacaan langsung dari 2 deck.
Caranya cukup sederhana, pikirkan sebuah pertanyaan. Kemudian kocok dan lakukan tebaran 1 kartu dengan salah satu deck. Kemudian kocok dan ambil 1 kartu dari deck lain. Bandingkan jawaban yang didapat dan ambil kesimpulan dari sana. Hal ini juga bisa dilakukan untuk tebaran 3 kartu dan tebaran – tebaran lainnya. Manfaatnya adalah untuk melihat jawaban dari 2 karakter deck yang berbeda sehingga kita semakin mengerti dan tahu lebih mendalam atas permasalahan dan solusi yang kita dapatkan
Alternative kedua: gunakan kartu yang sama dari 2 deck berbeda
Caranya juga mirip dengan alternative pertama. Pikirkan sebuah pertanyaan, kemudian kocok dan lakukan tebaran 1 kartu dengan salah satu deck. Misalnya kartu yang keluar adalah three of cups, maka carilah kartu three cups dari deck satunya lagi dan bandingkan three of cups dari kedua deck tersebut. Dengan demikian, anda bisa mendapatkan makna dari three of cups dari sudut pandang 2 deck yang berbeda.
Untuk tulisan selanjutnya, saya akan membahas mengenai penggunaan deck yang digunakan klien dan deck yang digunakan diri sendiri.
Using More Than One Deck
Selama ini, sudah banyak beredar berbagai tehnik membaca tarot yang sering dibagi oleh para Tarot Reader, baik dari mulut ke mulut, forum di internet, ataupun dengan cara menerbitkan buku. Untuk di Indonesia ini, kecenderungannya adalah, Tarot Reader selalu memiliki 1 deck yang sangat menjadi favorit dan menggunakan deck tersebut dalam jangka waktu yang sangat lama.
Bagi Tarot Reader yang ‘setia’ seperti ini, membeli deck baru yang berbeda dengan deck yang sudah dia miliki, bukanlah suatu kebutuhan, bahkan mungkin tidak terbesit keinginannya untuk membeli deck baru tersebut. Tulisan saya kali ini saya tujukan untuk para tarot reader yang memiliki lebih dari 1 deck ataupun memiliki banyak deck kartu tarot. Tujuannya adalah, agar para reader yang memiliki banyak deck tersebut, juga dapat lebih menafaatkannya dan menggali potensi-potensi yang ada dengan memiliki banyak deck.
Manfaat dan Motivasi Memiliki Banyak Deck
Pertama-tama, akan saya uraikan alasan-alasan umum menngapa ada tarot reader yang memiliki 2 atau lebih deck tarot:
1. Untuk koleksi
Alasan untuk koleksi menjadi alasan yang cukup umum oleh para tarot reader. Seseorang membeli suatu deck tarot tidak hanya karena manfaat yang didapat dari membaca tarot, namun mereka juga tertarik dengan gambar-gambar yang ada dalam kartu tersebut. Dengan demikian, ada saja orang yang memiliki banyak deck karena suka akan gambar yang ada dan tentu saja ingin memiliki karya yang disukai tersebut.
2. Melihat 1 subject dari berbagai sudut pandang
Untuk orang yang sudah berpengalaman didunia tarot, memiliki banyak deck bermanfaat untuk melihat 1 topik dari berbagai sisi. Ini disebabkan karena setiap deck tarot memiliki tema dan tujuan pembuatan yang berbeda-beda dari penciptanya. Misalkan topic utamanya adalah kartu Major Arcana The Death yang arti umumnya adalah perubahan signifikan diri seseorang. Sejumlah deck tarot melihat Death sebagai perubahan menuju hal yang lebih baik dari sebelumnya, deck feng shui tarot menekankan death dari sisi membuka tabir sosok klien yang sebelumnya tersembunyi menjadi benar – benar terlihat secara jelas sifat-sifatnya. Necronomicon Tarot menunjukkan sisi pengorbanan yang dibutuhkan seseorang dari sisi psikis dan mindset apabila orang tersebut ingin berubah menjadi lebih baik. Legacy of The Divine Tarot lebih menunjukkan sisi setelah transformasi si klien dimana setelah melewati berbagai kesulitan dan tantangan selama proses transformasi, harapan selalu muncul dan berpotensi menjadi sangat besar.
3. Penggunaan yang dibedakan
Ada sejumlah reader yang memang memilah-milah deck tarot dalam pengunaannya. Sebagai contoh, deck a digunakan untuk membaca klien, deck b digunakan untuk membaca diri sendiri, deck c digunakan untuk meditasi, dan seterusnya. Tentu saja reader memiliki tujuannya sendiri-sendiri dalam penggunaan tersebut. Seringkali reader membedakan deck yg dipakai untuk diri sendiri dengan deck yg digunakan untuk membaca klien supaya deck yang dipakai untuk diri sendiri, energinya benar-benar selaras dengan readernya dan tidak tercampur dengan energy klien.
4. Untuk Ritual/ meditasi
Untuk tarot reader yang juga menggunakan tarot untuk doa atau meditasi, mereka memiliki lebih dari 1 deck karena bagi mereka, setiap deck tarot memiliki kelebihannya masing-masing. Sebagai contoh, deck tarot Raider Waite – Smith (atau disingkat RWS) bermanfaat untuk meditasi secara umum, Vampyres Tarot bermanfaat untuk orang yang sering bekerja dan meningkatkan karisma di malam hari, Legacy of The Divine cukup bagus untuk klien – klien yang kooperatif dan bermindset bijaksana, Quest Tarot cocok untuk orang yang menginginkan bacaan yang benar-benar netral.
Penggunaan 2 Deck Dalam Bacaan
Ada banyak cara dalam penggunaan 2 deck tarot dalam pembacaan. Dalam tulisan kali ini, saya akan menguraikan garis besarnya penggunaan 2 deck tersebut. Sementara untuk detailnya akan saya uraikan cara-caranya di post berikutnya.
1. Penggabungan Deck Oracle dengan Deck Tarot
Seperti yang kita ketahui, oracle deck lebih ditujukan untuk member masukan atau saran sikap mental yang perlu dilakukan dalam menjawab suatu pertanyaan/ masalah klien. Deck Oracle sendiri memang tidak bisa sedetail Tarot dalam hal memprediksi sesuatu yang sifatnya konkrit atau nyata, namun sangat ampuh dalam hal member nasehat dan inspirasi umum kepada klien. Selain itu, oracle adakalanya lebih sering dipakai untuk meditasi dan therapy ketimbang membacakan orang lain.
Oleh karena itu, oracle deck juga sering dipakai sebagai bentuk follow-up dari pembacaan tarot dimana apabila tarot memberikan solusi yang praktisnya, oracle deck memberikan pemikiran filosofisnya.
2. Penggunaan 2 Deck Tarot yang berbeda tipe
Tema tarot yang sangat beragam, membuat sebagian tarot reader berpendapat ada deck yang halus dalam membaca dan member solusi, dan ada deck yang terkesan ‘kasar’ dan sangat to the point. Oleh karena itu, tarot reader ada yang menggunakan 2 deck untuk mencari solusi dari 2 sudut pandang: sudut pandang yg halus dan baik dengan sudut pandang yang to the point dan cenderung keras. Tujuannya tentu saja agar pembacaannya menjadi berimbang sehingga tidak menjadi over-optimis ataupun over-pesimis.
3. Penggunaan Deck yg digunakan klien dan deck yg digunakan diri sendiri
Cara seperti ini adalah dengan membiarkan klien mengocok dan mengambil kartu yang ada di deck tarot –khusus untuk klien- dan reader juga mengocok dan mengambil kartu dari deck tarot yang –khusus untuk penggunaan diri sendiri- . Cara ini bisa menjadi cara yang cukup efektif apabila si tarot reader benar-benar ingin menjaga deck favoritnya dia dari energy – energy yang tidak diinginkan dan untuk memacu klien agar juga ikut mencari jawaban bersama.
Segini dahulu uraian singkatnya, dan untuk penggunaan metode lebih dari 1 deck secara mendetail, akan saya bahas di post berikutnya.
Refleksi: Aktif-Pasif Dari Seorang Wanita
Well,…apabila sebelumnya saya merangkum pembahasan mengenai seorang pria berdasarkan dari cerita2 klien, maka kali ini saya akan mulai membahas seorang wanita.
Apabila dalam post sebelumnya saya menekankan pria dari sisi ego nya, maka untuk kali ini, saya akan membahas wanita terutama dari sisi perasaannya. Dan sama dengan tulisan sebelumnya, saya membagi menjadi 2 kutub ekstrim: wanita yang bisa memutuskan untuk menjadi aktif dan wanita yang memutuskan menjadi pasif. Sekali lagi, ini hanyalah gambaran umum dan saya tulis berdasarkan pengalaman saya di jakarta. Jadi silahkan bercermin dan mungkin akan ada yang mirip dengan situasi anda saat ini. Kenapa saya lebih menggunakan pasif dan aktif sebagai indikator? Karena budaya di Indonesia cenderung mendorong wanita untuk menjadi pasif dan menunggu nasib saja ketimbang pria yang dituntut untuk aktif setiap saat dalam menjalani hidup. Namun seiring dengan waktu, sudah mulai terjadi perkembangan dimana mulai ada yang mencoba untuk menjalani hidupnya secara aktif dan berusaha tanpa bantuan dari orang lain dan tidak hanya menunggu saja. Khusus untuk topik ini, perlu diingat bahwa apabila seorang wanita aktif dalam 1 hal, belum tentu dia aktif dalam hal lain. Jadi apabila seorang wanita sangat aktif dalam pekerjaan, belum tentu dia juga aktif dalam hal relasi.
Aktif-Pasif Dalam Karir
Untuk hal yang berkaitan dengan karir, seorang wanita cenderung memiliki pandangannya sendiri-sendiri dan sangat beragam. Untuk wanita yang pasif dalam karirnya, maka wanita ini cenderung mencari pekerjaan yang bisa memperoleh penghasilan dan membuat dia cukup sibuk saja. Seringkali wanita seperti ini ujung-ujungnya memang sudah puas apabila meskipun berada di posisi staff dan tidak mengharapkan kenaikan karir seperti pria. Ini lebih disebabkan karena pola pikir wanita seperti ini cenderung menganggap dirinya toh akan menjadi ibu rumah tangga secara full time setelah menikah nanti. Kalaupun masih bekerja, dirinya akan menganggap sebagai penyokong tambahan finansial keluarganya, bukan sebagai sumber finansial utama.
Berbeda dengan wanita yang pasif, wanita yang aktif dalam karir cenderung memiliki ambisi untuk selalu meningkat dalam jenjang karirnya. Oleh karena itu, seringkali wanita yang aktif dalam karir justru mencari pekerjaan yang bisa membuat dia bereksplorasi lebih potensial dirinya. Dengan demikian, wajar apabila wanita seperti ini cenderung tidak hanya ingin menjadi staff yang duduk dibelakang meja saja, melainkan lebih suka memilih pekerjaan yang menuntut dia untuk sering jalan-jalan keluar kantor dan bertemu dengan banyak orang baru diluar sana. Berkaitan dengan pria, wanita seperti ini perlu dimengerti bahwa setelah menikah pun, dia masih ingin beraktifitas sehingga pria yang mendapat wanita seperti ini tidak bisa berharap sepenuhnya si wanita untuk menjadi ibu rumah tangga secara full-time.
Aktif-Pasif Dalam Relasi/ Cinta
Dalam hal percintaan, seringkali saya menemukan jalan hidup yang sangat bertolak belakang dan menjadi tolok ukur dari keseluruhan hidupnya wanita tersebut. Jadi, apabila anda melihat jalan cinta seorang wanita secara garis besar saja, maka anda sudah memiliki gambaran terlengkap bagaimana seorang wanita menjalankan hidupnya.
Wanita yang cenderung pasif dalam cinta cenderung menunggu seorang pria yang menurut dia tepat untuk dirinya. Tepat dalam artian disini adalah seorang pria harus mendekati si wanita dan wanita itu harus menyukai/ tertarik terhadap pria yang mendekatinya itu. Jadi, apabila kita hitung-hitung dengan perumpamaan statistik saja, kemungkinan seorang pria mendekati wanita atau tidak adalah 50%, dan apabila seorang pria memang mendekati wanita itu, kemudian kemungkinan si wanita menyukai pria atau tidak itu adalah 50%, maka kemungkinan TERBESAR dari seorang wanita pasif mendapat pria yang tepat menurut dirinya (pria yang aktif mengejar dia dan disukai si wanita), adalah 50% x 50% alias 25% sebagai hasil akhirnya.
Dengan kemungkinan yang cukup kecil alias 1 berbanding 4 ini (belum dimasukkan faktor lain yang juga ikut memperkecil kemungkinan mendapat pria yang tepat untuk dirinya), maka tidak heran wanita seperti ini cenderung suka melamun mengharapkan hubungan yang ideal dengan seorang pria, namun nyaris tidak melakukan hal apapun yang berarti untuk mendekatkan dirinya kepada pria yang disukainya itu. Dalam banyak kasus, seringkali wanita seperti ini memilih lari ke agama dan menganggap semuanya dia serahkan kepada Tuhan. Saya tidak akan membahas lebih lanjut mengenai sisi agamanya karena akan berbuntut sangat panjang, namun ini bisa menjadi tolak ukur apabila anda melihat seorang wanita yang memasang statusnya entah di facebook atau di twitter, atau dari cara bicaranya sehari-hari selalu mengaitkan jodohnya dengan kuasa Tuhan, bisa dipastikan wanita ini sangat pasif dalam hal percintaan.
Resiko yang cukup besar dari wanita seperti ini adalah apabila wanita ini mendapat pria yang dia idamkan dan kemudian seiring dengan waktu, hubungannya menjadi kandas, maka masa pemulihan emosionalnya dari hubungan yang kandas tersebut bisa memakan cukup banyak waktu, BAHKAN SAMPAI TAHUNAN. Resiko lainnya adalah kecenderungan wanita tipikal ini untuk lebih banyak menuntut dalam hatinya ketimbang memberi kepada pria yang dia sukai. Ini disebabkan karena wanita seperti ini yang cenderung menunggu saja dan jarang mengeskpresikan apa yang dia inginkan. Jadi pesan untuk para pria diluar sana, pastikan anda benar-benar mencintai wanita tipe seperti ini karena hatinya sangat mudah terluka dan meninggalkan trauma yang berkepanjangan.
Sedangkan wanita yang aktif dalam hal percintaan, bisa dikatakan dia sudah menaikkan kemungkinan memiliki pasangan yang dia inginkan menjadi 50%. Dan tentu saja peluang dia untuk benar-benar menemukan lelaki yang tepat untuk dirinya juga lebih besar ketimbang wanita yang pasif. Justru problem yang sering timbul adalah konflik yang disebabkan karena ego si pria yang tidak mau wanitanya menjadi seimbang posisinya dalam hal relasi. Selain itu, wanita seperti ini bisa dikatakan memiliki standard yang cukup tegas dalam memilih seorang pria yang menjadi pendamping hidupnya. Akibatnya, justru mayoritas pria malah lebih sulit untuk mendapatkan wanita seperti ini dan ini jugalah yang menjadi alasan kenapa wanita yang aktif dalam hal relasi cenderung memiliki banyak teman pria ketimbang wanita: karena memang banyak pria yang menyukai wanita seperti ini. Wanita yang aktif dalam relasi bukan berarti wanita itu sangat agresif, melainkan wanita itu lebih menginginkan pendekatan yang seimbang antara pria dan wanita agar relasinya bisa dinikmati secara seimbang dan dengan harapan wanita juga sebagai pemberi, bukan hanya sebagai pihak penerima saja.
Resiko dari wanita dengan pola relasi yang aktif seperti ini adalah, wanita ini cenderung banyak bergaul dan memiliki banyak teman meskipun memang belum tentu teman dekat. Wanita seperti ini sangat tidak dianjurkan untuk pria yang ego nya masih sangat tinggi dan menginginkan wanita pasangannya hanya memikirkan si pria saja dan belajar untuk mengesampingkan teman2nya. Karena pada akhirnya, si pria sendiri tidak akan bisa memenuhi kebutuhan egonya dari wanita seperti ini. Untuk pria yang memang ingin mencari wanita agar bisa didominasi, silahkan cari wanita yang pasif saja dalam hal relasi.
Aktif – Pasif Dalam Mengejar Rasa Aman Dalam Materi
Kenapa saya masukkan rasa aman sebagai pembahasan? Karena mayoritas wanita memang sangat mengejar rasa aman dan nyaman secara materi. Aman dan nyaman disini dalam artian keinginan memiliki rumah, mobil, bisa berbelanja secara wajar, punya suami yang mapan, dan masih banyak lagi tergantung persepsi si wanita itu sendiri.
Nah, untuk wanita yang cenderung pasif dalam mengejar rasa aman ini, mereka akan cenderung pasrah dari apa yang pasangan mereka berikan kepada dirinya, dan mereka akan berusaha mensyukuri apa yang mereka dapat dari pasangannya. Tentu saja untuk para pria, ini menjadi suatu kabar baik tersendiri dalam mencari pasangan apabila mendapatkan wanita yang pasif dalam mengejar rasa aman secara materi ini.
Sedangkan wanita yang cenderung aktif dalam mengejar rasa aman ini, sebenarnya terbagi lagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu kelompok wanita yang berusaha mengejar sendiri rasa aman itu entah dengan berbisnis, bekerja keras, ataupun usaha lainnya secara mandiri. Sedangkan kelompok yang lain adalah wanita yang mengejar rasa aman itu MELALUI orang lain. Kelompok kedua inilah yang seringkali disebut sebagai wanita matre secara ekstrim. Apabila seorang pria menemukan wanita yang aktif dalam mengejar rasa aman NAMUN dalam taraf wajar dan mereka berusaha memenuhinya secara mandiri, si pria tetap bisa mempertahankan wanita seperti ini karena dengan langkah yang tepat, si wanita dan pasangannya justru bisa saling mendukung entah dengan berbisnis sama2, bekerja sama2, dan bentuk2 aktifitas lainnya yang membuat kedua pihak sama2 diuntungkan.
Yang perlu diperhatikan, justru apabila pria menemukan wanita yang mengejar rasa aman secara materia MELALUI orang lain, si pria betul2 sangat disarankan untuk memerikan apakah dia mampu memenuhi kebutuhan si wanita secara finansial. Ini disebabkan karena wanita seperti ini akan cenderung membandingkan pasangan pria nya dengan pasangan pria teman2nya yang lain. Ambillah contoh ada pasangan x dan pasangan y. Wanita x menceritakan ke wanita y kalo pasangannya, si pria x ini telah memberikan dia sebuah hadiah materi yg sangat mahal. Apabila wanita y ini merupakan orang yg matre, maka wanita y akan meminta pria y nya untuk membelikan materi apapun yg membuat posisi si wanita y ini sebanding dengan wanita x. Hal ini akan sering terjadi dan tidak akan ada habis2nya selama relasi dengan wanita matre ini berlangsung. Jadi apabila anda sebagai pembaca adalah seorang pria, berhati-hatilah dan pastikan finansial anda memang sangat kuat apabila anda menginginkan wanita yang seperti ini.
Sekian uraian ringkas saya mengenai wanita. Comments welcome yah. Hehehehehe



